
saat ini kleuraga hernandes sedang makan malam, mereka semua menikmatinya dengan baik tanpa terucap sepatah katapun dari mulut masing-masing, semua tertib karna itu adalah peraturan yang harus ditepati
setelah semua selesai, sarah langsung megambil bagian untuk membersihkan piring yang kotor dan dibantu oleh grece merapikan meja makan mereka, sementara lea dan suaminya langsung menuju ruang tamu diikuti oleh devan dan dave
masih tentang cerita dave dan sarah, kali ini mereka benar-benar memastikan keduanya serius dalam menjalain hubungan
"dave, bagaimana denganmu apa kamu bisa berjanji untuk tidak menyakitinya??' tanya lucio dengan serius
"saya bisa menjanjikan itu tuan, namun itu juga kembali ke sarah jika dia menerima saya untuk membuatnya bahagia" kata dave dengan ketegasan dan keseriusannya untuk melanjutkan hubungannya dengan sarah
" aku percaya padamu dave, ku harap kamu bisa memberikan yang terbaik untuk putiku" kata lucio dan menatap dave sungguh-sungguh
sarah dan grece datang dan duduk dikursi pasangan masing-masing, kali ini memang momen menegangkan untuk dave dan sarah, pertanyaan demi pertanyaan yang keluarga merekka berikan sungguh membuat keduanya kadang mati kutu
"sarah, bagaimana dengan hubunganmu dengan kak dave?' tanya grece, yang sebenarnya ia sendiri sudah tau dengan hubungan adiknya, tapi ingin mendnegar langsung dari mulut mereka berdua
"ka..kami baik-baik saja kak" jawab sarah dengan terbata, ia tidak ingin menjawab panjang lebar takut salah bicara dan membuat kakanya marah apalagi grece sedang mengandung, otomatis mudah marah dan tersinggung
"bagaimana kak dave, apa kalian mau melanjutkan hubungan setelah sarah selesai kuliah?" tanya grece sambil melirik dave dan sarah secara bergantian
"maksud kakak?" tanya sarah tidak mengertia apa yang dikatakan oleh grece pada mereka berdua
" aku bilang apa kalian mau melnajutkan hubungan kalian setelah kamu selesai kuliah dan kalian boleeh memilih langkah selanjutnya untuk kalian" kata grece dengan tatapan tajam kepada sarah, ia hanya ingin meemberikan yang terbaik untuk adiknya itu
Sarah terdiam begitu lama mencerna apa yang dikatakan oleh
sang kakak, baginya apa yang dikatakan oleh gece adalah yang terbaik, namun ia
juga tidak memungkiri jika dirinya sendiri tidak ingin melanjutkan kuliah dan
ingin menikah dengan dave saja.
“bagaimana sarah, jawab pertanyan kakak” desak grece, ia
hanya ingin sarah jujur padanya tentang perasaannya saat ini
“kak, sarah tidak ingi kuliah” satu kata lolos dari mulut
sarah dan itu hal yang tidak membuat grece terkejut, namun sang kakak tersenyum
dan mendekati adiknya
“mengapa takut?, apa kakak sejahat itu padamu?’ tanya grece
dengan leembut dan mengusap kepala sang adik
“kak” kata sarah dengan suara melemah dan sangat takut
melihat grece yang bersikap lembut padanya
“tidak apa-apa dek, apapun keputusanmu kakak akan
mendukunya, namun satu syarat kau harus bahagia, karna bahagiamu adalah bahagiaku
juga” kata grece dan memeluk adiknya, sarah sangat senang mendengar pernuturan
grece, ternyata kakaknya tidak marah ataupun kecewa padanya, melainkan
memeberikan dukungan untuk dirinya
“terimakasih kak, terimakasih” kata sarah yang tambah memluk
grece dengan erat, anmun suasana haru itu berakhir karna devan yang menjadi pengganggunya
“sudah.. sudah.. jangan lama-lama pelukannya, kasihan anakku
kesakitan didalam” kata devan dan membawa grece Kembali kekursi mereka
“apaan sih kak, ganggu orang aja deh” sewot sarah yang
merasa kesal dengan sikap devan yang terlalu over protektif untuk kakaknya
“sabarlah sarah, orang yang bucin memang seperti itu” kata lea dengan tertawa mengejek sang anak,
Hah.. bucin? Dari mana mom lea mengetahui kata-kata
seperrti itu?” tanya sarah dalam hati, ia merasa lucu dan geli kala lea
mengatakan kata-kata ala anak sekarang
