Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 74, awal kedekatan



kedatangan sarah pertama kali didalam keluarga hernandes, mejadi pusat perhatian semua orang yang ada dirumah tersebut, para pelayan dan pengawal rumah heran mengapa tuan mereka membawa seorang gadis, padahal yang mereka tai lucio tidak punya anak perempuan.


"ini adalah anakku sarah, kalian harus memperlakukannya dengan baik, dan jangan pernah membedakannya, mengerti?" kata lucio memperkenalkan sarah kepada para pelayan rumahnya


"mengerti truan" jawab mereka serempak dan menundukkan kepalanya didepan sarah, sedangkan sarah yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa diam sambil tersenyum kikuk


"ya sudah, antar dia kekamar yang ada diatas, dan kalian de4v masuklah kekamar untuk istirahat" kata lucio dimana hari itu adalah hari pernikahan devan dan grece yang dilaksanakan secara besar-besaran dan meriah


"baik dad, kami permisi dulu" kata devan sambil menarik tangan istrinya yang baru sah beberapa jam yang lalu, sementara dave, asisten devan hanya menatapa keluarga tuannya dengan tatapan penuh pukau, ia merasa sangat bersyukur bisa bekerja dikeluarga ini, " dave?" tanya lucio tiba-tiba membuyarkan lamunan dave


"ehh iya tuan?" tanya dave yang tersadar dari lamunannya yang melihat gadis cantik yang baru saja diperkenalkan tuannya menjadi anaknya, sebelum itu dave sudah tau siapa sarah sebenarnya tapi baru kali ini dia bertemu gadis itu.


"kenapa kau melamun?" kata lucio dengan menaikkan alisnya sebelah, ia merasa ada yang aneh dengan asisten anaknya saat ini, denagn terbata dave menjawab seadanya


"ehh... tidak tuan, saya tidak melamun,hanya berpikir tentang tuan devan yang sekarang ternyata sudah menjadi suami" kata dave yang sebenarnya pikirannya saat ini kosong tidak berisi


"oooo,, kalau begitu kau harus cepat menyusul" kata lucio sambil tertawa mengejek dave, ia sudah menganggap dave anaknya sendiri, dan antara mereka sudah tidak sungkan satu sama lain, namun atasan tetap atasan dave ingat akan hal itu.


" kalau begitu saya permisi dulu tuan" pamit dave yang tidak mau memperpanjangn pembicaraannya denagn lucio, takut jika nanti tuannya itu semakin megejek dirinya.


hari berganti minggu, mnggu berganti bulan, sudah tiga bulan dave mengagumi wanita cantik yang mempunyai sifat yang bar-bar dan menyenangkan, banyak bicara dan ceria, itu adalah sarah, suasana rumah hernandes kembali hidup karna kedatangan sarah dirumah itu, dia selalu menyerocos dengan mulut mungilnya dan dibumbui pertengkarannya dengan devan, tentu hal itu menjadi lelucon untuk lucio dan lea serta seisi rumah, tak terkecuali grece, ia sangat merasa senang dengan kehadiran adiknya dirumah itu.


hingga pada suaru hari, ketika devan menyuruh dave menjemput adik iparnya dari sekolah, dave dengan senang hati menyetujui permintaan tuannya, toh juga ia ingin dekat dengan sarah yang sebelumnya ia menyukai grece tapi tidak kesampaian dan perasaannya kala itu hanya sebatas menyukai grece, karna melihat sikap grece yang notabenya tenang dan berjiwa dingin dan datar.


"hai kak dave" teriak sarah dari gerbang sekolahnya ketika melihat dave datang yang sudah ia ketahui untuk menjemput dirinya


"maaf aku terlambat. apa kamu sudah menungguku lama?" tanya dave dan membukakan pintu mobil untuk sarah, sedangkan sang empunya hanya tersenyum senang mendapat perlakuan dave yang menurutnuya romantis


biasalah anak abg wkwwk


"tidak kak, kami juga baru saja pulang" kata sarah sambil melirik kearah dave, "tampan", itulah kata pertama yang diberikan sarah untuk dave


"mengapa menatapku seperti itu rah?" tanya dave yang melihat tatapan sarah kepadanya, bukan karna apa, hanya saja ia menjadi salah tingkah dengan tatapan sarah seperti itu


"ahh tidak kak, apa aku salah melihat kakak?" tanya sarah mulai keluar jiwa barbarnya dan kecentilannya


