
**21.00 waktu italia setempat :>
- - -
marcello yang sedang pusing dengan masalah yang ia hadapi, sudah dua minggu setelah masalah yang menimpa perusahaannya sampai saat ini tidak ada pengusaha yang mau menanam modal di perusahaannya lagi, ia merasa semua misinya gagal, dan jalan keluarnya adalah menyusul jaesica keponaannya ke indonesia dan mulai membuat kekacauan terlebih dahulu dinegara ini dimana keluarga lucio sudah berada disini.
"preparetevi tutti partiamo stasera"
(persiapkan semua, kita akan berangkat nanti malam)" kata marcello kepada kevin dan asistennya
"ok dio e` tutto fatto"
(baik tuan, semua sudah selesai)" kata kevin menghadapa marcello
"non restare indietro, saremo li` per molto tempo"
(jangan ada yang tertinggal, kita akan lama disana)" kata marecello lagi, ia tidak ingin dinegara asing kekurangan, apalagi misinya saat ini lumauyan berbahaya jadi harus mempersiapkan dengan matang
"dio, e` tutto fatto"
(sudah tuan, semua sudah selesai" kata asistennya dan mereka beristirahat untuk mengambil tenaga selama perjalanan nanti
sementara diapartemen yang mewah, seorang wanita yang tidak asing lagi untuk para readers wkwk, ia sedang menyusun rencana lagi untuk misi yang seharusya sudah berhasil
" apa hebatnya gadis kampungan itu? mengapa devan begitu cuek padaku akhir-akhir ini, apa dia tidak tau siapa sebenarnya jesica marcello!?" kata jesica dengan mata tajam dan penuh penekanann setiap kalimatnya
sudahsatu minggu lebih jesica mencoba untuk mendekati devan kembali, ia terkadang datang kekantor evan dengan alasan kerjasama mereka dengan perusahaan tempat dirinya bekerja
"mengapa selalu saja gadis kampungan itu yang menjadi penghalang, dia bahkan tau kapan aku datang kekantor devan dan selalu mempermalukanku!!" kata jesica dan meremas gelas berisi wine ditangannya
"awas saja kau gadis kampungan!! semua i i salahmu, aku yang seharusnya berada disamping devan dan berkuasa atas kekayaan mereka!!" kata jasica dan tertawa seprti orang yang sudah mabuk
23. 54 bandara internasional italia
rombongan marcello tiba dibandara dengan penerbangan tengah malam, mereka memilih malam karena tidak ingin dilihat oleh musuh yang sedang memantau mereka saat ini, banyaknya orang suruhan lucio yang memnatau pergerakan mereka membuat marcello dan orang-orangnya tidak bisa bergerak dengan leluasa.
"afrettatevi,tutti, non fateci vedere da nessuno"
(cepatlah masuk semua, jangan sampai ada yang melihat kita!!)" kta marcell dengan bicara tertahan dan memainkan tangannya memberikan kode kepada rombongannya, karena lumayan banyak marcell membawa orangnya
mereka masuk kedalam pesawat dan dan segera mungkin take out menuju negara indonesia.
jesica yang tidak tau kedatangan pamannya langsung terkejut kala melihat pamannya yang berdiri di depan pintu apartemennya sambil membawa koper ditangannya, jam menunjukkan pikul 02 dini hari, seperti mipi untuk jesica
"zio?? zio quando vieni qui??"
(paman?? paman kapan datang kesini?" tanay jesica dengan wajah terkejutnya dan hampir saja ia tidak percaya
"non mi piace il mip arrivo qui"
(apa kau tidak menyukai kedatanganku disini!!?)" kata marecell
"non proprio zion\, ma perche` lo zio e` venuto all'improvviso"
(bukan begitu paman, tapi mengapa paman datang kesini tiba-tiba?)" tanya jesica yangamsih syok dan tidak sadar bahwa marcell masih diluar pintu
"non mi lasce enrare!"
