Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 78, meminta ijin..



setelah selesai sarapan, mereka semua bergerak melakukan tugas masing-masing, devan segera kekantor bersama daddy lucio dan sarah segera berangkat kesekolah, sementara kedua wanita yang tugasnya hanya dirumah tetap melakukan tugasnya, yaitu menghabiskan uang suami wkwkwkk


"sayang, kapan jadwal untuk checkup lagi?" tanya lea kepada menantunya saat mereka sedang duduk berdua dikursi taman belakang rumah


"besok lusa mom, kayta dokter babunya sudah sehat dan aktif kembali, fdan juga grece sudah sehat seperti semula jadi tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan" jawab grece tersenyum sambil mengelus perutnya yang sudah buncit


"baguslah sayang, jadi kita tidak mencemaskan keadaan dia lagi" kata lea dan ikut juga mengelus perut menantunya, ia sangat lega mendengar kabar baik tersebut, artinya dia tidak khawatir dengan menantu dan calon cucunya


"iya mom, dia anak yang kuat kok, kan anak papi bibit unggul" kata grece menirukan suara anak kecil dan tersenyum lebar, ia sangat habagia memiliki keluarga yang menyayanginya dan sangat perhatian padanya


"grece, apa kamu tidak kepikiran untuk melanjutklan kuliah ketika anak kalian sudah lahir?" tanya lea dengan lembut, ia takut jika menyinggung perasaan menantunya


"tidak mom, bagi grece mengurus anak dan suami grece nantinya sudah menjadi kebagaiaan grece yang tidak bisa diganti lagi" kata grece tersebyum, ia tau maksud ibu mertuanya agar dirinya tidak terlalu bosan dirumah dan tidak berkecil hati melihat teman-temannya diluar sana


"baiklah kalau begitu, mommy tidak bisa memaksamu karna bagi mommy kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan mommy dan daddy" kata lea sambil memeluk menantu kesayangannya


terimakasih arya,dinda, sudah melahirkan anak sebaik dan sesempurna seperti grece, kalian bisa melihat bagaimana ketulusan putri kalian dalam mencintai keluarga kecilnya" batin lea dalam hati, ia bisa membayangkan bagaimana sosok orangtua yang bangga memiliki anak yang lembut dan penyayang seperti grece


"kalau begitu, bagaimana kalau kita keluar menghirup udara, toh juga kamu sudah bisa jalan kan sayang?" tanya lea ingin mengajak grece ke mall terdekat ruamh mereka


" ide yang bagus untuk hari yang cerah mom" jawab grece dengan tertawa sambil menarik tangan mertuanya agar segera bersiap-siap


****


dikantor hernandes, lucio sedang menikmati secangkir kopi dan membaca koran, ia tidak tau apa yang harus ia kerjakan secara sudah ada devan dan dave yang melakukan semuanya


"dave,, bagaimana perkembangan cerita cintamu dengan anakku?" tanya lucio sambil terus fokus kekoran yang ia baca, melirik dave yang sedang fokus mengerjakan file


"bagaimana apanya tuan?" tanya dave ambigu dengan pertanyaan tuannya, ia tidak tau menjawab dari mana, pasalnya hubungannya dengan sarah baik-baik saja


tapi tunggu, dari mana tuan lucio mengetahui hubungannya dengan sarah? apa devan yang memberitahunya? atau tuan lucio pernah melihat mereka berduaan? ohhh sungguh diluar pemikiran dave


"jangan menyembunyikan apapun dariku dave, aku tau apa yang  terjadi dengan anakku sekalipun dia tidak berada didepan mataku" kata lucio dengan tajam, semakin membuat dave gugup utnuk jujur pada tuannya


"maaf tuan, bukan saya yang ingin menyembunyikan dari tuan, tadinya saya mau meminta izin langsung dengan tuan dan nyonya, namun sarah bilang belum waktunta, tunggu dia siap baru kami akan memngatakannya pada tuan dan nyonya" kata dave menjelaskan, namun hari ini seharusnya adalah hari yang tepat untuk keduanya jujur dan meminta izin, tapi sudah diketahui oleh tuannya


" kami menunggu penjelasan darimu dave, datanglah kerumah untuk berbicara langsung" kata lucio dan diangguki oleh dave, kini dave bisa lega mendengar penuturan tuannya, saat ini yang ada dipikirannya adalah bagaimana cara memulai untuk mengatakan bahwa dirinya dan sarah sudah berpacaran, pasti devan dan harris akan menertawakannya karna masih memikirkan masa pacaran


" kalau begitu saya permisi dulu tuan, saya ingin kembali keruangan saya" kata dave membungkukkkan tubuhnya dan berlalu keluar dari ruangan tuan lucio


 


"apa aku harus bilang, tuan dan nyonya aku mencintai sarah izinkan aku berpacaran dengannya" kata dave bermonolog sendiri dan tidak sengaja menabrak seorang waniyta yang juga menjadi bawahannya dikantor itu


brukk...


auwww..


dengan cepat dave melihat wanita itu yang sudah jatuh kelantai, ia segera menolong wanita itu dan berusaha membantunya berdiri, namun karna wanita itu memakai sepatu high heels tiba-tiba wanita itu kehilangan keseimbangan dan mereka berdua jatuh secara bersamaan, dengan dave dibawah perempuan itu


tapi saat bersamaan, grece dan lea serta sarah tiba disana dengan membawa makan siang untuk mereka semua, sarah sengaja ikut kekantor karna  merasa bosan dirumah tidak ada yang menemaninya, jika biasanya lea yang menjadi temannya dirumah kali ini lea juga ikut kekantor karna suaminya juga ikut bekerja


melihat pemandangan yang tidak seharusnya dilihat membuat sarah merasa sakit hati, memang bukan kesalahan siapapun, namun dia tetap saja merasa cemburu dengan posisi dave dan wanita yang baru saja ia tolong


"kak dave..!"  suara sarah yang lumayan melengking membuat semua orang yang ada disana terkejut, terlebih dave ia tidak menyangka kekasihnya ada disini


dengan segera dave melepaskan wanita itu dan mengejar sarah yang sudah berlari karna api cemburu yang meluap dihatinya


"maafkan sata nyonya, kami tidak sengaja bertabrakan dan tuan dave berinisiatif menolong saya" kata wanita itu dengan sopan dan membungkukkan tubuhnya merasa bersalah


"tidak apa-apa,kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu" kata grece dan diangguki oleh mertuanya lea.


"dasar ya mom, anak zaman sekarang kalau katanya pacaran pantang sekali melihat pacarnya dekat dengan wanita lain, itu bisa saja menjadi aal mereka berpisah" kata grece sambil melanjutkan langkah kaki mereka


"namanya juga masih ABG sayang, masih awal-awal mengenal cinta dan berbungabunga" kata lea tersenyum dan akhirnya mereka tertawa karna mendengar seloroh lea barusan


"apa yang membuat kalian tertawa?" tanya devan yang keluar dari ruangannya karna mendengar suara khas istrinya


"itu dave dan sarah bertengkar karna kesalahpahaman" kata lea semakin membuat devan bingung, mengapa sarah ada disini


"maksud mom apa?, sarah ada disini?" tanya devan dengan wajah yang bingung dan ambigu, tapi kedua wanita itu tidak mendengarnya malah masuk kedalam begitu saja


"panggilkan daddymu dev, kita makan siang " perintan nyoya besar yang tidak bisa dibantah, dengan segera devan menuju ruangan daddynya bersebrangan dengan ruangannya


next


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers:>