
Setelah berkendara selama dua jam lebih, akhirnya keluarga
besar hernandes tiba di sebuah vila yang snagat indah dikelilingi dengan
pemandangan yang begitu memanjakan mata untuk siapa saja yang melihatnya, vila
itu adalah milik devan yang ia sengaja bangun untuk istrinya dimasa depan, ia dulu berfikir jesica lah yang pertama
datang kevila itu, namun Tuhan beerkehendak lain, ternyata grece istrinya yang
menjaddi masa depannya dan menikmati keindahan vila itu untuk pertama kalinya
setelah mereka menikah dulu
Semua langusng turun dari mobil dan membawa barang-barang
mereka masuk kedalam, sementara berdebda dengan devan, ia harus menggendong
bumilnya yang tertidur sejak mereka berangkat tadi, padahal sebelumnya bumil
itu yang paling semangat untuk liburan.
”semuanya istirahatlah, nanti jam makan siang datang kesini
untuk menikmati makan siang di depan pemandangan yang indah ini” kata lea
tersenyum dan diangguki oleh semua yang ada disana
“baiklah kalu begitu, selamat istirahat” sambungnya lagi dan
mereka melangkah memasuki kamar masing-masing, namun sayangnya hanya bryan yang
tidak punya pasangan, kasihan ya readers wkwkw, atau ada yang mau sama tuan
bryan?? Komen dibawah sapa tau jodoh 😊
Devan meletakkan tubuh bumil itu dengan pelan tapi pasti di
atas ranjang yang sama empuknya dngan yang ada dikamar mansion mereka
“astaga bumil satu ini, apa dia tidak bisa satu hari saja
tidak merepotkan suaminya ini” kata devan pada dirinya sndiri dan langsung masuk
kekamar mandi membersikan kaki agar menyusul istrinya yang sedari tadi sudah
mengarungi mimpinya
*****
Malam hari telah berganti, semua keluarga hernandes
berkumpul didepan vila yang sudah disihir menjadi tempat barbeque oleh devan
dan yang lainnya, beberapa tenda juga sudah bertenggeer disana dan beberapa
pelayan sibuk menyiapkan panggangan dan bahan makanan yang akan mereka jadikan
santapan mala mini
“mas tolong ambilkan itu dan bawa kesini” suruh grece kepada
suaminya untuk mengambilkan daging yang sudah dibumbiu dan tinggal dipanggang
saja
“sayang duduklah disana, aku dan yang lainnya yang akan
melakukannya, nanti kamu bisa lela” kata devan memperingati istrinya yang dari
tadi sibuk ini dan itu, dan nanti pada akhirnya akan membuat devan yang repot sendiri
mengurusnyaa
“tidak mas, aku juga ingin merasakan memnaggang seperti apa”
kata grece tetap ngeyel untuk memanggang daging, devan suaminya sudah menahan
kesal yang sangat memuncak di kepalanya untuk grece
“bumil yang satu ini kerjaannya hanya membuat orang nik
darah” monolog devan dalam hatinya tanpa berani mengutarakan kepada istrinya,
takut alamat tidur diluar
“pelan-pelan sayang, nanti rangnya kena ditanganmu” perintan
devan tak kunjung dihiraukan bumil itu, ia tetap pada pendiriannya dan apa yang
ia tau ia lakukan, sementar yang lainnya sibuk berceritra kesanakemari,
terlenbih sarah dan jesica terlihat sangat kmpak dan terus menikmati jagung
bakar dan menuman mereka
‘’lihatlah kakakmu rah, apa dia tidak Lelah sedari tadi
memanggang dan tidak ada yang ia makan” kata jesica tersenyum melihat tingkah
grece yang menurutnya lucu dan menggemaskan itu
“iya kak, sejak kehamilan kak grece dia berubah sangat jauh,
seolah dirinya yang dulu tergantikan dengan sikapnya yang sekarang” jawab sarah
dengan menggelengkan kepalanya
“apa devan tidak melarangnya, itu bisa membahayakan
kandungannya” kata jesica yang juga ikut khawatir melihat kelincahan grece
