
Setelah selesai dengan keluarga hernandes, harris langsung
pulang dan Kembali menuju rumah sang kekasih, yang baru satu hari menjalaninya
:>
Dengan memicu mobil miliknya, menginjak pedal gasnya, harris
berlalu dari rumah hernandes dan menuju rumah jesica dan kecepatan rata-rata
agar secepat mungkin sampai kerumah sang kekasih, ia ingin secepatnya
memberitahu jesica kabar baik ini
Tidak memakan waktu yang kama untuk harris sampai kerumah
jeesica, jika biasanya akan memakan waktu tiga jam, tapi kali ini harris memicu
hanya satu jam tiga puluh menit, dan itu artinya harris, menghemat waktu satu
setengah jam untuk sampai kerumah sang kekasih
“apa ada paman bryan ddalam?” tanya harris kepada salah satu
pelayan rumah bryan yang ia temui disana
“ada tuan, silahkan masuk saja, tuan btryan ada ditaman
belakang” kata pelayan itu dengan menunduk hormat kepada harris, mereka sudah
menganggap harris sebagai tuan dirumah itu
“baik, makasih bik” kata harris dan berlalu kebelakang rumah
untuk menemui calon mertuanyaa dibelakang
Namun belum sempat untuk bertemu dengan bryan, harris
langsung dihentikan oleh suara teriakan sang kekasih dari luuar, jesica yang
ternyata dari taman belakang bersama gryan, dan Ketika ingin masuk kedalam ia
bertemu harris
“har?” tanya jesica tersenyum manis kearah kekasihnya itu
“jes, dimana paman bryan?” tanya harris tanpa mempedulikan
jesica yang hendak memeluk dirinya, buka karna apa hanya saja harris malu jika
dilihat oleh pelayan rumah atau bryan yang jika tiba-tiba datang
“har… jahat banget sih” kata jesica kesal dan berjalan
mendahului harris yang mematung ditempatnya, namun deheman dari bryan
menyadarkan pria itu
“ada apa har?’ tanya suara bariiton yang langsung membuat
harris sadar dari lamunannya
“ehh paman, saya tadinya mau menemui paman, tapi ternyata
ada jesica yang juga ingin masuk kedalam” kata harriis bingung mau bersikap
seperti apa
“ooooo.. apa yang ingin kamu katakana har, kita bicara
didalam saja” kata bryan mengajak harris untuk dudk di ruang tamu, agar lebih
leluasa bercerita
“jadi begini tuan, saya ingin meminta restu untuk menikahi
jesica, saya mencintai jesica dan ingin melanjutkan kejenjang serius paman”
kata harris dan tidak ada yang menyangka jika harris akan secepat ini ingin
membuat janji suci dengan jesica di altar
“apa kamu bisa berjanji satu hal untukku har?” tanya bryan
dengan suara pemnuh penekanan dan mata tajam menatap harris
“apa tuan, jika saya sanggup saya akan melakukannya dengan
baik” kata harris dengan keyakinan yang penuh
“aku ingin kamu berjanji untuk menjaga putriku, aku tidak
tau kapan aku akan dipanggil, namun aku ingin sebelum kepergianku putriku
berada ditangan orang yang tepat dan mencintainya dengan tulus tanpa melihat
masa lalunya” kata lucio dan menangis penuh haru, ia tidak ingin jika putri
semata wayangnya mengalami penderitaan seperti yang usdah-sudah
‘saya bisa menjanjian itu tuan, saya bisa berjanji atas nama
saya sendiri, akan mencintai jesica dengan tulus, dan menjaganya seperti saya
menjaga diri sendiri” kata harris dengan serius dan berwibawa, harris yakin dia
bisa menuntun jesica menjadi lebih baiik lagi, karna pada awalnya juga jesica
adalah Wanita baik hati
“terimakasih har, aku bisa tenang jika seperti ini” kata
bryan penuh derai airmata, ia tidak bisa membayangkan bagaimana nasib putinya
