Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 40, aku ingin merasakan....



" kau bicara dengan siapa!!??" tanya devan tepat di belakang grece, seketika itu juga grece mematung dan tubuhnya seolah tidak bisa bergerak lagi, suasana dingin dan sangat tegang


 


grece langsung mematikan telfon ponselnya berbalik melihat devan di belakangnya, ia memikirkan alasan apa yang harys ia katakan kepda devan,


" emm..emm.. itu kak, aku berbicara dengan teman sekolahku ketika sekolah dulu, katanya mereka mengadakan meet lusa" kata grece seadanya sambil memilin tangannya, hampir saja ponsel yang ia pegang jatuh sangking gugupnya


 


" hem... apa benar yanhg kamu katakan? aku tidak percaya!" kata devan sambil mendekat kepada grece


" aku bicara jujur, sungguh tadi hanya temanku saja" jawab grece sambil memalingkan wajahnya


" jika hanya temanmu, mengapa perlu menjauh dari ku hanya untuk mengangkat telfonnya saja?" tanay devan lagi, kali ini grece tidak tau harus menjawab apa lagi


" aku hanya tidak ingin kak devan terganggu oleh ku" jawab grece sekenanya


"terganggu? akukan sudah pernah bilang jangan pernah bermain gila dibelaknagku!" kata devan mulai menaikkan nada suaranya


" aku tidak seperti yang kakak katakan, sungguh yang tadi hanya temanku" jawab grece mulai gelisah, bukan tanpa alasan ia hanya tidak ingin devan salah paham dengannya, meskipun belum menerima devan atau mencintainya, tapi grece adalah tipe wanita yang tidak suka jika ada orang yang salah tanggap dengan dirinya, terlebih itu adalah suaminya sendiri, ia masih menjaga hubungan mereka


 


" jika tidak seperti itu, mengapa harus menyembunyikannya dari ku? apa dia lebih penting dariku?"tanya devan mulai memikirkan yang tidak-tidak tentang grece


 


" dia siapa kak? aku tidak punya orang lain sedekat aku dengan kakak" kata grece meyakinkan devan


" tapi mengapa kamu harus bersikap demikian?" tanya devan menaikkan satu alisnya


 


" bersikap bagaimana? aku merasa seperti biasanya" jawab grece dan seketika iyu sarah datang mengampiri mereka berdua


" kakak... ayo kita makan disana, aku sudah sangat lapar, kak dave sudah memesan meja untuk kita" kata sarah dan menarik tangan grece,


" huh... selamat, untung saja sarah datang tepat waktu, jadi kak devan tidak bertanya lebih lanjut" batin grece merasa lega dalam hatinya


 


mereka menikmati hidangan makan siang mereka di pinggiran pantai, sungguh momen yang sangat langka dan harus diabdikan, sarah yang notabenya anak jaman sekarang langsung mengeluarkan ponsel miliknya, ia mendekati grece dan mengajak mereka berfoto


 


" kak, lihat kesini.. satu dua tiga" kata sarah dan asik mengambil foto mereka berempat, terlihat dari wajah sarah yang sanagt menikmati moment mereka saat ini


 


" setelah ini kita jalan kesana ya kak, aku ingin mengambil beberapa foto juga disana" kata sarah menunjuk kearah pasir putih yang sangat indah


 


" baiklah, tapi habiskanlah dulu makananmu, jangan banyak bicara" kata grece dengan datar, dan saat itu juga devan melihatnya dengan tatapan seolah mengatkan " urusan kita belum selesai"


wkwkkw mas devan posesif juga ya


 


setelah hampir satu harian mereka menghabiskan waktu weekend akhirnya mereka berempat pulang dengan wajah lelah masing-masing, tapi tidak dengan devan ia masih terlihat menyimpan sesuatu didalam hatinya


 


setelah mereka sampai dirumah, grece dan sarah yang suah tertidur dibuat pusing deva dan dave,terpaksa mereka berdua menggendong kedua gadis itu


sarah yang berada digendongan dave tidak bisa tenang, pasalnya biasa ia selalu tidur di atas ranjang yang luas yang bisa dipakai buat main bola, kini harus ,melipat semua tubuhnya, dave sendiri kewalahan dengan tangan sarah yang meraba kemana-mana


