
malam tadi alvin larut dalam kegelisahan dan kebimbangan hati nya , sampai membuatnya tertidur lelap , pagi ini ia terbangun oleh suara alarm yang sangat mengganggu tidur nya , tanpa sadar ia berteriak..
"Aakh ,,, apaan si berisik,,
yaya matiin alarm nya berisik , aku masih ngantuk ... " gumam alvin .. namun ia sadar karena tidak ada yang menjawab omongannya , dia pun terbangun dan mematikan sendiri alarm itu .
"Bego ...
yaya kan gak ada disini lagi . ngapain juga gua panggil panggil dia ... " gumam nya lagi .
alvin membuka ponsel nya, dengan penuh semangat , tapi terlihat raut wajah kecewa terlukis di wajah alvin..
"Haha (senyum kecewa)
apaan si vin yang sebenarnya lo harapin .. " alvin bicara pada dirinya sendiri ...
ia pun mencoba beranjak dari tempat tidurnya dan meletakan ponsel nya di atas kasur , tak lama ponsel nya berbunyi , alvin setengah berlari menggapai ponselnya .. tanpa melihat siapa yang menelphone alvin langsung mengangkatnya .
(Call)
Alvin : Hallo .. (sapa alvin penuh semangat)
Ajeng : Hy vin .. udah di rumah ?
Alvin : oh ajeng , ia.. kenapa jeng ? (jawab alvin lemas)
Ajeng : kenapa suara lo ,? tadi pas angkat telphone kayak nya semangat benar , kok sekarang lemas banget . jangan jangan lo lagi ngeharapin orang lain yang telphone ya ?
Alvin : hah ,, nggak jeng , gua baru bangun tidur , jadi masih belum terlalu konsen . .
gua mandi dulu ya jeng , sampai ketemu di kampus .. by ..
tanpa menunggu jawaban ajeng , alvin menutup telphone nya ..
"Lo benar jeng , gua lagi nunggu kabar dari seseorang .. " gumam alvin ..
alvin pergi mandi setelah selesai bersiap , ia memulai aktivitas kuliah nya seperti biasa. .
saat alvin keluar dari kamarnya ayah nya dari meja makan memanggilnya ..
"Alvin, ayo sarapan bareng .." ajak ayah alvin .
alvin terdiam , dia melangkahkan kaki nya dua langkah menuju meja makan , sebelum ia mengehentikan langkah berikutnya , ia melihat kursi tempat yaya biasa duduk . lalu alvin mengalihkan pandangannya ke arah lain seraya berkata.
"nggak pa , alvin belum lapar , nanti alvin sarapan di kantin kampus aja. ..
alvin berangkat dulu pa .." pamit alvin ,
yang langsung melangkah pergi ..
setelah alvin pergi ayah dan ibu alvin saling pandang .
"Pa , alvin mulai ingat pada yaya , ngeliat wajahnya kayak nya dia ke siksa pa ..
apa kita akhiri saja ?. gimana menurut papa ?" tanya ibu alvin
"nggak ma , sakit nya anak itu belum setimpal sama luka yang ia kasih ke menantu dan calon cucu kita .. !" gumam ayah alvin .
ibu alvin hanya mengangguk . karena tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menuruti perintah suaminya.
#
Sementara itu di villa, yaya bangun sangat pagi , ia berjalan jalan di sekitar taman di villa itu ..
yaya duduk di kursi taman menikmati pemandangan kebun teh didepannya , seraya mengelus perutnya, saat yaya larut dalam kegiatannya , angin menerbangkan daun daun kering dari pepohonan disekitarnya , dan salah satu daun itu jatuh di antara leher yaya , yaya mengambil daun kering itu , namun tangannya menyentuh kalung yang ia pakai.
mata yaya berkaca kaca saat ini , karena ia langsung tersadar bagai mana cara ia mendapatkan kalung itu. dan teringat bagaimana romantis nya alvin memasangkan kalung itu ke lehernya ..
yaya melepas kalung itu dan mendekatkan ke arah perutnya..
"Dek,.udah bisa dengar mama belum ,,
mama mau cerita, kamu lihat gak kalung yang mama pegang , ini kalung dari ayah mu dek ,. ayah memberikan kalung ini ke mama dengan cara yang sangat romantis ,,
ayah mu itu orang yang sangat baik dek ,.
ayah mu sanfat mencintai kamu dek ..
sambil menangis yaya bergumam pada janin didalam kandungannya..
saat yaya larut dalam kesedihannya seorang asisten rumah tangga menghampirinya.
