Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 580 - Jiangshi



Semua orang tidak akan percaya dengan kemampuan yang Du Shentian miliki. Kemampuan orang ini sungguh di luar nalar dan bahkan hampir bisa dibilang mustahil.


Dengan seni rahasia yang ia miliki, Du Shentian dapat membuat seorang kultivator tanpa emosi yang dapat ia kendalikan sesuka hati. Kultivator tanpa emosi ini disebut sebagai Jiangshi[1][1].


Teknik pembuatan Jiangshi sebenarnya sudah lama hilang di seluruh Dunia Kultivasi, namun bukan berarti tidak ada seorang pun yang dapat menguasainya. Du Shentian adalah keturunan orang-orang terdahulu yang pernah menciptakan Jiangshi yang amat kuat. Jadi tidak heran ia dapat menjadi salah satu dari yang terkuat di seluruh Dunia Kultivasi.


Qin Shan yang sedang bertarung dengan Jiangshi berkekuatan Immortal Venerable puncak itu merasa sedikit kewalahan. Jiangshi ini memang lemah dan lamban, namun pertahanan serta pertahanan tubuhnya sangat kuat hingga Qin Shan merasa sakit kepala.


“Bahkan dengan Samadhi Fire Stairs, Heartsword Art, dan teknik tingkat tinggi lainnya, aku masih tidak dapat membuat Jiangshi ini mundur. Apa yang harus kulakukan?” Qin Shan berpikir dengan kritis dan mencari jalan keluar untuk situasinya sekarang ini.


Jiangshi tidak dapat merasakan sakit ataupun kelelahan, jadi selama energinya belum habis atau dia benar-benar sudah mati dia tidak akan berhenti menyerang. Energi Jiangshi sudah pasti dipasok oleh pengendalinya, itu artinya Qin Shan harus melawan Du Shentian untuk dapat mengalahkannya, namun itu jelas tidak akan pernah terjadi. Satu-satunya cara adalah memastikan bahwa Jiangshi ini benar-benar telah mati olehnya.


Karena serangan biasa tidak akan berdampak pada seorang Jiangshi, maka Qin Shan perlu memikirkan serangan lain yang efektif untuk mengalahkannya. Di pikiran Qin Shan saat ini hanya ada satu teknik yang mungkin dapat dilakukan, yaitu teknik Penyegelan.


“Teknik Penyegel Kehidupan mungkin tidak akan berguna untuk mengatasi Jiangshi. Karena pada dasarnya Jiangshi itu adalah mayat hidup yang tidak memiliki kehidupan, mereka hanya dikendalikan oleh energi elemental dan kehendak ilahi.” pikir Qin Shan. “Lalu ada ada Fiendgod Sealing Art, teknik ini mungkin akan berguna dengan jurus Restraint of Immortals.”


Jurus Restraint of Immortals bukanlah sebuah jurus serangan ataupun pertahanan, melainkan sebuah jebakan. Saat seseorang memasuki domain dari jurus ini maka sel-sel di tubuhnya perlahan akan diremukkan menjadi debu.


Karena tidak punya pilihan lain, Qin Shan pada akhirnya mulai membentuk segel tangan yang tak terhitung jumlahnya dan melemparkan sebuah gambaran segel berwarna merah gelap di ruang hampa.


Saat ini terjadi, ekspresi Du Shentian berubah menjadi tak sedap dipandang. Pancaran energi dari segel merah darah ini saja sudah cukup untuk mengganggu koneksinya dengan Jiangshi, apalagi jika segel berwarna merah ini berhasil mengenainya.


Karena merasa terancam, Du Shentian pun mulai mengerahkan Jiangshinya untuk menganggu proses pembentukan segel merah darah di atas langit. Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi.


Di sisi lain, setelah berhasil membunuh Jiangshi itu energi elemental yang ada di dalam Qin Shan sekarang hanya tinggal setengah. Ini menandakan bahwa Jiangshi yang dikendalikan oleh Du Shentian benar-benar sangat kuat.


“B*jingan, apa kau tahu seberapa berharganya satu orang Jiangshi saja? Satu Jiangshi bahkan sebanding dengan harta magis tertinggi di sebuah planet kultivasi!” Du Shentian mengamuk dan hatinya dipenuhi oleh kesedihan.


Bagaimana tidak, Jiangshi sangat sulit untuk dibuat, selain itu bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatannya juga sangat langka dan berharga.saat kehilangan Jiangshi, saat itu juga Du Shentian telah kehilangan setengah jantungnya.


Du Shentian dengan cepat mengeluarkan sebuah pedang panjang lentur yang berubah seperti tali saat ia mengayunkannya. Lalu di tangan kirinya terdapat sebuah pagoda hitam tujuh tingkat yang memancarkan aura kematian yang sangat pekat. Di dalam pagoda ini tersimpan sangat banyak Jiangshi yang dapat menyaingi kekuatan tempur sebuah planet kultivasi. Dibanding harta magis yang lain, pagoda Jiangshi ini merupakan harta paling berharga yang dimiliki Du Shentian.


Saat melihat bahwa Du Shentian akan memulai serangan pembalasannya. Qin Shan dengan panik mulai melarikan diri sambil melayangkan serangan ke belakang. Ia saat ini tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika ia terus berada di sini.


“Aku yakin Du Shentian ini memiliki lebih dari satu Jiangshi. Jika aku melawan mereka semua, maka aku perlu bantuan beberapa Pilar Langit. Hanya dengan begitulah aku dapat menang.” Qin Shan sadar, bahkan pada saat dia sudah menembus Immortal Venerable level 9, ia masih memiliki batasan yang tak dapat ia atasi. Lagipula, melawan seorang Great Circle tahap Immortal Venerable juga sudah merupakan kesalahan.


Melihat Qin Shan yang kabur darinya, Du Shentian berdecak kesal dan ia mulai mengejarnya secepat kilat. Tidak hanya itu, sepuluh Jiangshi yang berkekuatan Immortal Venerable level 5 juga telah keluar dari Pagoda Hitam dan mereka siap untuk bertempur.


Sebelum kehilangan jejak Qin Shan sepenuhnya, Du Shentian tiba-tiba mengeksekusi jurus pedang lenturnya dan sebuah sinar pedang melengkung melesat di udara. Sinar pedang ini membawa semacam hukum langit dan bumi yang tak terbendung. Saat mencapai Qin Shan, sinar pedang ini tiba-tiba berubah menjadi jutaan kilat yang mencincang segalanya di udara.



[1][1] Jiangshi, juga dikenal sebagai vampire atau zombie "melompat" dari China, adalah tipe mayat yang dihidupkan kembali dalam legenda dan cerita rakyat China.