
hari ini,hari yang sangat cerah dan bahkan terlihat seorang wanita cantik sedang berjemur di balkon kamar miliknya, ia mengeakan baju tidur piyama dengan rambut yang cepol keatas
**mbak jesica yang berjemur dan emmikirkan bagaimana caranya gar dia bisa mendapatkan devan kembali\, **
dengan memikirkan cara agar devan bisa kembali lagi padanya, jesica enggan untuk memberitahukan kepada pamannya marcell, takut jika pamannya itu akanmarah besar kepadanya dan akan menyusul dirinya keindonesia dan akan menyakitinya
hal yang paling ditakutkan oleh jesica adalah jika pamannya emngancam dirinya akan membuka kedoknya dan bahkan mempermalukan dirinya, sebgai seorang wanita jesica masih memikirkan haraga dirinya didepan umum
sungguh sesuatu yang tidak bisa dipikirkan oleh orang lain bukan?? ia sudah kehilangan harga dirinya didepan keluarga devan dan keluarganya senidiri, dan berharap menjaga image didepan khalayak banyak
" apa yang harus kukatakan kepada paman, apa aku harus jujur tapi berjanji akan kembali mengejar devan agar dia tidak datang kesini" gumaam jesica yang tidak karuan, sungguh ia sangat takut dengan respon pamannya nanti jika mendengar laporan darinya
" yahhh... aku harus memberitahukan paman dan berjanji untuk lrbih bekerja keras" putus jesica dan mengambil onselnya untuk menghubungi paman marcello
tu..tut..tut...
jesica meremas gorden yang ada didepannya, ia berharap pamannya tidak menyalahkannya dan mengamuk kepadanya, telefon telah tersambung dan terdengar dari seberang marcello berbicara padanya
" che cos'e`?"
(ada apa?)" tanya marcello dari seberang telfon
" voglio dirti una cosa zio"
( aku ingin memberitahu sesuatu paman)" jawab jesica dengan nada kecil
" dillo in freta'
(katakan dengan cepat)" jawab marcello dengan dingin dan datar, ia sudah bisa memprediksi informasi apa yang akan ia dengarkan, pasti tentang keluarga musuhnya
"ho incontrato devan\, e ho portato a termine la nostra missione\, ma ho fallito perche` si e` scoperto che devan\, pensava solo che fossi io il problema"
(aku sudah bertemu dengan devan, dan sudah menjalankan misi kita, tapi aku ggal kaena ternyata devan hanya menganggapku masalalunya" kata jesica memberitahukan dan wajahnya yang sudah memerah menahan ketakutannya
" me lo aspettavo, sei esattamente come il tuo inaffidabile padre"
( aku sudah menduga itu, kau memang persis seperti ayahmu yang tidak bisa diandalkan)" jawab marecello dengan nada penuh penekanan dan amarah
"mi dispiace zio\, prometo che riportero` devan da me e portero` a termine la nostra missione da zero"
( maafkan aku paman, aku berjanji akan membuat devan kembali padaku dan menjalankan misi kita dari awal)" kata jesica dengan nada yang seolah sangat yakin dengan apa yang ia katakan
" non voglio sapere cosa farai, voglio solo un buon risultato da questa missione"
(aku tidak mau tau apa yang akan kau lakukan, yang pastinya aku hanya ingin hasil yang terbaik dari misi ini)" jawab marecello dengan datar
"ok zio\, faro` del mio meglio e faro` sentire allo zio il risultato"
(baik paman, aku akan melakukan yang terbaik dan membuat paman meraskan hasilnya)" jawab jesica dengan lega, karena ternyata pamannya tidak marah padanya
" hemm... stai attento nella recitazione\, anche qui e` incasinato perche` conoscono la nostra base e hanno iniziato ad attaccarci"
" ok zio, staro` attento zio"
(iya paman, aku akan berhati-hati paman)" jawab jesica dan marcello langsung mengakhiri panggilan itu
jesica bisa bernafas lega sekarang, pasalnya pamannya tidak marah atau merngamuk padanya, sekrang yang ia pikirkan adalah bagaimana ia akan menjalankan misinya untuk mendekati devan kembali, kejadian kemarin dungguh membuat dirinya kehilangan kepercayaan diri dihadapan devan.
