
Pagi hari yang cerah menyambut istri seorang devan Hernandes
yang sudah merengek sejak tadi karna ingin memakan mangga muda, padahal masih
pagi-pagi buta dan belum ada satu orang [un yang bangun dari rumah tersebut
“pokonya akum au makan mangga sekarang mas” rengek grece
yang matanya sudah berkaca-kaca dan hampir mengeluarkan cairan bening, membuat suaminya
tidak bisa berkutik lagi dan mau tak mau harus mengikuti permintaan sang istri
“tapi sayang, dari mana mas mendapatkan mangga muda sepagi
ini_ kata devan memeluk istrinya yang sudah menangis dan menyebut mangga muda
“mas gak sayang lagi sama aku, kan ini permintaan anak kamu
mas” kata grece sewot dan tambah meninggikan suara tangisannya bak anak kecil
yang tidak dikasih permen olleh ibunya
“ bukannya gak sayang sama kamu atau anak kita, tapi
darimana aku mendapatkan mangga muda pula sepagi ini sayang, belum ada seorang
pun yang bangun sekarang” kata devan semakin prustasi karna ulah istrinya yang
ngidam tidak tau waktu dan tidak mengenal tempat
“gakk.. mas gak sayang sama grece lagu” kata grece dan
membalikkan tubuhnya membelakangi devan sambil menangis sesenggukan
Ohh TUhan.. cobaan apalagikah ini” keluh devan dalam
hatinya, ia mengecup pipi istrinya yang masih merajuk dan segera turun dari
ranjang tidur mereka menuju pintu untuk mencari apa yang diminta oleh sang
istri
“dari mana aku akan mendapatkan mangga muda sepagi ini, mana
tidak ada yang punya pohon mangga disekitaran ini lagi” kata devan saat dirinya
sudah berada diluar rumah dan sedang mencario pohon mangga disekitaran kompleks
rumah mereka
Lama mencari apa yang diminta oleh sang istri, hingga tiba
saatnya ia menemukan rumah yang ada pohon mangga dihalaman rumahnya, dengan segera
devan menepikan mobilnya dan mengetuk pagar rumah itu
“hallo pak, maaf menganggu kalian malam-malam, aku tidak
bermaksud demikian” kata devan dengan sopan dan meminta maaf dengan wajah yang
memelas
“ada apa anak muda, kenapa pagi-pagi begini kamu sudah
berada dijalanan?” tanya bapak yang punya rumah itu
“ begini tuan, istri saya sedang mengandung, dan sekarang
dia mengidam ingin memakan mangga muda, dan saya sudah berusaha mencarinya
namun tidak dapat, dan sekarang aku menemukan rumah tuan yang punya pohon
mangga dan juga berbuah, apakah saya boleh memintanya sedikit?” tanya devan
“silahkan ambillah sebanyak mungkin, aku juga pernah
merasakan apa yang kamu rasakan anak muda” kata bapak itu dengan senyum ramah
dan mempersilahkan devan masuk untuk mengambil buah mangga yang dimaksud
“terimakasih tuan” kata devaan dan langsung memanjat pokok
mangga dan mengambil beberapa buah untuk istrinya dengan keahlian yang ia
punya, devan cepat mendapat buah mangga dan segera yang empunya mangga tersebut
memasukkannya kedalam plastic
“terimaksih pak” kata devan dan memberikan beberapa
rezekinya kepada bapak yang punya mangga tersebut
“ tidak apa-apa nak, bawa saja pulang kasihan istrimu sudah
menunggu lama” kata bapak itu dengan menolak halus pemberian devan
“tidak pak, ambillah sedikit rezeki saya pak, jangan sungkan”
kata devan sambil menjabat tangan bapak itu dan memberikannya ketangan bapak
itu
“terimakasih nak, semoga rezekimu lancer dan keluarga mu
selalu Bahagia” kata bapak itu sambil diangguki oleh devan, ia lalu permisi untuk
pulang dengan membawa mangga yang baru saja ia ambil
*****
sesampainya dirumah devan langsung masuk membawa mangga tersebut dan langsung membersihkannya untuk dia berikan kepada istrinya, jam masih menunjukkan pukul 05.30, waktu yang sangat dini untuk orang-orang seperti devan bangun, namun apalah daya jika sang istri sudah bberkata apapun alasannya tidak bisa menjadi bantahan dibuat oleh devan
setelah selesai, devan langsung membawa buah mangga yang sudah oa kupas dan potong_potong kedalam mangkok dan mebawanya kekamar mereka untuk dicicpi oleh sang istri
"sayang bangunlah, ini mangga yang kamu inginkan tadi' kata devan sambil mencium pucuk kepala sang istri agar bangun
"sayang bangunlah, jangan seperti ini" kata devan mulai kesal karna sang istri tak kunjung bangun, dengan gerakan satu tangan membalikkan tubuh istrinya
"ugghh..." lengguhan terdengar dari mulut sang istri membuat devan terkekeh gemas degan istrinya, dengan cepat ia mengecup bibir sang istri agar sadar
"mass.. mana manggaku?" tanya grece spontan membuat devan tersenyum dan membiarkan istrinya duduk lebih dulu
" ini sayang, kamu terlalu susah untuk dibangunin, harus dicum dulu baru bangun" kata devan tersenyum smirk kearah istri kecilnya
"ihhh... apaan sih mas, aku tidur karna menunggumu datang tau" kata grece yang tidak mau disalahkan oleh sang suami
"iya iya.. kamu memang paling cepat dibangunkan" kata devan sambil menyodorkan mangkok yang berisi mangga muda permintaan istrinya
"terimakasih mas" kata grece sambil menerima sodeoran sang suami dengan mata berbinar senang dan dan langsung melahap apa yang ada didepan matanya
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk grece menghabiskan mangga muda, sedangkan devan yang melihat istrinya makan dengan lahap ngilu karna membayangkan betapa asamnya mangga muda yang dimakan oleh sang istri
"sayang apa kamu tidak merasa asam?" tanya devan hati-hati, ia takut jika istrinya tersinggung karena perkataannya
"tidak mas, ini sangat enak, apa mas mau mencicipinya juga?" tanya grece menyodorkan sendok yang berisi potongan mangga muda dari mangkoknya
"tidak usah, aku belum menyikat gigi sayang" kata devan dengan tersenyum, ia tidak mau jika istrinya kesal karna menolak pemberiannya
" hummm.. baiklah aku habiskan ya" kata grece dan diangguki oleh devan
ternyata seperti ini jika sedang ngidam" monolog devan dalam hatinya, karna tidak mau jika istrinya mendengarnya dan menambah pekerjaannya
next
jangan lupa likr,komen, dan favorit ya readeras:.