
sudah dua hari setelah kejadian yang menimpa grece, sampai saat ini kondisi grece belum sadar, devan hampir putus asa karna istrinya tak kunjung bangun, sedangkan dokter bilang istrinya sudah tidak apa-apa dan bisa dikatakan sembuh secara fisiknya, dan kuka tembak yang didapat grece sudah mulai mengering
namun, dengan telaten dan sabar devan selalu menunggui istrinya dan meninggalkan pekerjaan demi menemani istrinya dan alasan dia ingin ketika istrinya bangun dia orang pertama yang melihatnya, sungguh besar cinta devan untuk grece.
"sayang, ayo makan dulu nak.dari pagi kamu belum mengisi perut mu dengan seseuatu a[apun" kata lea sambil membawa makanan untuk anaknya dari rumah, ia sangat sedih melihat kondisi menantunya yang semakin hari tidak ada perubahan dan devan selalu saja menolak jika lea menyuruhnya makan
"nanti saja mom, devan belum lapar" jawab devan dan selalu begitu jika mommy nya mebawa makanan untuknya
"nak, kamu juga butuh tenaga untuk menjaga istrimu, kalau nanti grece sembuh dan kamu berbalik sakit gara-gara ceroboh gimana? yang ada grece merasa bersalah padamu" kata lea memberi pengertian untuk anaknya
"baiklah mom' akhirnya devan mau menurut dan mengambil makanan yang ada ditangan ommynya dan beralih ke kursi yang ada diruangan itu
sementara lucio dan harris serta dave, mereka mengambil alih perusahaan untuk sementara, mereka talkut jika perusahaan tidak dikontrol maka akan mengalami kekacauan
"ris, bagaimana dengan wanita itu, apa kau sudah menikahinya?" lagi dan lagi lucio menanyakan perihal wanita yang ada dirumah harris
"maaf tuan, saya tidak ingin menikah dan masih ingin sendiri seperti ini" kata harris yang sebenarnya dirinya juga ingin sekali mengakhiri masa lajangnya, namun dia belum menemukan wanita yang cocok untuknya
"tapi ris, diumurmu yang sudah kepala tiga seharusnya kau sudah hidup dengan anak dan istrimu, tapi kau malah selalu mengikutiku" kata lucio dan dibalas dengan gelak tawa dari dave
'jangan menertawaiku dave, apa kau tidak tau jika dirimu juga sudah bujang lapuk" kata harris dengan sinis kepada dave
"setidaknya aku masih jauh lebih muda darimu ris, aku baru berumur 29 tahun dan kau sudah hampir memasuki umur kepala empat" kata dave dengan tertawa dan lucio pun tidak bisa menahan tawanya
"sialan ini!" kata harris mengumpat dave dan melemparkan bantal keraah dave
"aku hanya belum menemukan yang cocok untukku, nanti jika aku sudah menemukan aku pasti menikah" kata harris dengan serius, terlihat dari wajahnya yang juga ingin cepat menikah
"sudah kubilang ris, wanita yang ada dirumahmu adalah yang terbaik untukmu" kata lucio lagi-lagi membahas soal wanita itu
"tapi tuan, belum tentu dia mau menikah denganku" kata harris dengan menatap lucio dan dave secara bergantian seolah memberi kode satu sam lain
" jangan memikirkan yang naeh-aneh dave, aku tau apa yang ada dalam pikiran kotormu itu" kata harris menayngkal apa qarti tatapan dave padanya
"bukan seperti itu ris, hanya saja itu adalah cara terbaik untuk mendapatkannya" kata dave dengan senyum smrik
'diam kau.. kau pikir aku pria brengsek yang mau melakukan itu dengan wanita smebarangan?" kata harris dan dave hanya tertawa mendengarnya, karna dave tau bagaimanapun harris pria normal ia tidak mau ceplok sana sini,
dulu ketika mereka berdua masih bersama, mereka enggan untuk pergi ketempat yang menjajakan wanita malam, mereka pasti memilih untuk bermain solo dan menuntaskannya sendiri, sama halnya dengan fdevan ia juga tidak mau berbuat sesuatu hal yang bisa menyebarkan benihnya kesembarang tempat, walaupun dulu ia berpacaran dengan jesica, namun ia masih mampu menahan nafsunya.
kembali kerumah sakit tempat grece, devan masih saja terus mengajak grece berbicara dan mengelus perut rata grece, sesuai yang dikatakan oleh dokter tadi pagi, jika besok grece masih belum sadar, maka bisa dipastikan bayi yang ada dalam kandungan grece tidak bertahan lebih lama, jadi disarankan untuk mengangkatnya sebelum menjadi masalah semakin seriud, mendengar hal itu debvan semakin menangis dan merasa gagal untukmenjadi suami yang baik untuk istrinya
"baik mom, hati-hati dijalan ya mom" pesan dev dan diangguki oleh mommynya
"sayang,, apa kamu tidak merindukanku? kamu tega sekali membuatku seperti ini, sayang kumohon bangunlah kasihan anak kita didalam sini" kata devan dan menciumi wajah ostinya dan terakhir perut grece
"anak papa, baik-baik didalam yah. bilang sama mama biar cepat bangun, papa merindukan mama sayang" kata devan dan berakhir dengan tangisannya
"ughh"
suara yang keluar dari mulut mungil grece membuat devan terhenyak dari tangisannya, ia merasa jika doanya selama tiga hari ini tidak sia-sia
"h..ha.haus" lagi dan lagi grece berbicara dengan terbata dan mkembuat devan dengan senang mengambilkan air untuk istinya
'ini sayang minumlah"kata devan dan kembali meletakkan gelas dan membaringkan grece ketempat tidur
" mas.. aku ada dimana?' tanya grece menatap suaminya dengan wajah yang pucat sekali dan lemas
'kamu ada dirumah sakit sayang, kamu sudah koma selama dua hari, apa kamu tidak tau betapa aku khawatir padamu sayang" kata devan dan menciumi wajah istinya dan menangis penuh bahagia
'apa selama itu mas?" tanya grece tak percaya, berarti tadi dia hanya bermimpi sedang bersama suaminya dan menggendong seorang anak bayi yang baru lahir
"mas.. apa kita punya bayi, dimana dia?" tanya grece yang masih linglung dan masih menyangka mimpinya tadi adalah nyata
'sayang kita belum punya bayi, tapi kamu sekarang mengandung anak kita" kata devan dengan tersenyum dan memeluk istinya dengan erat, seolah tidak ingin kehilangan lagi
"apa mas?, aku hamil?anak kita?" tanya grece tidak percaya, baru saja nyawanya semua terkumpul dan sudah mendapatkan kabar gembira seperti itu
"iya sayang, sebentar lagi kita kan menjadi mama dan papa" kata devan dan menciumi seluruh wajah grece
"terimakasih sayang sudah menjadi istri yang sempurna untuk suamimu ini, aku sangat bersyukur kamu selalu memberikan yang terbaik untukku" kata devan dan memeluk istrinya
"sudah menjadi kewajibanku untuk memberimu keturunan mas, lagipula itu rezeki kita dari Tuhan" kata grece dan mencium wajah devan dengan senyum yang tak bisa digambarkan
'aku akan memberitahu mommy agar mereka datang kesini" kata devan dan mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi mommy dan daddynya,
sebenarnya devan kasihan, karna mommynya baru saja pilang dan sudah mau datang lagi, akhirnya devan memilih menghubungi lucio terlebih dahulu
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian:>