Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 98, suasana liburan



Setelah berkendara selama dua jam lebih, akhirnya keluarga


besar hernandes tiba di sebuah vila yang snagat indah dikelilingi dengan


pemandangan yang begitu memanjakan mata untuk siapa saja yang melihatnya, vila


itu adalah milik devan yang ia sengaja bangun untuk istrinya dimasa depan,  ia dulu berfikir jesica lah yang pertama


datang kevila itu, namun Tuhan beerkehendak lain, ternyata grece istrinya yang


menjaddi masa depannya dan menikmati keindahan vila itu untuk pertama kalinya


setelah mereka menikah dulu


Semua langusng turun dari mobil dan membawa barang-barang


mereka masuk kedalam, sementara berdebda dengan devan, ia harus menggendong


bumilnya yang tertidur sejak mereka berangkat tadi, padahal sebelumnya bumil


itu yang paling semangat untuk liburan.


”semuanya istirahatlah, nanti jam makan siang datang kesini


untuk menikmati makan siang di depan pemandangan yang indah ini” kata lea


tersenyum dan diangguki oleh semua yang ada disana


“baiklah kalu begitu, selamat istirahat” sambungnya lagi dan


mereka melangkah memasuki kamar masing-masing, namun sayangnya hanya bryan yang


tidak punya pasangan, kasihan ya readers wkwkw, atau ada yang mau sama tuan


bryan?? Komen dibawah sapa tau jodoh 😊


Devan meletakkan tubuh bumil itu dengan pelan tapi pasti di


atas ranjang yang sama empuknya dngan yang ada dikamar mansion mereka


“astaga bumil satu ini, apa dia tidak bisa satu hari saja


tidak merepotkan suaminya ini” kata devan pada dirinya sndiri dan langsung masuk


kekamar mandi membersikan kaki agar menyusul istrinya yang sedari tadi sudah


mengarungi mimpinya


*****


Malam hari telah berganti, semua keluarga hernandes


berkumpul didepan vila yang sudah disihir menjadi tempat barbeque oleh devan


dan yang lainnya, beberapa tenda juga sudah bertenggeer disana dan beberapa


pelayan sibuk menyiapkan panggangan dan bahan makanan yang akan mereka jadikan


santapan mala mini


“mas tolong ambilkan itu dan bawa kesini” suruh grece kepada


suaminya untuk mengambilkan daging yang sudah dibumbiu dan tinggal dipanggang


saja


“sayang duduklah disana, aku dan yang lainnya yang akan


melakukannya, nanti kamu bisa lela” kata devan memperingati istrinya yang dari


tadi sibuk ini dan itu, dan nanti pada akhirnya akan membuat devan yang repot sendiri


mengurusnyaa


“tidak mas, aku juga ingin merasakan memnaggang seperti apa”


