
sepulang nya mereka dari jalan jalan . mereka kembali ke hotel .. yaya berjalan di belakang alvin . memperhatikan langkah demi langkah kaki alvin .
"Hey ... kok kamu jalan sambil ngelamun si.." tanya alvin seraya berjalan kembali lagi kebelakang menghampiri yaya..
"Ada apa ?
apa yang kamu fikirin ?" tanya alvin.
"Nggak vin . aku Cuma kangen ibu aku ...
aku pingin telphone ibu tapi ponsel aku mati.
boleh gak kalau aku pinjem ponsel kamu bentar buat telphone ?" pinta yaya ..
"iya boleh dong , sekarang kita ke kamar dulu . nanti kamu baru telphone di kamar .. oke ." jawab alvin memperbolehkan yaya meminjam ponsel nya
mereka kembali berjalan memasuki kamar .
alvin mengeluarkan ponsel nya dan memberikannya pada yaya .
"telphone ibu sekarang , tanyain kabar nya . dan sampaikan juga salam dari aku ..
aku mau mandi dulu yaa .. " ucap alvin memberikan ponselnya . seraya pergi meninggalkan yaya yang duduk diam di tempat tidur .
setelah alvin masuk kamar mandi . yaya mulai membuka ponsel alvin ...
hal pertama yang yaya periksa adalah log panggilan terakhir yang alvin lakukan .
Nama yang menelphone alvin hanyalah inisial "A" saja .. karena penasaran yaya mencatat nomor telphone dengan inisial A itu ke tisu..
di log panggilan sudah tidak ada yang mencurigakan . yaya beralih ke pesan tapi ia tidak bisa membukanya karena aplikasi pesan nya dikunci dengan password..
"kenapa hanya aplikasi ini yang di kunci .. " gumam yaya dalam hati. .
yaya mencoba beberapa kode password yang mungkin bisa membuka kunci pesan alvin . namun tidak sempat bisa terbuka alvin sudah bergerak menuju pintu kamar mandi dan hendak keluar . yaya pun bergegas menekan no telpone ibu nya dan berpura pura memanggilnya .
"Belum di angkat ?" tanya alvin
"ia nih vin , nggak di angkat ..
ini ponsel kamu . makasih ya . nanti saja aku coba telphone lagi setelah ponsel ku hidup. ." jawab yaya ..
"ia gak apa apa .. mungkin ibu lagi sibuk atau mungkin juga dia lagi gak pegang ponsel... "
yaya mengangguk seraya mengepal tisu yang tadi ia tulis nomor yang ia curigai .
"kamu kenapa si ya ? kok aneh banget .. itu apa yang kamu sembunyiin di tangan ?" tanya alvin .
"Ha ? bukan apa apa kok vin . ini cuma tisu bekas aku ngelap keringat ..
hmm vin aku juga mau mandi dulu ya ... " ucap yaya mengalihkan pembicaraan, sebelum pergi yaya juga membawa ponselnya ..
Alvin menatap aneh ke arah yaya yang setengah berlari masuk ke kamar mandi ...
"Bukan nya ponsel nya mati . kok pake di bawa bawa segala . aneh .." gumam alvin .
di kamar mandi yaya menghidupkan ponsel nya .
"inisial A , apa ini ajeng ?
tapi kalau benar ini nomor ajeng kenapa harus di simpan pakai inisial segala ? " tanya yaya dalam hati .
begitu ponsel nya hidup , yaya langsung memasukan nomor yang tadi ia catat .
dan ternyata nomor itu tidak tercatat di ponsel yaya ..
"ini bukan nomor ajeng., terus nomor siapa ?" yaya kembali bergumam seraya memandang heran ke arah ponselnya ..
"Yaya ... kamu ngapain ?
katanya mandi kok gak kedengaran suara air si . ? " seru alvin
ditengah kebingungannya alvin memanggil yaya yang sontak membuat yaya terkejut dan menjatuhkan ponsel nya .
"Ehm .. aku lagi bersihin muka dulu vin .. " jawab yaya panik .
ia mengambil lagi ponselnya yang tadi ia jatuhkan .
yaya kembali terkejut , karena ternyata sebelum ia menjatuhkan ponsel , tangan nya tidak sengaja menekan tombol calling ke nomor tadi ..
karena sudah terlanjur terhubung . yaya pun mencoba mendengarkan suara di ujung telphone itu.
