
dor.....
satu tembakan berasal dari arah pria yang tadinya mendekati jesica dan mengarah ke lucio, siapapun yang melihat itu pasti akan jantungan, namun tidak dengan lucio, ia tetap tenang dan dengan gerakan cepat ia menghindari peluru yang tadinya mengarah kepadanya.
"kau terlalu buru-buru, tidak pernah sabaran!!" kata lucio tersenyum kemenangan
"diam kau lucio!! kau sudah membuatku seperti inibeberapa tahun, dan sekarang, akan ku pastikan keluargamu yang menjadi sasaran utamanya!!" kata pria itu yang tak lain adalah ayah kandung dari jesica yang selama ini masih hidup tapi diasingkan oleh marcello disuatu tempat dan menjadikannya seperti orang yang tidak ada tujuan hidup demi bisa mengalahkan lucio.
"hahhahah... beberapa tahun tidak bertemu, tapi kau masih tetap seperti itu, apa kau tidak bisa membedakan mana yang benar-benar peduli dengan mu atau tidak?? sungguh kehidupan yang sangat miris yang kau alami!" kata lucio dengan tajam dan dan penuh penekanan
kematian sahabatnya sungguh sesuatu hal yang tidak akan pernah diluipakan oleh lucio, hanya karna keegoisan dan kesalah pahaman yang dialami oleh pria ini membuat kehidupan anak sahabatnya menjadi sangat miris, untung saja dengan cepat dirinya mencaritau tentang grece kala itu.
"itu semua karna sahabatmu yang tidak tau diri itu, bahkan sampai hari kamtiannya dia kehilangan anknya satu-satunya, bukankah itu karma untuknya!!?' kata pria itu dengan tertawa sekeras mungkin dan mengangkat tubuh jesica untuk dibaringkan
sementara diluar gedung itu, devan dan harris masih bicara baik-baik dengan marcell agar melepaskan grece dari tangannya, devan yang notabenya tidak ingin mengganggu lebih dulu masih terlihat tenang namun khawatir dengan grece
"paman ayolah, lepaskan istriku dan paman akan selamat juga" kata devan yang sebenarnya gedung tersebut sudah dikepung oleh orang-orang devan, percuma dia ketua mafia, walaupun hanya menggeluti dunia bisnis
"ahhahah, jangan berharap aku melepaskan istrimu ini, dia sudah membuatku jengkel ditambah lagi daddymu yang kurag ajar itu!!' kata marcell dengan tertawa senang
harris yang tidak tau harus berbuat apa, kembali masuk kledalam melihat keadaan tuannya dengan pria yang tidak asing baginya tadi
dengan cepat harris menarik jesica dan menyeretnya keluar sebagai senjata untuk marcell, hal itu membuat lucio dan pria tadi terkejut dan ikut keluar dari rungan itu
"apa yang kau lakukan dengan anakku budak busuk!!' teriak ayah jesica dengan geram
"hahahah, aku hanya ingin bermain sedikit dengannya!" kata harris dengan tersenyum smirk
"jangan macam-macam dengan putriku, atau kau bisa kehilangan nyawamu!' kata ayah jesica dengan geram melihat harris yangbmasih saja setia kepada lucio
"suruh saudaramu melepaskan bosku, maka aku pastikan anakmu kembali kepada mu!!" kata harris dengan tenang dan tersenyumm
arrrrgghhh.....
dengan mata yang tajam, ayah jesica melihat kearah grece, dan marcell, dengan cepat dia tersenyum dan mendekati grece
"apa ini anak dari sahabatmu yang tidak tau diri itu??" tanya bryan kapada lucio,
"hahahahah arya, sungguh miris hidupmu tidak bisa melihar anakmu yang sudah besar ini cantik pula mirip sekali dengan istrimu" kata bryan dengan tersenyum seolah merasakan sesuatu yang tidak biasa
"jangan pernah sentuh menantuku bryan, atau kupastikan kau akan menyesali seumur hidupmu!" kata lucio dengan tajam
sementara devan, ia tidak tau harus berbuat apa, ia merasa dikelilingi oleh oranhg-orang yang belum selesai dengan masa lalunya masing-masing dan mengimbaskannya kepada anak-anak mereka.
