
#Yaya
Setelah mengucapkan terimakasih padanya, aku memutar badanku dan mulai beranjak pergi dari sana, tapi langkahku terasa sangat berat meninggalkan Avina yang masih belum sadarkan diri, atau mungkin karena aku masih terus berfikir kalau Avin benar ini semua adalah salahku.
"Kalau saja tadi aku tidak memberikannya pada Avina mungkin gak akan seperti akhirnya.
Tapi kalau tadi aku yang meminumnya kira-kira akan jadi seperti apa ?" gumamku.
Aku berjalan seraya menunduk dan disela lamunanku aku dikejutkan dengan suara berat yang memanggil namaku, dengan ragu aku mengangkat wajahku melihat kearah datangnya suara itu.
"Yaya, " panggil suara itu lagi.
"Bapak ibu," aku menjawabnya seperti orang ketakutan, rupanya mereka adalah orangtua Alvin.
"Kamu mau kemana Yaya ?
kenapa kamu berjalan menunduk ?
bagaimana keadaan Avina ?
dan dimana Alvin ?" kata ayah Alvin yang menghujaniku dengan banyak pertanyaan.
"Kata dokter Avina baik-baik saja pak, bu, tinggal menunggu dia bangun saja.
Kalau Alvin dia ada di dalam menjaga Avina, " jawabku.
"Anak itu benar-benar sangat keterlaluan !
apa salahku sampai anakku mempunyai sifat seperti itu !" ucap ayah Alvin terlihat jelas saat ini ia tengah marah dan kecewa sekali.
Aku gak tau apa yang salah dengan beliau.Ayah Alvin kemudian berjalan pergi menuju keruangan Avina , meninggalkan aku bersama ibu tiri Alvin.
"Yaya, tolong maafkan Alvin ya," pinta ibu tiri Alvin seraya memegang kedua tanganku dengan sangat lembut.
"Maksudnya gimana bu ?
dan maaf untuk apa ?" tanyaku bingung.
"Ayah Alvin sudah tau semuanya Yaya, tadi sebelum kami pergi kerumah sakit, kami sempat pulang dulu kerumah, dan si mbak menceritakan semua masalahnya, makanya ayah Alvin terlihat sangat kecewa," jelas ibu Alvin.
"Oh begitu bu, tapi mungkin itu gak sepenuhnya salah Alvin bu," jawabku datar, aku tiba-tiba mengkhawatirkan Alvin, aku berfikir lagi tentang apa yang akan ayah Alvin lakukan kepada Alvin sekarang. Karena dari apa yang aku kihat dan yang aku dengar tadi ayahnya sangat marah.
"Yaya ,
yaya ,
yaya !" panggil ibu Alvin beberapa kali kepadaku, yang menyadarkanku dari lamunanku.
"Ia bu maaf, Yaya melamun ," jawabku.
"Ia gak apa-apa ,
jadi Yaya bisa memaafkan Alvin, kan ?" tanyanya lagi.
Aku gak tau ini pertanyaan atau permintaan,
yang pasti aku tidak bisa menjawabnya, untuk saat ini aku hanya bisa memberinya senyuman dan anggukan kecil.
"Ok kalau begitu ayo keruangan Avina," ajaknya menarik tanganku.
"Hm nggak bu, tadi Yaya sudah kesana, dan sekarang Yaya mau pulang dulu , nanti kesini lagi , " jawabku , yang sebenarnya aku ingin sekali ikut dan melihat langsung keadaan Avina.
"Ikut dulu Yaya, saya khawatir ayah Alvin akan melampiaskan emosinya pada Alvin, dan kalau sampai itu terjadi saya akan meminta kamu untuk menghibur Alvin," pintanya memaksa.
Aku mengangguk dan pasrah mengikuti langkahnya dalam hati aku berfikir.
"Aku diminta untuk menghibur Alvin ?
apa aku gak salah dengar ?
yang ada bukannya menghibur malah akan semakin mdmbuat Alvin makin kesal saja nantinya. Karena dia bilang kehadiranku cuma membuat semua jadi hancur berantakan, dan aku hanya seorang gadis pembawa sial" gumamku menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalaku.
Sesampainya didepan ruangan Avina langkahku terhenti, sementara ibu Alvin terus berjalan mendekati suaminya.
Aku melihat semuanya, aku melihat kesakitan dihati Alvin saat ayahnya membentaknya, dan aku melihat dengan jelas penyesalan yang amat besar dari tatapan matanya yang tidak bisa ia ungkapkan saat ini.
Tanpa bisa membelanya aku hanya mampu melihatnya dari kejauhan.
#Author
Ayah Alvin penuh dengan amarah terus membentak Alvin tanpa perduli dimana saat ini mereka berada.
"Alvin ! " panggil sang Ayah.
