
beberapa tahun setelah kebahagiaaan masing-masing dari anak-anka keluarga hernanes, yang dulunya lucio dan lea hanya memiliki satu anak saja, namun sekarang mempunyai tiga menantu dan tiga anak laki-laki, semuanya sudah menemukan kebahagiaannya sendiri, dan sekarang rumah keluarga hernandes juga sangat ramai karna cucu-cucu mereka semakin bertumbuh dewasa, F twins sudah mengijak remaja dan setiap hari pasti membuat keributan dirumah itu, belum lagi cerewetnya boca umur delapan tahun anak dari harris dan jesica, yang selalu menjadi bahan usilan F twins
seperti hari ini, ketiga menantu keluarga hernandes sedang asik membuat makanan didapur, karna hari ini adalah weekend jadi mereka semua berniat untuk menghabiskan waktu didapur saja, berbeda dengan suami dan mertiua mereka, lebih memilih untuk bersantai di gazebo lantai dua mansion itu, ditemani oleh anak-anak mereka terlebih lagi F twins yang nakalnya melebihi mami dan papinya waktu remaja, entah siapa yang ditiru oleh kedua oanak itu, sifat mereka sangat dingin dan datar, namun kejahilan tangan mereka sungguh tidak bisa dibilangi oleh semua orang yang ada disana
"Fany, jangan menganggu adikmu, biarkan mereka bermain sendiri, kalian sudah besar nak" kata devan melerai anaknya yang mengusili sepupu mereka yang asik bermain boneka, namun perkataan papinya tidak diindahkan Fany, bocah perempuan itu malah asik mengambil boneka adiuk-adiknya dan melemparkannya, ditangkap oleh abangnya Fano
"Fano, berikan mainan adikmu nak, jangan menganggu mereka, kalian sudah besar, tidak malu apa main boneka-boneka laki-laki" kata devan lagi dan mendekati putranya untuk memberikan pengertian perlahan
namun yang namanya nakal tetaplah nakal,Fano bukannya mendengarkan omongan papinya, malah menjauh dan berlari, sunggu sangat nakal dan devan sendiri angkat tangan untuk mengurus kedua anaknya
"adam juga laki-laki pi, tapi dia bermain dnegan perempuan, juga main boneka, kenapa tidak dilarang om dave?" tanya bocah itu, kalau masalah kepintaran jangan ditanya, kedua anak devanlah jeuaranya, apa yang dikatakan seseorang kepada mereka pasti menjadi bahan pertanyaan mereka sampai mereka puas dengan jawaban yang mereka igninkan
mendengar pertanyaan putranya, devan langsung mendekatinya dan mmebawanya duduk disamping, begitu juga dengan Fany yang ikut saudara kembarnya dan memberikan mainan adiknya kembali
"adam itu beda sayang, diakan masih kecil dan belum tau apa-apa, sedangkan kalian sudah besar bisa membedakan mana yang baik dan tidak baik, umur kalian saja sangat jauh dari mereka berdua kan?' kata oma lea sambil mengelus kepala cucunya Fany
"tapi dulu, saat aku dan Fany berumur seperti itu kami tidak mau bermain boneka, kami bermain pistol-pistol dan tembak menembak" kata bocah itu lagi membuat oma lea pusing sendiri, bagaimana bisa cucumya megikuti sifat papinya, bukannya maminya yang punya sifat soft dan sedikit diam,
"Fano,Fany, jagan bertanya kalau tidak terlalu penting, kalian sudah pasti tau jawabannya namun membuat oma kalian pusing sendiri, kalian sudah besar nak, harusnya menjaga adik-adik kalian bukan malah mengusilinya" kata grece yang datang sambil membawa beberapa makanan dan diikuti oleh saudaranya membawa makanan dan minuman lainnya
"tapi mi, kami kan hanya bertanya saja, apa susahnya menjawab, iyakan dek?" tanya fano dan diangguki oleh gadis poloss namun sama saja nakal dan jahil, malah ide yang mereka dapat lebih banyak daro Fany sendiri dan diikuti oleh Fano sebagai pelaku utamnya
