
masih dengan acara melahirkan grece, devan masih saja setia menemani istrinya itu, sesekali ikut berteriak karna merasakan sakit yang disalurkan oleh istrinya, grece kadang menarik rambutnya dan menggigit tangannya, dan grece juga tidak lupa memainkan tangannya memukul devan dengan sekuat tenaganya.
"sayang ayolah jangan menyiksaku begini" omel devan karna menahan sakitnya disekujur tubuhnya
"diam kau mas, aku tidak akan memaafkanmu jika kau terus berisik, apa mas pikir ini tidak sakit!!" teriak grece dan terus mengejan sesuai dengan arahan suster dan dokter yang membantu mereka
"tapi sayang, oini sungguh sakit, aku tidak tahan, tolong jangan memukulku lagi" kata devan dan tetap saja grece tidak menghiraukannya, dan malah semakin keras memukul devan
"terus mengejan bu, ini kepalanya sudah mulai terlihat" ucap dokter yang membantu grece dan terus memberikan semangat kepada grece yang sejak tadi terus bertengkar dengan suaminya
"terus bu, jangan banyak marah-marah dulu, nanti saja dirumah" kata doketr itu yang sebenarnya juga sudah capek sendiri dengan tingkah pasutri itu
"apa kalian pikir ini tidak sakit!!' teriak grece dan mau tak mau mereka yang ada dalam menahan tawa melihat tingkahaneh grece yang sejak awal meracau tidak jelas bersama suaminya
saat sudah keluar satu bayi, ternyata masih ada bayi lagi yang kepalanya sudah muncul, sontak membuat dokter dan suster memberikan arahan lagi kepada grece, devan sendiri yang melihatnya ngeri namun masih tetap terlihat tenang, menyaksikan baby twins datang ke dunia adalah impian devan, apalagi ternyata anaknya twins, sungguh diluar dugaan pasutri itu
lama proses persalinan grece akhirnya terlewati dengan baik, penerus keluarga hernandes akhirnya lahir dengan banyaknya melewati drama orangtuanya
"ini bayinya bu, selamat tuan,nyonya bayinya tampan dan cantik sekali dan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan" kata suster yang membawa baby twins devan dan grece, memberikannya kepada grece agar segera di berikan asi
"sayang lihatlah, baby twins begitu mirip dneganku" kata devan dnegan bangga dan tersenyum kesenangan, melihat buah hatinya bersama istri tercinta dan pastinya tidak jauh beda dnegan wajahnya,
"mas bilang apa!, dia anakku, aku yang melahirkannya" kata grece dan mencium wajah sang buah hati dengan gemas
"tidak lama setelah itu, semua keluarga masuk keruangan grece dengan kado masing-masing, tak lupa juga jesica dan sarah yang membawa barang keperluan milik grece dan keponakan kecil mereka
"selamat ya sayang, apa kalian sudah ada nama untuk mereka?' tanya lea sangat bersemangat sambil menggendong baby perempuan dan lucio menggendong baby laki-laki
"kami sudah mempersiapkan nama untuk kakaknya mom, namun untuk adiknya belum, karna kami sebelumnya tidak pernah cek jenis kelamin atau yang lainnya, jadi tidak tau kalau mereka twis" kata devan membuat yang ada disana geleng kepala, melihat tingkah kedua orangtua itu
mana mungkin ada orang tua yang tidak tau anaknya yang mau lahir berapa?? sungguh sangat konyol menurut mereka yang ada disana
"lalu bagaimana dengan adiknya, apa kalian tidak memberikan nama?" tanya lucio sambil mencium pipi cucu laki-laki yang menurutnya sangat menggemaskan
"nanti kami akan pikirkan dad" kata devan kikuk sambil tersenyum melihat istrinya yang menatapnya, ia tidak tau kali ini apa kesalahan yang iabuat hingga istrinya mempelototinya
"kami ada usul buat namanya kak" kata sarah sambil tersenyum dengan bahagia didekat mom lea, ia melihat kedua kakaknya secara bergantian, seolah meminta ijin untuk melanjutkan perkatannya
"apa itu dek?' tanya grece sambil emlihat sarah dan jesica secara bersamaan, dengan tersenyum grece mengangguk tanda setuju dengan usul adiknya
