Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 81, bahagiamu, bahagiaku juga



saat ini kleuraga hernandes sedang makan malam, mereka semua menikmatinya dengan baik tanpa terucap sepatah katapun dari mulut masing-masing, semua tertib karna itu adalah peraturan yang harus ditepati


setelah semua selesai, sarah langsung megambil bagian untuk membersihkan piring yang kotor dan dibantu oleh grece merapikan meja makan mereka, sementara lea dan suaminya langsung menuju ruang tamu diikuti oleh devan dan dave


masih tentang cerita dave dan sarah, kali ini mereka benar-benar memastikan keduanya serius dalam menjalain hubungan


"dave, bagaimana denganmu apa kamu bisa berjanji untuk tidak menyakitinya??' tanya lucio dengan serius


"saya bisa menjanjikan itu tuan, namun itu juga kembali ke sarah jika dia menerima saya untuk membuatnya bahagia" kata dave dengan ketegasan dan keseriusannya untuk melanjutkan hubungannya dengan sarah


" aku percaya padamu dave, ku harap kamu bisa memberikan yang terbaik untuk putiku" kata lucio dan menatap dave sungguh-sungguh


sarah dan grece datang dan duduk dikursi pasangan masing-masing, kali ini memang momen menegangkan untuk dave dan sarah, pertanyaan demi pertanyaan yang keluarga merekka berikan sungguh membuat keduanya kadang mati kutu


"sarah, bagaimana dengan hubunganmu dengan kak dave?' tanya grece, yang sebenarnya ia sendiri sudah tau dengan hubungan adiknya, tapi ingin mendnegar langsung dari mulut mereka berdua


"ka..kami baik-baik saja kak" jawab sarah dengan terbata, ia tidak ingin menjawab panjang lebar takut salah bicara dan membuat kakanya marah apalagi grece sedang mengandung, otomatis mudah marah dan tersinggung


"bagaimana kak dave, apa kalian mau melanjutkan hubungan setelah sarah selesai kuliah?" tanya grece sambil melirik dave dan sarah secara bergantian


"maksud kakak?" tanya sarah tidak mengertia apa yang dikatakan oleh grece pada mereka berdua


" aku bilang apa kalian mau melnajutkan hubungan kalian setelah kamu selesai kuliah dan kalian boleeh memilih langkah selanjutnya untuk kalian" kata grece dengan tatapan tajam kepada sarah, ia hanya ingin meemberikan yang terbaik untuk adiknya itu


Sarah terdiam begitu lama mencerna apa yang dikatakan oleh


sang kakak, baginya apa yang dikatakan oleh gece adalah yang terbaik, namun ia


juga tidak memungkiri jika dirinya sendiri tidak ingin melanjutkan kuliah dan


ingin menikah dengan dave saja.


“bagaimana sarah, jawab pertanyan kakak” desak grece, ia


hanya ingin sarah jujur padanya tentang perasaannya saat ini


“kak, sarah tidak ingi kuliah” satu kata lolos dari mulut


sarah dan itu hal yang tidak membuat grece terkejut, namun sang kakak tersenyum


dan mendekati adiknya


“mengapa takut?, apa kakak sejahat itu padamu?’ tanya grece


dengan leembut dan mengusap kepala sang adik


“kak” kata sarah dengan suara melemah dan sangat takut


melihat grece yang bersikap lembut padanya


“tidak apa-apa dek, apapun keputusanmu kakak akan


mendukunya, namun satu syarat kau harus bahagia, karna bahagiamu adalah bahagiaku


juga” kata grece dan memeluk adiknya, sarah sangat senang mendengar pernuturan


grece, ternyata kakaknya tidak marah ataupun kecewa padanya, melainkan


memeberikan dukungan untuk dirinya


“terimakasih kak, terimakasih” kata sarah yang tambah memluk


grece dengan erat, anmun suasana haru itu berakhir karna devan yang menjadi pengganggunya


“sudah.. sudah.. jangan lama-lama pelukannya, kasihan anakku


kesakitan didalam” kata devan dan membawa grece Kembali kekursi mereka


“apaan sih kak, ganggu orang aja deh” sewot sarah yang


merasa kesal dengan sikap devan yang terlalu over protektif untuk kakaknya


“sabarlah sarah, orang yang bucin memang seperti itu”  kata lea dengan tertawa mengejek sang anak,