"Pa, Avina--"
_Plaaak_
belum selesai dia dengan kata-katanya sudah terpotong karena ayahnya yang secara tiba-tiba datang dan menamparnya.
"Pa ?
kenapa papa tampar Alvin ?
memangnya apa salah Alvin ?" tanya Alvin.
dan apa salah kamu ?" tanya balik ayahnya.
"Ya karena Alvin gak ngerti pa, papa baru saja datang dan tiba-tiba tanpa basa-basi papa langsung tampar Alvin gitu aja ?
tanpa Alvin tahu apa kesalahan Alvin !" ucapnya membela diri.
"Sekarang papa tanya Vin sama kamu !
obat apa yang kamu masukkan kedalam minuman itu !
kamu gak pernah berfikir kalau minuman itu mungkin saja diminum oleh Avina keponakanmu ?
Papa tidak mengerti lagi apa yang ada difikiranmu Vin !" ucap sang ayah memperjelas keadaan.
Mendengar sang ayah sudah mengetahui semuanya Alvin terdiam dia mencoba menahan air matanya dengan melihat kiri kanan, ketika tengah melakukan itu dia melihat Yaya masih ada disana berdiri dan tengah memperhatikannya.
Alvin memandang dengan tatapan iblisnya kearah Yaya.
"Alvin !
papa ingin tau ,apa sebenarnya alasan kamu melakukan itu kepada Yaya ?" tanya ayahnya lagi.
"Papa mau tahu kenapa pa ?
Semua itu Alvin lakukan karena Alvin benci cewe miskin itu pa !
Alvin gak suka dia ada diantara keluarga kita.
Sudah cukup ada satu wanita miskin yang papa nikahi, jangan sampai ada dua orang miskin yang papa tampung dirumah, mereka hanya wanita murahan yang ingin uang papa saja !" jawab Alvin.
"ALVIN !!!" teriak ayahnya, seraya melayangkan tangannya dan kembali menampar Alvin lagi.
Alvin terdiam merasakan sakit dipipi dan hatinya saat ini, ia melihat sebentar kearah ayahnya sebelum pergi meninggalkan mereka.
Alvin berjalan melewati tempat Yaya berdiri , dan menarik tangan Yaya untuk ikut dengan Alvin.
Alvin membawanya ketaman rumah sakit itu, dan mendorong tubuh Yaya sampai ia tersungkur ketanah.
"Lo ngadu apa sama orangtua gua , hah ! Ngomong apa lo !
lo pasti senangkan lihat gua ribut sama beliau, ia kan ?" tanya Alvin dengan nada keras seraya menekan pipi Yaya dengan sangat kuat.
"Lepasin Vin , ayo ngomong baik-baik, " pinta Yaya.
"Apa ?
ngomong baik-baik lo bilang !
heh , orang seperti lo itu gak pantes buat diajak ngomong baik-baik !" jawab Alvin yang
cengkramannya pada dagu Yaya makin bertambah kuat.
"Aku gak pernah ngadu apa-apa ke ayah kamu Vin , aku cuma bertemu sama mereka didepan dan mereka memintaku untuk ikut keruangan Avina. , itu saja Vin," jawab Yaya menjelaskan.
Akan tetapi sepertinya Alvin tidak percaya dengan apa yang Yaya ucapkan, karena cengkraman didagu Yaya makin diperkuat oleh Alvin.
"Lepasin Alvin sakit ," keluh Yaya mencoba memohon agar Alvin mau melepaskannya.
"Berhenti nyebut nama gua !
gua gak sudi nama gua disebut sama cewe murahan seperti lo !
apa yang lo butuhkan buat bikin lo menjauh dari hidup gua ?
apa !
lo tinggal sebutin saja ! " ucap Alvin.
"Kamu mau tau apa yang sebenarnya aku butuhkan ?" tanya Yaya.
"Gak usah berbelit-belit !
cepat jawab !
tapi setelah gua penuhi apa kemauan lo itu, lo harus pergi dari hidup gua dan keluarga gua !
apa lo bisa janji ?" tanya Alvin.
Yaya mengangguk dan menjawab.
"Aku butuh kamu !" jawab Yaya dengan suara lirih.
Jawaban Yaya membuat Alvin terkejut dan kemudian melepaskan cengkramannya pada pipi Yaya.
"Apa maksud lo ?" tanya Alvin merendahkan suaranya.
"Gak apa-apa Vin, aku hanya ingin bilang makasih sudah mau melepaskan aku,
aku permisi pulang, " pamit Yaya.
Alvin masih terdiam ditempatnya . mendengar jawaban Yaya tadi membuat darah Alvin mengalir sangat cepat , jantungnya terasa terpacu.
"Apa maksudnya bilang dia butuh gua?" gumam Alvin yang saat dia tersadar Yaya sudah pergi dari hadapannya menyisakan pertanyaan yang sangat besar untuk Alvin .