Enemy, I Love You

Enemy, I Love You
episode 98



Keesokan pagi nya sebelum alarm berbunyi alvin sudah terlebih dahulu bangun ...


ia pun bergegas bersiap sebelum matahari benar benar tinggi ..


ia melajukan mobilnya dengan cepat , karena ia tidak sabar ingin segera bertemu dengan istrinya ..


setelah beberapa jam di perjalanan . akhirnya alvin sampai didepan villa dimana yaya tinggal saat ini ..


alvin meminta security membukakan gerbang tentu saja setelah alvin menyebutkan nama ayah nya..


"Mas maaf , mas ini siapa ?" tanya si teteh .


"Hush teh , ini mas alvin putra pak adi, dan suami dari mbak yaya .." jawab security itu.


yang membuat si teteh langsung mengunci mulutnya.


"Teh yaya mana ??" tanya alvin .


"oh mbak yaya biasa nya jam segini jalan jalan ke kebun teh mas , di belakang villa ada saung kecil biasanya mbak yaya duduk disana kalau lagi bosan ..


mau saya antar ?"


"gak usah teh , biar saya cari sendiri .. " ucap alvin .


tanpa basa basi lagi alvin mulai berjalan mencari dimana keberadaan yaya ..


setelah cukup jauh dari rumah , alvin melihat saung kecil dari kejauhan ,yang didalam nya ada yaya tengah duduk memandang para pekerja memetik daun teh .


alvin mencoba mendekati yaya secara perlahan .


"Boleh aku duduk disini ?" tanya alvin menyapa yaya dari belakang .


sebelum menjawab yaya menoleh terlebih dahulu kebelakang.


"Alvin .." gumam yaya mengerutkan keningnya.


dan berusaha pergi dari hadapan alvin .


"ya kamu mau kemana , tunggu bentar ,


kita harus ngomong ya.. " pinta alvin menghentikan langkah yaya .


"Nggak ada yang perlu di omongin vin , semua sudah sangat jelas .. " jawab yaya .


yang langsung melangkah pergi , tapi belum terlalu jauh dari tempat alvin berdiri langkah yaya terhenti karena kata kata alvin .


"Aku gak mau cerai ya .. !" teriak alvin dengan mata berkaca kaca.


yaya membalikan badannya menatap alvin dengan tatapan penuh kebencian dan kekecewaan namun yaya tetap menahan tangisnya .


"Vin , teserah kamu mau ceraikan aku atau tidak . intinya aku udah nggak mau lagi berurusan dengan kamu dan ajeng ! ,


lebih baik kamu cepat pergi dari sini . aku gak mau nanti ajeng datang dan buat keributan lagi. semuanya bakal lebih berantakan dari sekarang !.. kamu tau kan sifat ajeng .. !" ucap yaya


"aku paham yaya , aku bakal pergi setelah kamu dengerin penjelasan aku tentang video itu .."


"Ok . asalkan setelah itu kamu pergi dari sini " jawab yaya .


alvin mendekati yaya dan mencoba menggenggam jemari yaya , akan tetapi yaya menepiskan tangan alvin , dan dari awal yaya tidak menatap kearah alvin sama sekali , ia juga memasang wajah tidak suka pada alvin yang datang mengunjunginya ..


"gak usah sentuh aku vin , kalau mau ngomong tinggal ngomong aja . !" seru yaya .


"hmm maaf ..


masalah video yang kamu kirim ke papa itu, bukannya dari awal aku sudah jelaskan lebih dulu ya sama kamu ..


saat aku mabuk ajeng mencium ku dan mencoba menggoda aku ,.


apa kamu lupa aku pernah menceritakan masalah ini sebelumnya sama kamu ?


dan kamu tau yaya , aku juga bilang kalau aku gak benar benar tidur sama ajeng .


bukan karena aku gak normal , tapi karena difikiran aku cuma ada kamu .." ucap alvin menjelaskan


yaya terdiam tanpa jawaban .. yaya terus memalingkan wajahnya dari alvin ,dan masih tetap menahan tangisnya


ini semua karena ajeng.... " kata kata alvin terpotong oleh yaya yang menyela omongan alvin ..