" apa yang harus aku lakuakn?? devan sudah sangat marah dan tidak ingin melihatku lagi" gumam jesica dan meremas rambutnya
sementara dirumah devan, kehebohan terjadi karemna sarah yang tiba-tiba bereriak dari kamarnya. pasalnya seseorang telah berani masuk kedalam tanpa permisi lebih dahulu
" aaaaaa..... kak dave apa yang kau lakukan dikamarku??" teriak sarah yang hanya menggunakan handyknya karena baru saja ia mandi untuk pergi kesekolahnya
" ehhh...m.maa..maafkan saya nona ,saya hanya ingin menyampaikan pesan nona muda agar nona sarah cepat turun untuk sarapan" kata dave dengan gugup, memang benar apa yang ia katakan
grece menyuruh dirinya untuk memnaggil sarah karena jam sudah menunjukkan pukul 07.45 dan itu artinya sarah sudah telat kesekolah, dan tepat sekali devan sampai kedalam rumah dan melihat grece sedang membuat sarapan
" kak dave, tolong grece untuk memanggil srah diatas, anak itu jika tidak dipaksa akan semakin lama" kata grece kepada dave,
" baik grece dengan senang hati" kata dave dan melangkah menuju kamar sarah
" apa yang terjadi sarah,mengapa kau berteriak seperti itu" kata grece yang mendengar teriakan adiknya dan langsung menuju keatas khawatir terjadi sesuatu
"t..tid..tidak apa-apa kak, aku hanya kaget dengan kedatangan kak dave kekamarku, sedangkan aku hanya menggunakan handuk saja" kata sarah dengan wajah merah merona sedangkan dave sudah dari tadi membalikkan tubuhnya dan menutup mata
"astaga sarah, apa kamu akan selama itu bersiap kesekolah!?? sudah kakak katakan dari tadi untuk bersiap tapi kamu malah asik tiduran saja' omel grece dengan jiwa eak-emaknya keluar
" maafkan aku kak, tapi ini sudah bersiap kok, tunggulah lima menit lagi diluar aku akan datang" kata sarah dengan menyengir kudan dan melihat dave sudah tidak ada lagi disana
" selamat selamat" kata sarah kala melihat grece hanay menggelengkan kepalanya dan keluar
grece berlalu kedalam kamarnya untuk melihat devan apakah sudah bersiap atau sama seperti adiknya disamping kamar
" kak dev?? apa kakak sudah siap?" tanya grece dan melihat devan yang sudah rapi hanya tinggal memakai dasinya saja
" sudah.. tapi masih menunggumu memakaikan dasiku" kata devan dengan wajah datar tapi terkesan lucu karena mengerucutkan bibirnya
" hah... sungguh membuatku frustasi jika lama-lama seperti ini, yang satu terlalu manja dan satu lagi seperti beby besar" kata grece dan mengambil dasi milik devan untuk dipakaikan
" apa kau tidak mau mengurusku lagi?? apa kau sudah bosan padaku??" tanya devan yang sebenarnya itu dalah pertanyaan yang sangat konyol
" bukan seperti itu kak, hanya saja kakak dan sarah seperti anak kecil yang harus di urus setiap hari' kata grece dengan cauh
" aku memang anak kecil tapi hanya denganmu saja, dan itu tidak akan berubah" bisik devan ditelinga grece dan meniup telinga grece dengan lembut
dan setelah itu kalian para readers pasti tau apa yang akan selanjutnya terjadi bukan??:>, silahkan travelling sendiri dan jangan lupa kembali kedunia nyata
*next
semoga suka dengan novel baru othor ya readers
jangan lupa untuk like,komen,dan faforit kalian:>