
Tidak ada yang berubah setelah kejadian satu minggu yang
lalu, hanya saja kedekatan grece dengan dave maupun sarah semakain dekat setiap
harinya, kadang membuat devan jengah karna kelakuan mereka yang membuatnya
panas dan kesal,
Seperti pagi ini, dimana keluarga hernandes berkumpul dan
saling bercanda satu sama lain, namun tidak dengan devan, ia sedang memantau
istrinya yang sedang asik bermain dengan adiknya sarah, bak anak kecil yang
sedang menikmati hari weekend mereka
“siapa duluan duduk disamping mommy dia yang menjadi
pemenangnya” teriak sarah dan membuat grece buru-buru berlari sambil membawa
salad buah yang baru saja mereka buat, sarah berlari sekencang mungkin sambil
tertawa terbahak-bahak
Sedangkan grece membuat wajah kesal dan berkerut karna ia
kalah dan dimarahi oleh suaminya, hanya mendengar suara devan sedikit meninggi,
maka akan membuat grece cemberut dan akan menangis dengan sendirinya
“sayang hati-hati, jangan berlari seperti itu” kata devan
gegabah saat melihat istri kecilnya berlari kecil ingin menghapiri sang adik
yang asik menikmati salad buah segar bersama mommy lea
“sayang jangan berlari” kata devan lagi dan langsung
melangkah mendekati istrinya yang sudah duduk disamping mommy sambil menikmati
salad buah yang ia bawa tadi
“ sayang, jangan berlari seperti tadi, kamu tidak takut
kalau anak kita kenapa-napa gimana?” tanya devan sedikit marah karna
kecerobohan istrinya yang suka bbertindak seenaknya dan tidak ingat kalau
dirinya sedang mengandung
“maaf” kata grece lirih dan menahan airmatanya yang sudah
ingin keluar, ia tidak bisa mendengar suara yang tinggi, jika itu terjadi maka
siap-siap satu rumah akan heboh untuk menenangkannya, terlebih lagi sang
suaminya yang terkadang kehabisan akal untuk membuatnya diam
“sayang, mas bukannya ngelarang kamu, tapi kamu juga harus
hati-hati dong, kan ada beby didalam sini” kata devan dengan lembut dan mencium
pucuk kepala istrinya, persetan dengan malu didepan keluarganya yang lain,dia
hanya ingin membuat istrinya melupakan kesedihannya
“kenapa mas teriak seperti itu padaku?, aku tau aku salah
sudah ceroboh lagi” kata grece dan tidak bisa ditahan lagi, kini air bening
sudah menghapiri pipi mulusnya dan membuat lea maupun sarah menatap tajam
kearah devan
“sayang aku tidak memarahimu, aku tau aku salah, jangan
menangis lagi hemm?” kata devan dan memeluk istrinya yang semakin hari semakin
manja, ia tidak tau harus melakukan apalagi dengan istri kecilnya itu
Sedangkan empat pasang mata sudah menatap dirinya tajam,
bukan karna alasan apa, hanya saja keempat orang itu tidak mau disusahi oleh istri
devan yang banyak maunya itu
“devv…” kata lucio memberi kode keras untuk devan, agar dia
bisa membuat grece tenang Kembali dan tidak menangis seperti kejadian dulu
“maaf yah sayang, mas tidak bermaksud marah kok” kata devan
dan menghapus airmata istrinya yang sudah menganak dipipi cantiknya
Dengan kesabaran yang tersisa, akhirnya grece mau diam dan
menurut denga napa yang dikatakan oleh devan, namun dengan satu syarat, devan
harus mengambilkan salad buah yang tersisa didapur dan membawanya kedepan sang
istri, bukan hanya itu devaan harus menemani istrinya menghabiskan salad buah
tersebut, padahal devan sendiri tidak terlalu menyukai yang namanya makanan
manis
“tapi sayang, aku tidak suka makanan manis” kata devan saat
mendengar perintaan istrinya, sedangkan yang lainnya sudah menahan tawa agar
grece tidak merajuk lagi
“mas…”rengek grece dengan wajah yang sudah kesal dan
ngambek,ia akan mengeluarkan ultimatumnya agar suaminya mau menurut padanya
“ t..tapi sayang, aku tidak menyukai makanan yang manis”
kata devan meringis yang artinya permintaan sang istri sungguh sulit untuk
devan
“ya suudah kalau tidak mau” kata grece cuek dan Kembali
sekelilingnya lagi
Heran.
