
seorang gadis cantik sedang melakukan pekerjaan rumah sendirian, ia mulai memasak makanan dan mulai mengerjakan pekerjaannya yang lain, dengan tergesa-gesa dan penih kelihaian, ia seperti sudah teflatih dan terbiasa melakukan hal tersebut.
setelah selesai ia membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi kesekolah, umurnya sekitar 9 tahunan, dan terlihat sangat mungil dan imut, ia memakai seragam sekolahnya dan kembali kedapur, menikmati makanan yang sudah ia sisihkan terlebih dahulu untuk dirinya sendiri.
karna ia yakin, jika tidak menyisihkan makanan maka tidak akan ada yang tersisa untuknya, habis dimakan oleh orangtua dan adiknya.
ia melihat rumah sudah tidak ada lagi orang lain, itu artinya adiknya sudah pergi kesekolah lebih dulu dan kedua orangtuanya sudah pergi kekantor.
dengan menempuh jarak yang tidak begitu jauh,tapi tetap memakan waktu 15 menit berjalan kaki, gadis kecil itu berlari kecil agar tidak terlambat masuk kekelasnya.
"heii grece, kau payah sekali, adikmu sudah sampai dan kau masih baru sampai kesekolah ini",kata teman sekolahnya yang melihat dirinya baru saja sampai dihalaman sekolah
"iya grece, adikmu sarah sudah pergi kekantin berapa kali, dan kau baru terlihat disini",kata teman yang lain sembari melewati grece mematung disana
benar apa yang dikatan oleh temannya itu, adiknya sarah diantarkan oleh supir dan berangkat lebih dulu darinya, sedangkan dia harus melakukan pekerjaan rumah dan kesekolah berjalan kaki, untung saja gurunya mengerti dan selalu memberi dispensasi untuk grece jika telat.
grece memasuki ruangannya dan melihat gurunya juga baru saja datang dan belum memulai pelajaran, ia meminta maaf dan segera duduk dikursi miliknya.
sementara ditempat lain, seorang laki-laki paruh baya sedang memegangi sebuah foro yang didalammnya anak kecil yang snagat mirip dengan sahabatnya dulu, ia memperhatikan setiap sudut wajah didalam foto tersebut
" kau sudah besar nak, sekarang kau menjadi gadi yang cantik seperti ibumu dulu",gumam laki-laki itu dan meletakkan foto tersebut
" ini sudah terlalu lama aku menunggu harris, sudah waktunya aku menemui anak gadisku dan memberitahu siapa dia sebenarnya",kata laki-laki itu dan menyuruh anak buahnya untyk menyiapkan mobil, ia ingin menemui abak kecil itu dan memberitahu siapa jati dirinya.
" tuan, apa taun yakin denga keputusan yang tuan buat? apa ini tidak terlalu cepat tuan?"_tanya harris tangan kanan laki-laki itu
"tidak ris, ini sudah yang paling tepat, aku tidak ingin menunggu lebih lama dan membuatnya menjadi gadis yang malang",kata laki-laki itu dan segera masuk kedalam mobil
mereka menuju tempat anak kecil itu menemouh pendidikan, yahh mereka menuju sekolah yang bernama SD Merpati Sersan, dengan langkah yang penuh wibawa, laki-laki itu menuju kantor kepala sekolah, sementara asistennya membawa map kuning ditangannya
didalam kelas, grece sedang asik menyelesaikan tugas yang diberikan oleh gurunya, ia tidak ingin membawa tugas tersebut kerumahnya, karena ia tau tidak akan ada waktu untuk mengerjakannya, setelah selesai ia menutup bukunya dan keluar dari kelasnya
" grece, sini dulu nak",kata wali kelasnya yang kebetulan menuju kelas grece,dan melihat anak gadis itu keluar
"ada apa bu? apa ibu membutuhkan bantuan saya?",tanya grece dengan wajah datarnya, ,karena itulah sifat asli grece
"tidak nak, ada seseirang yang ingin bertemu dengamu, dia menunggumu di ruangan ibu"_kata guru tersebut dan mengajak grece menuju ruangan miliknya
"masuklah nak, mereka menunggumu disana",kata guru itu.
