
“aku temani ya mas, akum au melihat mas yang memasaknya
langsung” kata grece dengan tersenyum Bahagia padahal sang suami langsung
merutuki kebodohannya, namun melihat senyuman sang istri devan tidak tega untuk
membuatnya kecewa
“baiklah, kalau begitu ayo kita turun kita lihat apakah ada
pisang yang bisa digoreng didapur” kata devan sambil menyibakkan selimut yang
menutupi tubuh keduanya,namun sebelum itu devan menyuruh grece untuk memakai
bajunya Kembali, karna ulahnya semalam membuat istrinya tidak memakai sehelai benang pun
“sudah mas, ayo cepat aku ingin mencicipi pisang goreng”
kata grece setelah selesai memakai bajunya Kembali dengan baik
“ya sudah, ayo turun” kata devan mereka berdua melangkah
turun untuk membuat pisang goreng.
Didapur, devan mengecek semua bahan yang ingin digunakan
untuk membuat pisang goreng, dan akhirnya mau tak mau devan harus membuat
adonan terlebih dahulu, tanpa dibantu istrinya devan yang notabenya tidak tau
apa-apa langsung saja mengerjakan apa yang harus ia kerjakaan
Devn mmebuat tepung yang biasa dibuat untuk pisang goreng,
dan mengaduknya dengan air, dan mengupas pisang dengan seadanya, grece yang
melihatnya hanya bisa menahan tawa dan tidak mengatakan apapun, ia ingin
melihat suaminya membuatnya sendiri.
“sayang setelah begini apa yang dilakukan?’ tanya devan saat
dirinya sudah selesai mengupas pisang dan membuat adonan tepung
“masukkan satu persatu kedalam adonan mas, sampai semuanya
penuh tepung lalu masukan ke wajan yang suudah ada minyak panas itu” kata grece
memberikan arahan pada suaminya
“oke baiklah, mari kita goreng” kata devn dengan semangat,
seolah dirinya mendapatkan give away yang nilainya jutaan
Namun tanpa disadari grece, devan membuat api kompornya
terlalu besar, terlalu asik dengan ponsel yang ia gunakan, sampai akhinta tidak
lagi memperhatikan sang suami menggoreng, devan yang tidak tau hal itu hanya
bisa menunggu pisang gorengnya matang, namun saat ini pisang goreng itu sudah
berubah hitam kecoklatan, dengan segera devan mengangkatnya dan meniriskan
minyaknya
“mas.. apa sudah ada yang matang?” tanya grece yang sudah
tidak sabar mencicipi pisang goreng ala devan
“sudah sayang, tunggu mas taruh ke piring dulu” kata devan
dengan senang dan langsung menyodorkan piring berisi pisang yang baru saja ia
goreng
“mas.. kok warnanya agak beda gini ya?” tanya grece heran
karna melihat warna pisang goreng itu kebanyakan hitamnya
“aku tidak tau sayang, tapi aku membuatnya dengan baik dan
dibumbui dengan cinta dan kasih sayang” kata devan sambil tersenyum, nyatanya
ia juga ngilu melihat hasil karyanya sendiri, ia bisa mellihat dari bentknya
saja pasti tidak seperti yang ia baca di google tadi
“humm.. baiklah, aku tidak sabar mencicipi masakan suamiku
yang tampan ini” kata grece dan mengambil satu pisang goreng yang bentuknya
saja sudah ngehh wkwkwk..:>
Grece mulai memasukkan pisang gorengnya kedalam mulut, yang
grece rasakan pisang goreng itu enak dan manis, namun tiodak denfan devan,
melihatnya saja ia sudah takut untuk mencicipinya
“saayang, bagaimana rasanya?” tanya devan dan lama grece
tidak menjawabnya, namun terus melahap dengan ekspresi seolah makanan yang ia
makan begitu enak dan takut jika ada orang yang minta
“sayang pelan-pelan saja makannya tidak ada yang merebutnya
goreng buatannya
“ini sangat enak mas, aku tidak menyangka jika suamiku ini
sangat pintar memasak” kata grece sambil terus mengunyah makanannya
Devan yang penasaran dengan rasa pisang gorengnya, akhirnya
ingin memakannya juga, ia mengambil satu dari piring dan mencicipinya, seketika
itu juga devan langsung mengeluarkan isi mulutnya dan menuju wastafel dapur
untuk mencuci muliutnya, sungguh baru kali ini devan merasakan makanan bak
racun yang mentah-mentah diberikan padanya
Pahit,manis, dan bau gosong bercampur menjadi satu, membuuat
devan yang notabenya masih normal menjadi muntah seketika, tapi bagaimana
mungkin istrinya memakannya dengan lahap dan mengatakan iitu makanan yang
sangat enak, devan menjadi khawatir dengan anaknya yang ada didalam perut
istrinya.
“sayang berhenti makan makanan racun itu, nanti anak kita
kenapa-napa” kata devan sambil mendekati istrinya yang tidak juga mendengarkan
perkataannya
“sayang berhentilah memakannya, itu sungguh tidak layak
untuk dimakan” kata devan dan mengambil piring serta pisang goreng sisa yang
ada ditangan istrinya, rasa cemasnya sudah sampai ubun-ubun, ia tidak mau anak
istrinya kenapa-napa hanya karna pisang gorreng buatannya
“sayang maafkan aku, aku tidak tau kalau rasanya bak racun,
maafkan suamimu ini” kata devan sambil memberikan minum untuk istrinya, namun
bukannya menrima gelaas yang disodorkan suaminya, grrece malah diam mematung
sambil matanya menatap tajam sang suami
“sayang maafkan aku, aku tau kamu pasti terpaksa memakannya
karna tidak mau membuatku kecewakan?” tanya devan yang masih saja menyerocoh
ria tentang pisang gorengnya, namun grece masih saja tidak berkutik
“sayang, kamu kenapa? Apa kamu kenapa-napa karna pisang
goreng buatanku?” tanya devan semakin khawatir karna istrinya tak kunjung
bicara padanya
“kembalikan pisang gorengku!!” kata grece dengan tatapan
dingin dan marah, ia kesal pada suaminya yang seenaknya mengambil pisang goreng
miliknya, padahal grece asik menikmatinya sejak tadi
“mas!!, dimana pisang gorengku!” kata grece masih dengan
tatapan tajam, namun sang suami tetap menggelengkan kepalanya tanpa tidak mau
memberikan apa yang diminta istrinya
“maaassssss…!!!” teriak grece dengan suara oktaf tujuh sampai-sampai semua orang rumah
terbangun hanya karna suara grece yang melengking parah
Sarah yang kamarnya paling dekat dengan meja makan, langsung
berlari keluar, takut ada apa-apa dengan kakanya, masih dengan rambut
acak-acakan ia keluar tanpa memperhatikan dirinya lagi, begitupun lea dan lucio
mereka langsung berhambur keluar dari kamarnya untuk memastikan menantunya
baik-baik saja
Jangan lupakan harris yang juga menginap disana, ia langsung
memasang raut wajah khawatirnya karna mendengar suara bosnya yang kian lantang
sampai memekak telinga
“ada ap aini dev, apa yang sudah terjadi?” tanya lea sambil
mendekati dua sejoli yang saling memandang bingung dengan situasi saat ini,
devan yang menggaruk kepalanya, dan grece jangan tanya dia, saat ini wajahnya
memerah karna merasa takut sekaligus malu mendengar suaranya yang sudah membangunkan seisi rumah
next
Jangan lupa like,komen dan favorit kalian ya readers:>