“kak devan malah sudah bosan hanya untuk memperingatinya,
bahkan kerap sekali kak devan yang terkena imbas bumil itu” kata sarah menjawah
kekhawatiran jesica yang melihat grece dengan tatapan cemas
“ayo kesana, munggkin grece butuh teman bicara” kata jesica
mengajak sarah untuk bergabung dnegan Greece dan devan
“dev, grece, kami membawakan ini, makanlah dulu” kata jesica
menyodorkan sebuah piring berisi daging dan beberapa lalapan untuk dinikmati
bumil dan devan
“terimaksih kak” kata grece spontan membuat jesica tersenyum
dan devan menoleh satu sama lain
“itu lebih baik, aku akan menjadi kakak tertua untuk kalian”
kata jesica tertawa dengan perkataannya sendiri
“ternyata kak jes tau apa yang aku pikirkan” kata grece dan
diiringi tawa sarah dan devan secara bersamaan, tidak lupa juga yang lainnya ikut
nimburg dengan mereka karna tawa renyah dari ketiga Wanita yang sekarang
menjadi saudara walapun berbeda ayah dan ibu
“wahhh sekarang kalian sudah menjadi anakku, dan ketiga
anakku menikah dnegan keliuarga hernandes semua” kata bryan sambil memeluk grece
dan sarah secara bergantian, tak lupa juga jesica memberikan pelukan hangat
untuk saudara barunya itu
Tuhan memang adil, tidak pernah membiarkan anak-anaknya
larut dalam kesendiarian atau kesedihan, buktinya saja mereka, grece yang
awalnya ditinggalkan oleh kedua orangtuanya karna kesalah pahaman dan dendam
priadi, da sarah yang menderita karna keegoisan orangtuanya, jesica??, ia juga
terkena imbas keegoisan pamannya, dan tidak lupa dua pria yang tanggung
menjalani mirisnya kehidupan masa kecil mereka, yang dulunya luntang-lanting
tidak ada arahnya, hingga dipertemukan dengan keluarga hernandes
Sekarang menjadi bagian dari keluarga itu, bahkan diangkat
menjadi anak dari lea dan lucio, harris dan dave merasa sangat bersykur telah
dipertemuan dengan lucio dan lea, pasutri itu tidak pernah memnadang rendah
siapapun disekeliling mereka
“kita tidak menyangka bahwa pada akhirnya akan menjadi
seperti ini” kata lucio sambil tersenyum hangat, merasakan kebersamaan keluarga
yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan
“benar luc, yang paling tidak ku sangka, kitab isa mnejadi
besan walaupun dulu kau pernah merebutnya (lea) dariku” kata bryan tertawa
terbahak-bahak mendapati sorotan mata tajam dari lucio, mereka tertawa melihat
difat protektif lucio kepada lea, sekalipun mereka sudah tua tapi masih
terlihat harmonis
“jangan mengingatkanku lagi bry, kau cari saja Wanita yang
bisa mnegurusmu kalau kau sudah tua” kata lucio menanggapi candaan bryan
“sialan kau luc” kata bryan namun mereka berdua akhirnya
memandang dengan penuh persahabatan, grece yang sejak tadi sudah lapar belum
memakan apa-apa mersa perutnya bernyanyi, saat suasana seperti ini ia tidak
lagi memikirkan apa yang akan terjadi, dengan entengnya bumil itu angkat suara
hingga membuat semua yang ada disana tertawa dan menyiapkan makanan untuk makan
malam mereka
“sudahlah ayah, daddy, aku lapar, anak-anakku sudah
kelaparan didalam, nanti lanjutkan kemesraan kalian” kata grece dan berlalu
megambil piring yang diberikan jesica sebelumnya dan menyruh mereka semua yang
ada disana untuk membawa makan malam yang sudah siap sedari tadi
next
Terharu banget meliohat kebersamaan keluarga hernandes,
othor jadi pengen anaknya daddy lucio atau ayah bryan deh ☹
Jangan lupa like, komen,dan favorit kalian😊