
Setelah selesai memanaskan bubur , alvin membawanya ke kamar yaya ..
ia mengetuk pintu tanpa berbicara ..
(tok.. tok.. tok) suara pintu di ketuk .
"ia teh , kenapa ?" teriak yaya dari dalam kamar .
akan tetapi tidak ada jawaban dari luar .
dan pintu itu masih terus diketuk membuat yaya mulai merasa terganggu , dan akhirnya membuka kan pintu kamar nya .
setelah pintu terbuka yaya terkejut ,dengan siapa orang yang ia lihat di balik pintu itu .
dengan dahi dikerutkan yaya memulai pembicaraan .
"Alvin .. ngapain ?
maaf aku lagi gak mood buat bicara sama kamu , aku ngantuk . " ucap yaya , seraya mencoba menutup pintu nya kembali .
"Hey hey tunggu dulu dong , seenggaknya biarin aku masuk dulu .
liat ni aku bawain makanan untuk kamu . aku sendiri loh yang memasaknya. makan ya .. " pinta alvin dengan tersenyum manis.
namun yaya terlihat terkejut , memandang makanan yang alvin bawa ditangannya . karena tiba tiba ia teringat sesuatu yang pernah ajeng tunjukan padanya.
saat yaya mulai larut dalam lamunannya , alvin mengambil kesempatan untuk masuk kedalam kamar yaya ..
"Ya , sini jangan ngelamun didepan pintu gak baik .. " sapa alvin yang ketika itu membuyarkan lamunan yaya. .
yaya duduk di atas ranjangnya menandang kearah makanan yang dibawa alvin dengan perasaan takut. takut apa yang terjadi pada mila akan menimpa dirinya juga. .
"Vin apa kamu akan setega itu melakukannya sama aku dan anak dikandunganku ini .. " gumam yaya dalam hati seraya tetap memandang bubur yang alvin bawa..
"Hey . kok kamu masih ngelamun aja si .
kamu lapar ya dari tadi ngeliatin bubur ini mulu , aku tau kok kamu belum makan malam. . kamu mau makan sendiri atau aku yang suapin ?" tanya alvin sambil tersenyum ..
namun yaya masih tidak menjawab omongan alvin . dia tetap terdiam dan terus berfikir gimana caranya agar dia tidak harus memakan makanan yang alvin buatkan untuk nya ..
"ok karena kamu tetap diam , aku akan anggap itu artinya kamu mau aku suapin .. sekarang aaaaaaaa" ucap alvin seraya menyodorkan sendok berisi bubur mendekati mulut yaya. .
"Buka dong mulut nya ,ayo makan , tenang aja ini pasti enak kok , kamu pasti suka. . kamu takut ini gak enak ya makanya gak mau buka mulut kamu. " kata alvin dengan nada kecewa .
tapi tidak berhenti sampai disana , alvin terus berusaha menyuapi yaya ..
"Ayo dong aaaaaaa.." pinta alvin kali ini setengah memaksa .
yaya pun mulai terlihat kesal dengan fikiran dan perasaan takutnya , tanpa fikir panjang yaya menepiskan sendok yang alvin pakai untuk menyuapi yaya hingga terlempar cukup jauh.
dan kemudian mengambil mangkuk berisi bubur yang ada di atas meja , lalu menjatuhkannya kelantai, sampai mangkuk pecah dan bubur berserakan dimana mana .
kelakuan yaya membuat alvin terheran heran .
"Ya apa yang kamu lakuin . ?
kalau kamu gak mau makan gak apa apa ya , kenapa harus membuat semuanya jadi berantakan kayak gini si .. ?
ada apa dengan kamu . ? " tanya alvin ..
yaya terdiam dan memandang tajam ke arah alvin , yang sedang menggelengkan kepalanya dan berlutut membersihkan pecahan mangkuk dan bubur yang berserakan di lantai ...
"Ya udah gak apa apa kalau kamu memang gak mau makan ini . aku bisa minta teteh buat masakin makanan lain untuk kamu. tapi kamu harus makan ya.. " ucap alvin dengan lembut seraya memunguti pecahan mangkuk itu .
"Vin. . apa kamu sedang berusaha menyingkirkan aku ? dengan cara meracuni aku ?" tanya yaya dengan air mata yang mengawali pembicaraannya ..
kata kata yaya membuat alvin terkejut sampai tidak sengaja melukai tangannya karena pecahan pecahan mangkuk ditangannya ..
"aaahh..." desis alvin perlahan menahan luka di jarinya ..
belum sempat alvin berdiri dan menjawab pertanyaan yang yaya berikan , yaya sudah menambahkan lagi omongan nya.
"kenapa kamu diam ?
bukannya cara ini sama seperti yang kamu lakuin ke pacar kamu di masa lalu ,sampai membuat dia meregang nyawa vin .. !" ucap yaya dengan suara bergetar ..
ucapan yaya terlalu menyakitkan untuk alvin yang membuat alvin tanpa sadar *** semua pecahan mangkuk yang ada di tangannya.
darah bercucuran dari kedua tangan alvin namun seolah tidak dirasa . alvin kemudian mencoba berdiri ..
dengan air mata yang sudah siap terjatuh alvin menatap mata yaya ...