"tapi bu, siapa mereka, aku tidak mengenal dan tau dengan mereka, mengapa tiba-tiba ingin menemuiku??",kata grece heran tapi penasaran dengan orang yang inhin menemui dirinya tersebut
grece menurut dan membuka pintu ruangan tersebut, ia masuk kedalam dan melihat dua orang laki-laki paruh baya, setara dengan umur papanya kevin, ia memandang dengan penuh kebingungan dan mendekati mereka
"permisi om, saya yang bernama grece, siswa yang om cari", kata grece dan melihat wajah laki-laki tersebut
*sepertinya aku pernah melihat wajah om ini, taoi dimana yahh??",batin grece ketika melihat wajah lucio
"uhhh yahh, didalam foto yang kutemukan dikamar papa, tapi sepertinya laki-laki ini bersama seseorang didalam foto tetaoi bukan papa",batin grece lagi dan memperhatikan lucio dengan seksama*
"halo grece, kamu pasti terkejut dengan kedatangan kami dan mencarimu disini"_kata laki-laki itu dengan senyuman
"kau sudah besar nak, kau sudah tumbuh menjadi gadis yang kuat selama ini, kau sudah membuat orangtuamu bangga padamu",kata lucio dan memeluk grece dengan cepat da menangis penuh haru
"o..om... ada apa ini, mengapa om menangis melihatku?",tanya grece dengan wajah polosnya
"om teringat dengan kedua oarangtuamu nak, mereka pasti bangga memilikimu dan itu membuatku menjadi teringat masalalu",kata lucio dan melepaskan pelukannya
"siapa om sebenarnya, mengapa om membicarakan tentang papa dan mama, seolah mereka sudah tiada",kata grece dengan wajah linglung
"grece, aku tau kau pasti syok dan terkejut mendengar hal ini, tapi ini adalah kenyataan nak, dan aku harap kau tidak menjadi tertekan mendengarnya",kata lucio dan mulai membuka suaranya
"panggil saja aku daddy, jangan memnaggilku om lagi, karna aku juga adalah daddymu oke",kata lucio dengan airmata yang terus mengalir
"baiklah om daddy, tapi ceritakan tentang apa yang membuat om daddy kesini dan apa yang im daddy bicarakan tadi",kata grece yang notabenya sulit percaya dengan orang lain, taoi entah mengapa melihat lucio, ia seolah melihat seseorang yang sangat berarti dihidupnya
"grece,dengankan daddy, kau bukan anak kevin dan emita, kau bukan keluarga alberto, tapi mereka hanya mengasuhmu dari kecil karena kau diculik dan dibawa kedalam keluarga alberto, saat itu kevin dan emita belum mempunyai anak hingga kau diangkat mereka jadi anaknya,...", lucio menjeda ucapannya dan melihat raut wajah grece yang tidak berubah
"mengapa kau seperti tidak terkejut grece?",tanya lucio heran
"aku sidah tau itu om daddy, karena jika aku anak kandung mereka,aku tidak akan diperlakukan buruk oleh mereka",kata grece dengan tenang, mendengar hal iti lucio menangis dan memeluk grece, ada perasaan bersalah yang sangat mendalam yang ia rasakan saat ini
ini salahnya telah membiarkan keluarga alberto melakukan semena-mena dengan grece, padahal bisa saja lucio turun tangan dan mngahabisi keluarga tersebut, tapi lucio menguringkan niatnya karena keberadaan grece yang masih ditangan mereka
"maafkan daddy nak, daddy salah tidak cepat membawamu keluar dari keluarga sialan itu"_kata lucio dengan sorot mata yang oenih kebencian
#next
semoga syuka dengan novel bari othor ya readers😍😍
jangan lupa dukungannya untyk othor,like komen dan votenya😘😘