
Masih bertengger dengan seseorang yang ingin menemui Wanita
yang selama ini ia dukung untuk tetap menjalani hidupnya, dan tidak ada yang
tau bagaimana hati harris kepada Wanita itu, yah priaa yang tadi dimarkas utama
yang dikelola oleh lucio adallah harris, karna sekarang organisasi yang mereka
jalankan sudah beerpindah tangan kepada harris, dialah yang menjadi penanggung
jawab organisasi itu sekarang
Dengan mengendarai mobil miliknya, harris dengan cepat
menuju rumah jesica, mantan kekasih anak tuannya itu membutuhkan dirinya selama
beberapa bulan terakhir ini, dan harris adalah pria normal yang punya hati untuk jatuh cinta, ia merasa
pertemuannya dengan jesica dimalam yang ganas tiga bulan yang lalu membuat hati
seoarang harris terenyuh karna melihat obsesi besar yang ada dalam diri jesica,
dan ia berniat ingin mengubah pandangan Wanita itu terhadap dunia.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, jam menunjukkan pukul
satu lewat lima belas menit, dan itu artinyanhanya butuh waktu satu jam untuk
harris sampai kekediaman jesica
Harris langsung memasuki Kawasan rumah jesica dengan meminta
ijin kepada pengawal yang berjaga diluar rumah lebih dahulu
“hallo paman, maaf menganggu waktu anda” kata harris Ketika
masuk kedalam rumah dan mendapati bryan yang duduk disofa ruang tamu
“ehh,, nak harris apa kabar? Sudah lama tidak kesini” kata
bryan dengan hangat dan menjabat tangan harris serta mempersilahkannya untuk
duduk
“bagaimana perkembangan organisasi kita har?” tanya bryan
meskipun mereka sudah menjadi satu organisasi, masih saja jarang bertemu karna
bryan lebih banyak menghabiskan waktu dirumahnya menjaga jesica dari pada ikut
mengurus organisasi
“semuanya berjalan lancer paman, namun saat ini ada
seseorang yang berani menyeleneh dan menyimpang dari kita” kata harri dengan
nada yang sudah berubah menjadi penuh penekanan
“hahahah.. mungkin dia baru masuk kedunia kita har, belum
tau bagaimana cara kitabekerja” kata bryan dengan tertawa hambar mendengar
penuturan harris
“teang saja har, itu masih anak bawang, bagaimana jika
seperti dulu?” tanyabryan, dia yakin harris bisa mengatasi semuanya tanpa harus
melibatkan dirinya apalagi lucio
“aku bisa mengatasinya paman, hanya saja aku muak dengan
orang-orang yang tidak tau diri” kata harris sambil tersenyum smirk
“aku percaya padamu har, oh ya jesica ada dikamarnya” kata
bryan to the point, ia tau alasan edatangan harris kerumahnya karna putri
kesayangannya
“baiklah pama, saya keatas dulu menemui jesica” kata harris
undur diri dan diangguki oleh bryan, ia mencoba mempercayakan putrinya untuk
harris, bryan percaya harris pria yang baik dan bertanggung jawab untuk masa
depan putrinya
“semoga kamu bisa menjadi yang terbaik untuk putriku har”
batin bryan dengan tersenym dan penuh harapan
Sedangkan dikamar jesica putrinya, dengan wajah yang Bahagia
jesica menyambut kedatangan harris, ia langsung berhambur kepelukan harris yang
baru saja masuk kedalam kamarnya, sudah beberapa minggu mereka tidak pernah
bertemu lagi karna harris selalu sibuk dengan urusannya
“jes, jangan seperti ini, duduklah dengan baik” kata harris
saat jesica langsung menumbruknya dan memeluk dirinya
“tidakk.. k;amu jahat tidak pernah menemuiku lagi” kata
jesica sambil terus memeluk harris dengan sangat erat, seolah takut jika
dirinya pergi lagi
“tidakk akan, aku tidak akan meninggalkanmu, jadi lepaskan
jes” kata harris dengan lembut dan melepaskan ppelukan jesica, harris beralih
duduk diatas ranjang jesica dan tiba-tiba dengan cepat jesica duduk di pangkuan
harris
‘aku merindukanmu har” kata jesica dan mengalungkan
tangannya keleher harris, dengan mata mereka saling beradu dan bersitatap satu
sama lain
“jes, jangan seperti ini, aku pria normal yang juga bisa
nafsu” kata harris to the point agar jesica tidak bersikap sembarangan yang