Yaya menatap mata alvin dengan tenang , seolah mata itu berkata padanya untuk mencoba mendengarkan penjelasan alvin terlebih dulu dan mempercayai alvin, sampai kesadaran yaya kembali saat alvin membalikan tubuhnya dan mencoba melangkah pergi . .
"Tunggu ...
mau kemana kamu ?
kenapa kamu gak bicara apa apa ?
dan kenapa kamu gak jawab omongan aku ?
oh atau omongan aku semuanya benar , karena ketahuan niat kamu ,makanya sekarang kamu mencoba mencari cara lain untuk menyingkirkan aku .
ingat vin . kalau kamu meracuni aku , bukan hanya aku yang mati , tapi anak di kandungan aku pun akan mati vin .. " ucap yaya
"CUKUP YAYA !
BERHENTI BICARA ! " teriak alvin dari jarak agak jauh seraya menunjuk yaya dengan jari telunjuknya.
"Kenapa aku harus berhenti bicara ,. sementara aku belum tau penjelasan kamu tentang niat jahat kamu untuk aku... !" seru yaya
"aku gak harus ngejelasin apapun .
karena yang perlu kamu tau satu hal yaya , aku memang jahat dulu sama kamu , tapi sekarang aku gak mungkin nyakitin orang yang menjadi alasan kenapa aku masih bertahan hidup sampai saat ini. !" ucap alvin yang membuat yaya terdiam dan menatap sendu kearah alvin .
"Dan masalah mila ,
kalau pun aku bilang sama kamu ,kalau aku sama sekali gak bersalah ,apa mungkin kamu akan percaya sama aku .? " tanya alvin
yaya hanya terdiam dan memalingkan wajahnya dari alvin ,mencoba menghindari pertanyaan yang alvin berikan .
"JAWAB !!!" Teriak alvin . yang membuat yaya mengkejutkan tubuhnya namun yaya tetap memilih bungkam .
"ok gak usah di jawab ,, aku udah tau jawaban nya .. aku gak akan banyak omong sama kamu sekarang .
intinya kamu tunggu aja , aku akan buktikan ke kamu kalau aku gak bersalah , dan aku gak tau apa apa tentang kematian mila ..
aku akan cari bukti gimana pun caranya .. !" ucap alvin seraya pergi meninggalkan yaya yang masih terdiam mematung ..
Alvin keluar dari kamar yaya ,dan duduk di sofa depan tv ..
luka ditangannya bahkan tidak terasa sakit sama sekali. .
alvin memegang kepalanya yang mulai terasa pusing dengan tangan berlumur darah .
tidak lama yaya datang dengan membawa kotak P3K ..
alvin memandang yaya yang masih berdiri , dengan wajah datar tanpa ekspresi ..
"Ada apa lagi ya ?" tanya alvin .
tanpa bicara yaya duduk di samping alvin , dan menarik tangan alvin mendekat padanya .
alvin terdiam dan tersenyum tipis menerima perlakuan yaya. ..
"ternyata kamu masih perduli sama aku .." ucap alvin sambik tersenyum .. namun yaya tetap memilih diam .
"aaaakh.. aw aw.." desis alvin .
"Apa ini sakit ???" tanya yaya
"Nggak..
Tangan aku gak sakit sama sekali ,.." jawab alvin seraya mengangkat tangan yaya dan menyentuhkan tangan itu ke dada alvin .
"yang sakit di sebelah sini, dan ini jauh lebih sakit... " ucap alvin seraya memegang tangan yaya di dada alvin .
yaya memandang mata alvin cukup lama , sampai alvin mendekatkan wajahnya mencoba mencium yaya , namun yaya segera tersadar ia berdiri dan menarik tangannya dari dada alvin .
"Aku udah siapin kotak Obat itu , kamu obatin sendiri luka kamu , setelah itu silahkan pergi .. !" ucap yaya .
"Aku boleh nginap disini . ini udah malam banget , dan lagi tangan aku luka , aku gak akan bisa nyetir ..." jawab alvin .
"Terserah ...!" jawab yaya.
yaya merasa ia tidak punya pilihan lain selain membiarkan alvin bermalam di villa itu , ia pun kembali ke kamar nya dan menutup pintu dengan sangat rapat .
sementara alvin masih berusaha mengobati luka nya sendiri ..
"Ternyata ini ajeng ,maksud dari omongan lo tadi siang .. lo benar benar perempuan licik jeng . lo liat aja gua bahkan udah gak mau lagi ngalah sama lo jeng , gua akan cari bukti yang menyatakan kalau gua gak bersalah .. !" gumam alvin dengan pandangan mata penuh amarah .
Alvin mencoba berfikir cara apa yang akan ia lakukan agar ajeng mau buka mulut tentang ketidak bersalahan alvin dalam kasus mila . alih alih mencari ide alvin malah tertidur lelap di sofa malam itu .