
Malam itu terasa begitu hening . Alvin sudah terlebih dahulu menutup dirinya dengan selimut , dan tidur memunggungi yaya..
Yaya berbaring disamping alvin Sambil terus menangis ditahan seraya memandangi punggung alvin ..
dan kemudian yaya mulai mendekat dan mendekap punggung alvin dari belakang .
"Selamat tidur vin , selamat tidur suami ku ,, aku harap semoga besok semua jauh lebih baik untuk hidup kamu dan aku , aku juga berharap semua yang terjadi hari ini cuma mimpi, jadi besok pagi saat bangun kamu bisa kembali jadi alvin suamiku yang hangat.." ucap yaya dengan suara bergetar dan masih terus memeluk alvin .
namun alvin yang memang belum tidur mencoba menepiskan tangan yaya dari pinggang alvin .
"Apaan si ...
jangan kira gua bakal luluh ya . cuma karena kata kata lo yang menyedihkan .." jawab alvin sambil terus berusaha melepaskan pelukan yaya .
"Sekali ini aja vin , ini yang terakhir ... tolong biarin aku peluk kamu ... karena belum tentu besok aku masih bisa melihat kamu . apa lagi untuk memeluk kamu .. jadi aku mohon biarin malam ini jadi malamku.." pinta yaya .
"Maksudnya ?" tanya alvin yang tidak mengerti kemana arah pembicaraan yaya .
namun yaya tidak menjawab alvin . ia lebih memilih tetap diam, menangis dan menyembunyikan tangisnya di punggung alvin ..
"Terserah lo aja kalau begitu ...
lo peluk sesuka lo, jangan terlalu erat . gua gak bisa nafas !" seru alvin.
yaya hanya menjawab alvin dengan anggukan kecil ...
karena terlalu lelah menangis , akhir nya yaya pun tertidur tanpa melepaskan pelukannya pada alvin ..
keesokan pagi nya , yaya terbangun terlebih dahulu , ia membereskan semua barangnya , lalu pergi tanpa menunggu alvin bangun dan berpamitan . . . namun dia hanya meninggalkan sepucuk surat di samping alvin yang masih tertidur lelap ..
setelah beberapa jam setelah kepergian yaya kemudian alvin baru terbangun dari tidur nya .. melihat jam di ponselnya sudah jam 11 siang waktu bangkok . .
"Ya... yaya ...
kenapa lo gak bangunin gua ..
kalau gua bangun nya sore lo gak akan bisa balik ke rumah ..." teriak alvin .
tapi tidak ada yang menjawab seruan alvin . bahkan kamar itu pun terasa hening tidak ada suara langkah , suara air atau apapun itu .
"kemana si itu orang !" gumam alvin kesal .
saat ia akan beranjak dari tempat tidurnya , tangannya tidak sengaja menyentuh surat yang tadi yaya tinggalkan .
"Apaan ini .. ?" tanya alvin seraya menatap surat itu ..
ia pun mulai membuka lipatan kertas itu dan mulai membacanya .
(Untuk suamiku..
Vin aku berterimakasih sekali karena kamu sudah pernah mengizinkan aku merasakan kehangatan sifat kamu ,, senyum manis kamu, belaian tangan kamu yang sangat lembut, dan juga perhatian kamu . ,, yah, walaupun itu palsu ,aku cukup senang vin ..
dulu aku tetap bertahan , karena aku fikir kamu pasti bisa berubah .
tapi hari ini aku benar benar minta maaf vin .
sudah cukup kamu menguji kesabaran aku , sudah cukup kamu menyia nyiakan aku , dan sudah cukup hubungan palsu ini ..
tapi walaupun ini palsu , surat nikah kita tetap asli ,. aku tunggu gugatan cerai nya .
aku sudah tidak berharap kamu tanggung jawab sama aku , tapi hati kamu tidak pernah meyakini , anak ini sebagai anak kamu .
terimakasih . )
wajah alvin tersenyum sinis sebelum membaca surat itu , tapi setelah surat itu ia baca , ia mulai terlihat panik , dengan mata berkaca kaca , dan mengarahkan pandangannya pada barang barang yaya . tapi ternyata koper yaya pu sudah tidak ada disana , yang tersisa hanya barang alvin. dan beberapa barang yang alvin belikan untuk yaya saat mereka berbelanja . ,..
