
Sambil berjalan aku menarik lengan Felix dan setengah berbisik aku mengatakan.
"Fel mereka semua kenapa melihat aku sampai seperti itu ?
aku ngerasa mereka semua seperti hendak menerkam aku tau gak," ucapku merasa heran dan tidak nyaman dengan pandangan semua orang padaku.
"Mereka semua itu kagum tau sama kamu ? makanya mereka tidak bisa berhenti melihat kearah kamu, kamu juga harus biasa saja sikapnya jangan kaku gitu," nasehat Felix.
Saat mereka tengah berjalan sambil berbincang dari belakang mereka ada yang menepuk pundak Yaya ,yang secara langsung membuat Yaya menoleh kebelakang.
"Huft Ocha , kamu buat aku kaget saja tau gak !" Gumamku ke Ocha.
"Ia maaf-maaf, Yaya kamu kenapa tegang banget, ini itu pesta ulang tahun Yaya, kamu bukan lagi uji nyali, kamu kira aku hantu kagetnya sampai seperti itu amat " ucap Ocha setengah merajuk.
"Hm maaf, sudah jangan ngambek gitu, aku memang lagi tegang banget Cha, soalnya dari tadi orang-orang melihat aku sudah seperti mereka mau memakanku, seram, kan ?" jawabku.
"Gak tahu itu Yaya Cha , padahal aku itu sudah coba buat mengingatkan dia untuk gak tegang tapi ya liat sendiri, hasilnya malah begini sampai temannya Sendiri saja dia kira hantu, hahah padahal memang benar hantu ya hahah" ucap Felix menggoda Ocha.
"Apa-apaan si Fel, gak lucu, " jawab Ocha makin memanyunkan bibirnya yang mungil.
"Ngomong-ngomong malam ini kamu cantik banget Yaya sumpah, aku saja tadi sampai pangling lihat kamu dari kejauhan, aku kira kamu itu cinderella yang datang dari negara mana gitu, " ucap Ocha memberi pujian.
"Bisa saja kamu Cha, masa ia sampai segitunya , kamu memujinya terlalu berlebihan aku jadi malu," jawabku.
"Aku gak bohon Yaya, kamu memang benar-benar cantik, kamu gak pernah dandan sekalinya dandan buat semua orang pangling, makanya gak heran kalau semua orang melihat kamu dengan kagum,
benar gak Fel ?" tanya Ocha pada Felix.
"Benar sekali Cha, dia memang cantik, pacar siapa dulu, Felix hahah" jawab felix dengan percaya diri sangat membanggakan dirinya sebagai pacar Yaya yang membuat yaya dan ocha saling pandang, dan keduanya mencubit pipi Felix.
"FELIX !" teriak Yaya dan Ocha secara bersamaan.
"Aduh ia-ia ampun-ampun," teriak Felix meminta Yaya dan Ocha melepaskan cubitan mereka pada pipinya.
"Dasar makanya jangan ngomong sembarangan, kalau ada yang dengar nanti dikira benar !" ucap Ocha dengan suara sedikit tinggi.
"Ya namanya juga ngomong sekalian berdoa Cha, gak boleh banget memang," jawab Felix merajuk.
"Jangan merajuk seperti cewe saja.
Yasudah ayo masuk sepertinya acara sudah mau dimulai," ajak Ocha kemudian.
Aku dan Felix mengikuti Ocha masuk kedalam, aku harus membiasakan semua mata yang menatap terpaku padaku, aku menarik nafas panjang untuk menenangkan hatiku dan terus melanjutkan langkahku.
Kami berhenti dimeja yang penuh dengan minuman yang sudah disajikan didalam gelas, aku dan ocha mengambil minuman tanpa alcohol, karena sepertinya yang lainnya ada kandungan alcoholnya.
Kami berbincang seraya memperhatikan kelanjutan acara malam itu.
