
#Author
Yaya menyadari kalau ada yang sedang menjahilinya, dia berlari kearah pintu dan mencoba membuka pintu itu. Tapi kalau hanya dengan tenaganya saja pintu itu tidak akan pernah bisa terbuka, awalnya Yaya meyakini kalau yang menjahilinya itu adalah Ajeng, karena Ajeng yang memintanya untuk kegudang sendirian.
Namun Yaya merasa dugaanya salah ketika ia mendengar seseorang menyebut nama Alvin .
"Alvin ini kuncinya, mau lo yang pegang atau gimana ?" tanya suara itu kepada seseorang yang ia panggil Alvin.
"Alvin ?
ternyata dia yang nyuruh orang buat mengunci aku disini," gumam Yaya sangat kesal.
Yaya ingin secepatnya bisa keluar dari dalam gudang itu, jadi tanpa pikir panjang lagi dia memutuskan untuk berteriak meminta bantuan berharap ada yang mendengarnya.
"TOLONG !!!
ADA ORANG DILUAR !!!
TOLONG AKU KEKUNCI DIGUDANG !!!" teriak Yaya minta tolong beberapa kali.
Gudang itu sangat gelap , Yaya sangat takut gelap, tikus dan kecoa , banyak terdengar juga disana, Yaya mencari ponselnya mencoba menghubungi Ocha.
"Cha angkat dong, aku takut Cha, ayo dong Cha tolong aku," gumamnya tapi Ocha tidak kunjung menjawab telphone Yaya.
"Aku gak punya nomor telphone siapa-siapa lagi kecuali Ocha ," gumamnya lagi.
Yaya yang mulai merasa putus asa kemudian menangis sambil terus berteriak minta tolong, namun tiba-tiba Yaya teringat pada Felix.
"Oh ia kenapa aku gak coba telphone Felix saja," gumamnya,
kemudian Yaya mencoba menelphone Felix.
Felix : Hallo gadis kecil ,kenapa ? mau dijemput sekarang ?
Yaya : Fel, Fel tolong aku Fel , aku digudang, (Tut tut tut)
Telphone itu terputus karena handphone Yaya terjatuh saat dia terkejut ada tikus melintas tepat didepannya, dia mencoba meraba dilantai memakai kakinya mencari dimana jatuhnya ponselnya, namun percuma saja karena ia tetap tidak bisa menemukannya.
Dia merasa sudah tidak ada harapan untuknya bisa keluar dari gudang itu, ia juga berfikir untuk bermalam disana, ia hanya bisa pasrah karena tidak ada lagi yang bisa dilakukan olehnya saat ini, tenaganya sudah mulai berkurang, tapi ia tetap harus terus berusaha berteriak.
"TOLONG !
TOLONG !
Toolong aku ! " teriaknya dengan sisa tenaga yang dimilikinya.
#Author
Felix yang tengah berada diacara pertemuan keluarga itu langsung minta izin untuk pergi pada keluarganya, dan bergegas menuju kampus, ia berlari memasuki semua gudang yang mungkin ada Yaya disana, karena kata-kata terakhir sebelum ponsel Yaya mati ia sempat menyebutkan gudang.
"Apa yang terjadi sama kamu Yaya, kenapa ponsel kamu gak aktif lagi, " gumamku
yang masih terus berlari mencari gudang dikampus.
Sementara itu dikelas , Alvin merasa ada yang aneh, kenapa Yaya belum juga kembali dari tadi, sudah hampir 1 jam lebih ia pergi.
Alvin memperhatikan Ajeng yang dari tadi tersenyum sendiri.
"Jeng lo kenapa senyum-senyum sendiri gitu ?" tanya Alvin mulai curiga.
"Gua lagi senang banget Vin, lo juga kalau tau pasti senang ," jawab Ajeng percaya diri.
"Memangnya apa yang pasti membuat gua senang ?" tanya Alvin penasaran.
"Lo benar-benar mau tau ?
"Ia janji nggak akan bilang siapa-siapa ," ucap Alvin membuat janji.
"Sebenarnya gua tadi ngunci Yaya digudang, gua dengar dia itu anak yang penakut, gua yakin pasti dia lagi nangis darah itu disana, haha !" kata Ajeng dengan bangga, dan ini sama sekali tidak lucu ditelinga Alvin.
"Ajeng lo keterlaluan,mana kuncinya !" tanya Alvin membentak Ajeng.
"Apa-apaan si Vin , kenapa lo jadi marah-marah gini ?
bukannya lo senang kalau dia menderita ?
atau sekarang sudah beda cerita ?" tanya Ajeng.
"Bukan gitu Jeng,
lo boleh ngerjain dia tapi gak gini Jeng caranya ,mana kuncinya , kasih gua !" bentak Alvin lagi.
"Udah gua buang !" jawab Ajeng marah.
Mendengar penjelasan Ajeng membuat Alvin tanpa berfikir panjang lagi langsung berlari menuju gudang, tempat Ajeng mengurung Yaya, sesampainya disana Alvin mencoba memanggil Yaya.
"YA !
YAYA !
LO DI DALAM ?" tanya Alvin berteriak.
"Ia aku didalam ,tolong aku," saut Yaya dengan suaranya yang sudah lemas.
"MENJAUH DARI PINTU !
BIAR GUA DOBRAK !" teriak Alvin lagi.
Alvin berusaha membuka pintu dengan mendobraknya,
Setelah beberapa kali mencoba akhirnya pintu itu bisa terbuka, Alvin melihat Yaya duduk lemas memegangi kedua lututnya.
Alvin berlari kearah Yaya dan memeluknya dengan sangat erat tapi Yaya tidak mencoba untuk membalas pelukan Alvin.
Ketika Alvin tengah memeluk Yaya, Felix tiba-tiba saja datang dan menarik tubuh Alvin menjauh dari Yaya, kemudian mendaratkan tinjunya kewajah Alvin.
"Jangan berani-berani lo sentuh pacar gua !" bentak Felix.
Saat mereka tengah bertengkar Yaya mencoba bangun dari duduknya dan langsung menghambur kepelukan Felix.
Membuat Alvin terdiam melihat Yaya memeluk Felix dengan sangat erat seakan takut dipisahkan, sikap Yaya menjadi tamparan terkuat diwajah dan hati Alvin.
"Aku takut Fel, aku gak mau disini, ayo pergi," Ajak Yaya sambil menangis tersedu-sedu.
"Tenang sayang, aku sudah disini, gak ada yang perlu kamu takuti lagi, ayo sekarang kita pergi," ajak Felix seraya terus mencoba menenangkan Yaya.
Mereka berdua pergi dan membiarkan Alvin tetap duduk terdiam didalam gudang itu.
#Alvin
"Lo fikir lo siapa bisa seenaknya gini sama gua, niat gua bantuin kenapa malah ini balesannya.
Ok kalau memang gak bisa diajak damai, gua bakal tetap membenci lo sampai kapanpun juga !" gumam Alvin.
"Gua bakal kasih lo pelajaran yang lebih dari penghinaan yang hari ini lo lakuin ke gua" gumamnya lagi .
#Author
Cuma karena yaya tidak membalas pelukannya dia membuat kesimpulan kalau Yaya sedang menghinanya, atau hinaan yang Alvin maksud tentang Yaya yang memeluk Felix ?