"Jangan nyalahin orang lain , atas kesalahan yang kamu buat sendiri . kalau memang kamu tidak punya alasan untuk kelakuan mu sebaiknya kamu diam itu lebih baik , dari pada harus melemparkan kesalahan pada orang lain . itu tindakan seorang pengecut vin !..


kalau sudah tidak ada lagi yang mau kamu omongin , sebaiknya kamu cepat pergi . aku mau istirahat .. " ucap yaya mencoba membuat alvin berhenti membela dirinya .


"oke aku pergi sesuai kemauan kamu , tapi ijinin aku megang perut kamu , aku hanya ingin berpamitan dengan anak ku .. ." ucap alvin seraya melangkah mendekati yaya ..


"bukannya kamu bilang , anak yang aku kandung ini bukan anak kamu vin ... ?" tanya yaya


"yaya jangan ngomong gitu aku minta maaf .. " ucap alvin


yang langsung berlutut didepan yaya , apa yang alvin lakukan itu membuat yaya terus berusaha menahan tangis nya . akan tetapi tangis itu pecah saat alvin mengelus perut yaya. sama hal nga dengan yaya ,. alvin pun sudah tidak sanggup lagi menahan air matanya untuk tidak terjatuh.


saat mengelus perut yaya alvin seraya berkata.


"Hey dek, ini ayah. bisa dengar suara ayah kan , dek maafin ayah yang jahat sama kamu dan mama. ayah harap kamu tidak membenci ayah sama kayak mama membenci ayah ..


sehat ya sayang. ayah tunggu kamu dek , semoga kamu bisa membuat mama kembali ke ayah ... " ucapan alvin belum selesai yaya kembali menyela nya


"udah cukup vin . kata kata kamu gak penting . semua yang kamu coba ucapin cuma untuk kepentingan kamu sendiri . !


sebaiknya kamu pergi sekarang . sebelum aku panggil warga untuk ngusir kamu dari sini !" ucap yaya dengan suara bergetar dengan air mata yang terus terusan mengalir dan ia mencoba mengancam alvin .


"Maksud kamu apa si ya ?" tanya alvin seraya berdiri sejajar dengan yaya .


"orang egois kayak kamu gak akan pernah mengerti tentang memahami perasaan orang lain .


sebelum abis kesabaran aku vin , sebaiknya kamu pergi , dan jangan pernah kembali lagi , karena aku gak mau lihat kamu lagi !


PERGI !!!!" teriak yaya


"kamu gak mau lihat aku lagi ?


terus kenapa kamu nangis ?


kenapa kamu gak mau melihat kearah aku sama sekali ?


apa sebenci itu kamu sama aku sampai sampai untuk melihat aku aja kamu gak sudi ?" tanya alvin .


"aku bukannya gak sudi , tapi aku JIJI alvin aku muak . aku bosen kamu bohongi.


aku bosen kamu bodohi ... " teriak yaya .


"Jiji ??


bilang lo jiji sama gua sekali lagi sambil tatap mata gua yaya !!!" seru alvin tidak kalah meninggikan suaranya.


namun yaya tidak menghiraukan permintaan alvin ...


alvin tersenyum getir dan mulai mengalah menuruti permintaan yaya , karena kalau pun di teruskan hanya akan menambah masalah baru . ..


"ok , hari ini aku pergi yaya ,


tapi bukan berarti aku menyerah dengan kamu, dan selanjutnya aku akan terus datang kesini sampai kamu mau menerima aku lagi dan memaafkan aku tanpa syarat .


sampai itu semua terwujud aku gak akan pernah nyerah . !" ucap alvin seraya pergi meninggalkan yaya.


saat alvin sudah sedikit jauh yaya kembali bicara pada dirinya sendiri .


"Vin kenapa kamu kembali saat aku mulai terbiasa sendiri tanpa kamu ..


kamu benar vin , masalah video kamu


dan ajeng memang pernah kamu bahas.. tapi tetap saja masih terasa sakit aku lihat video itu ..


lalu bagaimana dengan video mila ? kenapa kamu gak coba untuk bahas itu .!" gumam yaya dalam hati seraya memandangi punggung alvin dari kejauhan ..


"Hati hati vin , semoga kamu menyerah dengan keinginan kamu kembali lagi sama aku ... karena jujur saat ini aku ragu untuk kembali sama kamu" gumam yaya .


yaya merasa rindu nya semakin menggebu , tapi otak dan mulutnya terus menolak kehadiran alvin , berbeda dengan mata dan hati yaya yang berharap selalu ada didekat alvin.