Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 67, tidak peduli kau siapa!!



"bryan apa yang kau lakukan, mereka musuh kita jangan terperdaya dengan ucapan lucio brengsek itu!!!" teriak marcell ditengah kesakitannya karna grece sudah memulai aksinya


satu ketakutan marcell saat ini melihat bryan tidak melakukan apa-apa, padahal ia sudah mengatakan kepada bryan bahwa musuh mereka adalah keluarga lucio dan harus mereka lenyapkan


"maaf marcell. meskipun aku membenci mereka namun kebencianku tidak terlalu mendalam sepertimu, kau membenci lucio karna dia lebih unggul daripadamu dan kau tidak mampu menyainginya, sementara aku membencinya hanya karna masalalu kami, dan wanita yang kucintai tidak memilihku. sekarang aku sudah mempunyai anak dan menikah dengan wanita pilihanku, tapi sayang kau memperlakukan istriku dan ankku tidak adil, bukankah kau seperti saudara yang tidak punya kemanusiaan??!' kata bryan panjang lebar, ia terlalu bodoh dahulu karna mau diperdaya oleh saudaranya sendiri


tapi sekarang, ia sudah sadar akan apa yang menjadi tujuan marcell, sangat berbeda dengan tujuannya untuk menghancurkan lucio


"tapi bryan bukankah itu sama saja, kau ingin menghancurkan lucio, dan akupun begitu apa salahnya kita bekerjasama!!?" teriak marcell yang sudah menahan sakit dibagian pipinya


"kita berbeda marcell, kau terlalu berambisi mengalahkan lucio, sementara aku tidak sepertimu, aku menyesal pernah membantumu hingga akhirnya kau membuatku menderita selama belasan tahun!!" kata bryan yang mengingat perlakuan marcell kepadanya semenjak  kejadian 20 tahun lalu


"aku melakukan itu untuk menyelamatkanmu dari lucio brengsek itu bodoh!!" teriak marcell lagi dan lagi tidak ada yang peduli dengannya


ahhkkk...


" gadis jahan*nam.. apa kau akan meniru ayahmu yang sudah diliang lahat ituu!!" teriak marcell mendapat pipinya yang sudah penuh noda darah karna ulah grece


semua orang yang melihat kelakuan grece merasa ngeri, tidak ada yang menyangka bahwa gadis sekecil grece bisa berbuat demikian, bahkan lebih parahnya lagi devan sampai tidak percaya bahwa yang ia lihat itu adalah gadis kecilnya dulu yang sering ia maki.


"grece.. apa kamu belumm selesai nak??" tanya lucio dengan melanhgkahkan kakinya menuju grece


"sebentar lagi dad, aku belum puas bermain dengan paman baik hati ini!" jawab grece dengan tersenyum, namun dari suaranya saja semua orang yang ada disana bisa tau kalau grece tidak baik-baik saja


hatti anak mana yang tidak sakit bila mengetahui orangtuanya dibunuh secara kejam, bahkan dirinya tidak sempat merasakan kasih sayang orangtua sejak lahir, bukankah itu sesuatu yang tidak adil untuk dirinya??


ahhkkk


uh.uh.uh


marcell terlihat sangat kesakitan, namun tidak ada yang berani membantunya.hanya lucio harapan satu-satunya untuk menghentikan aksi grece


" bagaimana paman?? apa terasa enak atau sakit??. mungkin apa yang dirasakan orangtuaku tidak sebanding dengan perlakuan paman kepada mereka!' kata grece dan tertawa hambar


"paman sudah menghancurkan satu keluarga, yang mana mereka mempunyai mimpi yang sangat tinggi namun terpaksa pupus karna keegoisan paman!!" teriak grece sambil menatap marcell dengan tatapan membunuh


"bunuh saja aku,,, jangan menyiksaku seperti ini!!" kata marcell dengan tawar, sungguh ia tidak bisa menahan rasa sakit dipipinya dan bahunya


"bunuh?? apa aku Tuhan yang bisa mengambil nyawa orang dengan membunuhnya??" tanya grece dengan penuh penekanan


"lalu apa yang akan kau lakukan dengan gadis kecil??" tanya marcell dengan putus asa, ia tau kalau anak yang ada didepannya ini sama persis dengan ayahnya, sifat yang keras kepala dan dingin yang tidak mudah untuk memaafkan


"grece,, biarkan daddy yang akan melanjutkannya" kata lucio yang melihat amarah grece sedikit mereda


"silahkan dad, tapi jangan sampai membunuhnya dad, aku tidak ingin itu terjadi" kata grece mundur dan menyuruh harris mengambilkan air untuk mencuci tangannya dari darah marcell yang lengket ditangannya


"tunggu sebentar bos" jawab harris dan langsung bergegas keluar mencari air dari gedung itu


"marcell, kau sudah lihat dan merasakan sendiri bagaimana anak yang kau siksa menyiksamu kembali.." ucap luci dan menjeda ucapannya


