
rumah sakit terdekat dikota itu, yang dekat dengan kejadian yang berlangsung tadi
devan membawa grece yang sudah berlumuran darah dan sudah tidak sadarkan diri, dengan perasaan yang cemas dan bercampur aduk semua menjadi satu yang dirasakan oleh devan.
"dokter tolong istriku dok, kumohon selamatkan istriku" teriak devan saat sudah sampai dirumah sakit tersebut, segera semua dokter yang ada disana langsung mengambil bagian, mereka langsung membawa grece ke ruang UGD, dengan bantuan para suster disana dan beberapa bodygruard yang ikut juga mengawal devan.
"dok,tolong selamatkan istri, aku tidak bisa jika dia meninggalkanku dok" kata devan dengan wajah penuh kekhawatiran dan tangisan yang pecah.
"baik tuan, anda tenang saja kami akan melakukan yang terbaik, tenangkan diri anda" jawab dokter itu dan menutup pintu ruangan
devan tidak tau apa yang harus ia lakukan, ia takut jika grece sampai meninggalkannya, itu sesuatu yang tidak bisa ia bayangkan.
baru kali ini ia merasakan mencintai wanita begitu dalam, takut kehilangan dan tidak mau ditinggalkan, devan bagaikan anak yang baru menginjak dewasa jika bersama dengan grece, manja sudah pasti apalagi perhatiannya sangat tinggi kepada istrinya itu.
sembari menunggu sang istri, beberapa bodyguard yang menemaninya tadi meminta agar devan terlebih dahulu membersihkan diri, namun devan menolak dengan alasan ingin menunggu istrinya sampai sadar nanti.
sementara dirumah lucio,tepatnya ditempat persembunyian istrinya dan sarah, lucio baru saja tiba disana. dengan wajah yang terlihat sedikit lelah ditambah lagi kece,asannya dengan grece, semua bercampur aduk
ia juga masih memikirkan bagaimana cara untuk memberitahu kepada istrinya dan sarah tentang keaadaan grece saat ini,
"huh.... ternyata lelah juga jika menjelaskan semua permasalahan, hanya menjelaskan tidak sampai saling melukai, tapi sangat menguras tenaga" kata lucio sambil memarkirkan mobilnya dan mauk kedalam rumah
"mom??" teriak lucio memanggil istrinya, ia tidak mau jika nanti istrinya terkejut akan kedatangannya tiba-tiba tanpa suara
"apa itu kau dad?" teriak lea dari dalama kamar, yang ternyata mereka juga ketakutan karna musuh ada dimana-mana
"yeahh mom, ini daddy. keluarlah jangan taklut mereka semua sudah diamankan" kata lucio dan benar saja lea dan sarah membuka pintu kamar mereka dan melihat lucio yang tidak banyak berubah, bahkan pakaiannya masih sama rapi seperti dia pergi tadi
"apa kalian taku?' tanya lucio dan memeluk istrinya dan sarah secara bergantian
"tidak terlalau, tapi sedikit takut juga" kata lea tersenyum senang mengetahui bahwa suaminya baik-baik saja, namun ia heran mengapa suaminya datang sendiri, diamna grece dan devan?bukankah mereka pergi untuk menyelamatkan grece??
