
“Maaf menganggu kultivasimu, Saudara Ye. Kali ini kau kedatangan pengunjung yang ingin menukarkan tanaman spiritual jenjang tinggi dengan Token Naga.” ucap Xia Minji saat ia berdiri di depan Ye Jiyao yang sedang berkultivasi.
Saat Xia Minji mengatakan hal tersebut, energi elemental immortal yang sebelumnya berfluktuasi di sekitar Ye Jiyao mulai memudar secara perlahan. Beberapa saat kemudian, pria tua itu akhirnya membuka matanya yang terlihat sangat jernih.
“Pengunjung lagi? Aku benar-benat dibuat kerepotan karena pesta yang diadakan Ahli Pil Xi Shui tahun ini. Dalam waktu empat bulan saja, aku telah kedatangan lebih dari seratus pengunjung yang menginginkan Token Naga.” ucap Ye Jiyao sambil menghela napas panjang. Suaranya yang terkesan berat membuat Qin Shan sedikit merinding. Dilihat dari mana pun, Ye Jiyao ini tidak terlihat seperti manusia, melainkan lebih seperti monster ganas yang menjelma menjadi manusia.
“Ya, tapi pengunjung kali ini sedikit istimewa dari yang pernah kau temui empat bulan belakangan. Kedua pengunjung ini merupakan seorang Heavenly God tertinggi, dan salah satunya berasal dari Gunung Soul Desolate.” jelas Xia Minji kepada Ye Jiyao.
Saat mendengar hal ini, alis Ye Jiyao sedikit berkedut dan ia menatap Xia Minji dengan emosional. “Kau bilang salah satu dari mereka berasal dari Gunung Soul Desolate?”
“Benar. Perkenalkan, dia adalah Qin Shan yang berasal dari Gunung Soul Desolate. Karena kau mencari seseorang yang kemungkinan telah bergabung dengan Gunung Soul Desolate selama bertahun-tahun lamanya, mungkin saja Teman Dao Qin dapat membantumu.” ucap Xia Minji sambil tersenyum ke arah Ye Jiyao.
Di sisi lain, Qin Shan menjadi terkejut saat ia mendengar semua percakapan ini. Ye Jiyao ini ternyata sedang mencari seseorang dari Gunung Soul Desolate selama bertahun-tahun, Qin Shan penasaran siapakah orang yang dicari Ye Jiyao ini.
“Itu benar. Teman Dao Ye, karena aku sudah tinggal di Gunung Soul Desolate cukup lama, maka aku cukup mengenal semua orang yang ada di tempat itu. Sebutkan saja nama orang yang ingin kau cari, aku mungkin mengetahuinya.” ucap Qin Shan dengan cepat.
Di dalam benak Qin Shan, jika ia membantu Ye Jiyao ini, maka di masa depan ia akan mendapatkan seorang rekan tambahan yang dapat diandalkan. Bagaimanapun, seseorang seharusnya tidak lupa tentang hutang budi, bukan?
Setelah mendengar kata-kata Qin Shan, wajah Ye Jiyao yang sebelumnya terlihat datar langsung berubah menjadi senang. “Terima kasih, Teman Dao Qin. Bahkan jika orang yang aku cari tidak ada di Gunung Soul Desolate, aku akan tetap berterima kasih padamu. Orang yang selama ini kucari hingga melintasi alam semesta adalah, Fu Rongyi.”
Ketika Ye Jiyao menyelesaikan kalimatnya, Qin Shan yang sebelumnya terlihat sangat tenang langsung menjadi terkejut. Ye Jiyao ini mengenal Fu Rongyi, Kakak Seperguruan Pertamanya?
Qin Shan tidak tahu hubungan apa yang dimiliki oleh Fu Rongyi dan Ye Jiyao ini. Namun, satu hal yang ia yakini, keduanya pasti memiliki hubungan yang tidak biasa.
“Teman Dao Ye, Fu Rongyi adalah Kakak Seperguruanku di Gunung Soul Desolate. Dia adalah murid pertama Guruku dan telah mengikuti Guru selama bertahun-tahun lamanya. Memangnya ada apa kau mencarinya?” jelas Qin Shan dengan singkat pada Ye Jiyao.
Saat mendengar hal ini, Ye Jiyao merasa bersukacita di dalam hatinya. Akhirnya setelah bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, ia akhirnya berhasil menemukan orang yang ia cari selama ini.
Semangat dalam diri Ye Jiyao seakan telah bangkit saat itu juga, dia dengan cepat berdiri dan berkata. “Ternyata dia benar-benar telah bergabung dengan Gunung Soul Desolate... Andaikan aku mengetahuinya sedari dulu, aku tidak akan terjebak di dalam kekhawatiran tak berujung ini. Sekali lagi, aku sangat berterima kasih padamu, Teman Dao Qin.” saat mengatakan hal ini, Ye Jiyao membungkuk dengan hormat di hadapan Qin Shan dan mengucapkan terima kasih dengan tulus.
“Lalu, kau bertanya tentang hubunganku dengan Fu Rongyi, kan? Aku akan menjelaskannya. Hubunganku dengan Fu Rongyi bisa dibilang sangat rumit. Di masa lalu, aku dan Ibunya Fu Rongyi, Fu Zhenji adalah teman dekat, seiring berjalannya waktu kami akhirnya saling jatuh cinta. Namun, kami tidak bisa melanjutkan hubungan tersebut karena klan kami saling berperang. Pada akhirnya, aku dan Fu Zhenji bertemu di medan perang dan saling bertarung.