"iya, mami tau, tapi kadang kalian nanya yang tidak penting, padahal kalian sendiri tau jawabannya nak, jangan membiasakan diri seperti itu di rumah" kata grece menasihati anak-anaknya, dan langsung saja kedua bocah itu mengangguk dan saling melirik satu sama lain
"kalau disekolah bisa ya mi?" tanya keduanya dengan serempak dan membuat seisi rumah tertawa mendengarnya, sungguh anak yang susah dikasih tau, bukan itu maksud maminya, tapi malah ditanggapi berbeda dengan maksud dari grece
"sudah.. sudah jangan membahasnya lagi, adam, lisa, kemari nak, jangan bermain mulu" kata grece mengajak keponakannya yang baru saja dijahili oleh anaknya, terkadang mereka akur, namun terkadang juga anak-anaknya berulah
"lisa jangan dekat dengan mamiku," kata Fany ceburu karna lisa baru saja diajak maminya, sedangkan ia baru saja diomelin oleh maminya, membuat anak remaja perepuan itu merasa cemburu
"lihatlah dia mami, slalu saja melawanku, padahal aku kakaknya" kata Fany mulai mengeluarkan jurus cerewet dan bawelnya melebihi kapasita lisa jika cerewet, membuat grece maupun semua orang menggelengkan kepalanya karna melihat tingkah putrinya itu yang entah mirip siapa
"Fany, kesini sama papi nak, biarkan lisa sama mami, kan ada oma juga ada om harris,om dave, unty jesica dan sarah, opa juga ada, mami juga sayang sama kamu kok nak" kata devan sambil menggendong putrinya yang begitu ia cintai
"lisa, jangan dekat dengan mamiku!!, kan sudah ku bilang dia mamiku, tapi untymu jadi akulah yang harusnya lebih dekat sama mami" kata Fany dan ingin turun dari pangkuan papinya, namun dengan cepat grece menatapnya dengan tatapan tajam, membuat gadis itu menciut karna aura maminya sudah mulai keluar
"diam disana fan, jangan membuat ulah lagi" kata grece dan dengan cepat bocah perempuan itu mengangguk, grece langsung mendekati suaminya dan anaknya
semua keluarga itu menikmati sore hari yang begitu indah dari lantai dua mansion, terlebih lagi melihat matahari yang mulai redup dan menampakkan senja, di pancaran tumbuhan dan tanaman yang ada dibelaknag mansion semkain membuat suasana indah, namun satu dari mereka tidak peduli dengan hal itu karna ia lebih peduli dengan ponsel yang ia mainkan saat ini, siapa lagi kalau bukan Fano anak nakal tapi sangat cerdas, tidak bisa di bohongi apalagi diajak berdiskusi, pasti ada saja jawabannya kalau dibantah siapapun, egosi memang, karna percuma papinya juga egois wkwkkw
TAMAT :)
***Makasih para readers tersayang dan tercintah,, othor sangat bangga buat para readers othor yang setia sampai othor bisa menyelesaikan novel kedua othor, dan sekarang othor akan fokus ke lapak sebelah yang mulai sraai, nahh buat para readers othor, bisa langsung cek judulnya, Cinta Sugar Daddy, dengan penulis yang sama yaitu Fida Lia, kalian langsung cek dan like,komen,favorit juga yaaa :), biar othor bisa cepat selesaikan novel itu dan lanjut cerita baru, ***
nahh disini othor mau tanya sama kalian, othor mau buat novel baru, ganti falling in love with a cool wife, lebih baik ganti peran atau lanjutin kisah anak-anak keluarga hernandes dan marcell??, untuk judulnya kalian bisa request
1. klise diarama
2.cinta diatas kertas
3.belenggu masalalu
4.kembali padaku
kalian komen dibawah ya readers, makasih buat kalian semua, doakan othor bisa sukses dan kalaian juga sukses dan sehat selalu love you all ;)