
"hahhahhahha... lihatlah lucio, anakmu ini sudah besar ternyata, dan dia terlihat khawatir dengan istrinya yang tidak ada guna ini!!" kata marcell dengan tertawa mengejek kepada lucio
" hahahha itulah bibit unggul dari keeluarga hernandes marcell, apa kau baru tau kalau keluarga hernandes sangat setia kepada pasangan mereka masing-masing, tidak perna merebut milik orang lain!" kata luico dengan sindiran telak kepada marcell dan tersenyum mengejek kembali
"huh... kau pikir kau sendiri sudah hebat begitu!!,kau tidak lebih dari sampah yang ada dijalanan!!" kata marcell dengan sorot mata yang tajam dan penuh kebencian
"jika aku seperti sampah, berarti kau lebih dari sampah, apa namanya itu?? lebih rendah dari sampah, apa ada yang tau??" tanya lucio yang sebenarnya dibalik dari keributan mereka disini ada perusahaan yang hancur lebur dan ada gedung yang berubah menjadi debu
"namanya adalah bajingan busuk yang tidak tau diri dad" sahut grece dari samping marcell dengan suara yang melengking, hal itu membuat marcell bertambah marah dan menarik tangan grece sampai terbentur didadanya
"dasar wanita tidak tau diri ini!! apa kau mau saat ini juga aku mmembunuhmu!!" teriak marcell ditengah kesabarannya yang sudah habis
"ja..jang..jangan paman, jangan menyakiti istriku, dia tidak tau apa-apa" kata devan dengan khawatir, melihat grece yang doitahan oleh marcell dengan tangan terikat kebelakang dan marcell yang menodong pistolbya dikepala grecee
"kak dev tenanglah, aku baik-baik saja, jangan terlalu khawatir padaku" kata grece yang melihat devan hampir berlari menghampirinya
"sayang, jangan bicara lagi aku khawatir paman itu melakukan hal yang tidak aku inginkan" kata devan dengan wajah yang cemas
"diamlah kau dev, sudah daddy bilang grece akan baik-baik saja, kau malah membuat semuanya kacau" kata lucio dengan kesal kepada anaknya
"daddy ngomong apa sihhh??" kata devan dengan kesal kepada lucio
"marcell lepaskan menantuku dan kau akan lepas juga dari neraka kematianmu!!" kata lucio dengan tajam dan mode on
"melepaskan menantumu?? hahahah jangan pernah bermimpi lucio, tidak semudah itu!!" kata marcell dengan tak kalah tajam dan penuh penekanan
"jangan memancingku marcell, apa kau tidak sadar jika hanya dirimu yang tersisa disini??" tanya lucio dengan tersenyum smirk
seketika marcell melihat sekelilingnya, dengan wajah yang bingun dan seolah bertanya dimana semua orang-orangnya yang diruangan itu sebelumnya.
" jangan terlalu terkejut marcell, mereka masih ada digedung ini, hanya saja jauh diluar sana" kata lucio tennag dan tidak ada beban
marcell melihat kevin dan istrinya sudah tidak sadarkan diri sementara jesica duduk dikursi yang ada disana dengan lemas dan seolah tidak ada tenaga lagi
"jangan macam-macam lucio, aku bisa saja melepaskan peluruku ini dan menghabisi menantumu dalam sekejap" kata marcell dengan penuh wa-was
"sabarlah marcell, aku sudah pernah bilang jangan terlalu buru-buru yang ujung-ujungnya tidak menghasilkan" kata lucio, pertempuran kali ini tidak ada tengangnya dan terlihat adu suara satu sama lain
duar....
satu tembakan dari luar pintu ruangan itu, tidak ada yang tau siapa pelakunya
lagi-lagi suara tembakan itu semakin mendekat dan terlihat seorang laki-laki yang penuh wibawa namun juga sudah tua dan berumur.
deg...
deg..
deg..
seketika ruangan itu menjadi sepi dan tidak ada suara apapun, sungguh hal yang tidak pernah disangka siapapun pria ini masih hidup dan tidak berubah sedikitpun beberapa tahun silam, bahkan lucio sendiri ternga-nga dan tidak percaya dengan penglihatannya.
"hahahah... lihatlah lucio, kau saja hampir tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, kau selalu sepele dengan apa yang terjadi" kata marcell dengan tertawa terbahak-bahak
duar...
satu tembakan melesat di samping marcell dan grece, namun tidak mengena dengan mereka berdua
"apa yang kau lakukan!!!, bunuh mereka berdua anak dan ayaahnya sama saja!!" kata marcell dan menyeret grece menjauh dari saja, sementara pria tadi menatap lucio dengan tajam, sementara devan dan harris mengejar marcell dan meninggalkan lucio dan pria asing itu disana
sebenarnya pria itu tidak asing bagi harris dan lucio, namun tidak dengan devan ia merasa sangat asing dengan pria yang baru saja datang, namun ia tidak peduli bagi grece lebih penting dari pada yang lain.
"hahahah apa yang kau lihat lucio, apa kau lupa dengan ku atau mungkin kau berpura-pura lupa?' tanya pria itu dengan tersenyum smrik
"hah!! bagaimana bisa mayat yang sudah seharusnya busuk belasan tahun lalu kembali hidup dan seolah berlagak terlalu sombong!!" balas lucio dengan tersenyum santai
namun, tanpa disarai oeh mereka berdua kevin dan istrinya sudah tiidak ada lagi ditempat diaman mereka terikat dan tidak berdaya
"hahahah kau masih sama seperti luvio yang kukenal dulu, terlalu menganggap semuanya mudah!!" kata laki-laki itu dan seketika matanya tertuju kearah seorang wanita duduk dikursi
tiba-tiba saja, wajah pria itu berubah drastis melihat jesica yang tertunduk lemas tak jauh dari mereka, ada perasaan bersalah yang sangat dalam yang dirasakan oleh pria itu,
ia mendekati jesica dan memeluknya dengan erta, lucio yang melihatnya akhirnya tersadar dan semakin mengingat kejadian beberapa tahun silam, andaikan pria ini tidak dimamfaatkan olehsaudaranya semua tidak akan seperti ini
" akan kupastikan kalian semua tidak ada yang hidup tenang satu pun!!" teriak pria itu dan mengarahkan pistolnya kepada lucio dan
dorr...
next
jangan lupa like,kome,dan favorit kalian ya readers:>