Enemy, I Love You

Enemy, I Love You
episode 92



#


Keesokan pagi nya , ayah alvin menghubungi yaya untuk menceritakan perjuangan dan perubahan alvin semalam .


(Call)


Yaya : Hallo pa ..


Papa : Yaya gimana keadaan kamu nak ?


Yaya : yaya baik baik aja pa , ini mau pergi ke dokter kandungan ..


Papa : syukurlah kalau begitu ..


oh ia yaya ,papa mau bilang kemarin alvin mencari kamu sampai ke rumah orang tua mu .. sampai dia kembali tengah malam , dengan raut wajah kecewa . sepertinya dia sudah menyadari kesalahannya ..


Yaya : gak ada yang bisa jamin pa kalau dia benar benar berubah , contohnya selama satu bulan kemarin bahkan tidak ada orang yang sadar kalau dia sedang beracting ..


yaya gak mau ke tipu sama manis nya sifat alvin . untuk yang ke dua kali nya pa .


Papa : ia ya , papa mengerti sekali maksud kamu . tapi ingat yaya , kamu tetap menantu kami , dan anak mu itu cucu kami , dan alvin tetap ayah nya .. jadi sejahat apa pun alvin jangan pernah lupakan asal darah anak mu yaya .


Yaya : ia pa yaya mengerti ,. yaya tutup dulu ya pa , yaya mau pergi ke dokter ..


Papa : ia yaya .


sambungan telphone itu pun terputus saat air mata yaya mulai membasahi pipi nya ..


ia memandangi perutnya yang sudah mulai terlihat membesar...


"dek, kasih mama keyakinan tentang perubahan ayah mu ...


kenapa sulit sekali bagi mama untuk mempercayai kalau ayah mu sudah berubah,


Alvin aku harus bagaimana .. aku butuh kamu..." gumam yaya


disela tangisnya ponsel yaya berbunyi , ia melihat siapa yang menghubunginya ,


ternyata itu ocha..


(Call)


Yaya : hallo cha


Ocha : hallo ya . kamu ada ke inginan apa gak ? mumpung aku lagi di jalan menuju ke tempat kamu ..


Yaya : hmm ,kamu mau kesini ..


nggak usah bawa apa apa cha , kamu kesini aja aku udah senang, ..


Ocha : ia ia , kalau gitu aku lanjut nyetir dulu ya


Yaya : ia hati hati cha , makasih ya ..


ketika sambungan telphone terputus ,yaya di kaget kan dengan si teteh yang memanggilnya .


"Mba, ayo kita harus cek'up ke bidan ..


mba yaya kenapa habis menangis lagi ya , kenapa lagi atuh mba ?" tanya si teteh


"aku nggak apa apa kok teh . ,,


ayo pergi keburu siang , panas .." ajak yaya ..


mereka pun pergi ke bidan , tak lama setelah yaya pergi ocha sampai di villa nya , ia menunggu di ruang tamu rumahnya dan ocha datang tidak sendiri, ia membawa seseorang yang yaya juga sangat kenal ..


ketika yaya kembali ia melihat sahabatnya dan langsung berteriak memanggilnya .


"Ocha ... " teriak yaya


"Hey yaya,." ocha berdiri dan memeluk yaya.


"Fellix ...!!!


Cha ..." yaya memandang ocha penuh pertanyaan


"Sorry ya , fellix maksa pingin ikut. . aku kira kamu akan baik baik aja kalau aku ajak dia . " jawab ocha


"Yaya , jangan salahin ocha ,. memang aku yang maksa ingin ikut , aku khawatir dengan keadaan kamu ya , aku tidak ingin hanya mendengar kabar kamu dari ocha saja , itu tidak membuat ku tenang ... tapi kalau memang kedatangan aku kesini mengganggu kamu , aku bisa pulang kok .. " ucap fellix .


"Fell fell fell ,, aku gak apa apa kok ..


makin ramai aku semakin tidak kesepian . tapi fell bisa kan merahasiakan ini dari alvin ?" tanya yaya


"Ya, memang aku sedekat itu kah sama alvin , sampai aku harus membantu dia mencari kamu .. ?


ia nggak lah , sampai kapan pun dia gak akan pernah tau keberadaan kamu kalau itu harus dari aku .. " jawab fellix


"ia makasih ya fell aku percaya sama kamu ,.." ucap yaya


"Sini duduk dulu ya , jangan berdiri terus , nanti kamu cape " ajak fellix ..


yaya tersenyum memandang fellix .


fellix tidak pernah berubah sifat nya , dia masih sangat baik dan penuh perhatian .