Bertahun-tahun kemudian, perang klan akhirnya telah selesai. Dan aku akhirnya memiliki kesempatan untuk melanjutkan hubunganku dengan Fu Zhenji. Namun, orang tua Fu Zhenji ternyata telah menikahkannya dengan seorang pemuda dari klan lain. Karena kejadian ini, aku menjadi sangat marah dan akhirnya menculik Fu Zhenji secara diam-diam. Tidak hanya itu, aku bahkan telah menyetubuhinya hingga dia hamil. Karena hal ini, aku akhirnya diusir dari klan.
“Saat itulah aku berjanji bahwa aku akan bertanggung jawab atas semua ini. Aku juga mulai mencari Anakku yang kabarnya telah mengembara ke seluruh dunia. Ya, Anakku adalah Fu Rongyi.” Ye Jiyao akhirnya menyelesaikan ceritanya dengan suara yang serak.
Di samping itu, Qin Shan dan yang lainnya merasa sangat terkejut dengan kisah yang Ye Jiyao ceritakan. Masa lalu orang ini ternyata sangat menyedihkan. Meskipun Ye Jiyao adalah b*jingan yang jahat pada awalnya, namun ia masih memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Dia bahkan rela menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya hanya untuk mencari Anaknya yang sama sekali tidak pernah menganggapnya seorang Ayah.
“Saudara Ye, ternyata kau memiliki masa lalu yang seperti itu… Kenapa kau sama sekali tidak pernah menceritakannya padaku?” tanya Xia Minji dengan wajah yang sedih. Bahkan hanya dengan mendengar kisah dari Ye Jiyao, ia dapat merasakan kesedihan yang dialamimya selama ini.
“Itu sudah tidak penting, yang paling penting sekarang aku telah menemukan tujuanku dengan sangat jelas. Saudara Xia, aku mungkin akan mengundurkan diri dari Aula Pertukaran Pil Monarch dalam waktu dekat. Kuharap kau bisa membantuku.” balas Ye Jiyao sambil menangkupkan ke arah Xia Minji.
“Apa yang kau katakan? Kita adalah Saudara yang telah berpetualang bersama, tentu saja aku akan membantumu.” ucap Xia Minji sambil tersenyum hangat.
Di samping itu Qin Shan dan San Jinsheng yang juga menyaksikan hal ini menjadi sangat tersentuh. Dalam benak Qin Shan, Dao Heart Ye Jiyao ini pasti telah terguncang selama bertahun-tahun. Sungguh menakjubkan bahwa Ye Jiyao dapat bertahan selama ini. Selain itu Qin Shan juga merasa sedikit sedih dengan Ye Jiyao, orang ini adalah seorang Ayah yang terus mencari Anaknya, walaupun Anaknya tersebut tidak mengenalnya.
“Mereka memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Sangat jarang ada yang seperti mereka di Three Realm ini. Saudara Qin, apakah hubungan kita juga sekuat itu?” ucap San Jinsheng pada Qin Shan.
“Omong kosong apa yang kau katakan? Kita tidak memiliki hubungan apapun selain bubungan kerja sama.” balas Qin Shan dengan acuh tak acuh dan ia menatap San Jinsheng dengan jijik.
“Berbicara tentang Fu Rongyi, Teman Dao Qin, apa kau tahu di mana dia berada saat ini? Apakah dia masih berada di Gunung Soul Desolate?” tanya Ye Jiyao kepada Qin Shan. Karena ia sudah menemukan Anaknya, maka ia tentu saja akan segera menemuinya apapun yang terjadi.
Saat mendengar pertanyaan Ye Jiyao, Qin Shan terdiam sejenak untuk mengingat. “Kalau tidak salah saat ini Kakak Seperguruan Fu sedang berada di Dunia Fairylord. Dia tugaskan oleh Guru untuk membantu pasukan Heavenly God Fairylord melawan pasukan Heavenly God Renzuo” kata Qin Shan sambil mengelus dagu.
“Dunia Fairylord? Bukankah saat ini Dunia tersebut sedang mengalami perang besar? Sepertinya aku memang harus segera pergi untuk menemui Fu Rongyi, aku takut dia akan berada dalam bahaya saat perang berlangsung.” ucap Ye Jiyao dengan cepat.
“Teman Dao Ye, kau tidak perlu khawatir seperti itu. Kakak Seperguruan Fu adalah seorang Heavenly God menengah yang hampir naik tingkat, dengan kata lain ia mungkin saja lebih kuat darimu. Kau seharusnya tidak perlu mengkhawatirkannya.” jelas Qin Shan dengan segera. Ia berpikir Ye Jiyao ini mungkin tidak tahu kekuatan Fu Rongyi yang sebenarnya.
“Apa? Dia sudah menjadi sekuat itu? Hahaha, sepertinya pepatah yang mengatakan ‘Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’ adalah benar. Aku tidak berpikir dia akan dapat melampauiku secepat ini.” kata Ye Jiyao sambil tertawa.
“Teman Dao Qin, sepertinya aku memiliki hutang yang sangat besar padamu. Bukankah tujuanmu ke sini adalah untuk mendapatkan Token Naga? Aku akan memberikan satu token kepadamu sebagai bentuk terima kasih. Lalu, Saudara Xia, tidak perlu khawatir dengan hal ini, karena akulah yang akan membayar token ini padamu.” setelah mengatakan ini, Ye Jiyao kemudian melambaikan tangannya. Segera setelah itu, sebuah token berwarna biru langit dengan ukiran kepala naga muncul di tangannya.
...