
setelah melalui pertengkaran disore hari menjelang malam itu, pagi harinya grece mencoba untuk bersikap biasa dan tetap melakukan tugasnya dengan baik.
grece bangun seperti biasa dan memasak sarapan untuk mereka, hari ini dan seterusnya ia tidak akan melakukan sesuatu yang membuat dirinya diluar rumah seharian, tugasnya yang penting sudah selesai dan kini tinggal menjalankan misi yang ia buat.
jika jesica berharap dirinya akan mundur dan memilih pisah dari devan, harapannya akan sia-sia, pasalnya grece bukan seseorang yang mudah pergi begitu saja tanpa memperjuangkan,
ia sudah bertekad akan membuat devan bertekuk lutut padanya dan membuang jesica dari kehidupan mereka kelak, namun secara pelan tapi pasti grece akan mulai bereaksi dengan misinya
"pagi kak... apa kakak tidak jadi mendaftar kukiah?"_tanya sarah yang baru turun dari kamarnya dengan seragam sekolah yang melekat ditubuhnta
"tidak sarah... kakak tidak ingin kuliah, sangat capek dan tidak begitu penting"_jawab grece dengan santai dan menyuruh sarah duduk
"kakak panggilkan kak devan dulu ya",kata grece dan dibalas ya oleh sarah
ia melangkah memasuki kamar mereka dan tidak melihat devan ada dikamar, "kak devan kemana ya?"_ tanya grece sambil menelusuri setiap kamar, ia mencoba melihat kamar mandi tapi hasilnya nihil
"kak... kak devan..", paggil grece tapi tidak ada sahutan apapun
"kemana ya kak devan?"_tanya grece dan berbalik ingin mencari kebawah, namun tiba-tiba ia dikagetkan oleh devan yang sudah berada di depannya
"omo.... aaishh, kak devan ngapain sih ngagetin grece kaya gitu!!",kata grece dengan wajah terkejutnya
"grece maafkan aku, aku tidak bermkasud, untuk kejadian semalam aku minta maaf, aku tidak punya hubungan apa lagi dengan jesica, dia hanya datang kesini untuk minta tolong padaku,dan aku juga tidak bisa menolak dia"_kata devan sambil menatao mata grece penuh keyakinan
devan sebenarnya bukan tipe pria yanb mudah untuk kembali kemasa lalunya, baginya masalalu tidak berarti apa-apa dengan masa depannya, saat ini ia sudah menikah dengan grece walaupun itu dengan paksaan,tapi devan laki-laki sejati yang bisa memegang janjinya dan baginya selama ia memiliki hibungan dengan satu wanita, cukup ia saja tanpa harus mencari tang lain, sekalipun tidak menjadi keinginannya bersama wanita itu.
"aku memang sering bertemu dengannya, tapi itu hanya sebatas teman lama tidak lebih, kita menikah dengan paksaan tapi aku tidak mungkin menghianati janji suciku dialtar dulu, jika kita tidak bisa bersama, maka kupastikan bukan aku yang menginginkan peroidahan, aku bukan tipe pria seperti itu",kata devan dan sangat terlihat jelas dimatanya bahwa apa yang ia katakan itu semuanya adalah kebenaran.
