Enemy, I Love You

Enemy, I Love You
episode 104



Setelah sekian lama menunggu dengan tegang akhirnya penantian mereka semua terjawab ketika terdengar suara tangisan bayi kecil yang sangat keras ..


"Selamat pak anak anda Perempuan.. " ucap dokter kepada alvin ..


"ia dok terimakasih .. " jawab alvin dengan senyum haru dan air mata bahagia yang terus mengalir seolah tidak ada batas . .


Alvin memalingkan wajahnya kearah yaya .. yang saat itu juga tengah menangis haru ,.


"Terimakasih sayang,.


sudah menjaga anakku saat dia masih dalam kandungan , dan melahirkan nya dengan sempurna tanpa kurang satu apapun , dan terimakasih banyak untuk tetap sehat dan kuat untuk anak kita.. " ucap alvin seraya mencium kening yaya . ..


Yaya tersenyum dan mengangguk lemah menjawab omongan alvin ..


setelah bayi mereka selesai dibersihkan dokter memberikannya untuk digendong oleh alvin .. alvin mendekatkannya pada yaya ..


"Lihat sayang , dia mirip kamu ya, cantik seperti ibu nya.. " ucap alvin dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya .


yaya hanya tersenyum lagi menjawab omongan alvin ..


"hey anak ayah , ayah kasih nama Kamu ALYA ADI WIJAYA . . AL untuk Alvin , YA untuk yaya ... Gimana sayang kamu suka gak sama nama itu ?" tanya alvin meminta pendapat yaya .


"Nama yang bagus vin ..


terimakasih sudah mau memberinya nama dari nama kamu , dan juga mengakuinya sebagai anak kamu ... " ucap yaya ..


yang membuat alvin sedikit tersindir ... alvin menatap yaya dengan pandangan penuh penyesalan .


namun belum sempat alvin menjawab yaya , orang orang yang sudah menunggu diluar semua masuk ke dalam untuk melihat kondisi yaya dan bayi nya , yang langsung di gendong oleh ibu alvin .


sementara Alvin masih terdiam mematung mendengar kata kata yaya . seakan yaya mencoba mengingatkan nya tentang perpisahan yang dulu ia jadikan persyaratan di pernikahannya ..


ketika semua orang tengah sibuk dengan yaya dan bayinya . alvin keluar dari ruangan itu diam diam. dan duduk termenung diruang tunggu .


saat ia sedang larut dalam tangisnya . seseorang tiba tiba menyapa dan mengajaknya berbincang ..


"Vin , kenapa lo keluar ?" tanyanya


"Eh Fell ,


hm nggak apa apa fell ... gua cuma lagi mikirin kesalahan gua sama yaya dan anak gua dimasa lalu ... " Ucap alvin .


"vin , kesalahan itu jangan di renungi , tapi harus lo perbaiki , gua yakin kalau lo bersungguh sungguh ingin berubah , yaya pasti bisa melihat ketulusan lo vin ,.


sekarang sudah gak ada lagi alasan lo untuk menghindari perasaan lo ..


atau lo mau gua yang ambil tanggung jawab rawat istri dan anak lo, gua si dengan senang hati , .. ?" tanya fellix dengan nada bercanda .


"Apaan si lo fell , lo mau ngerasain dulu tinju gua . .. kan selama ini lo mulu yang ninju gua . sekali sekali lah gantian .. " Jawab alvin


"Hahah . udah ahh , mending lo balik ke ruangan yaya . kasian dia butuh suaminya buat nyusuin anak nya . hahahah " Ledek fellix .


Alvin tersenyum melihat fellix tertawa lepas ..


"eh kok lo liat gua gitu amat si vin .. jangan jangan lo naksir sama gua lagi , iih geli " ucap fellix .


"Apaan si fell .


hm tapi fell. makasih ya buat semua nya . " ucap alvin


"Makasih buat apa vin"


"ia makasih karena lo selalu jaga yaya , disaat gua gak mampu jaga dia . makasih juga karena lo udah mau bantu gua menyelesaikan masalah gua . yah walaupun telat . . dan yang paling penting makasih untuk tonjokan tonjokan yang lo kasih selama ini buat gua ."


"Hahah lo ikhlas gak si vin sebenarnya bilang makasih ??,


oh ia gua juga mau minta maaf karena sering buat wajah lo bonyok . itu gua lakuin karena lo keterlaluan si dulu sama yaya ... "


"ia gak apa apa fell , gua paham kok , lo lakuin itu bukan tanpa alasan ..


oh ia fell , ngomong ngomong ocha itu cantik ya ?" tanya alvin pada fellix .


"ia cantik lah kan dia cewe , gimana si lo vin .." jawab fellix malu malu .