(apakah kau tidak membiarkan ku untuk masuk?" kata marcell yang kesal dengan ponakannya itu
"scusa zio non avevo capito"
(maaf paman, aku tidak sadar)" kata jesica dan memeprilahkan marcell untuk masuk kedalam
" voglio riposare presto non disturbarmi dov'e` stanza"
"qui zio"
(disini paman)" kata jesica dan membiarkan marcello masuk kedalam kamar sebelah
setelah kembali kekamarnya, jesica bertanya ada apa yang sudah terjadi, mengapa marcell datang keindonesia? apakah ada sesuatau yang terjadi tanpa sepengetahuannya??
jesica tidak tidur lagi, ia masih sibuk dengan kedatangan pamannya itu, bukan apa-apa hanya saja jika pamannya itu disini dia tidak bisa bebas kemanapun ia mau, ia akan dikendalikan oleh pamannya untuk melakukan mabisinya yang tidak pernah terwujud itu
" jika terus begini, aku bisa menjadi budaknya seumur hidup, apa yang harus akau lakukan agar bisa terbebas dari tua bangka ini" kata jesica didalam kamarnya
sementara dirumah keluarga hernandes, devan masih saja merengek bak anak kecil kepada grece, ia meminta grece untuk mengambilkan minum untuknya, bukan karna takut kedapur turun tapi devan sengaja melakuakn itu kepada grece
"gadis kecil.. ambilkan aku air minum cepat, aku sangat haus" kata devan sambil menggoyangkan tubuh grece
" kak devan jangan mengangguku, aku ngantuk dan tidak ingin diganggu. jika kak devan haus turunlah sendiri" kata grece sambil terus melanjjutkan tidurnya
"hei gadis kecil apa kau tidak ingin melakukan tugasmu sebagai istri!!?" kata devan dan menoel tanagn grece
"aishhh!!!" teriak grece dengan kesal dan menatap tajam kearah devan
"apa kak devan tidak bisa mengambilkan minum sendiri!? selalu saja menyusahiku, aku ngantuk dan kurang tidur gara-gara kak devan!!" kata grece dan turun dari ranjangnya menuju dapur, bagaimana pun juga ia sudah bangun dan mau tidak mau ia mengambilkan minum kepada devan
melihat wajah marah grece seperti itu, devan menciut padahal niatnya tadi hanay untuk mengerjai grece saja karna ia sendiri tidak bisa tidur lagi. devan merasa bersalah karna menganggu grece yang sedang tidur pulas
"ini minumnya, jangan menganggu tidurku lagi" kata grece menyodorkan geas berisi air mibnum yang ia ambil tadi
"maafkan aku gadis kecil" kata devan dan menerima gelas dari tangan grece, namun ia tidak minum melainkan meletakkan gelas tersebut diatas meja disampingnya
"kenapa tidak jadi diminum!??"tanya grece yang melihat kelakuan devan
"aku tidak haus, kamu tidurlah!" kata devan dan membaringkan dirinya
grece merasa bersalah kepada devan, ia merasa devan tersinggung karena perkataannya tadi, tapi bukankah itu adalah salahnya sendiri??
"ya sudah kalau tidak haus" kata grece dan kembali naik keatas ranjang dan melanjutkan tidurnya, padahal dalam hatinya ia merasa tidak enak dengan devan, begitu pula sebaliknya devan juga merasa bersalah kepada gece tapi ia gengsi untuk meminta maaf lebih dulu
keesokan harinya, seperti biasa grece ingin bangundari tidurnya tapi dengan cepat devan menhan tubuhnya hingga akhirnya kembali terjatuh dan langsung dipeluk oleh devan, grece terkejut dan melihat manik mata devan, ia sangat gugup dan tidak tau harus berbuat apa
"jangan bangun dulu, ini masih terlalu pagi" kata devan dengan suara khas bangun tidur dan serak
"t..tapi kak, aku harus masak sarapan dan menyiapkan keperluan kakak" kata grece dengan jangtung yang berdetang tidak karuan menahan malunya
"tidak, semua sudah dilakukan oleh pelayan rumah" kata devan dan mengeratkan pelukannya
"kak lepaskan, nanti kakak dan sarah bisa terlambat kalau tidak grece bantu bersiap" kata grece tapi tidak dipedulikan oleh devan, ia semakin mengeratkan pelukannya dengan grece tanpa peduli gadis kecilnya sudah menahan rasa malu yang teramat dalam
udah ahh jangan traveling dulu siang bolong begini wkwk::>
next
semoga suka dengan novel baru othor ya readers:>
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian::>