"dad?, dimana devan dan menantu kita?" tanya lea penasaran dan kembali khawatir
"mereka sedang berada di rumah sakit, grece mengalami kecelakan, tapi mom tenang saja tiodak terlalu parah kok" kata lucio langsung to the point memberitrahu istrinya agar tidak cemas berlebihan
'sekarang kita kerumah sakit, ayo dad kita kerumah sakit" kata lea dengan menarik tangan lucio dan sarah, ia tidak sabar untuk melihat keaadaan menantu kesayangannya itu
"iya mom, pelan-pelan kan bisa mom" sewot lucio yang melihat kehebohan istrinya, sebenarnya ia juga mencemaskan grece tapi tidak mau memperlihatkannya didepan istrinya dan sarah
mereka melajukan mobilnya kerumah sakit yang sudah diberitahu oleh bodyguard devan, dengan kecepatan rata-rata akhirnya mereka sampai dan langsung masuk kedalam, tidak mempedulikan tatapan orang lain lagi kepada mereka
" permisi sus, ruangan dengan nama pasien grece hernandes mana ya susu?" tanya lea dengan cepat
"devan.. nak, bagaimana keaadaan istrimu nak?" tanya lea dengan cema, begitulah besar kasih sayang seorang ibu kepada anaknya
"belum sadar mom, masih dalam penanganan dokter" jawab devan dengan lemas dan tidak bersemangat
"sabar ya sayang, kita doakan supaya tidak terjadi apa-apa, Tuhan pasti bantu kita oke?" kata lea memeberi semangat kepada anaknya agar tidak terlalu putus asa
tidak lama kemudian, harris dan dave datang dengan wajah yang khawatir juga, mereka tidak tau apa yang terjadi jika sampai grece kenapa-napa
"maaf tuan, kami terlambat" kata harris kepada lucio dan diangguki oleh tuannya
"dave,, bagimana dengan wanita itu. aku tidak ingin melihat wajahnya lagi, jika sampai istriku kena-napa akan kupastikan dia mendapatkan akibatnya!" kata devan dengan penuh kebencian kepada jesica
"saya sudah memebereskan semuanya tuan" jawab dave ketakutan, melihat perubahan devan yang drastis, mau tak mau ia sedikit waswas, pasalnya devan tidak pernah semarah ini kepada siapapun sebelumnya
"bagus, jangan sampai aku melihat wajahnya lagi. dapat kupastikan detik itu juga dia tinggal nama" kata devan dan dijawab iya oleh dave
"bagaimana dengan sisanya ris? apa kau sudah membereskan kevin dan marcell?" tanya lucio tanpa mengingat bahwa sarah ada diantara mereka
deg....
jantung sarah berpacu cepat, mendengar bahwa papanya disebut oleh daddy lucio, ia teringat dengan kedua orangtuanya yang rela membuangnya hanya demi harta, tapi bagaimanapun juga hati seorang anak tidak bisa berbohong, ia merasa sakit kala mendengar lucio berbicara seperti itu, dapat dipastikan papanya saat ini tidak baik-baik saja
"mereka sudah saya amankan tuan, untuk istri kevin sendiri sudah saya urus pemakamannya" kata harris karan pada dasarnya ia juga tidak tau bahwa sarah adalah anak kevin si penghianat
"ma..mak.maksudnya?" satu kata lolos dari mulut mungil sarah dan hal itu membuat mereka yang ada disana sadar akan apa yang mereka bicarakan sebelumnya
"sarah..? maafkan daddy nak, ini semua terjadi begitu saja. tidak ada yang perlu disalahkan disini. mama kamu sendiri yang menyerahkan nyawanya sebelum kejadian berlangsung" kata lucio menjelaskan, ia tidak mau bertele-tele karna bagaimanapun juga yang ada didepannya saat ini adalah anak berusia masih labil, dan pasti pemikirannya juga belum matang
"tapi dad? apa mama dan papa sarah meninggal keduanya?" tanya sarah dengan menahan isak tangisnya, sungguh sakit hatinya saat ini, namun apalah daya rasa sakitnya juga disebabkan oleh orangtuanya lebih dulu
"tidak nak, papamu masih hidup, tapi sampai sekarang dia tidak mau bertemu denganmu, dan untuk ibumu dia sudah meninggal ketika kami baru sampai disana, dan sekarang sudah dikuburkan di TPU" kata lucio menjelaskan secara perlahan
"apa papa sebenci itu denganku? sampai tidak mau bertemu dengan anaknya lagi?" tanya sarah dengan berlinang airmata
"nakk.. bukan seperti itu, mungkin papamu merasa malu jika bertemu dengan kalian, tapi jika kamu mau menemuinya daddy akan mengantarkanmu" kata lucio dan memeluk sarah layaknya anak permpuan kandungnya
next
jangan lupa,like,kome,dan favorit kalian:>