Enemy, I Love You

Enemy, I Love You
episode 39



"Maaf Yaya, gua cium lo karena gua gak percaya dengan apa yang gua lihat dimata lo Yaya.


Kebencian yang sangat dalam dimata lo buat gua, gua fikir dengan gua melakukan itu bisa membuktikan kalau apa yang gua liat itu gak benar.


Gua juga mikir lo bakal balik meluk gua atau meminta gua buat gak lepasin lo, dengan begitu gua menang, tapi ternyata gua salah,kita sama-sama saling membenci Yaya," gumam Alvin.


"Kita lihat nanti akan jadi apa semuanya ini,!" gumam Alvin lagi.


sementara itu Yaya kembali melakukan tugasnya mengajar Avina.


Ditengah pelajaran berlangsung pengasuh Avina menghampiri mereka dan menawarkan Yaya minum sesuatu.


"Mbak Yaya,mau minum apa ?" tanyanya.


"Hm apa saja mbak, " jawab Yaya dengan tersenyum.


"Mbak Avina mau susu coklat ya," pinta Avina.


"Ia non Avina nanti mbak buatkan ya, mbak Yaya gimana mau minum apa ?" tanya pengasuh Avina lagi.


"Boleh disamakan saja sama Avina mbak," jawab Yaya.


Setelah menerima pesanan, pengasuh Avina pergi kedapur untuk membuatkan mereka minuman,saat pengasuh itu lengah, Alvin yang dari tadi mengikutinya mulai memasukan sesuatu kedalam minuman Yaya,belum sempat pergi Alvin sudah kepergok sama si mbak.


#Alvin


Saat tadi si mbak menawarkan minum pada Yaya dan Avina, membuatku teringat kalau aku punya sesuatu untuk Yaya.


Aku langsung bergegas mengambilnya, dan menaruh obat itu keminuman Yaya.


"Jangan main-main sama gua !


ini akibatnya !


lo nampar gua sudah gak kehitung jumlahnya ,dan gua cukup nampar lo dengan obat pencuci perut ini, lo minum sampai habis cewe sok kecakepan, hahah rasakan ," gumamku.


"Mas Alvin !


apa yang mas Alvin lakukan disini ?


masukin apa tadi mas ?" tanya si mbak.


"Gak masukin apa-apa , jangan asal tuduh !


sudah gak usah banyak tanya mbak, mbak kasih saja, tapi ingat gelas yang kiri untuk Yaya, yang kanan untuk Avina,jangan sampai ketukar " jelasku memperingatkan.


"Ia mas " jawab si mbak sambil mengambil minuman itu dan berjalan keruang tamu untuk memberikan minumannya.


Alvin tersenyum memandang kearah ruang tamu seraya berkata. "Mampus lo !" gumamnya.


"Mbak Yaya ini minumannya, silahkan diminum mbak," ucap si mbak pengasuh dengan gugup, tangannya gemetar membuat minuman itu hampir tumpah.


"Mbak kenapa ?" tanya Yaya yang merasa aneh dengan sikap si pengasuh Avina itu.


"Gak apa-apa mbak Yaya, silahkan diminum, saya permisi kebelakang lagi mbak, " ucap si mbak mempersilahkan.


Ketika si mbak sudah pergi Avina tidak sengaja menarik satu buku yang dekat dengan gelas miliknya, dan membuat susu itu tumpah membasahi semua bukunya dan membuat Avina menangis, ini membuatku bingung.


"Avina sayang jangan nangis, ya.


Nanti bu guru bersihkan semua buku-bukunya, asal Avina diam jangan nangis lagi ya sayang anak pintar, " bujukku kepada Avina.


"Sayang ini minum dulu susunya ya cantik . Jangan nangis nanti bu guru bersihkan," ucapku seraya memberikannya minuman milikku.


Avina menerima minuman itu dan langsung menghabiskannya. Akhirnya aku berhasil membuat dia berhenti menangis, saat Avina mulai tenang aku kedapur mengambil lap atau kain untuk membersihkan tumpahan susu dimeja dan dilantai.


Saat aku kembali aku mendengar Avina berteriak kesakitan sambil memegang bagian perutnya, aku yang terkejut langsung membuang semua perlengkapan bebersih yang aku bawa dan langsung menghampiri Avina dan memangkunya.


"Avina ,Avina kamu kenapa sayang ?" tanyaku khawatir.


"Perut Avina sakit bu guru, sakit sekali bu, Avina gak bisa berdiri, Avina sakit bu," jawab gadis itu membuatku semakin khawatir.


"Perut sebelah mananya sayang yang sakit , ibu bantu berdiri ya," ucapku seraya membantunya untuk berdiri.


Saat aku mencoba menggendongnya dia sudah tidak sadarkan diri lagi, itu semakin membuatku panik, tanpa sadar aku berteriak meminta bantuan pada siapapun yang mendengarku.


"TOLONG !!!" teriakku, cukup lama tidak ada yang merespon panggilanku, aku terus berteriak.


#Alvin .


"Haha mampus lo pasti reaksi obatnya sudah mulai kerasa, bodo amat mending gua main game, paling lo bolak-balik kamar mandi, haha" gumamku


"MBAK !


PAK AGUS !


ALVIN TOLONG AVINA !


AVINA PINGSAN," teriak Yaya lagi.


Mendengar Yaya berkata seperti itu membuat Alvin terkejut dan langsung berdiri dari tempat tidurnya.


"Apa ?


dia bilang apa ?


Avina ?" gumamku langsung berlari keluar.


Saat kulihat kelantai bawah ternyata benar Avina tidak sadarkan diri. Tanpa banyak buang waktu aku langsung berlari mendekati Yaya dan Avina.


"Ada apa dengan Avina ?" tanyaku panik.


"Aku gak tau Vin, tapi tadi dia nangis karena dia numpahin susu miliknya , aku ganti dengan punyaku, setelah dia meminum semuanya masih baik-baik saja, lalu aku kebelakang untuk membersihkan tumpahan susunya, tapi saat kembali aku mendengar Avina sudah kesakitan Vin," ucap Yaya memberikan penjelasannya.


"Hah !" ucapku kesal dan langsung membawa Avina masuk kedalam mobilku menuju rumah sakit , aku membiarkan Yaya ikut karena dia yang akan aku mintai pertanggung jawaban atas kejadian ini.


#Author


Sesampainya dirumah sakit, Alvin yang menggendong Avina langsung berlari memanggil dokter yang diikuti oleh Yaya dibelakangnya, ia meminta untuk cepat dapat perawatan.


"Sus tolong keponakan saya sus," pinta Alvin.


Suster dan dokter membawa Avina kedalam ruang periksa, sementara Alvin ingin ikut masuk menemani Avina yang langsung ditahan oleh Yaya.


"Vin tunggu disini saja , biarkan dokter fokus menangani Avina, aku yakin dia--" ucapan Yaya belum selesai tapi Alvin tiba- tiba menyelanya.


"INI SEMUA GARA-GARA LO !" bentak Alvin seraya menunjuk-nunjukan jarinya kearah Yaya yang terlihat kebingungan.


Yaya hanya terdiam sesaat mencoba menafsirkan maksud tuduhan Alvin yang ditujukan padanya sebelum Yaya mulai menjawabnya kata-kata Alvin.