Celestial Emperor 2

Celestial Emperor 2
Ch. 469 - Ahli Array Nomor Satu di Three Realm



Ketika ini terjadi, pria berjubah hitam yang berada di kejauhan menampakan ekspresi terkejut. Lebih dari dua puluh ahli Primal seharusnya bisa bertarung dengan seorang Earth Immortal walaupun hanya sebentar. Tapi apa-apaan yang baru saja terjadi? Pemuda berjubah merah di depannya bahkan tidak mengangkat satu jarinya, tapi ia sudah menjadikan semua Primal yang melawannya berubah menjadi daging cincang.


Memikirkan bahwa Qin Shan memiliki kekuatan yang tak bisa ia remehkan, pria berjubah hitam itu segera mengirimkan pesan kepada tiga Earth Immortal lain yang ada di belakangnya. Saat Qin Shan masih lengah, ia ingin mereka semua menyerangnya dengan membabi buta.


Bahkan tanpa peringatan pria berjubah hitam itu pun, ketiga Earth Immortal tersebut sudah lebih dulu mengeluarkan harta karun magis mereka.


Qin Shan tentunya menyadari hal ini, apakah sikapnya terlalu jahat untuk orang-orang ini? Menurutnya tidak, bahkan orang-orang klan Chen-lah yang lebih jahat dibanding dirinya. Jadi mengapa orang-orang tol*l itu begitu ingin membunuhnya?


Qin Shan benar-benar tidak ingin untuk berurusan dengan orang lemah seperti mereka, tapi karena ini menyangkut klan Ling-nya, maka ia harus bertindak dengan tegas.


Meskipun keempat pria tersebut merupakan Earth Immortal, tetap saja mereka tidak pantas menahan aura immortal Qin Shan yang terlalu kuat. Bahkan seorang Sky Immortal saja bisa jatuh pingsan, apalagi seorang Earth Immortal belaka.


Sebuah domain yang tak kasat mata mulai terbentuk di sekitar Qin Shan, ini adalah domain dari aura immortalnya. Karena kehendak spiritual dan pemahamannya terhadap teknik yang melibatkan domain sudah semakin tinggi, Qin Shan bisa membuat domain tersendiri untuk teknik-tekniknya yang lain.


Di dalam domain aura immortal itu, ruang seakan telah terkunci dan waktu melambat dengan begitu ekstrim.


Perlu diketahui, setelah melakukan kultivasi selama bertahun-tahun, Qin Shan secara tak sadar mulai memahami konsep sederhana tentang hukum ruang dan hukum waktu. Jadi tidak heran ia bisa menerapkan beberapa hukum kecil di domain miliknya.


Pria berjubah hitam yang berada di depan Qin Shan mengeluarkan sebuah pentungan berduri berwarna keemasan. Saat ia mengayunkannya di udara, sepetak jalur api mulai muncul dan meluncur ke arah Qin Shan.


*Kacha!!* Kekauatan dari serangan pentungan itu sangat kuat, tapi itu tidak cukup untuk menembus domain Qin Shan. Serangan itu bahkan telah pecah bagaikan kaca saat ia menyentuh permukaan domain Qin Shan.


Ketika ini terjadi, wajah pria berjubah hitam berubah masam. “Tetua Shi, Tetua Shan, dan Tetua Kun, kita harus menggabungkan kekuatan kita untuk menyingkirkan orang ini. Sosok sepertinya hanya akan membuat klan kita jatuh ke dalam kesengsaraan!”


Tiga Tetua klan Chen setuju dengan apa yang dikatakan Pemimpin klan mereka. Di saat yang bersamaan, mereka juga mengeluarkan masing-masing satu bendera array dan melemparkannya ke beberapa sudut. Dalam waktu singkat, sebuah array jebakan maut kelas 9 terbentuk.


Qin Shan terkejut saat ia menyaksikan hal ini. Dari mana orang-orang ini mendapatkan sebuah array kelas 9? Bahkan seorang Spiritual God saja begitu kesulitan untuk mendapatkan sebuah array kelas 9, itu karena array kelas 9 memerlukan harta karun tingkat tinggi untuk membuatnya. Tidak hanya itu, hanya seorang Heavenly God-lah yang bisa membuat sebuah array kelas 9. Ini berarti klan Chen telah mendapatkan dukungan dari seorang Heavenly God yang ahli dalam dao array.


“Kalian bahkan memiliki array kelas puncak, aku menjadi semakin penasaran siapa sosok yang mendukung kalian.” ucap Qin Shan dengan dingin dan ia mulai mengeluarkan Jiuhua Sword. Perlu ia akui, ia tidak dapat keluar dengan mudah dari array kelas 9 ini. Setidaknya itu masih harus memerlukan beberapa puluh tarikan napas.


“Hehe, kau pasti sangat ketakutan saat ini. Array yang kami gunakan dibuat oleh Yang Mulia Uncruel, kau tidak akan bisa lolos dari sini.” pria berjubah hitam itu tertawa dingin saat ia mulai mengendalikan array jebakan maut itu dengan energi Qi yang tak terhingga.


