
Setelah mengatakan niatnya kepada jesica dan bryan, harri
berpikir membawa jesica untuk keluar rumah sekaligus jalan-jalan dan membeli
perlengkapan untuk sang kekasih pakai nanti malam, karna rencana harris malam
nanti akan membajwa jesica untuk bertemu keluarga hernandes, maka tidak akan
harris biarkan jesica menampilkan penampilan yang buruk atau terlihat seperti
banayk beban.
“cepatlah bersiap, kita keluar sebentar sekalian mencari
udara segar” kata harris kepada sang kekasih yang masih stay bermanja dipangkuannya
“sebentar lagi har, aku masih ingin seperti ini, sudah lama
aku tidak merasakan seperti ini” kata jesica dan memainkan jjari tangan
lentiknya ke leher harris yang sangat menggoda menurutnya
“jes jangan seperti ini, jika kamu terus memancingku jangan
salahkan aku kalau aku akan memangsamu saat ini juga” kata harris mencoba
mengancam sang kekasih dengan mata tertutup merasakan setiap sentuhan jesica
ditubuhnya
“hahahahah… ternyata kekasih ku ini juga punya nyali bicara
seperti itu, tapi aku tetap tidak peduli har” kata jesica dan semakin menggoda
harris, ia teruus memainkan tangannya sambil mencium bibir harris sesekali,
“jes…” kata harris dengan suara tertahan dan langsung
menghentikan tangan nakal sang kekasih agar berhenti menjahilinya
“ehehhe.. maafkan aku, kalau begitu tunggu aku akan bersiap
dalam lima menit” kata jesica dan turun dari pangkuan harris berlari menuju
ruang ganti dikamar miliknya
Sementara dibawah, bryan merasa senang sekaligus haru
melihat putrinya bisa merasakan Kembali tertawa dan merasakan dicintai oleh
orang yang tepat, tapi bukan karna kesalahan devan dimasa lalu, hanya saja
jesica terlalu menurut denga napa yang dikatakan marcell padanya dulu hingga
membuat devan membenci dirinya dan bahkan tidak segan untuk melenyapkannya
Mengingat hal itu hati bryan terenyuh dan sakit, bagaimana
perjuangan putrinya untuk bertahan hingga saat ini, dan bagaimana istrinya dulu
disiksa oleh kakak kandungnya sendiri, memikirkan hal itu membuat bryan
menangis merasakan sakitnya keluarga kecilnya dulu, hanya karna keegoisannya
yang membalaskan dendam kepada lucio,
“apa sudah selesai?’ tanya harris sat melohat jesica keluar
dengan menggunakan baju dress selutut berwarna cream dan rambut yang tergerai
sepinggang, ditambah bedak tipois dan bibir pink yang selalu menggoda dirinya
“sudah selsai my husband, so mari kita berangkat” kata
jesica dengan menahan tawa melihat ekspresi dari sang kekasih saat dirinya
menyebut my husband
“masih menjadi calon jes, jangan bicara ngawur” kata harris
sambil menggandeng tangan jesica untuk turun kebawah
“kalian mau kemana?, mengapa tidak mengajak ayah?” tanya
bryan saat melihat putrinya dan calon menantunya turun dengan mesra dan
terlihat jesica yang menampilkan senyum Bahagia dan cantik
“kami mau keluar cari udara segar ayah, sekalian mencari
baju untukku nanti malam, iyakan har?’ tanya jesica sambil melirik kekasihnya
dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah cantiknya
“iya paman, kami ingin keluar dan sekalian emmbawa jesica
memilih baju untuk acara nanti malam” kata harris membenarkan perkataan jesica
sambil tersenyum melirik jesicca dan bryan bergantian
“ooo, kalau begitu kalian hati-hati, inga thar, jangan
sampai putriku lecet sedikitpun” kata bryan dengan bercanda sambil tersenyum
melihat keduanya, ia berharap semoga ini yang terbaik untuk jesica putrinya
“siap paman, itu adalah misi paling utama, aku akan menjaga
jesica tanpa membuatnya lecet sedikitpun sampai pulang nanti” kata harris
membalas candaan calon mertuanya
