Enemy, I Love You

Enemy, I Love You
episode 102



Sebelum ke rumah ajeng , alvin terlebih dahulu ke tempat dimana Mila meninggal malam itu .. namun sia sia saja . karena tidak ada yang mau buka mulut dan dijadikan saksi walaupun mereka mengetahui kebenarannya .. namun ada satu karyawan yang berkata .


"Malam itu ada orang lain yang datang setelah kalian semua tumbang , namun lelaki itu hanya memandang kearah kalian . lalu pergi lagi .." ucap karyawan itu .


"Siapa itu mas ?" tanya alvin penasaran


"Saya juga gak tau , saya fikir itu teman kalian yang telat datang ." jawabnya.


Karena dirasa usahanya mengumpulkan informasi disana sia sia


Alvin kemudian kembali mendekati ajeng, berminggu minggu kemudian akhirnya alvin punya kesempatan untuk memancing ajeng bicara saat dia tengah tidak terlalu sadar .


alvin sudah siap dengan rekaman ponselnya.


"Jeng jangan minum terlalu banyak , nanti mulut lo berbusa kayak mila .. gua gak mau kehilangan orang yang gua sayang untuk kedua kalinya ." ucap alvin berpura pura.


"Hahah , gak akan pernah lah gua kayak mila , kan gak ada yang nyampur minuman gua .." jawab ajeng


"Maksudnya nyampur apa jeng ?


dan siapa yang kasih campurannya ?" tanya alvin kemudian .


"Lo pikir siapa lagi yang bisa ngelakuin itu kalau bukan gua ..


gua campur obat yang bisa bikin dia Mati .


tapi lo bego vin , mau aja lo jadi kambing hitam buat gua .. haha " ceracau ajeng


ucapan ajeng membuat alvin kesal . tapi dia harus tetap menahan emosinya . untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi .


"gak apa apa jeng gua jadi kambing hitam , yang penting lo senang ..


tapi ngomong ngomong kok bisa lo berfikiran untuk menyingkirkan mila malam itu ?" tanya alvin lagi .


"ih kok lo gak ngerti juga si vin .


Dengar baik baik. mereka yang berani mendekati lo , harus siap dapat resiko nya . gua bisa lakuin hal lebih gila terhadap si miskin kalau lo berani balik lagi sama dia vin Hahah"


Dirasa cukup rekaman informasi yang ia dapat , alvin langsung membawa ajeng pulang ke rumah nya . .


#


Keesokan harinya Alvin sudah duduk manis menunggu ajeng terbangun dari tidurnya .


"Selamat pagi sayang .." ucap alvin .


"Vin, sejak kapan kamu duduk disitu..." tanya ajeng .


"Cukup lama , untuk memperhatikan kamu tidur dengan sangat lelap .."


alvin mendekati tempat tidur ajeng , dan memberitahukan niat nya , yang memang ditunggu tunggu oleh ajeng .


"Jeng, aku gak mau kehilangan kamu , gimana kalau minggu depan kita bertunangan ." ajak alvin.


"Kamu serius vin ?" tanya ajeng tidak percaya .


alvin mengangguk , dan memeluk tubuh ajeng.


untuk meyakinkan ajeng kalau alvin benar benar punya perasaan untuknya ,.


#


Dirumahnya , alvin mencoba menyampaikan niat nya ke ayah nya . tentu saja itu membuat ayah alvin marah besar ,.


namun alvin menjelaskan apa yang terjadi dan alasan alvin melakukan hal ini .


"Kenapa kamu gak bilang sama papa .


papa bisa bantu kamu menyelesaikannya vin ." ucap ayahnya. .


"Nggak pa ., alvin mau belajar menyelesaikan masalah alvin sendiri , alvin juga kepala keluarga seperti papa biar nanti alvin bisa membimbing keluarga alvin dengan baik , tidak selalu bergantung pada kekuasaan papa .. " jawab alvin .


"Papa bangga sama kamu ..


yaya benar benar membawa pengaruh baik untuk hidup kamu vin .. "


"ia pa .. rencana nya minggu depan kita akan adakan acara pertunangan antara aku dan ajeng .. tapi pa , jangan dulu beritahu yaya tentang ini .. " pinta alvin .


ayahnya hanya mengangguk pertanda mengerti . alvin juga mencoba mengawasi ajeng setiap waktu . agar dia tidak berusaha pergi menemui yaya tanpa sepengetahuannya sampai waktu pertunangan mereka tiba . karena alvin gak mau yaya salah paham walaupun ini hanya Berpura pura .


#


Sementara disana yaya gelisah menghadapi waktu bersalin yang hanya tinggal menghitung hari saja.


sementara alvin dari kejadian pagi itu dia sudah tidak lagi datang untuk berkunjung ..


"Setidak nya kirim pesan untuk sekedar menanyakan kabar ku vin .. " gumam yaya ..


saat yaya tengah larut dalam kegelisahan hati nya. ocha dan fellix datang membawa kabar lebih buruk dari yang diharapkan .


"Ya .. " sapa ocha dengan wajah murung.


"Kenapa cha ? kok kalian berdua lesu gitu ? ada apa ?" tanya yaya


"Ada yang mau kita kasih tau sama kamu ..


tapi kita harap kamu kuat mendengarnya.." ucap ocha ..


