
setelah selesai berbicara dengan lucio, grece langsung menuju dapur untuk membuat makan siang untuk suaminya, ia sudah berjanji akan mengantarkan makan siang kepada devan, dengan gerakan lihainya grece menyiapkan semua tanpa daa yang terlewatkan
" jika harus setipa hari seperti ini, aku akan merasa bosan juga" gumam grece disela-sela masakannya
" apa aku harus meminyta ijin kepada kak devan agar membiarkan ku ikut dengan daddy mendalami dunia ku yang sudah dari kecil aku bertumbuh disana?" tanya grece kepada dirinya sendiri
tapi hal irtu tidak mungkin dilakukannya, pasalnya ia tau devan tidak akan membiarkannya dan akan semakin ingin tau kehidupannya seperti apa.
" ahhh akhirnya selesai juga, sekarang aku bersiap untuk kekantor" kata grece dan menyuruh salah satu pelayan disana untuk membersihkan sisanya
didalam mobil, grece memikirkan semuah cara untuk melumpuhkan musuhnya dan membuat wanita ular yang sedang membalaskan dendamnya kepada dirinya bisa mengakhiri semua obsesi mereka untuk menghancurkan keluarga hernandes
sementara dikantor devan, ia terlihat kesal dengan karyawan wanita yang baru itu, pasalnya baru saja satu hari ia masuk sudah berapa kali masuk kedalam ruangan devan,
" dave, jika wanita itu masuk kesini satu kali lagi, akan kupastikan ia pulang dengan gembel!!" kata devan dengan wajah merah padam
" baik tuan, saya akan mengurus wanita itu" kata dave dengan merasa bersalah sudah menerima karyawan seperti wanita murahan saja
"aku tidak ingin wanita itu bekerja di perusahaan ini, dan satu lagi jangan sampai gadis kecil ku melihat tingkah wanita itu" kata devan yang mengingat grece akan datang kekantornya dan ia tidak mau grece salah paham kepadanmya apalagi harus berurusan dengan sikap dinginnya
" baik tuan, saya akan urus semuanya" kata dave dan segera keluar dari ruangan devan
sampai segitunya tuan devan menjaga perasaan grece, apa aku harus berhenti saja menyukai grece dan menerima dia" gumam dave dilangkah kakinya, dan tidak sadar bahwa grece sudah ada didepan matanya
" kak dave, mengapa seperti banyak pikiran saja, dan apa yang kakak katakan barusan?dia? siapa dia kak?" tanay grece yang ternyata mendengar dave tadi
" ehh... grece apa kamu sudah lama disini?" tanya dave kembali tanpa menjawab pertanyan grece
" tidak gterlalu lama, tapi aku mendengar apa yang kakak katakan" kata grece berbohong, padahal ia hanay mendengar dave yang terakhir ia katakan
"ah,,,, tidak ada grece, aku tidak mengatakan apa-apa. masuklah kedalam tuan sudah menunggumu" kata dave menghindari pertanyaan grece
"tidak..tidak.. jawab dulu ppertanyaan ku kak, siapa dia? apa kak dave punya pacar?" tanya grece dengan gregetan
" kamu ini ada-ada saja grece, mana sempat aku memikirkan hal yang seperti itu, masuklah" kata dave dan mendorong grece agar masuk kedalam ruangan
"ehhh" suara grece karena terkejut dengan dorongan dave
" kamu sudah sampai? siapa yang mengantarmu?" tanay devan dengan cepat
" aku staang sendiri kak, ohh ya.. mommy lea datang kesini dia sedang dalam perjalanan, kita akan menjemputnya dibandara" kata grece memberitahu
" kenapa tiba-tiba? tidak biasanya mommy datang kesini tanpa mengabariku lebi dahulu" kata devan dengan bingung
" aku juga tidak tau kak, dan lagi daddy tidak ikut, hanya mommy yang datang" kata grece menambahi
" umm... baiklah, nanti aku katakan kepada dave agar mengosongkan jadwal siangku" kata devan
" baiklah, apa yang kamu masak hari ini. aku sudah sangat lapar" kata devan dan mendudukkan grece di sofa ruangannya
