Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 76, aku ingin....



sudah satu bulan mereka hidup bersama dan menjalani layaknya keluarga yang bahagia, kehamilan grece membuat devan sangat was-was terhadap istri kecilnya itu, pasalnya grece tidak bisa berdiam diri hanya sebentar saja hal itu membuat devan takut terjadi sesuatu dengan istri dan calon buah hati mereka.


sudah satu bulan juga grece tidak diperbolehkan untuk memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah, membuat grece selalu merrengek karna tidam tau apa yang harus ia lakukan dirumah jikqa semua orang pergi bekerja, hanya ditemani lea mertuqanya dan mereka akan datang kekantor suami mereka jika sudah siang untuk menghabiskan waktu


seperti pagi ini, grece merengek untuk membuat sarapan kepada orang rumahnya, dengan tegas devan menolak keinginan istrinya karna takut jika nanti itu membuat grece lelah dan berakibat kepada calon bayi mereka.


"mas aku ingin memasak mas..., ini permintaan anak mu tau!" kata grece dengan membawa calon bayi mereka agar suaminya memberi izin padanya, jika tidak seperti itu devan tidak akan memberikan izin padanya


"sayang, aku takut kamu kelelahan, apa kamu tidak dengar kata dokter kamu tidak boleh kelelahankan?" kata devan dengan lembut, ia tau hormon bumil satu ini sedang naik turun, tidak sembarangan bicara padanya, jika itu terjadi siap-siap akan dibuat pusing satu rumah


"pokoknya aku mau masak pagi ini, ini permintaan anakmu mas, apa kamu mau anak kita ileran?" tanya grece dan membuat devan tidak bisa berkata apa-apa lagi kepada istri keculnya


"yahh... baiklah kamu boleh memasak pagi ini, tapi hatrus aku yang menemani" kata devan dan menggendong istrinya turun kebawah


itulah kebiasaan debvan semenjak grece mengandung anak mereka, grece tidak boleh berjalan naik-turun tangga dan tidak melakukan pekerjaan rumah apapun, selain mengurus dirinya dan mempersiapkan keperluan kantornya


mereka bedua turun dan segera grece menyiapkan bahan masakannya agar selesai secepat mungkin, supaya mereka yang bekerja sempat sarapan  sebelum pergi.


"mas tolong ambilkan itu dan letakkan disini" kata grece dan langsung dikerjakan oleh devan, ia benar-benar membantu istrinya walaupun sebelumnya ia tidak pernah menginjak kakinya didapur, namun demi istrinya dirinya rela melakukannya


"mas potong yang ini dan inia"


"mas ambilkan itu"


"mas tolong masukkan ini"


devan bahkan kewalahan menghadi apa yang diminta istrinya, sungguh kalau bisa devan saat oini mengeluarkan ultimatumnya, namun jepada siapa? bukankah itu permintaannya sendiri untuk menemani istrinya??


"akhirnya selesai juga ya mas" kata grece dan menyuruh pelayanm untuk membawa masakannya kemeja makan, dan mereka segera berlalu menuju kamar mereka


namun sebelum grece melangkah menaiki tangga, dengan cepat devan ingin menggendong istrinya, namun ditolak olejh grece karna ia tau suaminya itu pasti kelelahan stelah membantu dirinya menyiapkan sarapan.


"jangan mas,  kamu pasrti capekkan?< aku bisa jalan sendiri mas" kata grece namun sama sekali tidak didengarkan oleh devan


"kalau begitu mas saja yang keatas, aku tunggu disini, aku akan membersihkan diri dikamar sarah saja" kata grece dan berjalan kearah kamar adiknya, ia sudah jarang memiliki waktu bersama adiknya itu, dan sekarang grece mencoba untuk menemui adiknya yang manja itu


"sarah, apa kakak bisa masuk dek?" tanmya grece mengetok pintu kamar adiknya


"ada apa kak? apa kakak memerlukan sesuatu?" tanya sarah dan membawa grece untuk duduk diranjang miliknya


"tidak dek, kakak hanya ingin menemui adek kakak yang manja ini, bagaimana dengan sekolahmu apa semua lancar?" tanya grece dengan penuh perhatian.


"semuanya lanca kak, tinggal menunggu ujian akhir sekolah dan sarah lulus deh" kata sarah dengan wajah yang berseri-seri bahagia, ia ingin mncerotakan tentang dave pada kakaknya namun ia masih takut dengan tanggapan grece padanya


"dek, kakak mandi dulu sebentar yahh. kamu juga bersiaplah kesekolah" kata grece dan diangguki oleh sarah, ia memberikan handuk dan bajunya yang muat kepafda kakaknya, karan tubuh mereka tidak jauh berbeda


tidak menunggu waktu yang lama, grece selesai dengan ritual mandinya dan segera keluar melihat adiknya termenung sendiri didepan meja rias miliknya


 "dek. kenapa melamun? apa ada masalah?" tanya grece dengan mengusap kepala adiknya lembut, ia heran mengapa sikap sarah berubah padanya, apa dia membuat kesalahan, jiwa bumilnya keluar lagi


"tidak ada masalah kak, sarah mau jujur sama kakak" kata sarah degan menundukkan kepalanya takut berhadapan langsung dengan kakaknya, ia tau grece saat ini sedang hamil dan tidal mungkin memarahinya, tapi mengingat bagaimana tegasnya grece dulu membuar sarah takut


"memangnya kenapa dek? mengapa kamu takut? apa yang ingin kamu katakan hemm?' tanya grece dan menarik dagu sarah keatas untuk bisa melihatnya


"kak aku pacaran dengan kak dave" kata sarah dengan tepat dan jelas dipendengaran grece, ia langsung kembali menundukkan kepalanya, takut melihat reaksi grece terhadapnya


grece manarik nafasnya dan mencoba untuk menetralkan apa yang didengarnya, ia menarik wajah sarah dan tersenyum kepada adiknya itu


"jika kamu nyaman dan merasa terlindungi saat bersamanya, maka itu tidak akan membuat kakak marah, tapi cinta tidak selamanya indah dan mulus sesuai apa yang kita harapkan dek, mungkin saat ini kamu merasa dia baik untukmu, tapi cobalah untuk memastikannya kembali agar nanti kamu tidak menyesal, dan ingat satu hal lagi, usahakan untuk memilih satu laki-laki saja dalam hidupmu" kata grece menasihati adiknya.


bukan berarti dave pria yang tidak baik untuk adiknya, namun siapa yang tau sikap orang berbeda-beda, kadang hari ini baik dan besok berubah, tidak ada yang bisa mengatur hati manusia selain dirinya sendiri.


"baik kak, aku mencintai kak dave dan begitupula dengannya, kemarin aku mengatakan kalau aku takut untuk pacaran, tapi diua meyakinkan ku untuk meminta izin kepada kakak dan kak devan" kata sarah jujur


"baiklah jika itu yang kak dave katakan, aku percaya padanya, nanti aku bicarakan lagi dengan mas devan" kata grece dan dijawab iya oleh sarah


akhirnya mereka berdua keluar dari kamar dan menemui keluarganya, devan yang sudah menunggu dimeja makan bersama kedua orangtuanya


next


jangan lupa like,komen dan favorit kalian ya raeadewrs:>