“ hahahahah.. benar sekali mom, orang ucin memang seperti itu, takut kak grece
diambil orang” kata sarah tambah memanasi devan yang sudah melototi dirinya
“diakan takut kalau grece menantu kesayanganku meninggalkannya
karna dia sudah tua berkarat, sedangkan menantuku masih mudan dan cantik” kata
lea semakin mengompori anaknya yang sudah merah menahan kesalnya
“mommy..” rengek devan yang mulai muncul sifat manjanya jika
udah berhubungan dengaan istri kecilnya dan membandingkan perbedaan umur
mereka, tentu itu membuat devan merasa sedikit minder dengan istrinya
“mas.. tidak apa-apa, merekakan hanya bercanda” kata grece
menenangkan suaminya yang sudah mode marah dan kesal
“lihatlah sarah, kakakmu devan yang manja itu” kata lea
dengan menjulurkan lidahnya kearah devan dan tertawa puas mengejek sang anak
cucu” kata lucio yang akhirnya membuka suara untuk istrinya agar berhenti
mengejek devan, sementara dave hanya diam melihat keharmonisan keluarga tuannya
‘jadi bagaimana Langkah kalian selanjutnya dave? Apa kalian
langsung menikah atau masih menunggu sarah menghabiskan masa untuk bermain_
main dulu?’ tanya lucio dan menatap calon menantunya sekjaligus asisten anaknya
itu
“saya terserah sarah saja tuan, saya akan menbgikuti
kemauannya” jawab dave dengan melirik kearah sang pujaan hatinya, dan seolah tau
maksud tatapan dave, sarah angkat bicara juga
“aku masih ingin seperti ini sampai kak grece melahirkan,
setelah melahirkan nanti, baru aku akan menentukan kapan kami bisa
melangsungkan pernikahan dad” jawab sarah dengan etrsenyum dan menatap dave
dengan tatappan penuh cinta, ia tidak mau merepotkan siapapun sampai kakanya
grece melahirkan agar tidak ada halangan yang akan merusak pernikahannya nanti
‘”ya sudah kalau begitu, kalian atur saja, dan akatakan pada
mommy agar membuat konsepnya dan mengaturnya nanti” kata lea bersemangat, jika
sarah menikah maka rumah mereka akan semakin ramai dan dia akan mempunyai cucu
yang semakin banyak juga
“makasih mom,dad” kata sarah penuh haru dan sangat senang bisa
berada ditengah-tengah keluarga hernandes dan bisa menjadi anak angkat keluarga
ini
“jangan seperti itu saying, kamu berhak mendapatkannya’ kata
lea dan tersenyum
Mereka menghabiskan waktu untuk membahas soal pernikahan dan
bagaimana rencana anak-anak mereka kedepannya, devan maupun dave sama-sama
sharing tentang apa yang akan mereka lakukan untuk mengembangkan bisnis mereka,
berhubung dave sebentar lagi akan menjadi adik iparnya dan menantu dikeluarga hernandes.
“kalau begitu kita istirahat, sudah terlalu lama kiyta bercerita,
lihatlah istrimu dev, dia sudah kelelahan akhirnya tertidur, dan sarah juga
seperti itu’ kata lea yang melihat anak dan menantunya tidur dikursi sofa
dengan duduk dan saling menindih kepala sarus ama lain
‘astaga, aku hampir membuat istriku semakin kelelahan, kalau
begitu aku kami kekamar dulu mom,dad” kata devan sambil mengangkat istrinya untuk
dibawa kekamar, sambil diangguki oleh lucio dan lea
“dave, angkat calon istrimu kekamarnya, jangan macam-macam
dave!” kata lucio dan dijawab senyuman malu-mali dave dan menggendong sarah
menuju kamar mereka
“tidak terasa mereka sebentar lagi akan mempunyai keluraga
masing-masing yah dad, ternyata semua kejadian dulu membawa hikmah yang luar
biasa untuk anak-anak kita” kata lea sambil bersender didada bidang sang suami
“ itulah Namanya hidup mom, kadang kita yang terpuruk, namun
Tuhan tidak tidur, kia bisa bangun dan bangkit untuk memperbaikinya lagi’ kata
lucio dengan tersenyum nakal kearah istrinya
“kita udah tua dad, jangan macam-macam” ancam lea kepada suaminya
yang tau arti dari tatapan suaminya yang nakal
“ dad tidak macam-macam mom, hanya satu macam’ kata lucio
dan mengangkat istrinya menuju kamatr, dan hanya mereka yang tau adegan
selanjutnya
next
Jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers:>