"tidak salah, hanya saja tatapanmu sungguh aneh" kata dave dan hal itu membuat sarah memayunkan bibirnya kesal mendengar jawaban dave


"hahaha, tidak aku hanya bercanda, jangan membuat ekspresi seperti itu rah" peringatan dave untuk sarah, namun sayangnya yang ia ajak bicara itu adalah anak yang polos dan tidak tahu menahu tentang persoalan apapun, hanya yang ada dipikirannya adalah shooping saja wkwk


"mengapa tidak boleh, apa sarah lagi-lagi salah?' tanya sarah dengan nada menuntut untuk segera dijawab oleh dave


"kak dave memang jahat" kata sarah merajuk, entah kenapa jika bersama dengan dave ia suka manja dan menjadi gadis yang banyak tingkah, walau sebenarnya juga seperti itu dengan yang lain


"jangan marah rah. nanti vcantiknya hilang loh" kata dave mulai mencairkan suasana, seorang dave membujuk seoarang gadis itu hal yang hanya terjadi kepada sarah seorang.


"kak dave jahat, ngatain aku jelek" kata sarah dengan mode ngambek ala anak  abg pada umunya, namun dave bukan kekasih atau siapanya, sarah tidak tau apa yang terjadi pada dirinya hari ini.


"sarah.." panggil dave dengan lembut dan menarik wajah sarah unrtuk melihatnya, namun segera ditepis oleh sarah, mereka sekarang persisi dengan sepasang kekasih yang sedang bertengkar


"sarah,, lihat kak dave dulu, aku mau mengatakan sesuatu" kata dave sambilus menarik wajah sarah agar melihat dirinya


"apa!, kak dave jahat tau gak??" kata sarah yang sekarang dengan mata yang sudah berkaca-kaca ingin menangis, ia tidak tau entah apa yang terjadi dengannya, mengapa dirinya menjadi cenmgeng didepan dave


"kok malah menangis? kamu marah sama perkataanku tadi?" tanya dave, sungguh saat ini ia tidak tau apa yang harus ia lakukan, nyatanya membujuk anak abg tidak sesulit membujuk klien mereka


"dengarkan aku, aku tadi hanya bercanda seperti itu, dan satu lagi jangan membuat ekspresi seperti itu didepan pria lain, hanya boleh didepanku saja," katra dave sambil menghapus airmata sarah yang sudah mengalir dipipinya


 


"kenapa seperti itu, tadi kak dave bilang tidak boleh didepan kak seperti itu!"bantah sarah dengan cepat, kembali menjadi sarah yang banyak bicara


"karan kalau didepan pria lain, kamu nanti disakiti oleh mereka" kata dave memberi pengertian kepada sarah yang sangat-sangat polos itu


"sarah.. apa kamu punya pacar" tanya dave dengan kepo, dia dari tadi ingin menanyakan hal itu kepada sarah namun diurungkan karna sarah keburu menangis


"tidak.. sarah tidak suka dengan yang namanya pavcaran, tapi sarah mau pacaran sama kak dave' kata sarah dengan tersenyum senang seolah tidak berdosa mengatakan hal itu


"apa yang kamu katakan rah, apa aku tidak salah dengar?" tanya dave dengan terkejut penuturan sarah yang terlalu buka-bukaan


"tidak,,  aku serisu. aku mencintai kak dave, tapi aku sadar, aku hanyalah gadis kecil yang sudah kak dave anggap seperti adik kak dave, jadi aku tidak mau mengejar kak dave" kata sarah jujur dengan perasaannya yang pertama kali melihat dave sudah jatuh cinta


"kamu ini, mengapa berpikiran sejauh itu, dengar, aku juga mencintaimu sebagai laki-laki kepada lawan jinisnya, jadi mulai sekarang jangan menganggapku seperti itu lagi" kata dave dan menarik sarah kepelukannya ia merasa senang ternyata wanita yang ia cintai juga mencintai dirinya


hingga disuatau hari, tepat dirumah sakit, dave meminta kejelasan hubungan mereka, apakah pacaran atau tidak, ia hanya ingin memberikan hubungan yang baik untuk sarah, walaupun bukan umurnya lagi untuk brerpacaran, tapi apalah daya ia mempunayi gadis yang dicoinytai dibawah umur wkwk


next


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers:>