"Ngomong aja cha ? ada apa ?" tanya yaya yang semakin dibuat penasaran .


"Alvin ... alvin... dia ..." Ucap ocha ragu ragu


"Kenapa sama alvin cha ?


ngomong yang jelas ."


"Hah ??? (Terkejut)"


yaya terkulai lemas , memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong, seraya menyeka air matanya .


"Ya kamu tenang aja . aku yang bakal ngerawat kamu setelah ini ." ucap fellix .


ocha menatap fellix dengan tatapan menerkam ..


"itu bukan kata kata yang seharusnya lo ucapin di keadaan seperti ini fell " Ucap ocha kesal .


"Loh kenapa . gua bicara sesuai isi hati gua . lagian kalau pun yaya tetap bertahan sama alvin apa yang akan dia dapat . cuma sakit doang kan .. "


"Tapi ini bukan waktu nya buat lo ngambil keuntungan dari masalah ini fell .


lo liat yaya . dia terpukul saat ini . "


fellix terdiam dan menatap yaya dengan khawatir ..


"Ya , maafin aku ya ..


aku harus ngelakuin apa biar kamu gak sedih lagi ?


apa kamu mau aku gagalin pertunangan alvin ? " tanya fellix .


"Nggak fell,.


ini kebahagian alvin . jangan lakuin apapun untuk aku ..


kamu tau sendiri , kemarin aku yang mencoba membuat dia pergi dari hidup aku , sekarang bukannya aku sudah berhasil . harusnya aku senang kan fell .. " Ucap yaya seraya tertawa hambar ..


ocha dan fellix semakin tidak tega melihat yaya yang seperti ini .. dia seolah sedang mencoba menghancurkan hatinya sendiri ..


#


hari itu adalah hari H pertunangan alvin dan ajeng . ocha lebih memilih tidak hadir , karena ia merasa harus menemani yaya yang selalu terlihat tidak bersemangat hidup ..


"Yaya .. yang kuat ya. kamu bisa kok melalui semuanya .. " ucap ocha .


"ini hari H pertunangan Alvin kan cha .. " tanya yaya diselingi air matanya yang terjatuh


ocha hanya mengangguk pelan .


"Aku mau kasih ucapan selamat ke dia .cha . tolong hubungi dia .. " pinta yaya .


"Tapi ya . ini hanya akan membuat kamu tambah sakit .. "


"Nggak cha .. aku janji gak akan terjadi apa apa .. "


tanpa banyak tanya lagi ocha menghubungi alvin .


(Call)


Alvin : Hallo ..


Yaya : Hai Vin ,,


Alvin : Yaya ..


Yaya : aku cuma mau bilang , selamat atas pertunangan kamu ,.


Alvin : Dari mana kamu tau ya .. ?


Yaya : Kamu gak harus tau dari mana aku bisa tau .. intinya aku hanya ingin kasih ucapan itu .. dan semoga acara kamu hari ini lancar ...


belum sempat alvin menjawab yaya sudah memutuskan sambungan telphone , dan mencoba melangkah pergi dari hadapan ocha , akan tetapi langkahnya terhenti saat dia merasakan sakit diperutnya . sakit yang tidak bisa ia tahan ..


banyak cairan seperti air seni yang terus mengalir ..


"Ya , kamu kenapa ,, " tanya ocha .


namun yaya hanya mencoba mengatur nafas nya untuk mengurangi rasa sakit nya ..


ocha terus berteriak memanggil si teteh .


"Mbak ocha , cepat bawa ke rumah sakit , mbak yaya sudah akan melahirkan ." ucap si teteh tegang .


"Hah ???


sekarang ?" tanya ocha tidak kalah bingungnya .


Si teteh mengangguk cepat , dan tanpa berlama lama mereka langsung membawa yaya ke rumah sakit ..


#


Sementara yaya sedang mencoba berjuang untuk melahirkan anak alvin,


disana alvin sedang melanjutkan rencananya . namun wajah sumringah alvin tiba tiba berubah menegang karena bisikan dari ayah nya .


"Vin segera akhiri ,,


kita harus kerumah sakit , yaya sudah akan melahirkan ." bisik ayah alvin ..


saat alvin hendak memulai acara tukar cincin , langkah nya dihentikan oleh fellix .


"Vin , gua gak pernah mau mengatakan ini sebelumnya . tapi demi yaya gua cuma mau bilang sebaiknya lo fikirin lagi untuk melanjutkan pertunangan lo dengan ajeng , karena sebenarnya yaya sangat mencintai lo vin .!" ucap fellix ..


"Gua gak bisa berhenti sekarang fell, karena gua harus membongkar kejahatan ajeng , dan membersihkan nama gua . gua gak mau selamanya di cap pembunuh sama istri gua sendiri . " jawab alvin .


"Maksud lo ?" tanya fellix penasaran .


namun alvin tidak menjawab pertanyaan fellix secara langsung , tatapan alvin seolah mengatakan (lo akan tau saat gua memulai acar) ,, dan alvin pun kbali melangkah mendekati ajeng dan kedua belah keluarga ..