" aku memberi nama untuk putra ku zefano gabrian hernandes, yang artinya pemberian Tuhan, dan Tuhan adalah kekuatanku karna mereka adalah berkat yang paling besar yang kami terima dan agar kelak dia menjadi anak yang taat dan tidak melupakan sang pencipta apapun yang ia lakukan kelak " kata devan sambil tersenyum bangga dengan apa yang baru saja ia katakan,
ia bisa tau bagaimana nantinya anak laki-lakinya bertumbuh, pasti tidak jauh dari sifat dirinya dan sang istri, itu makanya devan memberi nama yang snagat bermakna untuk putranya, agar kelak bagaimanapun anaknya berperilaku ia masih mengingat apa yang ia lakukan
"nama yang bagus, kalau begitu nama ponakan perempuanku adalah zefany gabriella hernandes, yang artinya sama dengan nama abangnya" kata sarah dan jesica secara bersamaan, mereka tadi sempat memikirkan nama yang cantik untuk keponakan mereka yang baru lahir
"nama yang cantik, dan snagat cocok untuk mereka" kata grece sambil tersenyum mengangguk, begitu juga dengan lea dan lucio, sementara devan hanya mengikuti istrinya, apapun yang menjadi keputusan istrinya ia akan ikut selagi itu baik
"baiklah, kalau begitu nama mereka adalah, zefano gabrian hernandes, adalah abang, dan zefany gabriella hernandes adalah putri ku yang cantik ini, iyakan dek?' kata devan sambil emncium putra dan putrinya secara bergantian, ada rasa haru yang menyelimuti hati devan
sungguh ini adalah impian terbesar yang pernah devan pikirkan namun tidak pernah berharap, karna dulu ia sempat berfikir kalau dirinya tidak akan jatuh cinta lagi setelah dikhianati oleh jesica masalalunya, tidak terasa devan menitikkan airmata harunya dan mencium istrinya, sambil berbisik "terimakasih sayang, kamu penyempurna hidupku" dan memeluk grece dengan erat
" kapan istrimu bisa pulang dev?" tanya lea yang tidak sabaran membawa cucunya pulang dan merayakannya, itu adalah impian tebesar lea selamma ini
"tunggu istriku pulih dulu mom, karna istriku mlahirkannya normal jadi tidak akan memakan waktu yang lama, hanya menunggu masa pemulihannya" kata devan dan masih memeluk istrinya posesif
"kalau begitu pemulihannya dirumah saja dev, lebih baik dirumah dan lebih leluasa untuk merawatnya, lagipula rumah sakit tidak baik untuk kedua cucuku dan menantuku" kata lea tersenyum bahagia
"iya dev, benar kata mommymu, lebih baik rawat istrimu di rumah saja, toh juga masih ada mommy dan adikmu yang membantu" kata lucio membenarkan perkataan istrinya
"bagaimana sayang?, apa kamu mau rawat dirumah saja, lagi pula lebih baik begitu, kita bisa menjaga anak-anak dengan leluasa" kata devan dan tanpa dipikirkan lagi grece langsung menyetujinya, baginya itu lebih baik untuk kenyamanan anak-anaknya, dan dirinya juga
"kalau begitu mommy bantu beres-beres" kata mommy, namun langsung dicegah oleh sarah dan jesica, mereka berdua kompak untuk membantu devan membereskan barang-barang yang sempat mereka bawa
"tidak usah mom, kan ada kami disini" kata sarah dan diangguki oleh jesica, keduanya langsung bergegas untuk bersiap
sekarang, mereka sudah berada didalam mobil, dnegan devan dan grece bersama dave dan harris berada dalam satu mobil, sementara lea dan lucio membawa baby fano, dan sarah bersama dengan jesica membawa fany dalam satu mobil.
next
jangan lupa like,komen dan favorit :)
maaf ya readers, satu minggu lalu othor sama sekali gak up, solanya othor lagi sibuk ujian UAS jadi harus belajar banyak-banyak, dan gak bisa bagi waktu buat ngetik, belum lagi othro juga harus ngerjain hal lain
maaf ya readers, untuk kedepannya othor lebih banyak up kok, doain othro sehat biar bisa up terus yahhh :)