Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 466 - Seorang Teman Lama



Qin Shan merasa sangat senang saat ia melihat hal ini. Sudah berapa lama sejak ia pergi dari Dunia Kelima? Ini sudah lebih dari seratus lima puluh tahun!


Melihat ekspresi Qin Shan saat ini, Mo Xianyu bertanya dengan heran. “Kakak Senior, apa yang kau temukan?” Karena Coresense Mo Xianyu tidak sekuat kehendak spiritual Qin Shan, ia tidak dapat mendeteksi Dunia Kelima yang jauh di sana.


“Aku menemukan planet yang kukenal, kita akan pergi ke sana.” jelas Qin Shan singkat dan ia mulai mengemudikan kapal terbangnya dengan kecepatan tinggi.


Namun, beberapa saat setelahnya Qin Shan merasakan sebuah kapal terbang lain yang melintas melalui kehendak spiritualnya. Kapal terbang itu tidak memiliki kecepatan yang tinggi, namun tetap saja lebih cepat dibanding kecepatan seorang True Immortal biasa.


Qin Shan terdiam sejenak dan ia memilih untuk mengejar kapal terbang tersebut. Hanya dalam waktu singkat, kapal terbang Qin Shan sudah berada tepat di belakang kapal terbang yang tak dikenal tersebut.


Merasa bahwa kecepatan kapal terbang Qin Shan sungguh luar biasa dan tidak bisa dibandingkan dengannya, kapal terbang tersebut berhenti. Seorang pemuda berjubah biru dengan rambut hitam keluar dari kabin kapal.


“Senior, aku tidak tahu kenapa kau mengejarku, tapi tolong lepaskan aku untuk kali ini.” ucap pemuda berjubah biru itu sambil menangkupkan tangan dengan tubuh yang gemetaran.


Qin Shan juga segera keluar dari kapal terbang Rip Universenya dan berniat untuk mencari tahu asal dari pemuda berjubah biru tersebut. Namun setelah ia menatap wajah pemuda tersebut, ia tertegun.


“Jiu Dai, ini kau?” Qin Shan tidak mungkin salah. Pemuda berjubah biru di depannya ini memang adalah kawan lamanya dari klan Jiu di Benua Myriadwater, Jiu Dai.


Bertahun-tahun yang lalu, Qin Shan pernah melakukan perjalanan dengan Jiu Dai. Tidak hanya itu, ada juga Jiu Han, Jiu Fei, dan Ye Feng. Namun, selama bertahun-tahun setelahnya ia tidak bertemu dengan mereka lagi. Dan sekarang, di tempat dan waktu yang tak terduga, ia bertemu dengan Jiu Dai. Bagaimana bisa Qin Shan tidak terkejut.


“Ah, ternyata Kakak Qin?” Jiu Dai yang sedang menangkupkan tangan juga ikut terkejut. Ia bahkan tidak mengingat lagi tentang apa yang telah terjadi padanya sebelumnya dan langsung merasa senang.


Qin Shan tertawa sambil mendekati Jiu Dai di kejauhan. “Saudara Jiu, ini sungguh suatu kebetulan. Aku berniat untuk pergi ke sebuah dunia di sekitar sini, tapi aku tidak menyangka akan bertemu denganmu. Apa yang membuatmu mengemudikan kapal terbangmu dengan begitu panik seperti tadi?” tanya Qin Shan dengan tenang.


Saat mendengar kalimat terakhir Qin Shan, barulah Jiu Dai akhirnya mengingat tentang apa yang telah terjadi padanya beberapa waktu lalu. Ia secara tak sadar bergetar karena ketakutan.


“Kakak Qin, kita harus pergi dari tempat ini sesegera mungkin. Jika tidak, kita akan mati mengenaskan...” ucap Jiu Dai dengan cepat. Ia bahkan sudah menyiapkan kapal terbangnya untuk pergi secepatnya.


Setelah mendengar hal ini, akhirnya Qin Shan menyadari satu hal. Jiu Dai pasti telah dikejar oleh seorang kultivator yang kuat. Namun, tidak peduli seberapa kuat orang yang mengejar Jiu Dai, ia yakin orang tersebut tidak akan lebih kuat dari dirinya. Jadi mengapa ia perlu merasa takut?


“Saudara Jiu, tidak perlu khawatir. Aku lebih kuat dibanding saat kita terakhir kali bertemu. Di mana orang yang mengejarmu? Aku akan mengubahnya menjadi jus daging.” Qin Shan berkata sambil mengeluarkan sedikit niat membunuh. Di saat yang bersamaan ia juga mulai menyebarkan kehendak spiritualnya ke sekitar.


Mendengar kata-kata Qin Shan, Jiu Dai menjadi lebih tenang dibanding sebelumnya. Saat perang di Dunia Agung berakhir, reputasi Qin Shan langsung melonjak drastis. Melalui itu juga ia tahu bahwa Qin Shan setidaknya telah menembus tahap True Immortal. Namun, tidak peduli seberapa kuat Qin Shan saat ini, mereka harus secepatnya melarikan diri.


