
Ketika pria berjubah kuning itu terbunuh oleh Qin Shan, Jiu Dai menampakan ekspresi yang tak percaya. Ia telah dikejar oleh pria berjubah kuning itu dari Dunia Agung selama berbulan-bulan. Kekuatannya yang hanya Sky Immortal menengah, terlalu kecil untuk dapat meloloskan diri dari kejaran orang tersebut. Untungnya ia memiliki sebuah harta magis kapal terbang immortal, jika tidak ia sudah lama telah menjadi mayat.
Sekarang, Qin Shan ternyata mampu membunuh pria berjubah kuning itu semudah membunuh ayam. Bagaimana bisa Jiu Dai masih meremehkan kekuatan Qin Shan?
Di sisi lain Qin Shan hanya bisa mengerutkan kening saat ia menarik kembali Jiuhua Swordnya. Kekuatan pria berjubah kuning yang ia lawan sebelumnya hanya berada di tahap Profound Immortal Awal, tapi ia merasa ada yang tidak benar.
Berdasarkan penjelasan singkat Jiu Dai sebelumnya, pria berjubah kuning itu sudah membuat kekacauan di Dunia Agung dan membuat empat pemimpin kewalahan. Untuk melakukan hal itu kekuatannya harus setidaknya seorang Immortal Venerable. Mulai dari sini Qin Shan berpikir, mungkin ada lebih banyak orang seperti pria berjubah kuning yang datang ke Dunia Agung.
“Kakak Senior Qin, apa yang terjadi?” setelah beberapa saat, Mo Xianyu keluar dari kapal terbang Rip Universe dan menghampiri Qin Shan. Dengan Coresensenya, ia dapat mendeteksi adanya pertempuran, karena itulah ia sedikit khawatir saat ini.
“Bukan apa-apa, hanya seekor semut yang lewat.” Qin Shan menjawab dengan singkat, lalu ia segera melesat ke arah Jiu Dai yang masih terpaku melihatnya.
“Aku tahu bahwa kau tidak menceritakan semuanya padaku. Jelaskan apa yang terjadi di Dunia Agung selama tiga tahun terakhir.” ucap Qin Shan dengan tenang.
Tiga tahun yang lalu, di Dunia Agung muncul sebuah jalur yang terhubung ke Alam Harta Karun Lima Elemen. Sementara itu di Alam Harta Karun Lima Elemen sudah dipenuhi para kultivator dunia asing. Qin Shan khawatir kultivator asing tersebut dapat masuk ke Three Realm lewat jalur yang menghubungkan Dunia Agung ke Alam Harta Karun Lima Elemen.
Jiu Dai menenangkan dirinya sejenak dan menjelaskan pada Qin Shan. “Tiga tahun lalu sebuah jalur misterius menuju alam rahasia muncul di daratan Mengyun. Lalu beberapa bulan kemudian, alam rahasia tersebut telah terbuka dengan jelas sehingga kultivator manapun dapat memasukinya. Banyak Earth Immortal dan Sky Immortal yang memasuki alam rahasia tersebut dan pulang membawa harta karun kelas puncak. Karena hal inilah akhirnya empat pemimpin juga tertarik untuk memasuki tempat tersebut.
Sayangnya setelah empat pemimpin memasuki tempat itu, Dunia Agung diserang oleh ratusan alien yang memiliki kekuatan maha dahsyat. Kekuatan mereka semua setidaknya sebanding dengan Spiritual God dan True Immortal, jadi seluruh Dunia Agung saat ini sedang dalam genggaman mereka.” saat Jiu Dai mengakhiri penjelasannya, Qin Shan langsung meledakkan niat membunuh dari tubuhnya.
“Alien itu benar-benar punya nyali. Mereka tidak tahu kekuatan tersembunyi di belakang Dunia Agung...” Qin Shan berkata dengan marah. Setelah mencoba menenangkan diri dengan paksa, ia bertanya lagi pada Jiu Dai. “Lalu bagaimana kondisi sekte Pedang Bulan, dan murid-murid di sana? Apa mereka baik-baik saja?”
Saat mendengar hal ini, Jiu Dai sedikit terkejut dan ia ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan Qin Shan. “Kakak Qin, mungkin kau belum tahu. Sekte Pedang Bulan sudah lama binasa saat Realmwar Dunia Agung berlangsung. Terlebih lagi semua murid dan tetua di sekte tersebut juga tewas oleh seorang Spiritual God dari Aliansi Dunia Iblis.”