" lapar?? perasaan kak devan baru beberapa jam tadi makan dirumah" kata grece
" kan itu sudah habis karna mengerjakan pekerjaanku yang sangat banyak ini" kata devan dengan lesu
" kalau begitu kak devan duduk disini, biar grece ambilkan makanan" kata grece sambil membuka rantang yang ia bawa tadi
" suapi aku" kata devan sebelum grece membrikan makanan kepadanya
mereka berdua menikmati makanannya dengan tennag, sesekali grece mengolok devan dan tertawa melihat wajah marah devan dengan makanan penuh dimulutnya
"hahahaha... kak devan seperti orang yang tidak makan tiga hari" kata grece dengan tertawa mengejek
' awas saja kamu ya!!,, sekali dapat taidak akan kulepas" kata devan dan berlalu masuk kekamar mandi
grece hanya tertawa dengan perkataan devan, seolah devan melucu untuknya
setelah selesai dengan makan siang mereka, grece membersihkan rantangan yang ia bawa, lalu duduk kembali disamping devan
"kak devan? apa kakak mau menjawab pertanyaan dariku?" tanya grece dengan melihat kewajah devan
" apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya devan kembali
"seandainya kita bercerai, apa kakak akan menikah lagi?" tanya grece dengan ambigu dan sangat berharap mendapatkan jawaban dari devan
" itu bukan pertanyaan, tapi permintaanmu kan!?" tanay devan dengan datar
" tidak... itu pertanyaan, dan kak devan harus menjawab dengan jujur" kata grece dengan gaya angkuhnya
"ummm... bagaimana menurutmu?? apa kau harus menikah lagi?" devan balik bertanya kepada grece
" itukan tergantung pada kakak, dan itu juga terserah kak devan" jawab grece dengan cuek
" itu tidak akan pernah terjadi, jangan pernah berfikir untuk berpisah denganku" kata devan dengan datar dan sangat cuek
grece yang mendengarnya terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ia dengar, ia sungguh tidak menyangka dengan devan
"jangan melihatku seperti itu, aku tidak akan mengabulkan permintaanmu itu" kata devan dengan tajam
" kan itu bukan permintaan kak" jawab grece dengan polos, dan langsung di balas dengan tatapan tajam devan
" yayaya... jangan melihatku seperti itu lagi kak, sekarang kita harus berangkat menjemput mommy" kata grece dan beranjak dari tempatnya
" kamu melupakan sesuatu gadis kecil" kata devan dan seketika menarik grece kembali duduk, namun bukan di sofa melainkan di pangkuannya
"ehh.. ada apa kak? jangan seperti ini" kata grece dengan gelagapan
" kamu belum membriku vitamin" kata devan dengan senyum smirk
"vitamin apa kak? perasaan kak devan tidak pernaj minum vitamin" tanaya grece yang masih tidak paham dengan arah pembicaraan devan
"ini" kata devan dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir grece, dengan cepat ia melu*mat dan menahan tengkuk grece dengan kuat, sementara grece dia hanaya mengikuti permainan devan dengan kelagapan menyeimbangkan bibir devan.
sungguh ini sebuah candu untuk mereka berdua, tidak ada kata ckehabisan nafas untuk devan, tapi berbeda dengan grece, ia sudah tidak memiliki pasokan udara untuk dihirup
"hah...hah..hah.." nafas grece tersengal dengan wajah merah bagaikan tomat, devan yang tidak peduli dengan semua itu tersenyum penuh arti
" aku sungguh tidak sabar untuk menjinakkan mu di bawahku gadios kecil" kata devan sambil mencium pucuk kepala grece
kepada readers sekalian, jangan halu,traveling, ataupun tersenyum sendiri. jangan melanjutkan adegannya di otak masing-masing, takut bahaya dengan mimpi anda dimalam hari wkkwwk
next
semoga suka dengan novel baru othor ya readers:>
jangan lupa like,komen, dan fafvorit kalian:>