
"jangan sedih ya nak.. ada kami disini yang menjadi orangtuamu, apapun yang menjadi kebutuhan mu kami siap untuk memberikannya untukmu, jadi jangan pernah menganggap kalau kamu sendiri" kata lea dan membawa sarah kedalam pelukannya
tapi meskipun mereka berkata demikian, hati seorang anak akan tetap lebih besar jika bersama dengan keduanorang tuanya, namun sarah tau diri, jika dirinya tidak lagi diinginkan oleh orantuanya kandungnya, ia masih bersyukur memiliki keluarga seperti keluarga hernandes yang menerimanya dan memaafkan segala kelakukan burukny dimasa lalunyaterhadap grece.
'makasih mom,dad, sarah beruntung punya keluarga yang mau menerima sarah seperti ini' kata sarah dengan menangis haru dengan perlakuan lucio dan lea terhadapnya
sementara devan, ia masih saja terpikirkan dengan istrinya, ia kesal dengan dokter yang ada disana karna tidak kunjung keluar dari ruangan operasi
"kenapa mereka lama sekali, apa mereka tidak bisa bekerja dengan cepat!" kata devan yang mulai gusar dan kesal dengan dokter yang menangani istrinya
"sabarlah dev, kita semua juga khawatir dengan grece, tapi kita berusaha untuk tenang dev" kata lucio yang sebenarnya juga ia sedang cemas karna dokter yang menangani menantunya tak kunjung untuk keluar, dan sampai akhinya suara pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan dokter yang tadinya mengobati grce
"bagaimana keadaan istriku dok?" tanya devan dengan cepat dan mendekat kepada dokter tersebut
"begini tuan, anda tolong tenang dulu, agar kami bisa menjelaskan dengan baik" jawab dokter itu dan dibalas dengan gertakan gigi devan karna menahan kesal setengah mati
bisa-bisanya dokter ini masih memerintahku saat aku sudah khawatir dengan istriku!!< awas saja kau dokter sialan!" batin devan dalam hati dan melototi dokter yang ada didepannya itu
"jadi begini tuan, istri anda hanya mengalami luka yang tidak serius, namun masih dalam keadaan tidak siuman dikarenakan dia butuh asupan gizi dan kurangnya istirahat, mengakibatkan bayi yang ada didalam kandungan istri anda melemah dan membuat ibunya ikut merasakan kelelahan itu" kata dokter itu panjang lebar dan devan yang menyimaknya tidak sadar bahwa istrinya sedang ,mengandung anak mereka
"ooooo" devan hanya ber ohh ria tanpa mengerti dengan penjelasan si dokter, yang ia tau istrinya tidak terlalu parah dan belum siuman, "apa saya bisa menjenguk istri saya dok?" tanya devan dan dijawab iya oleh dokter tersebut
"tunggu dokter! tadi dokter mengatakan menantu saya kelelahan dan mengakibatkan bayi yang ada dalam kandungannya melemah, itu artinya menantu saya hamil dok??" tanya lea yang sadar dengan perkataan dokter barusan
"iya nona, menantu anda hamil tapi saya tidak bisa memastikan dengan baik usia kandungannya, kalian bisa membawanya ke dokter obgyn jika ingin mengetahui dengan jelas" kata dokter itu seketika membuat devan tersenyum menangis ia tidak menyangka istrinya sudah mengandung anaknya
"kalau begitu saya ingin menemui istri saya dok, geser dok!!" kata devan dan menarik dokter ityu keluar pintu agar tidak menghalangi jalannya
sedangkan semua orang yang ada disana tersenyum bahagia, mereka tidak menyangka akan kehadiran devan junior, dan sudah dipastikan itu membuat lucio dan lea bahagia.
