Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 542 - Di Mana Ye Jiyao?



“Sepuluh ribu melawan seratus juta… Saudara Qin, apa kau sedang bercanda? Dipikirkan seperti apapun, hal ini jelas mustahil dan tidak masuk akal.” setelah mendengar rencana yang Qin Shan katakan padanya, San Jinsheng merasa tak habis pikir. Orang ini sudah terlalu banyak menghayal, bahkan saat pertama kali mereka bertemu.


Qin Shan hanya tersenyum tipis untuk menanggapi perkataan San Jinsheng. Monster tua ini belum tahu betapa luasnya dunia tempat mereka hidup ini.


Bertahun-tahun yang lalu saat berada di dalam penjara immortal, Qin Shan bertemu Zhan Wu yang merupakan kultivator tahap Chaos Immortal. Tidak perlu bertanya seberapa kuat kekuatannya, fakta bahwa Zhan Wu berasal dari Dunia Immortal saja sudah cukup untuk menjelaskan kekuatannya. Apalagi kekuatannya hanya satu tingkat di bawah Chaos Lord yang merupakan basis kultivasi tertinggi di Dunia Immortal.


Lalu, Qin Shan juga pernah bertemu dengan Jie Yun di Alam Harta Karun Lima Elemen. Kekuatan Jie Yun ini bahkan lebih mengerikan dibanding Zhan Wu, Jie Yun adalah seorang True God dari Dunia Dewa! Hanya dengan satu kali lambaian tangan saja, Jie Yun pasti sudah bisa meratakan seluruh Three Realm dengan ruang hampa.


“Aku tidak akan menjelaskan rencanaku dengan detail padamu untuk saat ini. Tapi seperti yang kau tahu, untuk mendapatkan kedamaian diperlukan pengorbanan.” ucap Qin Shan sambil tersenyum penuh makna. Senyum ini dipenuhi teka-teki dan membuat San Jinsheng bergidik dalam hati.


“Jangan bilang bahwa orang ini hanya ingin memanfaatkan sepuluh ribu pasukan kultivator?” tentu saja San Jinsheng mengucapkan hal ini dalam hatinya. Mulai dari sini ia menjadi lebih takut pada Qin Shan. Orang ini benar-benar memiliki pemikiran yang tak bisa ditebak.


...


Jauh dari tempat Qin Shan berada, sebuah istana megah yang menjulang tinggi. Ini adalah Istana Fairylord yang merupakan kediaman Heavenly God Fairylord. Suasana di tempat itu terasa sangat mencekam dan suram, bahkan terdapat beberapa tumpukan mayat di luar istana tersebut.


Baru saja, kubu Heavenly God Renzuo melancarkan serangan kepada kubu Fairylord. Dan pada pertempuran ini Fairylord berhasil bertahan, namun kerusakan yang dialami sangat parah. Puluhan Sky Immortal dan ratusan Earth Immortal telah tewas. Hal ini tentu saja akan mengurangi kekuatan kubu Fairylord dengan cukup signifikan.


Bertahun-tahun yang lalu sejak perang di Dunia Fairylord dimulai hingga sekarang ini, sudah ada tiga Spiritual God dan True Immortal dari kedua kubu yang telah tewas. Kubu yang tidak diuntungkan saat ini tentu saja adalah kubu Fairylord.


“B*jingan… Jika saja mereka tidak mendapat bala bantuan dari Aliansi Dunia Iblis, maka kita sudah lama memenangkan perang ini.” seorang Sky Immortal yang telah terluka parah berdecak kesal. Di sampingnya terdapat beberapa tumpukan mayat yang merupakan teman-teman seperjuangannya.


“Haha, Istriku... Kenapa kita harus berakhir seperti ini? Andaikan kau tidak memilih bergabung dengan Renzuo di masa lalu, maka kita tidak perlu bertarung dan membunuh seperti ini...” di sisi lain, terdapat seorang pria yang sedang menengadah ke atas langit. Air mata berjatuhan dari wajahnya dan emosi kesedihan melonjak di hatinya. Di sampingnya tergeletak seorang wanita yang tak bernyawa.


