Falling In Love With A Cool Wife

Falling In Love With A Cool Wife
part 49, jangan memancing sikecil



"kak lepaskan grece, nanti kalian bisa terlambat." kata grece sambil terus berusaha melepaskan dirinya dari pelukan devan


"diamlah gadis kecil,kau membangunkan sikecil dibawah sana" kata devan menahan sesuatu yang sudah mengeras dibawah selimut


"kakak bicara apa sih, lepaskan grece kakk jangan seperti anak kecil" kata grece  kali ini bola matanya membulat dan melotot kepada devan


" jangan banyak gerak gadis kecil, aku bisa lepas kendali dan sikecil tidak akan melepaskanmu" kata devan dengan suara tertahan dan wajahnya sudah merah


mendengar devan bicatra begitu grece semakin bergerak menggoyang tubuhnya, ia paham kearah mana bicara devan ini, dia bukan gadis polos yang tidak tau apa-apa


"apa kau memang sengaja melakukan hal itu gadis kecil!!" kata devan sambil menatap grece yang masih berada diatas tubuhnya dan menajamkan matanya


"hahhaah... makanya lepaskan aku kak, aku tidak tangung jawab kalau sikecil kakak bangun dan harus ditidurkan kembali" kata grece tertawa karena ia tau saat ini devan menahan sikecil agar tidak memberontak keluar


"ternyata kau tidak sepolos wajahmu, kau yang memulainya lebih dulu!!" kata devan dan membalikkan tubuh grece menjadi dibawah kungkungannya


"hahhah kakak jangan macam-macam ya!!, grece mau masak lepaskan aku" kata grece yang sebenarnya dalam hatinya sudah tidak karuan dan merasa saat ini dirinya tidak aman dengan amukan sikecil dvan


 


"aku sudah bilang jangan memancingku, tapi kau malah semakin membangunkannya, sekarang rasakan saja apa yang harus kau rasakan!!" kata devan dan langsung merasakan morning kiss dan melu**mat candunya yang sedari tadi emmancing dirinya


grece yang mendapat serangan mendadak seperti itu yang langsung membelakkan matanya, ia lagi-lagi mendapat hal seperti ini dengan tiba-tiba, dasar devan memang  tidak bisa menahan jika sudah bersama dirinya


huh..huh...huh...


suara grece kehabisan nafas dan memukul dada devan memberi kode agar segera dilepaskan,dengan terpaksa devan melepaskan pagu*tannya dan memberikan ruang kepada grece untuk menghirup udara segar


"kak lepaskan aku, jangan seperti ini" kata grece yang masih meminta dilepaskan padahal ia sendiri tau kalau devan saat ini susah payah menahan sikecil


" tidak ada kata lepaskan untuk mu gadis kecil, tadi kamu sendiri yang memancingnya!" kata devan dan membalikkan tubuh grece hingga mengukungnya


grece melototkan matanya ia sadar akan kesalahannya saat ini,tapi jauh dalam hatinya sendiri ia ingin sekali menjadi istri seutuhnya untuk devan, karna ia sendiri sudah mulai menerima devan dengan tulus dan berjanji akan menjadikan devan suami satu-satunya.


"t..tap..tapi kak jangan seperti ini, aku tidak ingin ada yang melihat nanti mereka salah paham" kata grece dengan ambigu, siapa yang bisa masuk kekamar utama selain mereka coba??:>


"jangan banyak alasa gadis kecil, kamu sendiri tau tidak ada orang yang berani datang kekamar ini dengan sembarangan, lagipula pintu kamar masih dikunci" kata devan dengan menyeringai


 


" ta..tapi kak, nanti kakak bisa telat kekantor" kata gece disisa nafasnya yang tertahan


" tidak apa-apa jika aku tidak kekantor, toh juga tidak ada yang memarahiku atau memotong gajiku" kata devan berlagak sombong dan membanggakan dirinya


"tapikan tetap saja kak devan itu sebagai bos harus memberikan contoh yang baik untuk karyawan kakak"kata grece yang mencari cara untuk melepaskan dirinya


" jangan banyak alasan gadis kecil, aku tau apa yang sedang kamu pikirkan" kata devan dan tersenyum devil