"Seandainya aku bisa membuka ,sedikit saja hati ku buat kamu fell .. " gumam yaya dalam hati .


"Hey. . kok ngelamun si , ngeliatin aku lagi ..


kenapa baru sadar ya kalau fellix itu ganteng hahaha... " ucap fellix penuh percaya diri


"ia ganteng, dan bukan cuma itu , hati kamu benar benar tulus fell .. wanita yang menolak kamu benar benar bodoh .."


"Kamu gak bodoh kok ya , kamu hanya di butakan oleh cinta palsu yang alvin berikan ..


yaya, kapan pun kamu butuh aku , kalau aku bisa aku akan selalu ada buat kamu ," kata fellix seraya menggenggam tangan yaya .


yaya memandang wajah fellix dan mulai mengembangkan senyum manisnya, dan menggenggam balik tangan fellix .


"Fell , coba buka hati untuk yang lain , misalnya untuk ocha .." ucap yaya memberi saran .


"Ocha ???


dia kan teman kita ya. . "


"apa salahnya dengan teman . aku juga awalnya teman kamu kan ? . buktinya kamu bisa punya rasa lebih ke aku , sekarang coba lakukan hal yang sama ke ocha .. buka hati kamu buat dia mulai sekarang. . " ucap yaya memberi nasehat .


sementara dari kejauhan ocha memperhatikan mereka yang terlihat sangat dekat ..


"Hmm ternyata mereka memang sangat cocok ,. apa pun yang membuat kalian bahagia , aku juga pasti bahagia ...


gak seharus nya aku berfikir macam macam .. aku hanya perlu fokus untuk kebahagiaan yaya sahabat ku ..." gumam ocha


seraya melangkahkan kaki nya menuju ruang tamu. dan meletakan gelas berisi air minum itu di atas meja, kedatangan ocha membuat yaya langsung melepaskan genggaman tangan fellix . . .


"makasih cha ..." ucap yaya ..


ocha mengangguk dan tersenyum kearah yaya , tapi ocha tidak bisa berhenti melihat ke arah fellix yang terus perhatian pada yaya ..


yaya menyadari cukup lama apa yang tengah di rasakan oleh ocha untuk fellix ..


"kalau ocha gak mau bertindak mengungkapkan perasaannya ,,maka aku akan coba memaksa nya untuk mengaku .. tentu nya dengan cara ku.. " gumam yaya dalam hati


"Cha bisa temani aku ke kamar sebentar .." ajak yaya


ocha mengangguk dan mulai mengantarkan yaya ke kamar nya., ocha mulai merasa aneh dengan sikap yaya , yang tiba tiba tersenyum sendiri ..


"Ya kamu kenapa si ?" tanya ocha


"gak apa apa ,


aku cuma mau minta pendapat kamu tentang fellix , menurut kamu dia itu orang yang seperti apa si ?" tanya yaya mencoba memainkan rencananya


"fellix itu dia baik , sopan , ramah. jarang banget aku liat dia marah , dia selalu tersenyum , dan senyum nya itu sangat manis, membuat semua orang merasa hangat memandangnya... " ocha menjelaskan tentang fellix sambil tersenyum malu dan membayangkan wajah fellix..


"oh gitu .. kayak nya fellix speciall ya .." tanya yaya lagi, tanpa sadar ocha menjawab dengan spontan.


"ia dia sangat speciall .. " jawab ocha


yaya tersenyum melihat tingkah sahabatnya ..


"eh eh maaf maaf ya. . aku tadi cuma..." belum selesai ocha dengan kata katanya yaya memotong pembicaraan ocha.


"Kamu suka fellix ?" tanya yaya..


ocha terdiam sejenak mendengar pertanyaan yaya. .


"Nggak ya , aku gak suka dia " jawab ocha seraya memalingkan wajahnya


"Bohong...


cha jangan bohongi perasaan kamu sendiri . nanti ketika dia pergi kamu yang akan menyesalinya ... "


"seperti alvin ????" jawab ocha


membuat mata yaya membelalak kearah ocha ..


jangan bahas alvin . aku gak mau dengar apa apa dulu saat ini .


"ia maaf yaya , jangan marah ya ..


aku ngaku deh . aku suka fellix .." jawab ocha mengalihkan pembicaraan


"kalau begitu ,aku bakal bantu kamu cha.."


yaya tersenyum mendengar pengakuan ocha. tapi disisi lain hatinya menjerit ketika ia tiba tiba teringat alvin .