"Kayak nya ocha juga masih jomblo tu fell .. "


"Terus maksud omongan lo ini apa vin ????" tanya fellix bingung.


"Apaan si lo vin .. (Tersipu malu) ..


gak usah urusin masalah percintaan gua deh vin ribet .. lagian gak mungkin ocha suka sama gua . sementara dia bersikap biasa aja .." jelas fellix .


"ya wajarlah kalau dia bersikap biasa aja . ocha kan tau kalau lo punya hati ke yaya , jadi dia menjaga hubungan pertemanan kalian dengan berusaha menyembunyikan perasaannya sendiri .. " ucap alvin mencoba membuka mata fellix ..


"hm ia nanti gua fikirin lagi vin , sekarang mending lo balik kedalam dan perbaiki hubungan lo sama yaya, mumpung semua orang sudah mau pulang .. " perintah fellix .


"Mau gua juga gitu fell, tapi gua takut fell, gua takut dia minta gua untuk tetap menceraikannya sementara gua benar benar gak mau kehilangan dia dan alya .. " ucap alvin ..


"Alya ???" tanya fellix tidak mengerti


"Alya adalah nama yang gua kasih untuk putri kecil gua fell , itu singkatan dari nama gua dan yaya .. " jelas alvin .


"Wah gak nyangka gua , orang kayak lo bisa berfikir waras juga vin , alya nama yang cantik , seperti ibu nya .. hehe " ucap fellix seraya tersenyum ngiler..


"Heh bini gua tu .. " jawab alvin ketus ..


"Bercanda vin ..


udah ahh cepat masuk sana . " perintah fellix .


Alvin pun mencoba masuk lagi kedalam ruangan yaya di rawat ..


saat alvin masuk fellix meminta semua orang untuk keluar dari ruangan itu dan memberikan waktu untuk alvin memperbaiki hubungan mereka ..


alvin melangkah mendekati yaya yang tengah memangku Alya putri mereka .


alvin berlutut disamping tempat tidur yaya .


"Yaya aku... a - a..aku..


aku minta maaf , atas kekhilafan yang selama ini aku lakuin ke kamu . atas rasa sakit yang selalu aku buat tanpa fikir. dan atas luka yang selalu aku goreskan di hati kamu ..


tolong jangan berfikiran untuk minta aku melakukan tes DNA . karena sejujurnya dari awalpun aku memang sudah yakin kalau alya anak aku .. " ucap alvin seraya menundukan kepalanya . ia bicara tanpa berani menatap ke arah yaya . .


"aku sudah melupakan semua yang pernah kamu perbuat sama aku vin . tapi aku gak pernah bisa lupa pada kata kata kamu yang akan menceraikan aku saat kamu tau anak ini tidak sedarah sama kamu ..


aku bisa memaafkan kamu jika yang kamu sakiti itu aku vin .. " ucap yaya .


"Ya tolong fikirkan lagi .. Alya butuh aku sebagai ayah nya . . kamu lihat alya yaya, kasihan dia masih sangat kecil , untuk mengetahui bahwa orang tua nya berpisah saat dia lahir . ..


apapun uang terjadi aku tidak akan pernah menceraikan kamu.. kita bisa mulai semua dari awal lagi .. aku mohon pertimbangkan lagi keinginan kamu untuk tetap berpisah .. "


kata kata alvin membuat yaya menyadari kalau tidak ada salahnya untuk memberikan alvin kesempatan kedua . ini demi Alya putri nya . .


"Vin bangun ,.. tolong bantu aku gendong alya . tangan aku kram ... kamu kan ayah nya .." ucap yaya dengan tersenyum tipis .


omongan yaya membuat alvin menengadahkan wajahnya dengan rasa tak percaya dia mencoba memastikan lagi kata kata yang yaya ucapkan barusan .


"Kamu bilang apa ya ?" tanya alvin


"Aku bilang tolong gantian gendong alya . tangan aku kram . alya juga pasti pingin di gendong sama ayah nya .."


Setelah yakin alvin pun berdiri dari tempatnya berlutut , dan mengambil alya dari gendongan yaya ..


"Sayang , makasih udah buat mama mengubah fikirannya .. " ucap alvin seraya menatap anak nya yang tertidur pulas.


"ih kata siapa aku berubah fikiran ? , kok kamu bisa menyimpulkan kayak gitu si ?"


ucapan yaya seketika membuat wajah alvin kembali muram ...


"Ya , serius dong ..


aku benar benar gak mau kehilangan kalian , aku mencintai kalian yaya.."


"ia ayah alya .


aku pun juga gak mau pisah sama kamu vin .


jujur dari dulu sampai sekarang perasaan aku buat kamu gak pernah berubah, aku akan dampingi kamu sampai kapanpun .. " ucap yaya .


alvin kembali mencium kening yaya dan kemudian mencium putri kecil mereka .