
Setelah sampai disennuah mall yang terkenal dikota itu,
harris dan jesica langsung memasukinya sambil bergandengan tangan keduanya
masuk sambil tersenyum satu sama lain, mereka akhirnya bisa merasakan seperti
pacarana pada umumnya, menghabiskan waktu bersama dan menikmatinya
“jes, ap akita langsung mencari baju atau jalan-jalan dulu?”
tanya harris pada sang kekasih yang sedang asik melihat sekelilingnya, rasanya
sudah lama jesica tidak menikmati seperti ini, dan sekalinya keluar dia bersama
orang yang dia cintai saat ini
“kita makan dulu, habis itu mencari baju” kata jesica sambil
mengedipkan matanya, harris yang melihat itu mau tak mau gemas sendiri dengan
jesica
Jangan menampilkan wajah imut seperti itu jes, aku tidak
yakin pria tidak tertarik padamu” kata harris sambil menoel gemas hidung
kekasinya dan mencium pipi jesica ditengah keramain, hal itu membuat beberapa
anak ABG yang tidak jauh dari mereka tersenyum salting melihat dua sejoli yang
dimabuk cinta
“jangan seperti ini har, aku malu diliatin orang” kata
jesica dengan wajah merona malu sambil mencubit ringan pinggang harris
“hahah.. jes berhenti, sekarang kit acari tempat makan” kata
harris sambil menggandeng taangan jesica seolah tak mau berpisah barang semenit
pun
Akhirnya keduanya sampai kesalah satu tempat makan di mall
ttersebut, dengan memilih duduk di belakang sudut, keduanya memilih menu
makanan yang ada disana, hampir memiliki kesamaan, keduanya memilih makanan ala
local dengan minuman yang hampir sama juga
“jes, apa kamu tidak menyukai makanan asing?” tanya harris
saat melihat pesanan mereka hampir sama namun berbeda varian dan tentunya rasa juga beda
“bukan tidak suka har, hanya saja makanan local adalah
makanan kesukaanku sejak dulu, bagaimana denganmu?” tanya jesica berbalik
“semenjak aku diindonesia, aku lebih menyukai makanan
Indonesia dari pada makanan luar, karna menurutku rasanya sangat pas dilidahku”
kata harris tersenyum saat pertama kali ia menikmati makanan Indonesia
sangatlah asing baginya, namun seiring berjalannya waktu ia terbiasa bahkan
masuk dalam daftar makanan kesukanannya
“hahahha.. ternyata bule didepanku ini berbeda dari kebanyak
bule” kata jesica tertawa renyah, dan itu membuat harris tersenyum Bahagia,
akhirnya Wanita ini bisa merasakan kebahagiaan saat bersamanya
“makanannya sudah datang, dan amri kita menikmatinya” kata
jesica tersenyum saat melihat pesanan mereka datang
Dirumah hernandes semuanya sudah selesai, makan malam untuk
nanti sudah tersedia, dan devan menyuruh grece untuk istirahat dan pelayan yang
melanjutkan pekerjaan yang tersisa didapur tadi
“mas.. apa aku bisa bermain ponsel? Aku tidak ngantuk mas”
kata grece sambil memayunkan bibirnya, karna kenyataannya adalah begitu,
dirinya tidak ngantuk tapi dipaksa tidur
“diamlah sayang, tidur sekarang, sini mas pelik biar bisa
tidur” kata devan sambil ikut merebahkan tubuhnya disamping istrinya dan memluk
grece sambil mengucup kepala sang istri
“mas.. apa harris akan membawa Wanita cantik?” tanya grece
yang masih tidak bisa memejamkan matanya dan asik berceloteh ria
“iya sayang, kekasih harris pasti cantik, tapi mas juga
tidak tau pasti” kata devan terkekeh mendegar perkataannya sendiri
“as.. ihh ambigu’ kata grece dan dibalas dengan tawa renyah
suaminya, sudah lama juga mereka tidak sepeerti ini, biasnya grece hanya
merajuk dan meminta hal aneh, sangat jarang untuk mereka menghabiskan waktu
bersama dan bercanda seperti ini
“tidurlah, nanti mas bangunin kalau sudah waktunya bangun”
kata devan semakin mengeratkan pelikannya disamping istri tercintanya
“har, ap aini cocok untukku?” tanya jesica sambil
memperlihatkan baju yang ia coba kepad harris yang setia menemaninya
“kurang cocok, terlalu kurang bahan dimana-mana” kata harris
punggungnya yang putih bersih
“kalau yang ini bagaimana?” tanya jesica lagi dan keluar
dengan baju yang lebih tertutup dari yang ia coba sebelumnya, namun warnanya
sedikit mencolok, membuat harris lagi-lagi menggelengkan kepalanya tanda tidak
suka
“kalau yang ini bagaimana?” tanya jesica yang sebenarnya ia
sudah Lelah bolak-baik kamar ganti hanya untuk mencoba baju yang ingin ia pakai
nanti malam
“bagus, yang ini saja, jangan menggantinya lagi dengan yang
lain” kata harris tersenyu puas saat melihat baju terakhir yang jesica coba
sangat cocok untuk kekasihnya itu, warna navy dengan dada tertutup dengan kain
tembus pandang namun tidak rendah, dan bawahan sedikit kembang namun dibawahnya
kuncup, dan polos.