Ketika ini terjadi Tetua klan Chen juga segera mengerahkan energi Qi mereka dalam jumlah yang luar biasa ke array tersebut. Segera setelah itu sinar-sinar pembunuh mulai nampak dan ditembakkan ke arah Qin Shan.


Di sisi lain Qin Shan sedikit mengernyitkan dahi saat ia mendengar ucapan pria berjubah hitam sebelumnya. Uncruel, mengapa kawan yang satu ini terasa tidak asing baginya? Qin Shan tidak sempat untuk berpikir lebih jauh saat ribuan sinar pembunuh mulai melesat ke arahnya,


Ia cepat-cepat membentuk lapisan pelindung dari energi kekacauan. Walaupun ini adalah array jebakan maut kelas puncak, tetap saja saat ini array tersebut hanya dikendalikan oleh empat orang Earth Immortal.


Sebuah domain yang terik dan panas mulai meluas. Hanya butuh waktu satu tarikan napas saja saat domain itu menabrak dinding array dan membuatnya meleleh bagaikan es. Ruang di tempat tersebut langsung luntur, di saat yang bersamaan, tebasan pedang yang begitu panas dan membara mulai melesat.


Seolah sebuah bintang yang akan meledak telah ditembakkan, tebasan pedang tersebut langsung menghancurkan array jebakan maut yang memerangkap Qin Shan.


*Bomm!!* Array tersebut hancur berkeping-keping, namun tebasan yang membara itu terus melaju ke depan dengan menggila.


Saat hal ini terjadi, wajah pria berjubah hitam dan ketiga Tetua klan Chen berubah pucat. Mereka memang tidak terkena serangan yang begitu mengerikan tersebut, tapi serangan itu menargetkan kediaman utama klan Chen!


“Tidaaak!!” pria berjubah hitam berteriak histeris. Ia begitu ingin untuk menghentikan serangan tersebut sesegera mungkin. Namun, ia tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya.


*Duaarr!!* Seketika ledakan dahsyat terjadi di mana-mana. Daratan bergetar hebat dengan puing-puing bangunan yang terlempar ke segala arah. Begitu serangan pedang yang begitu kuat itu tiba, wilayah seluas jutaan kilometer langsung berubah menjadi neraka di bumi. Kediaman klan Chen yang megah juga sudah menjadi puing dan terbakar menjadi abu. Segala bentuk kehidupan terpanggang di dalamnya.


Berapa banyak manusia dan kultivator yang tinggal di wilayah utama klan Chen saat ini? Seratus ribu? Satu juta? Atau bahkan sepuluh juta? Qin Shan tidak mempedulikan hal ini dan ia memang berniat untuk memusnahkan klan Chen hingga ke akar-akarnya.


Qin Shan mendengus dingin saat hal ini terjadi. Kemudian, ia membentuk tiga buah tangan energi elemental dan meremas tiga Tetua klan Chen hingga menjadi jus daging. Ia hanya menyisakan Pemimpin klan Chen untuk diinterogasi.


“Kau benar-benar punya nyali, bahkan di duniaku dulu orang-orang begitu takut terhadapku. Aku tidak pernah berpikir bahwa ada orang tol*l yang mencari masalah denganku.” Qin Shan tertawa sinis dengan nada yang mengejek.


Pria berjubah hitam yang ada di depan Qin Shan saat ini hanya bisa menundukan kepalanya sambil bergetar hebat. Ia tidak menyangka klan Chen akan hancur karena ia telah salah menyinggung seseorang. Seharusnya ia memang tidak boleh mempedulikan penjaga yang dibunuh Qin Shan beberapa waktu lalu.


“Sialan… Apa kau tidak takut dengan Heavenly God Uncruel? Jika kau memusnahkan klan Chen, maka itu artinya kau akan berperang dengan seluruh Dunia Kelima. Perlu kau ketahui, semua orang di Dunia Kelima ini sudah menjadikan Yang Mulia Uncruel sebagai Realmlord!” ucap pria berjubah hitam dengan mata yang merah. Ia tidak peduli lagi dengan kematian saat ia mengatakan hal ini.


Sementara itu Qin Shan hanya bisa terkejut saat mendengar apa yang dikatakan pria berjubah hitam di depannya. “Apa? Realmlord? Maksudmu Sky Immortal Bluestar sudah tidak menjadi Realmlord lagi?” Qin Shan benar-benar bingung dengan hal ini.


Ia tidak peduli tentang ia yang akan berperang dengan seluruh Dunia Agung. Dengan kekuatannya saat ini, itu jelas bukanlah sebuah perang, melainkan pembantaian. Masalahnya, ternyata ada sosok yang sangat kuat di balik semua ini.


Setelah beberapa saat barulah Qin Shan mengingat beberapa hal. “Heavenly God Uncruel? Pantas saja aku merasa pernah mendengarnya di suatu tempat, ternyata ia adalah ahli array nomor satu di Three Realm!”


...


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah


Mohon Maaf Lahir dan Batin🙏