Qin Shan tertegun. “Sekte Pedang Bulan telah musnah?” Qin Shan tidak mempercayai ini. Sekte Pedang Bulan mempunyai seorang Spiritual God yang melindunginya, Daizi Quan. Jadi bagaimana bisa Spiritual God lain dapat menghancurkan sekte Pedang Bulan dengan mudah?
“Benar, terlebih lagi dari yang kudengar tidak ada yang selamat dari peristiwa tersebut. Hanya Patriark Daizi Quan-lah yang sempat melarikan diri. Bahkan Senior Dai Qian, Gurumu, juga ikut tewas...” Jiu Dai tidak melanjutkan kata-katanya lagi saat melihat ekspresi Qin Shan yang menakutkan.
“Jiu Dai, kau ikut denganku ke Dunia Kelima. Bepergian seorang diri di saat seperti ini jelas sangat berbahaya.” Qin Shan menyuruh Jiu Dai untuk mengikutinya. Di saat yang bersamaan ia juga mulai memanggil kapal terbang Rip Universenya dari kejauhan.
“Oh, benar juga. Jiu Dai, wanita di sampingku ini adalah Mo Xianyu. Meskipun ia mungkin seumuran denganmu, tapi ia sama kuatnya dengan empat pemimpin Dunia Agung.” Qin Shan memperkenalkan keduanya dengan singkat.
Jiu Dai memang merasakan ada yang sedikit aneh tentang Mo Xianyu saat ia pertama kali melihatnya. Ternyata firasatnya memang benar, Mo Xianyu ini bukanlah orang yang sebanding dengannya.
Qin Shan menyuruh Mo Xianyu dan Jiu Dai untuk memasuki kapal terbang Rip Universenya, lalu mulai melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Dunia Kelima.
Hanya butuh waktu beberapa menit saja hingga akhirnya kapal terbang Qin Shan mendarat di atas permukaan Dunia Kelima. Tempat saat ini ia mendarat adalah sebuah gurun tandus bekas sebuah perang. Di tempat inilah ia dulu berperang habis-habisan melawan Aliansi Dunia Iblis yang menyerbu Dunia Kelima. Di tempat ini juga ia kehilangan begitu banyak teman-teman dan kakak seperguruannya.
Qin Shan dan yang lain keluar dari kapal terbang Rip Universe lalu terbang dengan cepat. Untuk bepergian di Dunia Kelima ini, mereka tidak perlu menggunakan sebuah kapal terbang yang memiliki kecepatan ekstrim.
Saat Qin Shan terus terbang di atas langit, ia secara bersamaan menyebarkan kehendak spiritualnya dalam radius ratusan ribu kilometer. Dibanding ratusan tahun lalu, tempat ini tidak berubah terlalu banyak. Qin Shan menghela napas lega karena tidak menemukan adanya hal yang mencurigakan.
Beberapa jam kemudian, Qin Shan akhirnya tiba di kekaisaran Tianmeng. Ia dengan cepat melesat dan tiba di kota Empat Mata Angin, tempat di mana klan Ling dulu berdiri.
Sesaat kemudian, Qin Shan akhirnya tiba di gerbang utama klan Ling. Namun, saat melihat penampilan luar klan ini, Qin Shan merasa sangat marah. Klan Ling ternyata sudah berubah menjadi puing-puing bangunan yang berserakan di tanah. Sebenarnya apa yang telah terjadi pada klan Ling selama ia pergi?
“Ini… B*jingan mana yang melakukan hal ini pada klan Ling-ku!” Qin Shan sangat marah dan ia meledakan niat membunuh yang menjulang tinggi ke langit. Niat membunuh Qin Shan terlalu kuat, sampai-sampai ia menyebabkan semua orang di kota Empat Mata Angin tidak dapat bernapas.
“Kakak Senior, tolong tenang!” saat hal ini terjadi Mo Xianyu yang berada dibelakang Qin Shan menjadi panik. Selama beberapa tahun melakukan perjalanan bersama Qin Shan, ia secara kasar sudah mengetahui sifat Kakak Seniornya ini. Jika Qin Shan tidak senang, maka ia bisa melakukan apa saja untuk balas dendam. Jika niat membunuh Qin Shan dibiarkan terlalu lama menyelubungi kota ini, maka semua penduduk akan langsung berubah menjadi mayat.
Ketika hal ini terjadi, seorang pria berjubah perak datang dan langsung menyerbu ke arah Qin Shan. “Dasar Anj*ng! Seberapa besar nyalimu hingga berani mengeluarkan niat membunuh di wilayah klan Chen? Matilah!”
...