“Tidak, Kakak Qin, apa kau tahu seberapa mengerikannya orang yang mengejarku? Dia bahkan telah membuat kekacauan besar di Dunia Agung dan membuat empat pemimpin kewalahan. Kau tidak akan bisa...” Jiu Dai belum sempat menyelesaikan kata-katanya saat sebuah panah energi elemental muncul dan melesat ke arahnya.


“Bahaya!” Qin Shan sangat terkejut dengan hal ini dan ia buru-buru membentuk sebuah pelindung energi kekacauan untuk melindungi Jiu Dai.


Qin Shan tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi, ia yakin bahwa ia tidak merasakan apa-apa dengan kehendak spiritualnya. Jadi dari mana panah energi elemental itu datang?


“Ada yang tidak beres!” saat menyadari hal ini Qin Shan dengan cepat menyebarkan kehendak spiritualnya lebih jauh. Sebuah bayangan samar muncul di kejauhan. Bayangan itu hampir bisa dikatakan sebagai transparan, namun karena terdapat fluktuasi energi spiritual di sekitarnya, bayangan itu menjadi sedikit bercahaya.


Seseorang menggunakan teknik persembunyian! Qin Shan tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya saat ia menyaksikan semua ini. Bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa lolos dari kehendak spiritualnya? Itu hanya mungkin jika seseorang menggunakan sebuah teknik persembunyian yang juga melibatkan kehendak spiritual.


Qin Shan memanggil Jiuhua Sword di dalam pulau lotusnya dan bersiap untuk menyerang. Namun, sebelum ia sempat mengayunkan pedangnya, ratusan anak panah langsung ditembakan entah dari mana.


Ruang di sekitarnya menjadi kental, waktu seolah telah melambat. Namun saat ratusan anak panah berwarna kebiruan melesat, anak panah itu tidak terhambat oleh perubahan ruang dan waktu ini sama sekali.


*Bomm! Bomm! Bomm!* Ledakan demi ledakan terjadi. Pelindung energi kekacauan yang dibuat Qin Shan untuk melindungi Jiu Dai hampir runtuh sepenuhnya saat ratusan anak panah tersebut menyerangnya.


Untungnya Qin Shan masih bisa bergerak dengan bebas di tempat ini walaupun ruang di sekitarnya telah dikunci. Bagaimanapun juga ia tetap adalah seorang Immortal Venerable, kekuatan mutlak di seluruh Three Realm saat ini.


Qin Shan dengan cepat mengaktifkan Divine Ability Eternal Wing dan melesat ke arah bayangan buram yang jauh di depannya. Saat ia hanya berjarak beberapa ribu meter dari sosok buram tersebut, ia langsung mengeksekusi jurus Nine Worlds Destroyer.


“Sembilan dunia, meledak!” Qin Shan mengerahkan energi elemental immortal yang tak terbatas pada pedangnya. Sesaat setelahnya, ledakan dahsyat terbentuk.


Di ruang hampa yang berwarna abu-abu gelap itu, akhirnya muncul sesosok pria berjubah kuning yang sedang memegang sebuah busur keemasan. Saat ia diserang dengan telak oleh Qin Shan, ia terpental sangat jauh dan panah darah keluar dari mulutnya. Ia sangat terkejut saat hal ini terjadi.


“Kau seorang Immortal Venerable? Bagaimana bisa dunia terpencil ini memiliki Immortal Venerable?” ucap pria berjubah kuning itu dengan kaget. Ia bahkan tidak melirik ke arah Jiu Dai yang ia kejar sebelumnya dan langsung melarikan diri. Melawan seorang Immortal Venerable benar-benar masih di luar kemampuannya saat ini.


Setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pria berjubah kuning itu, Qin Shan menjadi yakin bahwa tebakannya tidak salah. Orang itu memang adalah kultivator asing. Itu karena dia menggunakan bahasa yang ia pelajari di Menara Dewa dulu.


“Kau pikir bisa pergi dengan mudah setelah melukai temanku?” Qin Shan mendengus dingin dan ia langsung mengeksekusi jurus Sadness Undermoon.


Langkah pria berjubah kuning itu terhenti karena ruang di sekitarnya telah terkunci. Sebuah domain yang berdiri dengan hukumnya sendiri langsung menekannya. Sesaat setelahnya, sebuah tebasan yang begitu kelam menyerbu ke arahnya.


“Tidak… Kau bahkan juga mempunyai Sacred Art...” wajah pria berjubah kuning itu berubah menjadi putus asa saat Qin Shan menyerang ke arahnya. Di depan matanya saat ini hanya ada kematian yang mengerikan.


*Puff!* Kabut darah terbentuk. Pria berjubah kuning itu langsung tewas dengan mudah oleh Qin Shan.


...