'dad,, menantu kita hamil, itu artinya kita akan menjadi opa dan oma" kata lea memeluk sarah yang berada disampingnya
"sayang sebentar lagi kamu akan menjadi unty, mommy sungguh tidak sabar sayang" kata lea dan dibalas dengan pelukan hangat sarah, ia juga merasa senang dengan kabar yang ia dengar, kakanya akan menjadi seorang ibu dan dia menjadi unty, dan sarah berjanji akan membantu kakaknya untuk mengurus ponaannya kelak
"ayo semua kita masuk kedalam" ajak lea dan siikuti oleh semua orang yang berada disana, tidak terkecuali harris yang juga merasa senang karna bosnya akan menjadi orangtua sebentar lagi
"sayang, kapan kamu akan bangun hemm?' ucap devan dan mencium kening istrinya dengan lembut, ia memperhatikan perut istrinya dengan seksama, tidak ada tanda-tanda kehamilan disana seperti orang hamil pada umunya, perut grece masih terlihat rata
"sayang, apa kamu tau? disini sudag ada devan junior, jadi kamu harus bangun dan kembali seperti semula, ingat ya sayang ada devan kecil disini"sambung devan sambil terus mengecup kening istrinya berharap grece cepat bangun dari mimpinya
"dev... sabar ya nak, grece anaknyang kuat dia pasti akan segera bangun",kata lea menepuk pundak anaknya agar lebih kuat
" grece.. sayang cepat bangun ya nak, ingat ada nyawa yang harus kamu jaga sayang" kata lea sambil menggengam tangan menantunya
"tidak mom, devan disini saja menjaga istri devan, aku tidak akan kemana-mana sebelum grece bangun",kata devan dengan suara pelan
"dev.. kamu juga butuh istiraha nak, jika kamu sakit grece akan marah padamu",kata lea masih memberi pengertian kepada anaknya itu
"dev apa yang dikatakan mommy mu itu benar, kau harus mengisi tenagamu dan membersihkan diri, pulanglah diantar oleh dave ", kata lucio ikut menimpali perkataan istrinya
"kamu juga sarah, pulanglah nak. biar daddy dan mommy yang menjaga grece disini",kata lucio
"tidak dad, aku akan pulang tapi akan kembali setelah membersikan diri",kata devan dan keluar untuk pulang kerumahnya
"dasar anak itu keras kepala sekali, tidak bisa fi bilangin",sewot lea yang melihat anaknya buru-buru keluar untuk pulang
"sarah, pulanglah diantar dave kamu harus istirahat, besok kamu sekolah",kata lea dan diangguki oleh sarah, mereka keluar dari ruangan itu dengan harris yang masih setia tinggal disana
"kau ris?? apa yang kau lakukan disini? apa kau mau ikut berjaga malam atau pulang?",tanya lucuo melirik harri sekejap.
"saya akan menemani tuan disini",jawaban harris membuat lucio tersenyum bangga
"apa kau tidak merindukan istrimu ris?",tanua lucio dengan bercanda karna ia tau harris paling anti jika dirinya disuruh menikah atau dikatai menikah
"tuan saya keluar untuk membeli makan malam", kata harris dan langsung keluar dari ruangan itu
sedangkan lea menatap tajam kearah harris, bisa-bisanya suaminya itu masih bercanda ditengah suasana mereka
"maafkan aku, aku hanya ingin mencairkan suasana " ucap lucio dengan senyuman tanpa berdosa
" huh.. kau selalu saja seperti itu", cibir lea kepada suaminya tersebut
"bagimana bisa grece mengalami luka tembak, apa terjadi ssesuatu yang mengerikan disana?",tanya lea yang ingin mengetahui tentang kejadian sebenarnya
"tidak,, itu terjadi setelah semua orang merasa sudah aman, dan tidak ada yang menyangka jika anak bryan akan menembak grece dari arah belakang",kata lucio menjelaskan secara singkat tapi detail
"apa jesica wanita munafik itu?",tanya lea
"yahh itu dia",kata lucio dan melihat pergerakan tangan dari grece
#next
jangan lupa like,komen dan favorit kalian😍😍