" kak devan jangan seperti ini" kata grece saat devan kembali menyatukan bibir mereka


setelah sekian lama saling menyatukan satu sama lain, devan yang notabenya sudah dewasa dan tau cara menaklukkan gadis kecilnya langsung memainkan tangannya keleher grece, sementara grece sendiri ia sibuk untuk menjauhkan bibir devan tetapi tubuhnya tidak sejalan dengan otaknya


"aku tidak akan memaksamu, aku akan menunggu sampai kamu siap menyerahkannya dengan sendirimu" kata devansaat ia melepaskan pagu*tannya dari bibir grece, ia beranjak dari ranjang mereka dan ingin segera menuju kamar mandi


"kenapa hemm??" tanya devan dan duduk disamping grece


"kenapa tidak dilanjutkan??" tanya grece kembali dan menatap manik mata devan dengandalam


"aku tidak ingin menyakitimu, aku ingin kamu sendiri yang menyerahkannya tanpa aku memintanya" kata devan dan mencium pucuk kepala grece dan berlalu kekamar mandi


maaf ya readers untuk yang sudah menunggu mp mereka sabar dulu, amsih banyak yang harus dilewati pasangan ini kwkwk::>


sementara dilain tempat, tepatnya diapartemen jesica, ia pusing sendiri dengan kelakuan pamannya yang seeenaknya saja memeperlakukan dirinya, dari bangun tidursampai ia mau pergi kekantor pamannya masih saja sibuk menyuruh dirinya untuk menyiapkan semua keperluannya


 


" paman sudahlah, mengapa selalu saja menyusahiku!" kata jesica dengan jengkel, mereka menggunakan bahasa indonesia karna tidak ingin orang lain curiga pada mereka


"jangan kurang ajar!! aku yang membesarkanmu selama ini, jadi kau harus menuruti semua apa yang akukatakan!!" lkata marceel dengan sorot mata tajam, ia senang bisa menyiksa ponakannya walaupun bukan secara fisik


"ya ya ya ya... paman memang rajanya" kata jesica dan langsung melajukan mobilnya untuk pergi bekerja


marceel kembali kedalam partemen jesica, ia tidak mau lama-lama diluar agar tidak dikenali oleh orang lain, khususnya keluarga hernandes kebanyakan disini dan orang suruhannya tentu juga banyak menyebar kemna-mana


 


"cosa devo fare qui"


(apa yang harus aku lakukan disini?)" kata marcell karena ia tidak tau langkah apa yang ia lakukan pertama


"non c'e` modo che li attachi prima"


( tidak mungkin kau menyerang mereka terlebih dahulu)" sambungnya lagi,ia merogoh sakunya dan menelfon asistennya dan kevin untuk datang ke tempat yang sudah dipersiapkan oleh orang-orangnya


"passami a prendere in questo posto non far vedere a nessuno"


(jemput aku dilokasi ini, jangan sampai ada yang melihatmu)" kata marcel di sambungan telfonnya


ditempat lain, dimarkas dimarkas utama  milik lucio, mereka mendapat informasi dari orangnya bahwa marcell tidak ada dikediamannya


" apa dia pergi ketempat dulu harris??" tanya lucio kepada harris, yang mana harris sibuk dengan komputr miliknya dan sesekali melirik sesuatu yang tidak jauh dari tempatnya


"harris! apa kau tidak mendengarku karna memperhatikan wanita itu lagi??" tanay lucio sambil menyeringai licik kearah harris


" ehh.. tidsak tuan, saya tidak memperhatikannya hanya saja mata saya melihat kearahnya" kata harris sambil memasang wajah dingin dan datarnya kembali


"jangan berbohong padaku harris, aku tau apa yang kamu pikirkan" kata lucio yang terus menggoda harris, kapan lagi bisa menggoda harris dan melihat wajah merona harris


"saya tidak berbohong tuan, saya tadi hanya melihat kearahnya" harris lagi-lagi mengelak apa yang dikatakan lucio, hal itu semakin membuat lucio yang tadinya menahan tawa jadi tertawa lepas


 


next


jangan lupa like,komen dan favorit kalian ya readers:>>