Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 75, kepulangan grece



setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit, akhirnya grece diperbolehkan pulang dengan syarat ia harus rutin cek kandungan kedokter obgyn, setelah mengurus semua biaya administrasinya, devan membawa grece dengan mengegendongnya, dengan perasaan malu, grece menutupi wajahnya didada bidang suaminya.


"sayang, kenapa harus malu? kan kita suami istri" kata devan tanpa mempedulikan tatapan orang-orang yang mereka lalui, ada yang berbisik dengan mengatai grece, dan ada yang baper melihat sikap romantis devan kepada istrinya


"aku ingin sekali mempunyai suami seperti itu, udah ganteng,baik,romantis lagi" kata ibu-ibu kepada teman-temannya kala melihat devan dengan tersenyum berbicara dengan grece


sesampainya ditempat parkiran, sudah ada harris dan dave yang menunggu mereka, sedangkan lucio dan lea serta sarah sudah duluan pulang menggunakan mobil yang yang lain dengan membawa barang grece dari rumah sakit itu


"heii kalian, cepatlah masuk apa yang kalian tunggu lagi?" kata devan yang melihat harris dan dave yang masih berdiam diri diluar mobil


"maaf tuan, tadi kami sedang berbicara dengan tuan lucio" kata dave dan melajukan mobil mereka kekediaman hernandes.


"akhirnya aku bisa pulang dan menghirup uadar dalam rumah lagi" kata grece sesampainya mereka dirumah, namun tetap saja devan tidak membiarkannya untuk berjalan sendiri,


"langsung kkamar saja dev, lagipula kita semua akan beristirahat" kata lucio kepada anaknya untuk membawa menantu kesayangan mereka istirahat dikamar


"baik dad, kalau begitu kami permisi dulu" pamit devan lepada mereka semua dan langsung diangguki semuanya, sementara la dan sarah sudah masuk kedalam kamar asing-masing untuk membersihkan diri,


"kalau begitu kami pamit dulu tuan" kata harris mengawali pembicaraan antara mereka bertiga yang masih tertinggal disana


"menginaplah disini, lagipila jika kalian pulang tidak ada yang kalian temui dirumah, disini kita akan ramai jika bersama semua" kata lucio mengajak mereka berdua untuk tetap dirumahnya saja tidur


"baiklah tuan, kami dengans enag hati menerima tawarannya" kata harris dan dave dengan tersenyum senang seolah memenangkan lotre miliyaran rupiah


"baiklah, kalau begitu kalian bisa membersihkan diri dan istirahat dikamar masing-masing" kata lucio dan dijawab iya oleh keduanya, harris dan dave memang sudah dianggap sebagai anak dirumah ini, mereka dulu sering menginap disini terutama dave, jika harris karna sering ikut dengan lucio tidak terlalu, tapi sekaLi datang ia pasti disuruh tidur disini.


dengan senang hati keduanya masuk kedalam kamar masing-masing dan mengistirahatkan tubuh mereka, semua beban masalah sudah selesai, tinggal menjalankan beberapa bsinis mereka yang usdah dibagi oleh lucio pada pekerjaan masing-masing, harris yang tetap menjalankan bisnis dunia bawah dan dave terus menjadi kaki tangan devan sekaligus rekan harris menjalankan bisnis mereka.


sedangakn didalam kamar devan dan grece, mereka berdua sedang memperdebatkan sesuatu hal yang tidak begitu penting, grece yang tidak mau tidur dipaksa devan untuk memjamkan matanya agar istirahat cukup katanya


"tidurlah sayang, jangan memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya kamu pikirkan, pikirkan saja anka kiyta" kata devan sambil mengels kepala grece dengan lembut, tanpa ia ketahui istrinya memdumel dan kesal dengan dirinya


"mas aku tidak ngantuk, aku ingin nonton tv" jalan satu-satunya yang dibuat oleh grece agar suaminya tidak menyuruhnya lagi untuk tidur dan tidur


"tunggu sebentar, aku menlfon dokter mala dulu apakah kamu bisa menonton tv atau tidak" kata devan dan mengambil ponselnya dari nakas


mendengar perkataan devan, grece menjadi jengah ia tidak tau kenapa suaminya berubah 360 derajat hanya karna dirinya sedang mengandung anak mereka bukan berarti dia tidak boleh melakukan kegiatan apapun termasuk menonton tv


"kemana anak ini, apa dia tidak bisa mengangkat telfonku sebentar saja!?" tanya devan yang mulai kesal karna dokter mala tak kunjung menganggkat telfon darinya


"awas saja anak itu, akan kupastikan bulan ini gizi makanannya berkurang sat" oceh devan dan pada alhoirnya panggilan keenam dokter mala memgangkat telfonnya


"iya hallo tuan dev?" tanya dokter mala disebrang telfon dengan nada khawatir, dia takut devan memarahinya karna mengabaikan panggilannya sebanyak lima kali, ia pikir ada sesuatu yang terjadi dengan istri tuannya itu.


"heii.. dari mana saja kau anak tengik. aku menelfonmu sudah hampir seratus kali dan baru kau jawab sekarang, apa kau tidak menyukai jas putih mu itu lagi!?" omel devan kepada dokter mala


"maaf tuan, saya baru saja selesai mengoperasi pasian saya"jawab mala dan benar itu adalah daktranya, ia baru saja keluar dari ruang operasi


"aku tidak peduli dengan alasanmu, aku hanya ingin bertanya apakah istri saya boleh menonton tv sekarang, apa tidak berpengaruh dengan kesehatannya?" tanya devan dan hal itu tentu saja membuat dokter mala terdiam tidak percaya dengan pertanyaan devan padanya


tidak mungkin bukan hanya karna dia tadi menyuruhnya istri tuannya itu harus istirahat yang banyak bukan berarti grece tidak boleh menonton tv, sungguh pertanyaan yang sanhgat ambigu menurut dokter mala


"maaf sebelumnya tuan, maksud tuan apa karna saya tadi menyuruh nona grece harus istirahat maka tuan menelfon saya untuk bertanya tentang ini?" tanya dokter mala yang geram dengan devan


"ya.. cepatlah jawab aku tidak suka berbicara lama-lama dengan bocah tengik seperti mu" kata devan sambil melihat grece yang sudah menatapnya ingin menerkamnya saat itu juga


"iya boleh tuan, apapun yang diminta oleh nona grece berikan saja tapi dalam porsi sewajarnya, dan jangan sampai melewati batas dan membuat nona sakit" kata dokter mala dan langsung diakhiri oleh devan setelah emndengar jawabannya


"mas kamu apa-apaan sih, nanya begituan sama dokter mala, kan aku jadi malui mas hanya masalah sepele seperti itu harus ditanyain" kata grece dan berjalan menuju sofa dengan wajah yang ditekuk dan kesal terhadap suaminya sendiri


sefdangkan devan ia hanya diam tanpa suara, ia berdikir kenapa istrinya marah hanya karna ia menelfon dokter mala, bukankah itu untuk kebaikannya dan kesehatan bayi mereka?


"sayang, mengap[a kamu malah marah sama aku, kan yang aku lakukan tadi benar" kata devan menyusul istrinya yang sudah mode kesal dengannya


"benar sih iya, tapi ga musti nanya dokter jugakan kalau aku ingin sesuatu" kata grece dan memalingkan wajahnya dari sang suami, melihat tingkah istrinya yang merajuk, mau tak mau devan memeluknya dan mencium istrinya, entah mengapa hanya dengan seperti itugrece kembali luluh padanya dan ceria kembali.


mungkin efek bumil kali yakk wkwkw


next


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian raeders:>