"aku tidak pernah menyangka jika ia akan memperlakukanmu seperti ini, aku mengajarinya sejak kecil untuk melindungi diri, bukan untuk mengeksekusi orang lain, namun itulah karma kau sendiri yang mengajarinya seperti itu" sambung lucio lagi dan menatap marcell dengan penuh rasa yang bercampur aduk, antara dendam,kasihan,marahdan menyedihkan


"bukan aku yang mengajaknya, namun dia sendiri yang mau mau terjun kedunia ini dan ingin mencicipi darah musuh yang menhancurkan keluarganya!" kata lucio dengan dingin, ia muak dengan manusia seperti marcell yang sampai detik ini tidak mau berubah apalagi meminta maaf


" tapi kau sendiri yang mencarinya lucio!!' kata marcell lagi -lagi membuat lucio tertawa


"bagaimana tidak aku mencarinya marcell,dia anak sahabatku dan hilang beberapa tahun hinhgga aku menemukannya dikeluarga yang tidak tau diri" kata lucio dan kali ini tatapannya berpindah ke kevin yang masih ada disana


dengan sigap kevin tau yang dimaksud lucio adalah dirinya, ia merasa kematian sudah mendekat kepadanya, namun apalah daya untuk kabur saja dia tidak punya tenaga lagi, pasalnya tadi saja ia kabur dengan istrinya dan malah membuat dirinya semakin celaka


"m..maa..maafkan aku ..luc..lucio.. aku tidak bermaksud memperlakukan grece seperti itu" kata kevin dengan terbata-bata


"bukan saatnya lagi untuk minta maaf kevin, lagipula bukan aku yang kau sakiti melainkan grece" kata lucio dan berjalan menuju grece yang sedang membersihkan tangannya


"grece... apa kamu sudah selesai nak??" tanya lucio


"yahh dad. aku sudah selesai, dan aku ingin pulang istirahat, satu hari aku tidak diberi kenyamanan oleh orang-orang jahan*am ini!' kata grece dan kali ini ia menatap jesica dengan dingin dan menohok sampai tulang


"mas ayo pulang!" kata grece kepada devan, dengan cepat devan mengiyakan dan berjalan menuju grece, banyak pertanyaan yang ada didalam kepala devan tapi belum saatnya ia bertanya pada istrinya itu


namun sayangnya, dendam sudah tertanam dihati jesica, ia tidak membiarkan grece pulang begitu saja tanpa merasakan apa-apa, dengan cepat jesica mengambil pistol yang ada ditangan bryan dan menembak asal kearah devan dan grece


dorrr...


satu tembakan tepat dibelakang grece mengenai punggung wanita itu, dengan cepat devan menangkapnya dan menatap jesica dengan tajam


"jangan sampai wanita itu hidup sampai besok dave!!" kata devan dengan mata merah menahan marah yang luar biasa, dia sudah berusaha menahan diri untuk tidak melukai siapapun, namun kali ini melihat istrinya menjadi korban dia tidak bisa diam lagi


"baik tuan" jawab dave dengan cepat dan segera menangkap jesica yang kebetulan berada tepat didepannya


"lepaskan aku brengsek. dasar budak tidak tau malu,seharusnya aku yang menjadi istri devan!!" teriak jesica dengan mengiba, ia menatap bryan ayahnya


"kau yang salah, dan kau juga yang harus bertanggung jawab nak, papa tidak bisa melakukan apapun karna kau sendiri yang menyerahkan dirimu" kata bryan dengan sendu melihat kecerobohan putrinya hanya karna kehilangan orang yang menjadi tempat hatinya berlabuh


"lucio jangan membunuh putriku, biarlah aku membawanya ke tempat yang dia sendiri tidak akan bisa datang ataupun sekedar melihat keluargamu lagi disini" kata bryan memohon kepada lucio


"maafkan aku bryan, aku tidak punya hak melakukan itu. putrimu sendiri yang menyerahkan dirinya, tapi jika nanti menantuku baik-baik saja, aku bisa melepaskan putrimu dan kau bisa membawanya pergi dari negara ini" kata luci dengan tersenyum, karna pada akhirnya masalalu yang dulu bisa berdamai dan terselesaikan sekarang meskipun penuh dengan drama yang tidak seharusnya ada


"terimakasih luc, kau masih tetap sama seperti dulu" kata bryan dan memeluk lucio dengan hangat


"semuanya, bawa marcell dan kevin keruang eksekusi dimarkas utama, dan untuk wanita itu bawa dia keruangan introgasi dan berikan apa yang menjadi kebutuhannya selama disana" kata lucio dan menyuruh harris membereskan sisanya


"aku berharap menantumu baik-baik saja luc, dan putriku bisa kembali padaku' kata bryan sebelum pergi dari sana


"akupun berharap demikian bry, tapi kita hanya bisa mendoakan saja" kata lucio dan diangguki oleh bryan, akhirnya mereka semua melakukan tugas masing-masing, dave dan harris membereskan kekacauan dan lucio pergi kerumah menemui istrinya dan sarah, sementara bryan pulang ketempat asalnya yang entah dimana wkwkw


emita? ibu dari sarah dan grece tidak terlihat karna sudah menjadi mayat setelah mereka kabur dari gedung itu dibantai oleh anak buah devan


next


jangan lupa like,komen,fdan favorit kalian:>