"kak devan.... aku percaya dengan apa yang kamu katakan,tapi bukan berarti apa yang kakak rasakan semuanya dirasakan oleh mantan kekasih kakak, dia datang kembali setelah meninggalkan kakak, tidak menutup kemungkinan jika ia memiliki maksud yang lain terhadap kakak, aku hanya tidak ingin pernikahan ini rusak hanya karna persoalan masalalu yang tidak terselesaikan",kata grece sambil tersenyum manis
"ohhh aku baru saja melihat gadis kecil ini tersenyum padaku?? sungguh sesuatu yang tidak biasa",batin devan yang menatap wajah grece
"aku juga tidak pernah berfikiran untuk melanggar janji suci yang pernah kubuat di altar gereja, aku menunggu sampai kakak memintaku untuk pergi dari kehidupan kakak",tambah grece dan seketika itu juga devan memeluk dirinya
"mari kita mencoba untuk saling menerima satu sama lain",kata devan sambil mengeratkan pelukannya
" aku akan berusaha kak, aku akan belajar untuk menerima semua ini, berusaha untuk menerima kakak menjadi suamiku",jawab grece dengan perasaan yang sangat banyak pertanyaan
" ya sudah, aku bersiap dulu sebentar",kata devan dan melepaskan pelukannya
" aku tunghu dibawah kak, cepatlah bersiap nati sarapan mu jadi dingin",kata grece dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar
"apa yang baru saja kulakukan? apa aku baru saja mengatakan bahwa aku mencintainya tapi secara tidak langsung begitu??", gumam devan menatap cermin
" ahhhh... aku tahu, aku pasti sudah gila menyukai gadis kecil seperti dirinya, bukankah dirinya terlalu dingin dan kaku untukku??",kata devan lagi dan menyelesaikan semuanya,
sedangkan grece, ia sama sekaki tidak memikirkan apa yang baru saja terjadi, ia seolah tidak peduli dengan perkataan dan drama didalam kamar.
tiba saatnya devan keluar dari kamar, ia melihat grece dan sarah sudah berada disana dengan bercanda ria bersama, " dia seolah tidak ada beban saja", kata devan dan langsung duduk di kursi yang sudah disediakan oleh grece
mereka menikmati saraoan dengan tenang seperti biasanya, mereka tidak menyadari bahwa dave berada disana juga.
" pagi tuan, apa tuan sudah selesai?",tanya dave dengan sopan
"sudah dave, tunggulah dimobil",kata devan dan melirik kearab grece, ia ingin mengatakan sesuatu
"kak aku berangkat"_kata sarah dan melambaikan tangannya dan sambil memasuki mobil
"gadis kecil, aku ingin berbicara sesuatu",kata devan dan menarik tangan grece menjauh
"ada apa kak? apa kakak membutuhkan sesuatu??",tanya grece dengan wajah polosnya
"aku tidak butuh sesuatu, aku hanya ingin bertanya, nanti kau akan pergi kemana?",tanya devan dengan tatapan intimidasi
dengan santainya grece menjawab, " aku tidak akan kemana-mana kak, aku hanya akan menghabiskan waktu dirumah, mungkin akan menghubungi daddu dan mommy, aku merindukan mereka",kata grece dengan memandang kedepan
"baguslah kalau begitu, jangan kemana-mana sebelum aku pulang, jangan keluar rumah tanpa ijin dariku, dan satu lagi, jangan terlalu dingin dan kaku",kata devan dan langsung pergi meninggalkan grece, dengan bibirnya menyungging senyum tipis, tanpa ada yang melihat
sedangkan grece hanya menggeleng dan menaikkan bahunya, ia merasa devan seolah keberatan jika dirinya keluar, tapi bukankah itu juga privat dirinya sendiri?
grece masuk kedalam rumah, dan mulai mengerjakan apa yang seharusnya, ia mulai membersihkan kamar mereka dan mengganti posisi semua barang yang ada disana, lalu beralih kedaour dan membuat makan siang untuk devan nanti, karna rencananya hari ini ia akan kekantor devan
" huh... selesai, sentuhan terakhir adalah membuat bekal makan siang dan mengganti bajunya untuk pergi ke perusahaan",kata grece dan memasukkan semua masakannya kedalam rantang makanan
ia berpesan kepada pelayan agar menikmati masakannya yang ia pisahkan sengaja untuk mereka, ia kembali kedalam kamar dan bersiap-siap.
#next
semoga syuka dengan novel baru othor ya readers😍😍
jangan lupa tinggalakan like komen dan favorit kalian😍😍