“baiklah, kalau begitu pergilah, jangan ngebut bawa
mobilnya” kkata bryan lagi dan diangguki oleh keduanya, mereka melangkah keluar
Berbeda halnya dengan jesica dan harris, saat ini grece
sibuk didapur karna mendengar harris akan membawa calon istrinya kerumah
hernandes, hal itu membuat grece bersemangat untuk menyiapkan makan malam yang
special untuk tangan kanannya saat dirinya masih gadis
“bik, tolong ambilkan itu, dan jangan lupa tambahkan itu ke
masakan itu ya” kata grece kepada beberapa pelayan yang membantunya didapur,
tak lupa juga lea dan sarah yang ikut berpartisipasi untuk membantu bumil itu
menyiapkan makanan
Sementara devan, ia mengurus masalah pekerjaannnya yang
sudah dua hari ini dia tidak kekantor, membuat dave asistennya sedikit
kewalahan menhgurus sendirian apalagi dia harus mengurus klien yang meeting
dengan perusahaan mereka,
Namun mendengar istrinya sedang memasak untuk makan malam
mereka, membuat devan khawatir sekaligus marah karena istri kecilnya itu selalu
membantah perkataannya, ia segera menyelesaikan pekerjaannya dan menyuruh dave
mengantarkannya kerumah
Sampai dirmah, devan langsung menuju dapur dan melihat
istrinya penuh dengan keringat dan masih bertengger dengan alat dapur disana,
tanppa berkata apapun devan langsung mengangkat grece dan membuat sang empunya
kaget sekaligus takut
Grece yang tadinya sedang memegang sendok untuk mencicipi
makanan buatannya langsung menjatuhkan benda logam tersebut dan melihat siapa
yang hendak menggendong dirinya, betapa terkejutnya ia saat melihat devan
memasang wajah marah dan mata tajam menatap dirinya
Devan langsung membawa grece ke sofa yang ada diruang tamu,
ia meletakkan grece dengan pelan dan melepaskan apron yang masih bertengger
diperut buncit istrinya
“sayang!, apa kamu tau kesalahanmu!?” tanya devan dengan
suara dingin dan mata menatap lekat sang istri
“maaf mas, aku hanya ingin membuat kejutan dengan calon
istri harris, dan makan malam kesukaanmu” kata grece menunduk lesu, jiak tadi
dirinya masih bisa tertawa sambil bersenang-senang, namun berbeda dengan
sekarang, wajahnya ditekuk dan matanya hampir mengeluarkan cairan bening
“tapi kesalahanmu ini sangat fatal sayang!!, kamu bisa saja
mencelaki dirimu sendiri dan beby kita” kata devan dengan suara tertahan yang
hampir memarahi sang istri karena kecerobohannya
“ma..maaf mas, aku hanya terlalu senang mendengar kabar dari
harris, jadi aku berinisiatif untuk memasak makan malam untuk kita” kata grece
dengan mayun dan menangis seperti biasa, hal itu membuat devan jadi serba
salah, ia ingin memarahi istrinya namun kasihan melihat istrinya yang sebentar
nangis dan membuat dirinya sendiri kewalahan untuk membujuknya dan
menenangkannya
“mengapa kamu jadi menangis sayang, aku tidak marah hanya
saja aku tidak suka melihatmu Lelah seperti tadi” kata devan dan memluk istinya
yang sudah berkeringat karna terlalu lama didapur
Sementara lea dan sarah hanya geleng kepala melihat kelakuan
dua pasutri yang satu kerjaannya hanya membuat masalah, dan satu lagi akan
pusing sendiri karna kelakuan bmil yang manja
“mom, bagaimana jika aku diposisi kak grece, apa kak dave
mau bersikap seperti kak devan?’ tanya sarah saat melihat sikap devan kepada
kakaknya yang begitu perhatian dan tidak sekalipun melihat devan memarahi
istrinya
“pasti sayang, dave orang baik dan pria yang lembut, mom
menegenalnya dengan baik, sikapnya tidak jauh berbeda dengan kakakmu devan”
kata lea tersenyum meliha sarah yang bertanya seperti itu
next
Jangan lupa like,komen,dan favorit ya readers:>