“kalau begitu, temuilah jesica, restuku sudah ada dihubungan
kalian, katakana padanya kalau kamu ingin serisu dengannya, jangan lupa untuk
mengenalannya dengan keluarga mu har’ kata bryan yang sebenarnya sudah tau
kalau harris hanya mempunyai keluarga hernandes
“baik paman, saya undur diri kekamar jesica dulu’ kata
harris dan diangguki oleh bryan, ia sangat senang akhirnya jesica mendapat pria
yang mau menerimanya dengan tulus
Dikamar jesica, Wanita itu tidur dengan tengkurap, ia kesal
dengan sikap dingin harris padanya, dan satu hal lagi yang membuat jesica
kesal, harris datang tanpa memberi kabar padanya
Harris memasuki kamar jesica tanpa mengetuknya lebih dulu,
dan langsung mengunci pintu kamar tersebut agar tidak ada yang berani masuk
sembarangan dan menganggu waktu mereka berdua
“jes.., apa kamu Marah padaku?’ tanya harris dan mendekati
jesica yang masih tidur tengkurap diatas ranjanganya
“jes.. apa kamu tidak ingin melihatku?, kalau begitu aku puang saja, masih banyak yang
harus kuurus”kata harris dan berniat melangkah keluar, namun sedetik kemudian
dia Kembali duduk dan melihat jesica yang sudah melihatnya dengan wajah yang
kesal dan merah
“hahahahh… apa serindu itu kamu padaku jes” kata harris yang
masih mengajak jesica bercanda
“kamu Jahar har” kata jesica sambil mengerucutkan bibirnya,
ia kesal kepada kekasihnya yang mencueki dirinya tadi
“bukan seperti itu jes, tadi akua da urusan yang urgent yang
harus aku bicarakan kepada paman, dan sekarng sudah selesai’ kata harris dan
memeluk jesica dengan lembut, mengecup bibir sang kekasih sekilas
Hanya dengan seperti itu, jesica langsung merona malu, ia
tidak yakin jika harris bisa membuatnya malu dan menggodanya
“ada yang ingin aku katakana padamu jes” kata harris dengan
manatap serius sang kekasih
“katakanlah, aku mendegarmu” kata jesica dan berdiri untuk
duduk dipangkuan harris, seolah itu adalah tempat duduk kesukaannya
“akku ingin segera menikahimu, aku harap kamu tidak
menolaknya, hari ini kita akan menemui keluargaku jes” kata harris dan hal itu
membuat jesica antara senang dan takut, senang karna harris akhirnya mau serius
dengan hubungan mereka, dan takut jika keluarga harris tidak menyukainya,
khususnya dengan masalalunya dulu
“jangan khawatir, keliuargaku sudah tau tentang dirimu yang
sebenarnya, dan mereka menerimamu dengan tangan terbuka” kata harris lagi yang
seolah tau apa yang dipikirkan oleh kekasihnya
“apa kamuy akin mereka menyukaiku har?, aku takut jika
mereka menolakku dan memaksamu untuk melepaskanku” kata jesica menunduk lesu,
namun harris meyakinkan jesica sambil memeluk kekasihnya itu dengan erat,
seolah harris memberikan semangat untuk jesica agar kekasihnya itu Kembali
semangat
“baiklah, aku mau har, tapi apa aku bisa melakukannya?”
tanya jesica lagi dan lagi dirinya dihantui oleh rasa khawatir dan takut
“tenanglah jes, ada aku disini untukmu” kata harris dan
Kembali mengecup bibir kekasihnya, seolah itu sudah menjadi candu untuknya,
namun tidak hanya berhenti sampai diritu, harris ********** dengan tangan
terangkat untuk menekan leher jesica memperdalam ciuman mereka, sementara
jesica hanya menikmati apa yang dilakukan harris padanya, mereka berdua bukan
anak ABG lagi, tapi sudah sama-sama siap untuk menikah.
next
Jangan lupa likr,komen,dan favorit kalian ya readers:>