Hah.. bucin? Dari mana mom lea mengetahui kata-kata


seperrti itu?” tanya sarah dalam hati, ia merasa lucu dan geli kala lea


mengatakan kata-kata ala anak sekarang


“ hahahahah.. benar sekali mom, orang  ucin memang seperti itu, takut kak grece


diambil orang” kata sarah tambah memanasi devan yang sudah melototi dirinya


“diakan takut kalau grece menantu kesayanganku meninggalkannya


karna dia sudah tua berkarat, sedangkan menantuku masih mudan dan cantik” kata


lea semakin mengompori anaknya yang sudah merah menahan kesalnya


“mommy..” rengek devan yang mulai muncul sifat manjanya jika


udah berhubungan dengaan istri kecilnya dan membandingkan perbedaan umur


mereka, tentu itu membuat devan merasa sedikit minder dengan istrinya


“mas.. tidak apa-apa, merekakan hanya bercanda” kata grece


menenangkan suaminya yang sudah mode marah dan kesal


“lihatlah sarah, kakakmu devan yang manja itu” kata lea


dengan menjulurkan lidahnya kearah devan dan tertawa puas mengejek sang anak


cucu” kata lucio yang akhirnya membuka suara untuk istrinya agar berhenti


mengejek devan, sementara dave hanya diam melihat keharmonisan keluarga tuannya


‘jadi bagaimana Langkah kalian selanjutnya dave? Apa kalian


langsung menikah atau masih menunggu sarah menghabiskan masa untuk bermain_


main dulu?’ tanya lucio dan menatap calon menantunya sekjaligus asisten anaknya


itu


“saya terserah sarah saja tuan, saya akan menbgikuti


kemauannya” jawab dave dengan melirik kearah sang pujaan hatinya, dan seolah tau


maksud tatapan dave, sarah angkat bicara juga


“aku masih ingin seperti ini sampai kak grece melahirkan,


setelah melahirkan nanti, baru aku akan menentukan kapan kami bisa


melangsungkan pernikahan dad” jawab sarah dengan etrsenyum dan menatap dave


dengan tatappan penuh cinta, ia tidak mau merepotkan siapapun sampai kakanya


grece melahirkan agar tidak ada halangan yang akan merusak pernikahannya nanti


‘”ya sudah kalau begitu, kalian atur saja, dan akatakan pada


mommy agar membuat konsepnya dan mengaturnya nanti” kata lea bersemangat, jika


sarah menikah maka rumah mereka akan semakin ramai dan dia akan mempunyai cucu


yang semakin banyak juga


“makasih mom,dad” kata sarah penuh haru dan sangat senang bisa


berada ditengah-tengah keluarga hernandes dan bisa menjadi anak angkat keluarga


ini


“jangan seperti itu saying, kamu berhak mendapatkannya’ kata


lea dan tersenyum


Mereka menghabiskan waktu untuk membahas soal pernikahan dan


bagaimana rencana anak-anak mereka kedepannya, devan maupun dave sama-sama


sharing tentang apa yang akan mereka lakukan untuk mengembangkan bisnis mereka,


berhubung dave sebentar lagi akan menjadi adik iparnya dan menantu dikeluarga hernandes.


“kalau begitu kita istirahat, sudah terlalu lama kiyta bercerita,


lihatlah istrimu dev, dia sudah kelelahan akhirnya tertidur, dan sarah juga


seperti itu’ kata lea yang melihat anak dan menantunya tidur dikursi sofa


dengan duduk dan saling menindih kepala sarus ama lain


‘astaga, aku hampir membuat istriku semakin kelelahan, kalau


begitu aku kami kekamar dulu mom,dad” kata devan sambil mengangkat istrinya untuk


dibawa kekamar, sambil diangguki oleh lucio dan lea


“dave, angkat calon istrimu kekamarnya, jangan macam-macam


dave!” kata lucio dan dijawab senyuman malu-mali dave dan menggendong sarah


menuju kamar mereka


“tidak terasa mereka sebentar lagi akan mempunyai keluraga


masing-masing yah dad, ternyata semua kejadian dulu membawa hikmah yang luar


biasa untuk anak-anak kita” kata lea sambil bersender didada bidang sang suami


“ itulah Namanya hidup mom, kadang kita yang terpuruk, namun


Tuhan tidak tidur, kia bisa bangun dan bangkit untuk memperbaikinya lagi’ kata


lucio dengan tersenyum nakal kearah istrinya


“kita udah tua dad, jangan macam-macam” ancam lea kepada suaminya


yang tau arti dari tatapan suaminya yang nakal


“ dad tidak macam-macam mom, hanya satu macam’ kata lucio


dan mengangkat istrinya menuju kamatr, dan hanya mereka yang tau adegan


selanjutnya


next


Jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers:>