Enemy, I Love You

Enemy, I Love You
episode 88



Orang tua alvin meminta salah seorang supir di rumah nya untuk mengantarkan yaya ke villa mereka di daerah bogor ...


"mba , Cepat kemasi barang barang mba yaya . jangan ada yang tersisa , biar mas alvin tau ada perubahan apa di kamarnya kalau barang yaya tidak ada . " seru ayah alvin memberi perintah pada pengurus rumah tangga di rumahnya .


si mba pun tanpa banyak bertanya langsung berjalan menuju kamar alvin dan yaya . untuk membereskan barang barang yaya .


"yaya maafin anak papa yang gak tau di untung itu .. semoga ini memang cara terbaik untuk memberi dia pelajaran .. " ucap ayah alvin dengan geram .


"Gak apa apa pa . ini gak sepenuhnya salah alvin pa, yaya juga salah karena terlalu berharap lebih sama alvin .." jawab yaya .


"itu wajar kalau seorang istri berharap suami nya jadi lebih baik .


Ganti saja nomor telphone kamu yaya ... jangan sampai alvin menghubungi kamu . untuk saat ini kita buat kamu menghilang tanpa jejak . papa juga akan memberitahukan rencana ini pada kedua orang tua kamu .."


yaya mengangguk menyetujui semua rencana yang diatur oleh orang tua alvin ...


setelah si mba selesai membereskan barang barang yaya dan langsung memasukannya ke bagasi mobil . yaya pun berpamitan pergi ...


"Selalu beri kami kabar ya sayang . jaga kesehatan ya dan juga jaga cucu mama sama papa ..." Ucap ibu alvin diiringi tangis nya melepas yaya pergi , walaupun perginya yaya mereka tau kemana , tapi tetap saja terasa menyakitkan untuk mereka .


"iya ma , pa .. kalian juga selama yaya pergi jaga kesehatan. .dan papa kalau nanti alvin pulang jangan marah marah ya . papa harus ingat kesehatan papa .. " ucap yaya mengingatkan ..


setelah berpamitan yaya pun pergi meninggalkan rumah alvin...


"Maaf vin , ini yang terbaik ..


aku mau kamu belajar membaca hati mu sendiri .. tentang siapa yang berarti untuk mu dan siapa yang bukan siapa siapa .." gumam yaya dalam hati seraya memandangi rumah alvin dari dalam mobil sampai tak terlihat lagi .


sementara itu sore hari menjelang malam . alvin tiba dirumahnya ...


ia membuka pintu tanpa salam . dan memekik memanggil nama yaya ..


"YAYA .. YAYA ..." panggilnya tapi tidak ada yang menyahuti panggilan nya .


alvin pun bergegas ke kamar nya mencari yaya .. isi kamar sudah berubah ,meja rias sudah bersih tidak ada makeup yaya berjajar lagi . kemudian ia melangkahkan kaki ke lemari pakaian , tidak ada satu helai pakaian yaya juga disana ...


alvin memeriksa kamar mandi ,yang kemungkinan yaya ada disana . akan tetapi yaya juga tidak ada ...


alvin mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi yaya . dan ternyata nomor yaya juga sudah tidak aktif. .


"AAAKKHH..." teriak alvin dengan wajah nya yang mulai memerah karena kesal.


ia pun berjalan keluar mencari keberadaan semua orang dirumah itu .. tapi saat ia baru melangkah keluar dari pintu kamar nya seseorang memanggilnya .


"Alvin ..." Sapa nya .


"Papa ..


pa , papa liat yaya gak ?" tanya alvin dengan wajah panik .


"Ada apa vin ?" tanya ayah alvin kembali


"Alvin gak bisa nemuin yaya dimanapun pa . dia kembali lebih dulu , dan dia gak kasih tau alvin dia dimana ... pas alvin balik pakaian di lemarinya udah gak ada . apa dia ada pamitan sama papa , menurut alvin dia itu gak sopan pa " ucap alvin dengan nada marah .


"Alvin gak tau pa ...


terus kenapa papa gak tahan dia untuk gak pergi seenggak nya sampai alvin datang pa .."


"itu bukan urusan papa vin , papa gak punya hak untuk melarang yaya pergi . sementara dia sudah tidak nyaman tinggal sama suami nya yang egois , dan selalu menghinanya , apa lagi lebih memilih membela orang lain dari pada istri sendiri . kalau papa ada di posisi yaya pun , papa sudah pergi meninggalkan kamu dari hari pertama menikah dengan kamu .. yang penting yaya sudah tercatat menikah ... " sindir papa alvin lagi .


"Maksud papa apa ngomong kayak begitu ??


kenapa papa seolah tau yaya ada dimana , dan seolah papa tau segalannya tentang apa yang terjadi pada kami ?" tanya alvin


"jangan remehkan papa alvin , papa bahkan tau apa yang selanjutnya akan kamu lakukan .


vin kamu itu anak papa . walaupun papa terlalu sibuk bekerja . tapi papa tetap tau siapa kamu ..


kenapa kamu bersikap dingin seolah kamu tidak pernah mencintai yaya . sementara bahasa tubuh kamu sangat jelas terlihat kalau kamu sangat menginginkan dia ..


ada apa vin ?


cerita sama papa ?"


"Nggak ada apa apa pa ...


alvin hanya bingung bagaimana bersikap didepan dia ... kadang alvin merasa takut kehilangan dia . kadang juga alvin ngerasa dia akan jadi penyebab hancur nya hidup alvin di masa depan .


ya udah lah pa gak usah di perpanjang lagi .biarin dia pergi kemana pun dia mau, dia berhak untuk itu, alvin gak akan cari dia lagi .." ucap alvin seraya membalikan badan nya membelakangi ayah nya dan memegang lagi gagang pintu kamarnya ..


"Tunggu vin ..


tadi yaya titip pesan untuk kamu , agar segera mengirimi nya surat cerai setelah anak nya lahir .. " ucap ayah alvin .


"Hhm, iya pa ...


bilang sama dia kalau papa ketemu dia . setelah anak nya lahir . alvin akan langsung menggugatnya...


makasih pa .." ucap alvin dengan suara nya yang mulai terdengar bergetar .


alvin masuk kamarnya dan kembali mengunci pintu kamarnya ... ia tetap berdiri didepan pintu dengan pandangan kosong lurus kedepan. dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya ...


"harus nya gua senang kan .. harusnya gua bahagia ..


ini yang gua mau kan .. terus kenapa gua harus nangis. ini air mata bahagia atau apa .. kenapa hati gua berharap yaya kembali lagi .. lo curang yaya . lo bisa peluk gua untuk yang terakhir kali nya . tapi lo gak kasih gua kesempatan yang sama kayak apa yang lo lakuin . .. lo curang .." gumam alvin ..


alvin larut dalam kebimbangan hati nya ..


ia merasa sesuatu yang berharga telah hilang dari hidupnya .


sementara itu yaya sudah sampai di villa keluarga alvin , yaya melepaskan penat dengan langsung beristirahat .. karena kalau di fikir dari pagi ia selalu berada di jalan , hanya istirahat mampir saja di rumah alvin . itu pun hanya sesaat .


"Semoga ini yang terbaik untuk kita vin " gumam yaya sebelum memejamkan mata nya .