Dari kejauhan, terdapat seorang wanita cantik bergaun biru yang sedang mengamati situasi perang. Setelah beberapa waktu, wanita ini hanya bisa menghela napas penuh emosional. Terlalu banyak penderitaan di dalam sebuah perang...


“Aku sudah berada di sini selama beberapa dekade dan akhirnya menemukan alasan mengapa Heavenly God Renzuo berkhianat. Sepertinya aku akan kembali ke Gunung Soul Desolate beberapa lama lagi...” wanita itu tentu saja adalah Fu Rongyi yang menerima misi dari Greenlotus untuk menyelidiki peristiwa di Dunia Fairylord.


Setelah mengatakan hal ini, Fu Rongyi berbalik dan berniat untuk segera pergi. Namun, pandangannya tiba-tiba tertuju ke atas langit di mana dua kilatan cahaya melintas dengan cepat.


Di samping itu Qin Shan segera menyebarkan kehendak spiritualnya ke sekelilingnya dan ia langsung merasa sedih. Kondisi Dunia Fairylord ternyata lebih parah dari yang ia duga. Nampaknya, kubu Renzuo telah memiliki banyak kultivator kuat yang berasal dari Aliansi Dunia Iblis.


Setelah beberapa waktu, Qin Shan akhirnya menemukan sesuatu yang tak terduga. Ia ternyata menemukan sosok yang ia kenal di tempat ini.


“Kupikir akan membutuhkan waktu untuk dapat menemukannya, aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu secepat ini.” gumam Qin Shan dan ia menjadi sedikit lebih baik.


“Oh, apakah dia adalah anaknya Ye Jiyao? Lumayan, lumayan... Setidaknya dia masih sebanding dengan Ratu Rubah Tiga Dunia.” ucap San Jinsheng sambil menganggukkan kepalanya.


“Ratu Rubah Tiga Dunia?” Qin Shan keheranan dengan kata-kata San Jinsheng. Ia benar-benar baru pertama kali mendengar tentang Ratu Rubah Tiga Dunia.


“Bukan apa-apa, dia hanyalah seorang wanita tua. Tidak ada yang penting darinya.” balas San Jinsheng. Ia bahkan tidak melirik ke arah Qin Shan saat ia terbang menuju ke arah Fu Rongyi.


Meskipun Qin Shan berasa sedikit kesal dengan hal ini, namun ia tidak mempermasalahkannya. Ia dengan cepat mengikuti San Jinsheng dari belakang dan tiba di dekat Fu Rongyi.


“Salam, Kakak Fu. Lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu?” Qin Shan menangkupkan tangannya ke arah Fu Rongyi dan berniat untuk membuka pembicaraan. Di samping itu San Jinsheng juga ikut memberi salam padanya.


Fu Rongyi membalas Qin Shan dengan sebuah salam juga dan ia berkata. “Salam, Adik Qin. Aku baik-baik saja dan kuharap kau juga demikian. Apakah kedatanganmu ke sini adalah karena Guru?” tanya Fu Rongyi sambil tersenyum.


“Tidak, aku ke sini adalah karena keinginanku sendiri. Aku ingin membicarakan beberapa hal penting dengan Fairylord.” balas Qin Shan dengan cepat.


Saat mendengar hal ini Fu Rongyi mengangguk pelan. Ia diam-diam melirik fluktuasi energi yang terjadi di permukaan tubuh Qin Shan. “Sungguh menakjubkan bahwa dia berhasil mencapai Heavenly God menengah dalam waktu singkat, bakatnya dalam kultivasi benar-benar mengerikan.” batin Fu Rongyi sambil berdecak kagum.


“Kenapa aku tidak melihat Ye Jiyao di sekitar sini? Bukankah dia sudah pergi ke tempat ini bertahun-tahun lalu, tidak mungkin kan dia masih belum tiba?” San Jinsheng tiba-tiba berbicara dan mengalihkan perhatian Fu Rongyi.


Ketika Fu Rongyi mendengar nama Ye Jiyao disebutkan, ekspresinya langsung berubah menjadi masam. Dan sedikit niat membunuh dapat terasa di sekitar tubuhnya.


...