Enemy, I Love You

Enemy, I Love You
episode 81



Keesokan pagi nya . yaya bangun terlebih dahulu , ia pun tidak berniat untuk membangunkan alvin dulu , karena alvin terlihat masih sangat pulas tidur nya ..


dengan sangat perlahan yaya mencoba mengangkat tangan alvin yang melingkar dipinggangnya . yaya berhasil karena alvin tidak terbangun . namun saat yaya akan turun dari ranjang alvin menarik lagi tangan yaya dan membuat nya kembali berbaring disamping alvin dan kembali dipeluk erat oleh alvin ..


"Vin aku harus bangun ini udah pagi , bangun siang gak baik untuk bayi nya ... " kata yaya


"Memang jam berapa si ini ???" tanya alvin


"Jam 6 pagi ..." jawab yaya seraya mencoba melepaskan diri dari pelukan alvin yang erat .


"Hey jangan berontak gitu dong . nanti badan kamu pada sakit loh, kasian kan kalau alvin juniornya kena .. "


"iya makanya lepasin aku vin, aku mau mandi lengket gak enak .. " protes yaya .


"bentar lagi ya . aku pingin meluk kamu sebentar lagi aja ... " pinta alvin .


mendengar permintaan alvin yaya akhirnya berhenti memberontak .. malah yaya mencoba membahas tentang semalam .


"Vin.. semalam apa kamu ingat yang kamu bilang ke aku ?" tanya yaya .


"aku ingat .. semuanya .. kenapa ?" tanya alvin


"Aku mau kita saling kasih penjelasan tentang yang terjadi semalam .


aku tebak ya , apa kamu marah karena membaca pesan ku dan fellix ?" tanya yaya .


alvin terdiam untuk sesaat sebelum akhirnya mengiyakan alasan nya marah memang karena pesan fellix .


"kalau memang ia . di bagian mana yang membuat kamu jadi marah . ?"


"saat dia bilang kangen sama kamu , dan kamu jawab kamu bisa bertemu sama fellix kapan pun , bahkan kamu juga bilang kamu kangen sama dia .. pake nyuruh kerumah segala lagi . sadar gak di rumah ini ada suami kamu ?" jawab alvin .


"Jadi kamu cemburu ?" tanya yaya seraya tersenyum.


"nggak cemburu si . cuma agak kesal aja sedikit ..." jawab alvin.


"ih itu namanya cemburu . ngeles mulu si ..


vin .. aku mau tanya deh . kalau kamu memang baca pesan itu . dan disimak baik baik isi pesannya . apa ada aku bilang mau ketemu fellix secara pribadi atau hanya berdua . ?


gak ada kan . aku juga selalu bawa nama ocha .. benar gak ?"


"iya ia ya udah si jangan di bahas lagi . aku kan udah minta maaf yaya .." rajuk alvin merasa malu karena sudah menuduh yaya .


"iya ia ..


oia . dan masalah ajeng , apa ia si kamu gak ngelakuin hal apapun sama dia ? secara waktu kamu mabuk aja kan bisa nyasar ke asrama aku dan.... " yaya menghentikan kata katanya sendiri karena merasa geli untuk mengatakannya .


"Gak usah di perjelas.....


kalau sama kamu mungkin hati aku yang nuntun aku buat kesana . dan walaupun gak sadar tapi berasa kok hahaha ...


kalau sama ajeng , karena yang aku ingat cuma kamu, wajah kamu , suara kamu, dan wangi tubuh kamu .."


"Oh ia masa si .. memang suara aku gimana , dan wangi tubuh aku apa?" tanya yaya iseng


"suara kamu yang cempreng dan tubuh kamu yang bau keringat haha (tertawa ditahan).."


"iiih alvin , gak lucu ..


udah ah ayo bangun . kamu harus kuliah .. " ajak yaya


"libur ya hari ini aja , aku ingin seharian ini bareng kamu .. " pinta alvin .


saat tengah berbincang ada orang mengetuk pintu kamar mereka .


tok..tok..tok... (suara pintu diketuk)


"ia mba bentar lagi kita turun ..." teriak alvin


"tuh kan udah di cariin . ayo ahh .." ajak yaya lagi


"bangunin .." pinta alvin seraya mengarahkan kedua tangannya ke yaya .


"Gak usah manja , gak pantas tau gak ..." jawab yaya tersenyum melihat tingkah alvin .


setelah selesai membersihkan kamar nya yaya menyiapkan baju untuk alvin ke kampus ..


"senang aku punya kamu " ucap alvin seraya mengecup kening yaya dengan lembut .


"ia vin , cepat siap siap . papa udah nunggu kita dari tadi .. "


alvin mengangguk dan kembali bersiap .. setelah selesai mereka pun turun dan bergabung dimeja makan .


"Pagi pa .." sapa alvin


"ia pagi ..


oh ia vin , papa sama mama belum kasih kado ya untuk pernikahan kalian.. "


"ia nih . alvin aja udah kasih papa kado ke papa menantu plus cucu lagi. ..


ia gak sayang ?" tanya alvin seraya melihat yaya


"ia papa tau . terimakasih loh vin sudah kasih yaya buat kita. ..


dan ini kado dari papa ... " kata ayah alvin seraya memberikan kado didalam amplop berwarna coklat .


"ini kado dari mama ... " kata ibu tiri alvin seraya memberi amplop surat berwarna putih panjang


"Pa, tante , kok kado dari kalian tipis banget si . gak meyakinkan nih isinya." tanya alvin memprotes .


"Hush ,, vin kamu gak boleh gitu . apa pun itu pemberian dari orang mau besar atau kecil syukuri... " ucap yaya memberi nasehat .


"hmm . ia sayang aku juga cuma bercanda kok .. kita buka yuk .. " ajak alvin untuk membuka kedua kado itu.


Alvin terkejut melihat apa yang diberikan ayah nya dalam amplop berwarna coklat itu . dan a merasa aneh melihat kado yang diberikan ibu tirinya didalam amplop putih.


"Pa ... papa gak salah kasih rumah untuk alvin dan yaya ?


dan tante ini tiket untuk apa ?" tanya alvin


"gak salah dong vin . kalian sudah menikah . sudah saat nya kalian belajar hidup mandiri mulai dari sekarang . .." jawab ayah alvin


"dan itu tiket pesawat , kalian butuh liburan . apa lagi setau mama kalian belum honeymoon kan ?" tanya ibu alvin sambil tersenyum penuh arti .


alvin menggelengkan kepalanya, sementara yaya tertunduk malu .


"Nah , karena alvin menggelengkan kepalanya itu artinya belum ya pa ya... "


"ia ma, mereka malu malu haha .." jawab ayah alvin .


"vin itu tiket ke bangkok . dan mama sudah pesan hotel disana selama 4 hari . papa juga sudah minta izin ke dosen kamu untuk tidak mengikuti kelas dulu .. jadi kalian harus berangkat tidak ada alasan titik ...!" seru ibu alvin tidak ingin di bantah .


"tan , alvin gak mau bantah kok , alvin cuma mau bilang , makasih tante ngerti aja apa yang alvin mau . hehe .." ucap alvin cengengesan yang membuat wajah yaya semakin memerah karena malu .


akhirnya yaya mendaratkan cubitannya di perut alvin ...


"iih a a akh , sakit dong sayang .. " kata alvin seraya melirik yaya ..


yaya mengerutkan keningnya ,yang membuat ayah dan ibu alvin tertawa lalu semua orang di meja itu pun ikut tertawa bahagia , mereka terlihat hangat dan sangat harmonis .