
Masih dengan posisi duduk devan dan grece saat ini, jesica masuk dengan menahan wajah geram dan merasa malu dengan pemandangan yang ada dihadapannya ini, dengan perlahan grece berdiri dari pangkuan devan.
flashback off sebelum jesica sampai keruangan devan
grece yang sudah lebih dulu melihat kedatangan jesica langsung buru-buru masuk ke ruangan devan dan meletakkan rantang yang baru saja ia bersihkan.
" ada apa gadis kecil?" tanya devan bingung karena melihat tingkah grece yang aneh
" tidak ada apa-apa kak, apa aku boleh melihat pekerjaan kakak?" tanya grece beralasan dan langsung duduk di pangkuan devan
mendapat perlakuan seperti itu devan tercegang dan langsung terdiam,grece melihat hal itu terkekeh geli karena menurutnya devan tidak seburuk yng dipikirkan selama ini,
grece mencoba menggoda devan dengan membalikkan tubuhnya dan menatap wajah devan dengan dalam, dalam hati grece merutuki kebodohan dan sikap gilanya saat ini,
" kak dev..., apa kakak tidak mau memelukku? nanti aku bisa jatuh jika tidak di pegang" kata grece dan mengalungkan tangannya keleher devan ( padahal dalam hati ia sangat malu dengan tindakannya sendiri)
" siapa suruh kau duduk disitu, jadi jika kau jatuh itu tidak urusanku" jawab devan dengan acuh dan memalingkan wajahnya ( dasar gadis kecil, apa dia berniat menggodaku disini?) devan menggerutu didalam hatinya
" issss.... kak devan pegangin aku..." rengek grece dan tanpa sadar devan memeluk pinganggnya dan menahan lehernya, grece lagsung tercegang dan membulatkan matanya
"kau yang pertama menggodaku,jangan salahkan aku jika menerkammu sat ini" kata devan dan langsung membungkam bibir grece dengan bibirnya
sementara grece hanya diam saja tanpa menolaknya\, ia juga ingin merasakan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan\, dengan perlahan grece membuka mu**lutnya dan membiarkan devan mengeksplor setiap inci di mulu*tnya
mereka terbuai dengan suasana hingga tiba-tiba seseorang masuk kedalam tanpa mengetuk pinyu terlebih dahulu.
flashback off
jesica
ia melangkahkan kakinya dan mendekati jesica yang masih berdiri diambang pintu ruangan devan, sejeakkemudian grece tersenyum mengejek dan mendegus kesal melihat jesica,sedangkan dvan ia hanya dian tanpa melakukan apa-apa. baginya melawan grece atau berbicara sepatah kata pun akan membuat singa kaku dan dingin itu akan mengamuk jadi lebih baik dia diam dan mencari keamanan sendiri
" apa yang membuat nona datang kesini? apa anda sekretaris suami saya?" tanya grece dengan wajah intimidasinya
" aku bukan sekretaris devan atau karyawan disini tapi aku adalah kekasih devan yang sangat ia cintai" jawab jesica dengan somobognya dan ingin melangkah masuk, tapi suara grece menghentikan langkahnya seketika
" terulah melangkah dan kau akan tinggal nama dalam hitungan detik" kata grece dengan dingin dan sangat datar langsung melangkah kemeja devan
grece menatap jesica dan dan satu persatu, ia tersenyum licik dan dan kembali menatap jesica dengan tatapan membunuh
" kau seorang wanita yang cantik dan terlihat tidak ada kekurangan, tapi sayang, kau mau menjadi simpanan seorang laki-laki yang sudah beristri..." kata grece dan menjeda ucapannya tanpa mengalihkan pandangannya dari jesica
" kau seorang wanita yang tidak tau diri dan tidak ingin dihargai, jika seandainya kau yang berada di posisi diriku lantas apa yang akan kau lakukan dengan wanita yang ingin merusak rumah tanggamu!!" kata grece dan mengambil tissue ditangannya
" aku tidak pernah peduli dengan hal iu, kau tau kenapa? karna aku sendiri belum menikah dan punya suami" kata jesica dengan santainya