kata grece tetap ngeyel untuk memanggang daging, devan suaminya sudah menahan


kesal yang sangat memuncak di kepalanya untuk grece


“bumil yang satu ini kerjaannya hanya membuat orang nik


darah” monolog devan dalam hatinya tanpa berani mengutarakan kepada istrinya,


takut alamat tidur diluar


“pelan-pelan sayang, nanti rangnya kena ditanganmu” perintan


devan tak kunjung dihiraukan bumil itu, ia tetap pada pendiriannya dan apa yang


ia tau ia lakukan, sementar yang lainnya sibuk berceritra kesanakemari,


terlenbih sarah dan jesica terlihat sangat kmpak dan terus menikmati jagung


bakar dan menuman mereka


‘’lihatlah kakakmu rah, apa dia tidak Lelah sedari tadi


memanggang dan tidak ada yang ia makan” kata jesica tersenyum melihat tingkah


grece yang menurutnya lucu dan menggemaskan itu


“iya kak, sejak kehamilan kak grece dia berubah sangat jauh,


seolah dirinya yang dulu tergantikan dengan sikapnya yang sekarang” jawab sarah


dengan menggelengkan kepalanya


“apa devan tidak melarangnya, itu bisa membahayakan


kandungannya” kata jesica yang juga ikut khawatir melihat kelincahan grece


“kak devan malah sudah bosan hanya untuk memperingatinya,


bahkan kerap sekali kak devan yang terkena imbas bumil itu” kata sarah menjawah


kekhawatiran jesica yang melihat grece dengan tatapan cemas


“ayo kesana, munggkin grece butuh teman bicara” kata jesica


mengajak sarah untuk bergabung dnegan Greece dan devan


“dev, grece, kami membawakan ini, makanlah dulu” kata jesica


menyodorkan sebuah piring berisi daging dan beberapa lalapan untuk dinikmati


bumil dan devan


“terimaksih kak” kata grece spontan membuat jesica tersenyum


dan devan menoleh satu sama lain


“itu lebih baik, aku akan menjadi kakak tertua untuk kalian”


kata jesica tertawa dengan perkataannya sendiri


“ternyata kak jes tau apa yang aku pikirkan” kata grece dan


diiringi tawa sarah dan devan secara bersamaan, tidak lupa juga yang lainnya ikut


nimburg dengan mereka karna tawa renyah dari ketiga Wanita yang sekarang


menjadi saudara walapun berbeda ayah dan ibu


“wahhh sekarang kalian sudah menjadi anakku, dan ketiga


anakku menikah dnegan keliuarga hernandes semua” kata bryan sambil memeluk grece


dan sarah secara bergantian, tak lupa juga jesica memberikan pelukan hangat


untuk saudara barunya itu


Tuhan memang adil, tidak pernah membiarkan anak-anaknya


larut dalam kesendiarian atau kesedihan, buktinya saja mereka, grece yang


awalnya ditinggalkan oleh kedua orangtuanya karna kesalah pahaman dan dendam


priadi, da sarah yang menderita karna keegoisan orangtuanya, jesica??, ia juga


terkena imbas keegoisan pamannya, dan tidak lupa dua pria yang tanggung


menjalani mirisnya kehidupan masa kecil mereka, yang dulunya luntang-lanting


tidak ada arahnya, hingga dipertemukan dengan keluarga hernandes


Sekarang menjadi bagian dari keluarga itu, bahkan diangkat


menjadi anak dari lea dan lucio, harris dan dave merasa sangat bersykur telah


dipertemuan dengan lucio dan lea, pasutri itu tidak pernah memnadang rendah


siapapun disekeliling mereka


“kita tidak menyangka bahwa pada akhirnya akan menjadi


seperti ini” kata lucio sambil tersenyum hangat, merasakan kebersamaan keluarga


yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan


“benar luc, yang paling tidak ku sangka, kitab isa mnejadi


besan walaupun dulu kau pernah merebutnya (lea) dariku” kata bryan tertawa


terbahak-bahak mendapati sorotan mata tajam dari lucio, mereka tertawa melihat


difat protektif lucio kepada lea, sekalipun mereka sudah tua tapi masih


terlihat harmonis


“jangan mengingatkanku lagi bry, kau cari saja Wanita yang


bisa mnegurusmu kalau kau sudah tua” kata lucio menanggapi candaan bryan


“sialan kau luc” kata bryan namun mereka berdua akhirnya


memandang dengan penuh persahabatan, grece yang sejak tadi sudah lapar belum


memakan apa-apa mersa perutnya bernyanyi, saat suasana seperti ini ia tidak


lagi memikirkan apa yang akan terjadi, dengan entengnya bumil itu angkat suara


hingga membuat semua yang ada disana tertawa dan menyiapkan makanan untuk makan


malam mereka


“sudahlah ayah, daddy, aku lapar, anak-anakku sudah


kelaparan didalam, nanti lanjutkan kemesraan kalian” kata grece dan berlalu


megambil piring yang diberikan jesica sebelumnya dan menyruh mereka semua yang


ada disana untuk membawa makan malam yang sudah siap sedari tadi


next


Terharu banget meliohat kebersamaan keluarga hernandes,


othor jadi pengen anaknya daddy lucio atau ayah bryan deh ☹


Jangan lupa like, komen,dan favorit kalian😊