bisa menaikkan alibinya
dengan perkataan harris barusan, ia masih tetap bersikeekeuh untuk duduk
diipangkuan harris dan wajah yang kian mendekat
“jes jangan seperti ini, aku tidak yakin bisa menahan diri”
kata harris dengan jantung yang sunah mengajaknya senam dan wajah yang merah
menahan sesuatu
Sedangkan jesica masih saja tidak menghiraukan peringatan
harris, dirinya tetap memancing harris, entah itu karna ia sudah nyaman dan
mencingai harris atau hanya ingin mengerjai harris saja
“jes, ku kohon jangan seperti ini” kata harris dengan suara
serak dan mencoba agar tidak terpaning dengan jesica,, padahal saat ini harris
bisa saja menerkam jesica dengan muda, benda kenyal milik jesica sudah menempel
didadda bidang harris dan bibir jesica hanya jarak tiga senti dari bibirnya
“kamu memang tidak menginginkan ku ris” kata jesica dengan
nada kecewa dan berniat berdirii dari pangkuan harris, tapi dengan segera
ditahan oleh harris dan itu membuat jesica bingung dan menatap harris nanar
“ada apaa har?”tanya jesica ditengah rasa kecewanya dngan
harris, karna sejauh ini dia sudah berusaha untuk membuat harris menjamah atau
sekedar berbuat lebuh padanya, namun ternyata itu sia-sia belaka
“apa kamuy akin dengan keputusan yang kamu ambil jes?, karna
aku tidak akan melepaskan jika sudah ku sentuh” kata harris, perkataannya itu
tentu membuat jesica paham maksud dari apa yang dikatakan oleh harris, ia bukan
anak kecil yang baru mengijak dewasa, namun umurnya sudah cukup matang untuk
berkeluarga
“aku yakin har, aku yakin dengan perasaanku padamuu” katta
jesica dengan menundukkan kepalanyaa, malu. Itulah hal yang dirasakan oleh
jesica karna mana mungkin dia yang mentakan perasaan lebih dulu kepada harris,
hanya karna persoalan nyaman dan takut ditinggal harris
“ jangan mengatakan seperti itu lagi dengan pria lain jes,
aku tidak suka!” kata harris dengan tajam dan mata yang sudah kesana-kemari,
tanpa disadari jesica bibir keduanya sudah melabuh sempurna
Cup…
Satu kecupan dilayangkan harris dan merasakan manisnya bibir
jesica yang menggodanya dari tadi, harris sudah mengatakn jika dirinya tidak
akan bisa menahan jika sudah dipancing seperti tadi, tidak hanya berhenti
diditu saja, harris Kembali merakan bibir jesica dan memperdalamnya, tangan
harris terangkat ketas dan menekan leher jesica untuk lebiih merasakan dalamnya
cinta ia miliki untuk Wanita itu, sedangkan jesica hanya mengikuti permainan
harris tanpa menolak sedikitpun
Bahkan ia merasa senang karna pada akhirnya harris mau jujur
dengan perasaannya, dan bisa menerima dirinya baik kekurangan dan kelebihan
yang ia punya, penyatuan mereka kali ini, dapat mengartikaan bahwa keduanya
sama-sama membutuhkan satu sama lain, dan hati mereka sudah berpacu untuk
saling melengkapi
Emphhh…
Emphh..
Bibir keduanya saling bertautan, dan jesica masih
mengalungkan tangaannya dileher harris, baru kali ini harris merasakan
nikmatnya mencicipi sesuatu yang manis, selama hidupnya, miris bukan??
“sudah ku bilang, kau tidak bisa menahan diri, jangan
memancingku lain kali jes” kata harris diakhir ciuman panas meereka
“tidak.. selama ada kesempatan mengapa aku tidak boleh
menggoda kekasihku” kata jesicaa asal, dan tidak sadar harriss dibuat melayang
dnegan kata-kata yang baru sajaa ia lontarkan
“kekasih?” tanya harris engan bingung maksud perkataan
jesica, sejak kapan mereka pacarana?
“iya, mulai sekarang aku mengangkatmu menjadi kekasihku”
kata jesica dengan tertawa senang, sedangkan harris Bahagia bisa melihat jesica
tertawa selebar ini
“baiklah, kekasiku” kata harris dan semakin membuat jesica
tertawa lebar, mereka tidak tau bahwa bryan mmendngar gelak tawa putrinya dari
luar, ikut merasakan Bahagia karna jesica sudah bisa tertawa seperti itu
next
Jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers:>