“baiklah, tolong bugkus yang ini y amba” kata jesica
memberikan baju yang baru saja ia coba kepada karyawan disana,sembari
menunggunya ia mengambil ponsel miliknya dan mengambil foto haris yang asik
dengan ponselnya di kursi sofa
“setelah ini kita kemana jes?” tanya harris sambil membawa
barang belanjaan kekasihnya
“tinggal mencari sepatu yang cocok untuk bajuku tadi har?’
kata jesica tersenyum, ia tau harris pasti kesal padanya karna dari tadi mereka
berkeliling dan hanya satu baju yang dapat
“har, apa kamu Lelah?” tanya jesica sambil melirik
kesana-lemari berharap mendapatkan apa yang ia inginkan
“tidak sama sekali, aku bahkan merasa senang bisa menemanimu
menghabiskan waktu satu harian” kata harris tersenyum manis dan membuat jesica
semakin yakin kalau pria yang ada didepannya ini adalah yang terbaik
****
Setelah selesai dengan persiapan mereka, jesica berpamitan
keepada ayahnya untuk keberkujung kerumah mantan kekasihnya sekaligus keluarga
calon suaminya
“ayah kami berangkat dulu” kata jesica ebrsamaan dengan
harris sambil mencium tangan bryan dengan rasa hormat yang tinggi
“hati-hati kalian, beritau aku kalau kalian sudah sampai
disana” kata bryan tersenyum sambil memeluk harris seolah mempercayakan
putrinya seutuhnya dengan pria itu
“baik paman, kalau begitu kami permisi” kata harris dan
meraih tangan jesica untuk melaju kerumah hernandes
Dengan perasaan bercampur aduk jesivca merasa tegang,
bagaimana ia menyikapi keluarga hernandes yang dulu sempat ingin ia hancurkan
“apa kamu taku?” tanya harris yang melihat jesica sedari
tadi diam dan memilin bajunya yang sudah cantik melekat ditubuhnya
“aku takut jika nanti mereka tidak menyukaiku” kata jesica
melirik harris yang tersenyum
“mengapa harus takut, kan ada aku, kamu tidak perlu taku
jes, mereka baik dan menerimamu dengan tulus” kata harris memberi keyakinan
kepada kekasihnya agar tidak terllau memikirkan terlalu jauh
Sementara dirumah keluarga hernandes, grece masih saja sibuk
mengatur makan malam kali ini, ia hanya menggunakan daster bumil dan tangannya
cekatan memindahkan tatanan makanan yang ada diatas meja
“sayang sudahlah, itu semua sudah rapi, tidak perlu lagi
diubah” kata devan yang pusing sendiri melihat bumilnya yang tidak kenal Lelah
itu
“sebentar mas, ini hanya tinggal sedikit lagi” kata grece
dibalas dengan gelengan kepala semua orang yang ada disana
Gimana ya grece nanti ketemu sama jesica, apa dia terima
atau tidak??, komen dibawah:>
next
Jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers:.