"ahhahah... menantumu?? ahh... ternyata anak dari arya menantumu, dan itu juga yang membuat putriku melakukan hal yang snagat bodoh sungguh menarik" kata bryan dengan tertawa hambar
"putrimu saja yang tidak tau diri, terlalu mudah dobodohi oleh pamannya sendiri, ia tidak tau membedakan mana yang baik dan buruk, kau sama seperti putrimu" kata lucio
namun, tidak berapa lama suasana yang masih menegangkan namun terlihat santai itu, kevin datang dengan tubuh yang berlumur darah dan acak-acakan, ia langsung berlutut dibawah kaki grece dan menangis dengan iba
"maafkan aku tuan, tapi aku mau meminta maaf kepada anakku sebelum kematian menjemputku" kata kevin dengan menangis dan memeluk kaki grece
tidak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi, tiba-tiba saja kevin datang dengan kacau seperti itu,
"heii pak tua!!, apa kau mau meminta maaf kepada anak yang sudah kau aniaya dengan kejam dulu!!!' teriak seseorang yang tak lain adalah dave
" dave???" satu kata keluar dari mulut devan yang melihat asistennya muncul disana tiba-tiba
"maaf tuan, saya datang buru-buru" kata dave dengan tersenyum melihat devan yang bingung
inilah waktu yang tepat untuk grece melihat semuanya lengah dan tidak lagi memikirkan dirinya, dengan sigap grecemelepaskan tangannya yang sedari tadi sudah lepas dari ikatannya, ia berlari kearah devan dan lucio,
"hei gadis kurang hajar!!' teriak marcell yang melihat grece sudah berpindah tempat
"maaf paman, kau terlalu bodoh dan lengah" kata grece tersenyum dan mengarahkan pistol yang ada disaku jaketnya kepada bryan
"daddy katakan bagaimana pria ini membunuh ayahku?? apa sekali tembak atau menyiksanya terlebih dahulu!!? tanya grece dengan tajam dan aura yang dingin keluar dari dirinya
"grece sabarlah, apa kamu tidak ingin permainan yang lebih lama lagi??" tanya lucio yang melihat keganasan grece dari matanya
"sudah cukup bermain-main dad, saatnya aku membalaskan dendamku kepada pria brengsek ini!" kata grece namun dengan cepat marcell menodongkan pistolnya kearaahnya
"gadis kecil seperti mu tidak cocok jadi pembunuh, kau seharuisnya menemaniku diranjang saja!!" kata marcell, saat ini mereka saling menodong senjata masing-masing
hanya seklai tarik pelatuk pistol saja, nyawa bryan dan grece akan melayang
"sayang jangan seperti ini, turunkan senjatamu" kata devan dengan khawatir
"kak dev iamlah, jangan ikut campur dengan masalah kami. dad mengapa daddy mebawa kak dev kesini??" tanya grece kepada lucio
" dia begitu khawatir denganmu grece, jadi mau tidak mau daddy membawanya, lagipula anak buahnya membantu kita menghabisi orang-orang mereka" kata lucio tersenyum
"jangan ada yang bergerak!!!!!!!" lagi-lagi seseoarang berteriak namun suara wanita, uang tidak lain adalah jesica yang sudah sadar dan harris yang lengah terhadap wanita itu
"jesica apa yang kau lakukan??" tanya bryan dan marcell bersamaan, melihat jesica menodongkan pistol yang ia dapat dari harris kearah lucio
"wanita bodoh ini!!!!!!, apa kau yakin peluru pistol itu berisi??' tanya grece dengan tersenyum
seketika wajah jesica bingung dan menurunkan pistolnya dengan segera dave menagngkapnya lagi
"dasar harris payah!!, mudah sekali digoda wanita!!' kata grece sewot dan membuat harris tersenyum seolah tidak berdosa
#next
jangan lupa like, kome, dan favorit kalian:>