Bingung.
Itulah yang dirasakan oleh devan dan yang lainnya, perkataan
grece terakhir ini membuat devan tidak bisa bicara apa-apa lagi, pasalnya jika
ia mengatakan “makasih sayang” nanti bisa membuat grece semakin marah dan
mengatakan kalau dirinya tidak peka
Dan jika dirinya mengatakan” apa lagi yang harus aku lakukan
sayang?” pasti membuat grece semakin mendesaknya makan salad buah itu
Huh sungguh sesuatu yang sangat sulit dilakukan oleh devan,
salah duduk salah juga berdiri
“sayang?” tanya devan hati- hati, sementara yang lainnya
sudah berpamitan untuk Kembali melanjutkan aktivitas masing-masing, sarah dan
dave memilih untuk ketaman belakang, dan lucio serta lea memilih menghabiskan
waktu keluar rumah mengelilingi kompleks rumah mereka
‘sayang?” panggil devan sekali lagi untuk memastikan
istrinya tidak marah padanya apalagi kesal itu akan sangat susah dihindari oleh
devan
“iya mas, jangan rebut deh, aku lagi makan” kata grece
dengan tenang dan santai, dan mulutnya penuh dengan buah yang masih ia kunyah
dan membuat pipinya menggembung
“sayang, makan pelan-pelan, nanti kamu bisa tersedak” kata
devan sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut
“ini sangat enak mas” kata grece yang terus memasukkan salad
buah kemulut mungilnya
“dasar” kata devan sambil tersenyum dan mencium lembut pipi
istrinya
*****
Sementara ditempat dave dan sarah, mereka juga sedang
menikmati weekend yang manis untuk mereka, dimana kedua sejoli itu tertawa
bersama dan bercerita satu sama lain
Sarah yang bersender didadad bidang sang kekasih dan dave yang
setia mengelus kepala Wanita yang sangat ia cintai dan sesekali menciumnya
dengan lembut
“byy, apa kamu tidak menyesal memilihku menjadi kekasihmu?”
tanya sarah dengan suara yang pelan, takut sang kekasih marah atas
pertanyaannya
“mengapa aku harus menyesal? Apa kamu merasakannya?” tanya
dave sambil memutar tubuh sarah agar menghadap dirinya, mata keduanya bertemu
dan saling memdalami tatapan satu sama lain
“tidak, mengapa aku harus menyesal, justru aku sangat Bahagia
bisa mendapatkan calon suami sebaik dan setampan dirimu” kata sarah sambil
tersenyum dan mendaratkan satu kecupan dipipi sang kekasih
Ouhhh manisnya, othor jadi baper sendiri wkwkwk
“kamu mulai nakal byy” kata dave dan mengecup bibir sarah
dengan lembut, tidak ada nafsu disana, hanya kasih sayang yang besar
tersalurkan yang dave berikan untuk sarah
“terimaksih byy, terulah seperti ini dan jangan pernah
berpikir untuk berubah” kata sarah dan memeluk dave dengan erat, keduanya
bersyukur bisa dipersatukan dan saling melengkapi satu sama lain
Hal yang paling disyukuri keduanya adalah bisa mendapatkan
keluarga seperti keluarga hernandes dan menerima mereka tanpa memandang status
sosial mereka, padahal jika dilihat-lihat, perbedaan antara mereka sangat jauh
Keluarga hernandes yang punya segalanya dan bisa mendapatkan
apapun yang mereka mau dalam sekejap mata, namun berbeda dengan dave maupun
sarah, dave yang memang tidak punya keluarga dan langsung diangkat tuan lucio
menjadi asisten anaknya, dan sarah orang baru yang langsung diangkat menjadi putri
keluarga hernandes, sungguh mulia bukan kebaikan yang mereka lakukan?
next
Jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers:>