" sekarang kau memang belu mempunyai suami, tapi suatu saat nanti kau pasti mempunyainya, jadi kau seharusnya berfikir kemasa depanmu bukan malah menjadi wanita gampangan dan tidak tau diri" kata grece dengan nada mengejek dan tersenyum menyeringai
mendengar hal itu devan maupun jesica tercengang dan tidak percaya gadis sekecil grece bisa mengatakan hal sedewasa itu, devan melihat istrinya dengan tatapan kagum dan perasaaan yang berbeda,sedangkan jesica menahan malunya dan hampir pergi dari sana namun ia lebih mementingkan misinya untuk mempertahankan devan dan merebut hartanya
"hentikan omong kosongmu dan lihat betapa devan mencintaiku dan akan lebih memilihku dari pada gadis kecil sepertimu dan kampungan" kata jesica tidak mau kalahdan tetap mengotot
" hubby, apa benar yang dikatakan oleh wanita buruk ini? kamu lebih memilih dirinya daripada aku? tanya grece dan mendekati devan sambil bergelayut manja di lengan devan
yang sebenarnya devan masih ingin sekali mencicipi candunya yang baru saja ia rasakan, dengan wajah datarnya devan melihat kearah jesica dengan tatapan kebencian, lalu devan berdiri dan melangkah kearah jesica
" aku tidak pernah meyangka jika kepribadianmu seperti ini, aku juga tidak pernah berpikir jika kau masih berharap denganku, aku hanya igin kau pergi dari kehidupanku, aku hanya menganggapmu sebagi masalau ku dan tidak lebih dari itu" kata devan dengan menatap jesica dingin
" tapi dev... apa kau tidak mencintaiku lagi? aku tau kau hanya ingin wanitakampungan ini tidak curiga dan kau mengatakan seprti itu padakukan?" kata jesica dengan menarik tangan devan tapi dengan cepat devan menepisnya dan kembali ke kursi kebesarannya
" dev.... kamu tidak mungkin seperti itu, aku tau kamu sangat mencintaiku jadi kamu tidak mungkin kau bisa melepaskan ku secepat itu dan aku juga tau kau menikahi wanita kampugan ini hanya karna paksaan kan dev!!??? kata jesica dengan nada tinggi
" kau benar jesica aku mencintaimu tapi itu dulu dn usdah lama sekali, dan kau bilang aku menikahinya karna terpaksa itu memang benar tapi aku mencintainya dan sudah memilih dirinya menjadi masa depanku,jadi jika kau masih berharap dengan ku jauhkan itu dari pikiranmu" kata devan dengan santai
grece yang sedari tadi hanya menyimak dan mulai membuka suaranya dan melihat jesica dengan wajah mengejek dan ingin sekali menertawakan wanta tidak tau diri ini
" kau lihat bukan? bagaimana reaksi mas devan untuk wanita sepertimu, hah... aku hamoir tidak percaya dengan apa yang baru saja aku lihat, ternyata mas devan bisa mengatakan hal seperti itu juga" kata grece dan berdiri didepan jesica
" aku hanya ingin mengatakan hal yang seharusnya aku katakan kepada wanita sepertimu yang sangat berani dan masih punya nyali untuk berbicara seperti tadi, aku salut dengan keberanian mu" kata grece sambil memegang tangan jesica
" sekarang.... pulanglah keru,ah,u dan pastikan wanita secantik dirimu tidak melakukan hal yang memalukan seperti tadi dengan suami orang lain lagi" kata grece dan menarik tangan jesica keluar
" dasar wanita kampungan tidak tau diri, apa hebatnya dirimu mengatakan hal seperti itu!!!" kata jesica dan mengangkat tangannya niat untuk menampar grece namun dengan lihainya grece malah lebih dulu dan
plakkk
Next
maaf ya readers bebrapa hari ini gak up othor bukannya malas tapi banyak tugas jadi gak sempat buat up, tapi othor janji seterusnya bakal up satu hari minimalya satu
jangan lupa kasih like komen kalian ya readers