
"dad, ayo makan siang, mom dan istriku sudah datang diruanganku" kata devan kepada daddynya yang asik membaca koran tanpa mempedulikan orang lain
"cepat sekali mereka" kata lucio dan berjalan keruangan devan bersamaan dengan anaknya
"dev, bagaimana perkembangan grece dan calon cucu kami?" tanya lucio pada anaknya, ia tidak mungkin bertanya kepada menantunya soal itu
"mereka baik-baik saja dad, istriku sudah bisa melakukan hal-hal kecil untuk sekaligus oalhraga, namun blum bisa melakukan hal yang membuatnya kelelahan" jawab devan dengan wajah yang tersirat kebahagiaan
"baguslah dev, jaga anak dan istrimu,jangan biarkan mereka menderita seperti yang daddy alami dulu" kata lucio dan diangguki oleh devan
"kemana dave dan sarah?" tanya lucio sesampainya mereka diruangan milik devan, dan hanya melihat dua orang yang duduk cantik disofa
"mereka sedang menyelesaikan masalah mereka" jawab lea seadanya mengingat bagaimana darmatisnya sarah berlari tadi mengingatkan dirinya semasa pacaran dulu dengan lucio
"memangnya ada apa dengan mereka mom?" tanya lucio kepo dan mendudukkan dirinya disamping sang istri
"biasalah, anak ABG, sarah tidak sengaja melihat dave jatuh bersamaan dengan seorang karyawan wanita kantor ini, dan membuatnya berlari sambil menangis" kata lea sambil tersenyum
"astaga,, dan dave mengejarnya hanya karna itu?" tanya devan dengan wajah mengejek asistennya itu karna terlalu bucin terhadap adiknya
"diam kamu dev, kamu juga seperti itu jika grece melihjatmu bersama dengan wanita lain" kata lea sambil mencibir anaknya yang seolah mengejek orang lain padahal dirinya sendiri juga seperti itu
"tidakk,, aku tidak pernah begitu" sanggah devan dengan cepat dan memalingkan wajahnya melihat istrinya yang sedang asik menyiapkan makan siang mereka
"alahh,, jangan sok tidak dev. mommy tau bagaimana perjuanganmu untuk mendapatkan hati menantuku" kata lea denagn terus mengejek anaknya yang tidak mau mengakui tingkat kebucinannya dengan sang istri lebih akut dibandingkan dave
"itukan dulu mom, sekarang tidak lagi" jawab devan yang masih tidak mau kalah debat dengan mommynya
"iya dulu, sebelum menantuku mencintaimu, kamu juga mati-matian mendapatkan hati menantuku" kata lea sambil memoyongkan bibirnya dan mengejek anaknya
" sudahlah mom, jangan bahas itu lagi, sekarang kita makan" kata lucio menengahi anak dan ibu itu, satu sam lain tidak amu mengalah
****
ditempat lain, tidak jauh dario kantor hernandes, devan sedang menenangkan kekasih hatinya yang sedang mengamuk dan mengangis karna ulahnya
"byy dengarkan aku, aku tidak ada hubungan apapun dengan wanita tadi, kami hanya jatuh bersamaan karna aku menolongnya" kata dave sambil mengelus pipi sang kekasih
"byy, aku tidak mungkin selingkuh dikantorku, aku juga tidak punya waktu untuk melakukan hal itu" kata dave, lagi-lagi sarah menepis tangannya
"gakk, kak dave selingkuh, kak dave tidak mencintaiku lagi" kata sarah tapi dasar dave mempunyai banyak stok kesabaran dan segera memluk kekasihnya untuk menenangkannya
"byy aku tidak mungkin selinhkuh dikantor, dan jika aku mau selingkuh darimu aku bisa melakukannya dengan profesiaonal tanpa melibatkan urusan pribadi" kata dave dan mmembuat sarah sedikit lebih tenang dan mendonggakkan kepalanya melihat sang kekasih yang berusaha menenangkan dirinya
"kak dave tidak selingkuh?" tanya sarah dengan wajah polosnya dan itu membuat dave semakin gemas dengan sang kekasihnya
"ya,, aku tidak pernah selingkuh atau mencari wanita lain untuk aku cinytai, karna sejatinya aku sudah memantapkan ahtiku pada satu wanita yang sekarang sedang ngabekkan dan menangis karna menuduhku selingkuh"kata dave panjang lebat membuat sarah menutup wajahnya di dada bidang sang kekasih
"umm.. byy jahat" kata sarah memayunkan bibirnya dan hal itu tentu saja membuat dave kehilangan fokusnya karna menatap benda kenyal kekasihnya
"kalau begitu kita masuk lagi kedalam, mereka pasti menunggu kita" kata dave dan diangguki oleh sarah, keduanya masuk kedalam dan menuju ruangan devan
dengan wajah malu-malu, sarah masuk kedalam ruangan, dirinya terlalu enggan untuk menatap satu persatu anggota keluarganya karna kejadian yang memalukan tadi
bagaimana bisa dia menuduh dave selingkuh sampai membuat mereka tersenyum dengan tingkah kekanan-kanakan dirinya barusan.
"kemarilah sayang, maaf tidak menunggu kalian untuk makan bersama" kata lea yang paham dengan raut wajah yang terlukis jelas diwajah sarah
"tidak mom, sarah yang minta maaf karna membuat semuanya menunggu" kata sarah dengan senyuman cengir dan wajah merona karna malu
"ya sudah kalau begitu kalian makanlah, kita pulang sama-sama" kata lea dan diangguki oleh sarag dan dave, seperti layaknya orang pacaran yang sudah direstui, sarah tidak lagi malu untuk menunjukkan sikap pedulinya dengan dave.
ia melayani dave sebagaimana kakaknya melayani suaminya saat mereka ingin sarapan, atau makan malam. bahkan kerap sekali sarah iri dengan keromantisak kakanya dan kakak iparnya
"nikmati makanan mu kak dave" seloroh grece dengan tersenyum smirk dan membuat dave salah tingkah menatap satu persatu mereka yang ada disana
"pasti mereka akan mengintrogasiku setelah ini" batin dave dalam hati dan kembali menikmati makan siangnya
next
jangan lupa like,komen dan favorit kalian ya readers:>