"Hahaha...
(bibir alvin tertawa , tapi matanya menangis)
harusnya gua senang , karena dari awal memang ini yang gua mau ... !" gumam alvin .
mulut alvin terus berkata hal yang tidak sama dengan hati dan bahasa tubuhnya ..
"oh ternyata ini maksud omongan lo sebelum tidur semalam . jadi lo memang udah punya niat untuk pergi saat gua tidur ,.
tempat lo pergi gak akan jauh yaya , lo pasti kembali untuk fellix . memang itu yang lo mau . " gumam alvin mengepal kertas surat yaya, dan membuangnya ke tempat sampah .
alvin pun juga bersiap, membereskan barangnya dan pergi , ia membeli tiket pesawat lagi , agar bisa pergi saat ini juga ..
sementara itu yaya sudah sampai di rumah alvin .. menarik nafas panjang dan mulai memberanikan diri masuk ke dalam rumah , ayah dan ibu alvin sudah menunggu di rumah itu , karena mereka tau alvin dan yaya hari ini kembali dari honeymoon mereka .
semua orang berharap honeymoon mereka akan membahagiakan tapi yaya pulang dengan tangisnya yang tiba tiba pecah saat ibu alvin bertanya .
"Yaya sayang, kalian sudah kembali , gimana liburannya ?
ih kamu kok bawa barang barang berat gini si memangnya dimana alvin ?.
kok kalian gak bersama ?" tanya ibu alvin.
yaya langsung memeluk ibu alvin dan saat ini lah tangis yaya pecah .
"ada apa yaya , kenapa ?
apa yang sudah terjadi ?" tanya ibu alvin. .
"nggak apa apa ma , yaya hanya ingin bercerai sama alvin .." jawab yaya
yang membuat ayah dan ibu alvin terkejut bukan main .
"hust , jangan gegabah nyebutin kata cerai , coba kasih mama sama papa penjelasan dulu , apa yang sudah terjadi ... " tanya ibu alvin lagi .
"ternyata alvin selama ini hanya menganggap yaya sebagai musuhnya..
yang dia lakukan selama ini semua nya palsu. dia hanya ingin mempermainkan hidup yaya ,
bahkan dia menuduh yaya pencuri saat yaya mencoba memeriksa siapa yang menghubunginya pagi pagi , ternyata kecurigaan yaya terbukti ma, dia menghubungi ajeng , dan sepertinya ada rahasia besar yang sedang mereka sembunyikan " jawab yaya menjelaskan .
"anak itu tidak pernah berubah , tidak bisa di pegang omongannya . ." ucap ayah alvin kesal.
"pa , jangan marah marah , kasih solusi jangan sampai mereka bercerai !. " seru ibu alvin , masih terus mengusap kepala yaya, yang masih menangis dipelukan ibu mertuanya .
"kamu tidak harus bercerai dengan alvin . kamu hanya perlu bersembunyi yaya , papa ingin tau , apa perasaan anak itu benar benar palsu. kita akan lihat apa yang akan terjadi padanya , saat dia tidak pernah melihat kamu lagi , sementara beberapa waktu lalu kalian selalu bersama . " saran ayah alvin .
"Tapi pa. ." protes yaya
"hey papa benar, kalau pun ingin bercerai saat ini tidak akan bisa , karena kamu sedang hamil,. sekarang ikuti saja kata papa bersembunyi saja di villa papa yang di bogor, kami akan menyiapkan orang orang untuk menjaga mu . dan yang paling penting alvin tidak akan menyadari kamu disana." ucap ibu alvin
yaya hanya mengangguk , karena dia merasa sudah tidak ada lagi jalan untuk nya ..
"kalau memang bercerai saat ini belum bisa , maka sementara sembunyi itu pilihan yang cukup baik " gumam yaya dalam hati ..