"Mba yaya , tuan besar berpesan , agar mba yaya tidak berjalan sendirian di luar rumah . sebaik nya mba kalau mau keluar beri tahu saya mba ... " ucap asisten rumah tangga itu .
"iya teh , saya mengerti maaf ya,.
oh ia teh , bisa saya minta tolong ?" tanya yaya .
"bisa mba apa yang bisa saya bantu ? .."
"Aku mau kirim paket ke kota , apa teteh bisa antarkan ?" tanya yaya .
"iya mba saya bisa antarkan . kapan mau dikirim ?"
"sekarang teh , saya siapkan dulu barang nya .. " jawab yaya , seraya melangkah masuk kedalam rumah ..
didalam kamar yaya menyiaplan kotak kecil , untuk tempatnya memasukan kalung dan sekalian juga ia mengembalikan cincin kawin pemberian alvin ...
"Maaf vin , tapi kalung dan cincin ini sudah tidak pantas untuk ku .." gumam yaya.
tidak lupa juga sebelum membungkusnya , ia menyelipkan selembar surat yang ia tulis untuk alvin ..
setelah selesai membungkusnya menjadi paket , yaya menyerahkan paket itu ke si teteh.
"Teh , jangan sertakan alamat rumah ini .. alvin akan tau tempat saya bersembunyi .. " ucap yaya memperingatkan si teteh untuk tidak lupa mengarang alamat ..
si teteh mengangguk tanda ia memahami maksud dari omongan yaya tersebut , dan langsung berangkat mengantarkan paket itu ke jasa pengiriman barang ..
#
Hari demi hari pun berlalu tiga hari sudah yaya pergi meninggalkan alvin ..
pagi itu saat alvin hendak berangkat ke kampus , langkahnya di hentikan oleh pak agus yang tiba tiba memanggilnya ..
"Mas alvin , mas tunggu sebentar .." seru pak agus setengah berlari menghampiri alvin..
"ada apa pak , kenapa lari lari ?" tanya alvin .
"ini mas , ada kiriman paket untuk mas alvin "
ucap pak agus seraya menyerahkan paket itu ke alvin ..
"dari siapa pak , kok gak ada nama pengirim sama alamat nya juga gak jelas .. " tanya alvin
"wah bapak kurang tau mas , bapak hanya menerima saja ,.. " jawab pak agus .
"ia udah gak apa apa , makasih pak .. " ucap alvin seraya membuka pintu mobil nya dan melaju pergi .
"Mas alvin, mas alvin, sudah gak pernah terlihat senyum dan tidak pernah bersemangat lagi . semenjak mba yaya pergi .
semoga orang orang baik seperti kalian kembali di persatukan lagi .. dan mba yaya cepat kembali agar mas alvin bisa terlihat hidup kembali . ." gumam pak agus berdo'a ..
sementara di perjalanannya alvin masih belum membuka isi paket itu ... ia merasa paket itu tidak terlalu penting untuk ia buka .. namun rasa penasaran juga mengganggu fikirannya , ia pun menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan . dan meraih kembali kotak paket itu. .
"Paket yang aneh , kok bisa gak ada nama pengirim sama alamat nya gak jelas gini.." gumam alvin .
seraya memandangi paket itu . dan mulai mencoba membuka nya.
setelah bungkusan paket itu terbuka . alvin terkejut dengan isi dari paket itu ..
air matanya mewakili kehancuran hatinya saat ini ...
ada sepucuk surat terselip diantara isi paket itu ..
dengan tangan bergetar dan air mata yang tidak terbendung lagi , alvin membuka lipatan kertas itu. dan membacanya ..
(_Tolong berikan kalung dan cincin ini pada orang yang benar benar kamu cintai ,. jangan pernah lagi bermain main dengan perasaan seseorang ... ingat gak selamanya orang lain yang mengejar kamu , ada kalanya semua itu berbalik , kamu yang mengejar orang lain ..
tidak usah aku sebutkan siapa aku , tentunya kamu tau siapa aku... aku berharap semoga hidup kamu berjalan seperti apa yang kamu mau . terimakasih untuk kebahagian yang kamu kasih ,, walaupun itu semua palsu tapi aku cukup senang bisa merasakan kehangatan kasih sayang palsu mu._)
membaca surat dari yaya membuat alvin semakin merasa sakit ,ia kembali mentalakan mobil nya , dan putar balik ia memutuskan kembali ke rumahnya dan mencari pak agus , untuk menanyai ,siapa pengirim nya .