 


sedangkan devan, jauh berbanding terbalik dengan dave, grece yang berada di gendongan devan sangat tenag tanpa bergerak, ia sungguh menikmati mimpinya tanpa menghiraukan tangan devan yang pegal membawanya naik tangga wkwkwk


 


 


 


\~\~\~\~\~\~\~\~\~


pagi harinya menjelang,grece seperti biasa bangun dengan cepat dan membersihkan diri terlebih dahulu, jam menujukkan pukul 6 pagi, dan itu artinya ia hanya punya waktu satu jam menyelesaikan sarapannya dan membangunkan orang-orang manja dirumah itu


" pagi bi... " sapa grece kepada pelayan rumah itu yang kebetulan berada di dapur


 


" pagi non, apa ada yang bisa bibi bantu?" tanya pelayan itu engan ramah, mereka senang dengan kehadiran grece dirumah ini , selain baik grece juga tak jarang mengajari mereka jika ada salah, bukan memarahi tapi memberitahukan dengan baik


 


 


devan yang baru saja bangun dari tempat tidurnya melihat kesamping, kosong....


 


" kemana dia pergi?" tanay devan dengan bingung dan langsung keluar menuju bawah tanpa ia sadari ternya ia hanya memakai celana tanpa atasan


 


mbrukk....


 


" astaga..... kak devan mau kemana lari-lari begitu?? tanay grece heran dengan sikap devan barusan


 


" hemm.... aku ingin mengambil air minum kebawah" jawab devan sekenanya


" kan masih ada air mium disana, emang kak devan tidak lihat apa?" tanya grece kesal karena kepalanya sakit bertumbrukan dengan dada bidang devan


 


" lagian mengapa kebawah dengan pakaian seprti ini, apa kak devamn tidak bisa memakai baju lebih dulu baru kebawah!!?" tanay grece lagi yang melihat penampilan devan


 


bukan tanpa apa-apa, biasanya wanita yang melihat seperti itu akan berteriak atau bagaimana, ta[i beda dengan grece ia seolah tidak peduli pemandangan didepan matanya, yang ia kesalkan adalah ketika devan ingin turun tanpa bajunya


" kan aku tadi buru-buru jadi tidak sadar jika tidak memakai atasan" jawab devan lagi dengan melihat wajah grece yang tidak menujukkan reaksi apa-apa


 


 


" ya sudah kalo begitu, kak devan mandi dan bersiap kekantor" kata grece sambil melangkah masuk kedalam


 


" apa dia tidak tertarik dengan tubuhku yang seksi ini?" batin devan dalam hatinya


" kak devan.. cepatlah mandi, jangan tidur kembali" kata grece dan secepat kilat tubuhnya sudah berada dipelukan devan


 


" kak dev? apa yang kakak lakukan? bagaimana jika ada yang melihat, nanti mereka slah paham" kata grece mengada-ngada


 


" salah paham apanya, hemm?? toh juga kita sudah suami istri, jadi wajar saja aku melakukan sesuka hatiku padamu" kata devan dengan cuek


 


" t..tapi kak, sekarang bukan itu waktunya lagi, sekarang kak mandi dan bersiap kekantor" kata grece dan berusaha melepaskan dirinya dari devan


" aku ingin merasakan canduku sekali saja" kata devan dengan wajah ambigunya


" candu?? candu apa yang kakak maksud?" tanay grece dengan bingung


" candu apa yang kakak maksud?" tanay grece masih tidak menyambung dengan pembicaraan devan


" ini candukiu" kata devan sambil menunjuk bibir grece dn seketika itu juga devan merasakan candunya yang sudah ia tahan sejak kemarin


" ka..kak..kak dev,," suara grece tidak bisa ,enghentikan aksi devan yang sudah menguasai permainan


 


*next


semoga suka dngan novel baru othor ya readers:>


janganlupa like\,komen\,dan faforit kalian**:>**