A : hallo .. hallo .. hallo ?
seseorang di ujung telphone itu terus berbicara . akan tetapi yaya tetap diam . dan tanpa sadar meneteskan air mata ., karena yaya sadar kalai itu benar suara ajeng dan dia pakai nomor baru .
A : kalau lo gak mau ngomong gua matiin ni ya telphone nya . gak jelas .
Yaya : Ajeng ?
A : yaya ? lo tau nomor gua ..? alvin gak mungkin kasih tau lo ?
yaya : kenapa lo bisa yakin alvin gak mungkin kasih tau nomor lo ke gua ?
A : ya karena itu sama aja kayak dia lagi bunuh diri dia sendiri .. hahah (tawa jahat) ..
Yaya : maksud omongan kamu apa jeng ?
A : udah ahh .. gua mau kasih tau ke alvin kalau lo nyuri nomor gua dari ponsel dia ...
Yaya : Jeng hallo ... hallo ...
ajeng mematikan sambungan telphone nya . namun yaya tetap mencoba menghubungi ajeng ..
"Jeng angkat dong .. " gumam yaya . namun nomor ajeng berada di panggilan lain .
"ajeng pasti lagi telphone alvin .
aku harus gimana sekarang .
Alvin pasti marah besar sama aku " gumam yaya ..
saat yaya tengah berfikir apa yang harus dia katakan pada alvin kalau dia bertanya . tiba tiba pintu kamar mandi itu di ketuk dengan kuat .
"yaya mau berapa lama lagi di dalam !, keluar gua mau ngomong . " seru alvin dengan nada tinggi .
yaya menghela nafas panjang . dan memberanikan dirinya untuk menghadapi alvin , ia pun membuka pintu kamar mandi itu . benar saja alvin masih berdiri didepan pintu dengan tatapan kesal ..
"Vin ... kamu kenapa ?" tanya yaya berpura pura tidak tau apa yang sedang terjadi .
"Siapa yang ngajarin lo jadi maling ?
Ha ! SIAPA !!!" tanya alvin seraya mencengkram pipi yaya dan masih dengan nada tinggi .
"Vin maksud kamu apa .? aku gak ngerti .."
"gak usah pura pura gak ngerti ..
oh gua tau lo pinjam ponsel gua tadi bukan untuk menghubungi ibu lo kan . tapi lo lagi mencoba over sama gua ,ia kan ?" tanya alvin .
"cukup vin . lepasin !" jawab yaya memberontak melepaskan tangan alvin dari pipi nya .
"KENAPA !!!!" seru alvin .
"Aku jawab pertanyaan kamu , tapi kamu gak usah ninggiin suara begitu .. karena aku bicara pun biasa aja . ! " jawab yaya
"gak usah berbelit belit , cepat jawab . kalau memang lo gak mau gua kasarin !" ancam alvin .
"ia tadi memang aku pinjam ponsel kamu bukan untuk telphone ibu ku ,.
aku hanya ingin tau siapa yang menghubungi kamu pagi pagi . sampai kamu harus menerima telphone secara sembunyi sembunyi ... karena setelah kamu nerima telphone itu sikap kamu jadi beda vin ,
wajar sebagai istri aku harus tau siapa aja yang menghubungi kamu " ... jawab yaya .
"Oh mulai sok berkuasa atas diri gua ?
mulai mau ngebatasi ruang lingkup hidup gua?
sejak kapan ?
istri macam apa lo yang berani nyuri dari suami nya sendiri !
dengar ya status lo boleh istri gua , tapi jangan sampai lo berani ngatur hidup gua ." ancam alvin .
"Cuma karena ajeng , kamu nuduh aku pencuri vin , sebegitu berartinya ya dia buat kamu ?" tanya yaya dengan kecewa .
"Bahkan ajeng jauh lebih baik dari pada lo !" jawab alvin seraya menunjukkan jarinya ke arah yaya .
yaya menggelengkan kepala mendengar ucapan alvin . seolah semua kebaikan dan kehangatan yang alvin beri selama ini seakan lenyap begitu saja .