#Author
Sementara Yaya dan yang lainnya tengah asik mengobrol, Alvin dan Ajeng memutari anak-anak untuk menyapa semua tamu yang datang malam itu.
Yaya melihat terpesona kearah Alvin yang terlihat sangat tampan malam itu, namun ada juga raut kecewa terpancar diwajahnya melihat Alvin yang menggandeng tangan Ajeng dengan sangat mesra.
Hampir sama dengan Yaya. Alvin juga memandang kagum akan kecantikan Yaya malam ini, namun sama ia juga kecewa melihat Yaya datang bersama Felix.
"Mereka terlihat sangat cocok, kan ?" tanya Felix pada Yaya.
"Alvin sama Ajeng, gimana menurut kamu ?"
"Ia mereka memang sangat cocok bersama," jawab yaya dengan suaranya yang hampir tidak terdengar.
#Yaya
"Felix benar, mereka memang sangat cocok ," gumamku dalam hati, seraya terus menghindarkan pandanganku melihat Alvin.
#Alvin
"Kenapa dia bisa datang bersama Felix, seolah dia tidak ingin berpisah dengan Felix,apa benar mereka pacaran ?" gumamku yang terus melihat kearah Yaya.
"Vin, kenapa bisa ada Felix ?" tanya Ajeng.
"Gua gak tau Jeng, mungkin cewe itu yang mengajaknya " jawabku datar.
"Mereka benar-benar pacaran sepertinya, buktinya Yaya mengajak Felix jadi pasangannya kesini, " ucap Ajeng seakan memanaskan suasana .
"Bisa diam gak Jeng, mau mereka pacaran atau gak apa urusannya sama gua !" ucapku membentak Ajeng dan melepaskan tanganku dari genggamannya.
Rasa panas seolah terbakar dimuka dan hatiku membuat langkah kakiku berjalan mendekati tempat Yaya dan Felix berdiri dengan langkah cepat aku sudah berada diantara mereka.
#Author
Alvin menarik tangan Yaya dan menggenggamnya dengan sangat kuat, tidak hanya itu Alvin juga menatap Yaya dengan tatapan yang dipenuhi dengan amarah.
"Siapa yang bilang lo bisa ngajak orang luar kepesta gua !" tanya Alvin membentak Yaya, membuat mereka jadi perhatian semua orang.
Yaya menatap dan mengerutkan keningnya kearah Alvin ,Yaya mengunci mulutnya rapat-rapat tidak menjawab sepatah katapun.
"Vin lepasin tangan lo !
lo bisa sopan sedikit gak si !
dia itu cewe Vin, sangat tidak pantas lo bersikap begini !" Bentak Felix seraya mencoba melepaskan genggaman tangan Alvin dari tangan Yaya.
"Lo orang luar gak usah ikut campur !
ini urusan gua sama dia !" jawab Alvin seraya menunjukkan telunjuknya kearah Felix.
"Gak usah nunjuk-nunjuk gua Vin,
kalau itu menyangkut Yaya, gua harus ikut campur !" ucap Fellix mencoba membela Yaya.
"Kenapa kalau menyangkut dia lo harus ikut campur, sudah dikasih apa lo sama cewe ini ! oh gua tau, lo pasti sudah pernah tidur sama dia, makanya lo mati-matian membela dia, ia kan !" tanya Alvin terus membentak dengan mata berkaca- kaca seperti air matanya hendak jatuh saat itu juga.
"IA !" jawaban Yaya itu membuat mata semua orang melihat kearahnya.
"ia aku memang sudah pernah tidur dengan Felix !
lalu kenapa ?
ada masalah ?" tanya Yaya seraya melepaskan genggaman Alvin yang mulai melonggar dan mendorong tubuh Alvin menjauh darinya.
Alvin terdiam tanpa bisa berkata apapun begitu juga dengan Felix mereka terkejut mendengar jawaban Yaya, Alvin menggerakan bola matanya melihat kearah atas dan terus seperti itu guna menahan air matanya.